Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin
Bab 39 : Pernyataan Tuan Luise


__ADS_3

Setibanya Nyonya Irish dan Tuan Luise di dalam. Bisa dilihat, Maria dan Bennet menundukkan kepalanya. Entah segan atau karena memang malu berhadapan dengan mereka.


Tuan Luise segera duduk di dekat Josh, begitupun dengan Nyonya Irish yang merangkul Evelyn untuk duduk.


"Duduklah, Maria!" tegas Tuan Luise saat wanita itu masih berdiri.


Mari pun segera duduk di dekat sang suami. Entah nasibnya kali ini sial atau karena rencana kedatangannya sudah diketahui Tuan Luise. Yang pasti, Maria tidak menyangka jika tuan besar itu bisa datang ke rumah anaknya.


"Entah kalian punya rasa malu dan harga diri atau tidak datang ke rumah anakku. Yang pasti, jika kedatangan kalian hanya ingin membuat keributan, maka kalian harus berhadapan langsung denganku!" tegas Tuan Luise.


"Jadi, untuk apa kalian datang ke sini? Apa hanya untuk memberatkan Evelyn? Apa karena uang? Atau kalian sedikit memiliki empati untuk melihat anak yang kalian jual sendiri padaku? Jawab?" cecar Tuan Luise dengan berbagai pertanyaan.


Bennet terlihat menghela napas. Tangannya tentu berpegangan pada tangan sang istri. Ia memberanikan diri untuk mengangkat kepala dan menatap Tuan Luise yang berada di hadapannya itu. "Maaf, Tuan. Kedatangan kami ke sini hanya karena ingin memberitahu keadaan kami pada Evelyn. Terutama Saya yang tengah sakit, dan ingin melihat Evelyn sebentar saja," tutur Bennet.


"Hidupmu terlalu kacau bukan, Bennet? Menyiksa seorang anak, membuatnya menjadi mesin penghasil uang, mabuk-mabukan dan berjudi. Lihat, sekarang kau menjadi pesakitan, apa kau tidak merasa ada yang salah dengan hidupmu?"


Bannet dan Maria terkejut mendengar ucapan Tuan Luise yang sedikit menyinggung mereka. Maria yang merasa tidak terima itu segera bertanya, "apa maksud Anda Tuan Luise? Apa Anda menuduh kami sebagai orang tua yang memanfaatkan anaknya?"


Tuan Luise berdecak dan terlihat menyeringai. "Kau pikir aku tidak tahu siapa kalian dan siapa Evelyn? Aku bahkan tahu di mana saja kalian mempekerjakan Evelyn dari usia 5 tahun sampai kalian menyerahkannya padaku sebagai alat untuk melunasi hutang-hutang kalian."


Tuan Luise sedikit menunda ucapan selanjutnya demi melihat reaksi mereka. "Aku bahkan tahu di mana pertama kali kalian menemukan Evelyn," sambungnya.


Sontak kedua orang itu terkejut. Begitupun Evelyn dan Josh yang membelalakkan matanya. Evelyn hendak bangkit, tetapi tangannya dengan cepat ditahan oleh Nyonya Irish.


"Ma–maksud Anda apa, Tuan? Apa Anda berpikir jika Evelyn bukan anak kami? Astaga! Pemikiran macam apa itu?!" Bennet seketika mengerutkan keningnya dan memberi tatapan tegas. "Jika Anda pikir kami bukan orang tua kandung Evelyn, maka kembalikan anak itu kepada kami lagi!" sambungnya.

__ADS_1


"Silakan bawa Evelyn. Jika kalian tidak mau berurusan dengan orang-orangku, begitupun dengan hukum!" tekan Tuan Luise dengan tangan yang menyilang di dada.


"Kami tahu semua tentang kalian, Bennet! Bukan karena kebetulan aku bertemu denganmu dan berani meminjamkan uangku kepada orang sepertimu!" sambung Tuan Luise.


Keduanya semakin dibuat bingung oleh ucapan Tuan Luise. Apalagi Evelyn dan Josh yang sama-sama tengah bingung dengan situasi seperti ini.


"Maksud Daddy apa? Apa Evelyn benar-benar bukan anak kandung mereka? Lalu, apa maksud dengan ucapan Daddy barusan?" tanya Josh yang sudah sangat penasaran sedari tadi.


"Tenang Josh. Daddy tahu apa yang harus Daddy lakukan saat ini. Mereka memang harus diberi pelajaran," jawab Tuan Luise.


"Markus berikan berkas itu pada mereka. Biar mereka melihat sendiri bukti-bukti yang kita kumpulkan!" perintah Tuan Luise kemudian.


Markus pun segera menyodorkan dua buah amplop berukuran tebal pada Maria dan Bennet. Sudah bisa ditebak, jika di dalamnya terdapat banyak file.


Satu persatu lembar demi lembar itu mereka baca dan lihat. Seiring dengan setiap lembar yang mereka baca, manik mata keduanya kian membulat. Merasa frustrasi dengan semua isi yang ada di dalamnya, Maria dan Bennet pun segera menghentikan aktivitasnya itu.


"Apa-apaan ini Tuan Luise?! Apa selama ini Anda menguntit kami? Tidak sopan!" sergah Bennet dengan napas yang kian memburu.


Sedangkan pria berwajah tegas itu hanya terkekeh dan menyeringai melihat raut wajah kedua orang yang ada di hadapannya. "Bagaimana? Apa kalian suka dengan kejutan yang aku berikan? Seharusnya kalian berterima kasih karena telah hidup dengan uang-uang ku. Terutama kau, Bennet! Kau seharusnya mengganti uangku bukan dengan Evelyn! Karena dia bukan anakmu!" tegas Tuan Luise.


"Daddy?" Josh dan Evelyn spontan berteriak secara bersamaan.


"Maksudnya apa ini?" tanya Evelyn dan diangguki oleh Josh yang semakin penasaran.


Tuan Luise menghela napas. Ia mempersiapkan diri untuk segera mengatakan semua kebenaran tentang Evelyn, yang selama ini ditutupi oleh kedua orang tuanya, juga oleh Tuan Luise dan Nyonya Irish.

__ADS_1


"Dengar ini baik-baik. Evelyn, kau bukanlah anak kandung mereka. Kau hanya seorang anak berusia 5 tahun yang hilang akibat sebuah peristiwa besar saat itu. Peristiwa perebutan kekuasaan antar mafia."


"Dan Josh, kau melihat sendiri bagaimana anak kecil bernama Alessia itu hilang dalam kerumunan. Hingga suatu hari, ditemukan seorang anak kecil berusia 5 tahun sudah tidak bernyawa dengan wajahnya yang tidak bisa dikenali dengan jelas lagi. Kami dan keluarga Pallas mempercayai polisi, dan menerima anak itu, lalu menguburkannya dengan layak. Kejadian itu membuat sahabatku, Jourell dan istrinya terpukul, hingga mereka memilih untuk pergi dari negara ini. Tentu kau tahu cerita ini bukan, Josh?"


Josh mengangguk, mengiyakan apa yang ayahnya ceritakan. Karena peristiwa itulah yang membuatnya sedikit trauma terhadap wanita. Ia kehilangan teman kecilnya Alessia dan sejak saat itu, ia berjanji tidak akan mau lagi mencintai wanita. Cintanya pada Alessia kecil terlalu besar, meski jarak di antara keduanya cukup jauh.


"Ya. Setelah kepergian Jourell dan Emily. Aku dan Irish tidak pernah diam untuk terus mencari kebenaran tentang Alessia, karena kami tidak percaya begitu saja saat penemuan jasad anak kecil itu. Hingga kami memutuskan untuk menggali kembali kuburan anak itu dan melakukan tes DNA dengan rambut Jourell dan Emily yang Irish dapatkan saat berkunjung ke tempat tinggal baru mereka. Setelahnya sebuah kebenaran pun terungkap. Anak itu bukanlah Alessia yang hilang, melainkan seorang anak biasa yang tinggal tidak jauh dari tempat ditemukannya jasad itu. Hingga kami menemukan sepasang suami istri yang adalah orang tua kandung anak tersebut. Dan yang lebih mengejutkannya bagiku adalah, Alessia berada di tangan mereka." Tuan Luise kembali memberi jeda pada ucapannya. "Kalian harus tahu, jika orang tua anak itu adalah Maria dan Bennet. Evelyn adalah Alessia yang asli," sambungnya.


Kisah yang cukup rumit untuk dicerna. Tapi, itulah kenyataannya. Evelyn memang anak hilang dan mendapatkan orang tua asuh yang jahat. Ia tidak mengetahui apa-apa tentang masa kecilnya, karena sempat terjatuh dan mengalami gegar otak ringan hingga sebagian memorinya hilang. Dan kini, Evelyn berakhir di sini, setelah bertahun-tahun hidup menderita bersama orang tua asuhnya.


Mendengar pernyataan Tuan Luise. Josh dan Evelyn dibuat terkejut. Seketika tubuh Evelyn lemas dan ia terjatuh ke sofa. "Bagaimana mungkin ini terjadi?" gumamnya sembari terus mencerna apa yang barusan dirinya dengar.


"Dad. Apa Daddy tidak sedang bercanda? Kenapa semuanya terdengar rumit. Bukankah Daddy sendiri yang bilang padaku jika Alessia sudah meninggal?" tanya Josh dengan kening yang mengerut.


"Memang terdengar tidak masuk akal. Tapi, itu kenyataannya, Josh!"


"Lalu, kenapa Daddy malah membiarkan Evelyn hidup menderita dengan orang tua seperti mereka?! Kenapa kalian tidak membawa Evelyn kembali pada orang tuanya?!"


"Kami sedang mencari bukti. Mereka sengaja menculik Alessia atau tidak sengaja menemukannya! Tapi kenyataannya, Bennet dan Maria tidak menculik Alessia. Mereka hanya tidak terima atas hilangnya sang anak dan menganggap Alessia sebagai anak mereka. Hingga suatu hari mereka sadar jika Evelyn bukan anak kandungnya dan mulai menyalahkan takdir. Dari sana, semua perlakuan Bennet dan Maria berubah, keduanya kerap memperlakukan Alessia dengan kasar! Dan Daddy, mempunyai cara sendiri untuk membawa Evelyn ke rumah ini!" tutur Tuan Luise.


"Daddy sempat takut jika kecelakaan kemarin akan menyebabkan Daddy kehilangan memori tentang Alessia, tapi syukurnya Daddy masih mengingat semua itu dan hari ini adalah hari yang tepat untuk mengatakannya," sambungnya.


"Rumit," gumam Nina yang ada di samping Eric, hingga pria itu sedikit mencubitnya agar tidak berbicara.


Tuan Luise berbalik menghadap ke arah Maria dan Bennet. "Kalian sudah aku lepaskan saat mengembalikan Alessia kepadaku. Tapi, karena kalian berani menginjakkan kaki di sini lagi, maka aku tidak akan melepaskan kalian. Terutama kau, Maria! Kau telah menyusup ke kamar rawat Evelyn atas perintah Sarah, dan membuat menantuku hampir mati. Maka, kau harus mempertanggung jawabkan itu semua!"

__ADS_1


__ADS_2