
Josh terus menghubungi orang kepercayaannya selain Eric. Ia meminta untuk segera menemukan letak lokasi keberadaan sang istri. Hingga ponselnya kembali berdering dan ia dengan cepat mengangkatnya.
"Halo. Apa kau sudah menemukan titik keberadaan istriku?" tanya Josh dengan perasaan yang sudak tidak karuan karena menunggu kepastian keberadaan sang istri.
"Sudah, Tuan. Saya sudah mengirimkan lokasi keberadaan Nyonya Evelyn. Mereka tidak jauh dari lokasi keberadaan Anda saat ini, Tuan."
"Oke, thanks you."
Setelah mendapatkan informasi itu, Josh pun segera membuka ponselnya dan memperlihatkan lokasi itu pada Eric agar ia segera memberitahu semua anak buah Josh termasuk Markus untuk segera mengepung ke sana.
Kemudian mereka pun segera meluncur ke lokasi yang tidak jauh dari sana. Hingga beberapa menit kemudian Josh sampai di lokasi itu, sebuah gedung terbengkalai yang sangat jauh dari pemukiman.
Beberapa mobil telah sampai di sana. Josh segera turun bersama Eric dan yang lainnya. Lalu, segerombolan pria berwajah sangar keluar dari gedung itu.
Josh kemudian menatap mereka satu persatu dan mengamatinya mencari siapa di antara pria-pria itu yang adalah bos–nya.
Lalu, seorang pria dengan setelan jas dan kacamata hitam itu muncul dari balik tubuh tegap beberapa pria. Ia tersenyum sembari menatap Josh dan mulai mendekati.
Josh mengamati pria itu, mengingat-ingat siapa pria yang tengah berjalan ke arahnya karena wajahnya tampak sangat familiar.
"Siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba menculik istriku?" sergah Josh yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Ckh! Kau bahkan melupakanku, Josh? Apa kau sudah lupa dengan seorang anak kecil yang menangis karena kehilangan seorang ayah akibat peperangan antar mafia belasan tahun lalu?" tutur pria bernama Jasper itu.
Josh mengerutkan keningnya. Ia mencoba mengingat kembali peristiwa pertempuran antar para mafia saat memperebutkan daerah kekuasaan. Peristiwa di mana saat dirinya pertama kali kehilangan Alessia alias Evelyn sang istri.
"Kenapa kau tiba-tiba muncul dan sekarang mencoba mengusik hidupku? Apa maskudmu dengan semua ini? Kenapa kau menculik istriku?" tanya Josh dengan kening yang mengerut.
"Itu karena aku berhasil membuatmu masuk ke dalam perangkap Rose, Josh! Aku dapat dengan leluasa menggunakan sepupuku untuk mencaritahu semua hal tentangmu," ucap Jasper dengan tertawa.
__ADS_1
Lalu pria itu bertepuk tangan kala melihat wajah Josh yang terlihat tidak menyangka. "Bagaimana, Josh? Apa rencanaku bagus mempertemukan kau dengan Rose sepupuku? Dan kau tahu sendiri sekarang hampir sebagian sahammu adalah atas nama Rose! Dan tentunya itu akan menjadi milikku!" lanjutnya lagi dengan menyeringai.
Mendengar itu Josh semakin geram, ia mengepalkan tangannya dan mendengus kesal. Bisa-bisanya ia jatuh ke dalam perangkap Rose dan kini bermasalah dengan seorang pria yang dirinya saja tidak tahu apa hubungannya dengan pria itu.
"Kau! Apa tujuanmu sebenarnya? Kenapa kau tiba-tiba datang setelah kejadian itu yang sudah sangat lama?" tanya Josh sekali lagi dengan rasa penasarannya yang sangat tinggi.
"Karena kalian telah membunuh ayahku! Ayahku terbunuh tanpa sebab. Para mafia bajingan seperti kalian memang harus dimusnahkan!" tegas Jasper setengah melotot.
Bisa Josh lihat sorot mata pria itu memerah dan menatap tajam seakan akan menerkam semua yang ada di sana.
"Hei! Pria gila! Kau seharusnya tidak melakukan balas dendam kepadaku, karena aku sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa itu!
"Persetan dengan omong kosongmu, Josh! Yang pasti ayahmu dan sekelompok mafia itu telah membunuh ayahku yang tidak bersalah!" tegas Jasper.
Josh yang sudah habis rasa sabarnya, segera mendekat dan menarik kerah pria itu. "Di mana istriku? Kau jangan bermain-main denganku, pria bodoh!"
Josh yang tidak terima itu segera balik menyerang dengan memukul kepala Jasper beberapa kali. Lalu, para anak buah mereka tidak tinggal diam dan saling menyerang.
Jasper berlari masuk ke dalam saat dirinya lepas dari amukan Josh. Josh tentu tidak tinggal diam, ia kembali mengejar pria itu dan naik ke lantai atas.
Gedung itu masih berdiri dengan kokoh meski mungkin usianya sudah puluhan tahun. Jasper pun berlari dan masuk ke dalam suatu ruangan yang rupanya di dalam sana, Evelyn dan Nina sedang meringkuk tidak sadarkan diri.
Jasper segera mengeluarkan senjata apinya dan menyeringai sembari menodongkan pistol itu ke arah Evelyn.
"Berhenti bajingan! Jangan berani-beraninya kau melepaskan peluru itu ke arah istriku!" sentak Josh yang baru saja tiba dan melihat sang istri di samping pria itu.
"Kau harus memilih Josh. Antara hidup dan mati. Menyelamatkan istrimu dan kau mati, atau istrimu mati dan kau bebas," ucap Jasper memberi pilihan pada Josh.
Sayup-sayup kelopak mata Evelyn terbuka. Ia segera mengedarkan pandanganya dan melihat sekeliling, lalu manik matanya membulat kala melihat sang suami.
__ADS_1
Evelyn menoleh ke arah pria itu. Ia juga terkejut kala melihat pistol milik pria itu sudah mengarah ke arahnya. Evelyn berusaha membangunkan Nina, tapi wanita itu tidak kunjung sadar.
"Hai cantik. Apa kau bisa memilih di antara hidupmu dan hidupnya? Aku hanya bisa mengabulkan salah satu dari tawaran itu," ucap Jasper menatap Evelyn.
"Di mana letak harga dirimu, jika hanya berani pada seorang wanita. Lawanmu di sini! Jangan sekali-sekali kau menyentuh istriku!" teriak Josh.
Jasper menoleh ke arah Josh. Sudut bibirnya terangkat dan ia kembali mengacungkan pistol itu ke arah Josh. "Apa kau sudah siap mati?" tanya pria itu sembari menyeringai.
"Lepaskan istriku, maka aku akan menuruti semua perintahmu," ucap Josh sembari melirik ke arah Evelyn.
"Termasuk membunuhmu?" tanya Jasper tersenyum.
Evelyn menggelengkan kepalanya ia mulai menitikkan air mata sembari memohon agar Josh tidak menyerahkan diri pada pria itu.
"Lepaskan suamiku! Lebih baik kau bunuh saja aku, jangan dia!" teriak Evelyn sembari bersimpuh dan memohon pada pria itu.
"Hentikan Evelyn! Kau harus sadar, dirimu tengah mengandung. Selamatkan anak kita, dan pergi dari sini!" teriak Josh dengan kening yang mengerut. Ia tidak mungkin membiarkan istrinya harus berkorban dan bahkan bisa kehilangan anaknya.
"Ooo... Rupanya di sini sedang terjadi drama rumah tangga yang cukup menegangkan," cibir Jasper dengan terkekeh setelahnya. "Jadi, siapa di antara kalian yang akan menyerahkan diri?!" sambungnya.
"Aku!" spontan Josh dan Evelyn berteriak secara bersamaan.
"Ahahaha.... Aku tahu siapa yang seharusnya mati di sini.
Jasper kembali mengacungkan pistolnya dan segera melepaskan tembakan itu ke arah Josh.
Dor!
"Arghhhh!"
__ADS_1