
"Untuk apa kalian datang ke sini?!"
Mendengar suara bariton itu, kedua orang yang tengah duduk bersama Evelyn pun seketika terkejut dan membalikan badannya.
"Josh?" Evelyn sama terkejutnya, tapi ia segera berlari menghampiri sang suami.
"Untuk pada mereka datang ke sini, Evelyn?" tanya Josh tanpa mengalihkan atensinya dari kedua orang yang tengah menunduk itu.
"Aku tidak tahu. Tapi, sepertinya ada yang ingin mereka bicarakan dengan kita," jawab Evelyn tampak ragu.
Josh segera berjalan menghampiri mereka dan duduk di hadapan kedua orang itu. Ia menatap keduanya secara tajam, kedatangannya sudah pasti karena uang atau hal lain yang mereka incar.
Ya, Maria dan Bennet mendatangi kediaman Evelyn dan Josh. Entah dari mana ia mendapatkan alamat keduanya. Yang pasti kedatangan mereka bukan semata karena merindukan sang anak, melainkan ada sesuatu yang diinginkan.
"Jadi, apa yang membuat kalian datang ke sini dan berani menginjakkan kaki di rumahku?" tanya Josh dengan tatapan tajam. Bukan tanpa alasan Josh bersikap seperti ini pada mertuanya itu.
__ADS_1
Saat Josh meminta Eric untuk menyelidiki latar belakang dan keluarga Evelyn, ia mengetahui jika kedua orang yang ada dihadapannya itu memang tidak layak disebut orang tua. Karena sejak Evelyn kecil pun mereka sudah memanfaatkan anaknya untuk bekerja dan menghasilkan uang. Josh bahkan tahu di mana saja Evelyn pernah bekerja karena paksaan kedua orang tuanya. Memang kedua orang tua kejam yang hanya memeras keringat anaknya, serta memperlakukannya dengan tidak manusiawi.
Lihatlah, tatapan keduanya terlihat seperti lintah darat yang haus akan uang. Josh menyeringai, ia bahkan tidak sudi mengeluarkan uang sepeserpun untuk orang-orang yang telah menyakiti istrinya di masa lalu, meski mereka adalah keluarga Evelyn.
"Jika kedatangan kalian hanya ingin meminta uang dariku. Maka kalian tidak akan pernah mendapatkan apa-apa!" tegas Josh sebelum mereka mengatakan sesuatu.
"Tapi, Josh. Kedatangan kami ke sini adalah untuk meminta belas kasihan kalian. Suamiku telah lama mengidap penyakit yang membahayakan nyawanya. Untuk itu, sebagai orang tua Evelyn, kami meminta uang darimu demi kesembuhan suamiku," tutur Maria dengan wajah yang memelas.
Josh tidak serta merta percaya begitu saja dengan perkataan ibu mertuanya itu. Bagaimana pun Maria memang terkenal sebagai wanita licik dan selalu memanipulasi keadaan, itu yang Josh dapatkan dari beberapa informan.
Maria dan Bennet terlihat melirik ke arah Evelyn, berharap sang anak percaya dengan kata-katanya.
"Evelyn. Apa kau tidak kasihan dengan ayahmu? Kau mau menjadi anak durhaka, huh?!" tanya Maria setengah menekan.
"Bukan Evelyn tidak kasihan pada Ayah, Bu. Tapi, aku tidak bisa membantu apa-apa jika tidak mendapatkan izin dari suamiku," ucap Evelyn.
__ADS_1
Maria tampak terlihat kesal mendengar jawaban sang anak. Ia pun segera berdiri dan menghampiri Evelyn.
"Kau itu tidak tahu diri, Evelyn! Sudah kami besarkan dan kami urus dari kecil sampai besar! Mengurus anak sepertimu itu tidak mudah! Kami kehilangan banyak uang dan kau harus berbakti dengan menggantinya sekarang!" sentak Maria setengah melotot.
"Bukankah mengurus dan membesarkan seorang anak adalah kewajiban setiap orang tua? Kenapa kalian malah seolah menjadikanku mesin pencetak uang yang harus sedia setiap saat kalian membutuhkan uang?" Evelyn memberanikan diri untuk menjawab ucapan sang ibu. "Seharusnya ibu juga menghargai aku sebagai anak. Kenapa kalian tega menjual anak sendiri demi menebus hutang-hutang kalian?!" sambungnya dengan napas yang sedikit memburu.
"Kau semakin kurang ajar Evelyn! Apa kehidupan mewah kau ini yang mengubahmu menjadi sombong seperti sekarang?! Kau tidak tahu terima kasih sudah kami besarkan dengan baik dan kau harus ingat, hidupmu mewah seperti sekarang itu berkat kami!" tekan Maria dengan matanya yang membulat sempurna.
"Itu karena Ibu tega menjualku untuk melunasi hutang-hutang Ayah! Kenapa sekarang kalian baru datang ke sini? Tadi saja sebelum suamiku datang, kalian tidak menunjukan niat untuk meminta uang. Aku kira memang kalian datang dengan tulus karena aku berharap bisa melihat wajah kalian lagi," tutur Evelyn yang sudah mulai menangis.
"Hentikan, Evelyn. Kau tidak perlu mengeluarkan air matamu hanya untuk orang-orang seperti mereka. Meskipun mereka orang tuamu, tapi mereka telah menyakitimu! Kau harus ingat rasa sakit itu, Evelyn!" tegas Josh sembari menarik tangan sang istri ke sampingnya.
"Dengarkan Ibu, Evelyn! Kau harus memberikan kami uang sekarang. Ayahmu hampir sekarat, lihat dia! Dia sudah menahan sakit demi bisa datang ke sini!" tegas Maria.
"Maaf. Tuan Luise bersama Nyonya Irish dan Nona Jesslyn baru saja tiba," ucap Eric saat masuk.
__ADS_1