Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin
Bab 26 : Jabatan Sementara


__ADS_3

Suara pintu ruangan VIP terdengar di geser. Nyonya Irish dan anak perempuannya menoleh ke arah pintu.


Evelyn yang baru saja masuk itu terlihat tersenyum gugup dan menunduk. Nyonya Irish pun segera menyambutnya, "Evelyn. Sini, Nak."


Evelyn pun segera mendekati mereka dan menyapa wanita yang ada di samping Nyonya Irish. "Hi. Saya Evelyn," Evelyn memperkenalkan diri dengan tersenyum.


"Ah, iya. Kau istrinya Josh? Aku Jesslyn, panggil saja Jessi," timpal wanita itu dengan menjabat tangan Evelyn dan tersenyum.


"Bagaimana, Jes. Benar kan istri Josh cantik," Nyonya Irish memuji Evelyn di depan Jesslyn sang anak.


"Tentu, Mom. Dia cantik sekali," jawab Jesslyn tersenyum. "Senang bertemu denganmu, Evelyn," sambungnya.


Evelyn yang seorang wanita pun merasa terpesona dengan kecantikan kakak suaminya itu. Pria yang mendapatkannya pasti sangat beruntung karena memilik seorang istri cantik dan seorang dokter pula. Evelyn sedikit iri, jika saja dulu dirinya tetap bertahan kuliah, mungkin saat ini ia sudah bekerja di rumah sakit di tempatnya berdiri kini.


"Kau bekerja di mana? Atau masih berkuliah?" tanya Jesslyn tiba-tiba membuat Evelyn kebingungan untuk menjawab.


Untungnya Nyonya Irish segera menjawab setelah melihat wajah gelisah menantunya itu. "Dia pernah kuliah, tapi sayang dia harus menundanya sampai sekarang. Tapi, jika dia bersedia Mommy akan menguliahkannya lagi," kata Nyonya Irish dengan tersenyum.


Evelyn yang mendengar itu pun merasa terkejut karena pertama kalinya sang ibu mertua menawarinya untuk kuliah. "Maksudnya Mommy? Apa Evelyn boleh berkuliah? Bukannya Mommy pernah bilang untuk Evelyn fokus saja merawat suami Evelyn," tanyanya memastikan.


"Setelah dipikir-pikir sepertinya tidak ada salahnya jika kau berkuliah Evelyn. Dan... Itu akan membantumu untuk lebih leluasa jika nantinya kau ikut menghadiri acara klien kami. Karena sepertinya Josh akan segera dinaikan jabatannya. Sementara dia harus mengganti Daddy di perusahaan," tutur Nyonya Irish.


Josh akan naik jabatan? Bukankah ini yang dia inginkan, dan dia mendapatkannya secepat itu meski hanya sementara karena ayahnya terbaring di rumah sakit.

__ADS_1


"Apa Mommy sudah berdiskusi dengan sekertaris Daddy?" tanya Jesslyn memastikan pada ibunya. Karena ia tahu sendiri bagaimana ayahnya. Ayahnya tidak mungkin begitu saja memberikan perusahaan itu jika tidak atas perintahnya.


"Mau bagaimana, Jes. Apa kau yang mau menggantikan Josh di perusahaan? Kita harus segera memindahkan Daddy–mu ke rumah sakit terbaik, dan perusahaan akan lebih aman jika Josh yang memegangnya."


Di tengah percakapan mereka. Tiba-tiba Josh masuk bersama dengan Eric. Rupanya dari luar ia sudah mendengar percakapan sang ibu dengan kakaknya.


"Apa yang terjadi, Mom?" tanya Josh dengan berjalan menghampiri.


"Kau mau kan, memegang perusahaan Daddy–mu sementara? Karena kondisinya belum bisa diketahui sampai kapan bisa pulih," tanya Nyonya Irish pada Josh. "Ya, anggap saja sebagai pelatihan kau untuk meneruskan perusahaan itu," sambungnya dengan menghela napas.


Josh memang sudah menantikan kenaikan jabatannya di perusahaan. Tapi, tidak dengan cara seperti ini, apalagi melihat kondisi sang ayah, ya meski dirinya sedikit kesal karena telah dijodohkan. Melihat tubuh sang ayah terbaring lemah dengan alat-alat yang terpasang di tubuhnya, membuat Josh terpukul.


"Apa Daddy tidak akan marah jika aku mengambil alih perusahaannya? Aku hanya tidak ingin mengecewakan Daddy." Josh terlihat memasang wajah serius. "Tapi, jika itu yang Mommy harapkan, Josh akan berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan kita," sambungnya.


***


"Lakukan sesuatu, Mario! Jangan hanya diam dan mengandalkan pria yang mengirimkan dana itu! Berita di media harus bersih total dan aku bisa beraktifitas seperti biasa lagi! Aku juga belum menemui kedua orang tuaku, mereka pasti sangat khawatir," desak Sarah dengan tatapan tajam dan wajah kesalnya.


"Aku harus bagaimana, Sarah. Aku sedang berusaha memohon pada pria itu untuk mengirimkan kita kembali uang, tapi kau tidak mau melakukan syaratnya. Padahal, kau hanya tinggal tidur semalam dengannya, kenapa tidak mau? Itukan sudah menjadi pekerjaanmu melayani pria kalangan atas?!"


Sarah mengacak rambutnya kesal. Ia frustrasi jika harus terus-terusan berada di bawah kendali sang manager. Padahal, pria itu yang mengenalkannya pada Josh dan mendesaknya untuk terus menggoda pria kaya itu. Tapi, saat Sarah meminta untuk keluar dari dunia malam itu, Mario tidak mengizinkan karena alasan masih terikat kontrak. Dan sialnya, saat ini Sarah hamil. Tentunya harus ada yang bertanggung jawab atas kehamilan ini.


"Melayani tidur bagaimana maksudmu! Kau gila, Mario! Aku sedang hamil, dan aku tidak mau terus-terusan mengikuti obsesi gila–mu itu. Lebih baik kau bertanggung jawab dan nikahi aku!"

__ADS_1


Mendengar itu, tentu Mario tidak mau. Mau bagaimana pun pria itu sudah mempunyai istri yang baru saja dinikahi empat bulan lalu. Tidak mungkin ia harus menikah lagi dengan Sarah.


"Tidak, aku tidak mau menikahimu!" tolaknya dengan tegas. "Kau kejar saja si Josh itu! Dia pria kaya raya dan keluarganya masuk ke jajaran orang paling berpengaruh di negara ini. Kenapa kau tidak buat rencana lagi saja untuk mereka!" sambungnya memberi saran.


Sarah terdiam. Ia tengah mencerna ucapan dan saran dari Mario. Apa yang pria itu katakan memang ada benarnya, ia harus mencari cara untuk kembali mendapatkan Josh meskipun harus dengan cara gila.


"Oh, satu hal lagi. Sepertinya kau harus tahu ini, Sarah," ucap Mario.


"Apa?" tanya Sarah penasaran dengan kening yang mengerut.


"Ayahnya Josh mengalami kecelakaan. Itu artinya Josh akan segera naik jabatan untuk memegang perusahaan Dexter Corporation meski sementara," jelas Mario.


Mendengar itu, Sarah tersenyum menyeringai. Terlanjur urat malunya sudah putus, ia harus segera menyusun rencana untuk kembali mendekati Josh.


"Tapi, aku masih dendam terhadap keluarganya. Juga, sepertinya aku harus lebih dulu mengacaukan mereka dengan mendatangkan seseorang," ucap Sarah dengan menyeringai.


"Siapa yang akan kau datangkan, Sarah? Jangan membuat semuanya semakin kacau jika banyak melibatkan orang-orang. Uang kita semakin menipis," sahut Mario.


"Maksudmu menipis bagaimana? Sebulan sebelum berita skandal itu muncul, aku menandatangani kontrak dengan brand ternama. Dan beberapa produk lain, lalu ke mana semua uang itu? Bahkan kau membungkam media pun memakai dana dari pria tua itu. Otomatis uang kita aman kan?" cecar Sarah dengan berbagai pertanyaan.


"Semua uang kita tersisa tidak lebih dari 16000 dolar."


"Apa?! Kenapa hanya segitu? Ke mana uang yang lainnya, Mario?!" tanya Sarah dengan tegas.

__ADS_1


"Aku memakainya untuk judi!"


__ADS_2