Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin
Bab 31 : Sama-sama Aneh


__ADS_3

"Josh?"


"Kenapa? Apa perlu aku datang ke kamarmu untuk meminta maaf?" tanya Josh di sebrang sana.


Evelyn mengerutkan keningnya, bingung. Karena tidak mengerti kenapa pria itu tiba-tiba mengirim bunga dan meminta maaf padanya. Terlebih Josh menyimpan nomornya sendiri di ponsel baru Evelyn dengan nama 'My Love', sangat aneh pikirnya.


"Hmm, tidak perlu. Terima kasih untuk ponsel dan bunganya," ucap Evelyn tampak dingin. Lalu, ia sengaja menutup teleponnya tanpa menunggu respon Josh.


Sedangkan di kamar Josh, pria itu menggerutu kesal karena teleponnya ditutup begitu saja. "Dia masih marah padaku? Tidak sopan sekali menutup telepon sembarangan!"


Josh yang merasa kesal itu segera melemparkan tubuhnya ke kasur. Ia kembali menggulir layar ponselnya dan mencari nomor telepon seseorang, lalu mencoba menghubunginya.


"Halo, Jeff. Apa kau bisa membantuku mencarikan sesuatu?" tanya Josh saat teleponnya tersambung.


"Kau selalu membutuhkan bantuanku, Josh. Apa yang ingin kau cari? Seorang wanita?"


"Tidak. Aku tidak butuh wanita sekarang. Aku hanya ingin meminta bantuanmu untuk mencari lahan yang luas serta strategis untuk membangun sebuah hotel di Italia. Apa kau bisa mencarinya?" tutur Josh dengan berharap temannya itu bisa mendapatkan sesuai dengan apa yang dirinya mau.


"Kau ingin membangun hotel di sini? Lalu, proyek pembangunan rumah minimalis itu bagaimana? Bukankah kau sudah sepakat tentang itu?" tanya Jeff Arthur teman Josh yang berada di Roma, Italia. Seorang CEO J.A.C Corporation sekaligus teman satu organisasi mafia dengan Josh.


"Aku menundanya karena Daddy, Jeff. You know, dia belum menyetujui tentang itu. Apalagi saat ini tidak mungkin, karena Daddy masih berada di Kanada," jawab Josh sembari menghela napas.


"Ya, aku mendengar kabar tentang kecelakaan Tuan Luise, Josh. Aku turut berduka untuk itu. Tapi, tentang lahan baru, kau ingin di daerah mana?"


Josh mengerutkan keningnya, bingung. Karena ia sendiri tidak mengetahui di mana tempat yang strategis untuk membangun hotel dengan kasino di dalamnya. "Aku menelponmu karena tidak tahu tentang daerah sana. Jadi, kau saja yang mencarikanku, bila perlu kita bekerja sama untuk pembangunan hotel ini. Kurasa sangat bagus jika di dalam hotel itu terdapat sebuah kasino," tuturnya.


"Oke, aku akan mencoba mencarikan lahan yang siap dibangun dan strategis untuk sebuah hotel. Kalau begitu, aku akhiri telpon ini, karena istriku memanggil," ucap Jeff kemudian menutup teleponnya.

__ADS_1


Josh kembali membuka file tentang pembangunan hotel itu. Ia begitu takjub dengan desain yang dirinya buat sendiri. "Aku harus mewujudkan hotel ini secepat mungkin, meski Daddy mungkin akan memarahi nanti," gumamnya.


Malam hari, Josh sudah berusaha untuk tidur tapi ia semakin merasa gelisah dan tidak bisa tertidur. Bahkan saat memejamkan mata saja, ia kembali teringat Evelyn yang seharian ini bersikap dingin.


"Sial! Kenapa aku seperti ini? Dan kenapa Evelyn seharian ini terus bersikap dingin. Apa aku harus memeriksa ke kamarnya?"


"Aku tidak bisa seperti ini!"


Josh segera bangkit dari tempat tidurnya dan mencoba memberanikan diri keluar dari kamar. Waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari, sudah tidak ada orang berkeliaran di rumah ini. Kecuali mungkin Eric atau penjaga.


Ia mencoba mengendap dan perlahan mulai membuka pintu kamar Evelyn yang tidak terkunci itu. Josh masuk dan melihat wanita itu sudah tertidur dengan anggun di atas ranjang. Ia semakin mendekat dan menatap wajah menenangkan itu.


"Apa aku harus melihat wajahmu dulu agar perasaanku tenang seperti ini, Evelyn?" gumamnya sepelan mungkin agar tidak mengganggu.


***


Keesokan harinya. Josh terbangun karena terkejut mendengar teriakan yang nyaris memekakkan telinga. Ia mulai membuka mata dan melihat Evelyn sudah ada di hadapannya. "Kenapa kau berteriak? Dan kenapa kau ada di kamarku?"


"Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa kau ada di kamarku?" tanya Evelyn dengan mengerutkan keningnya.


Mendengar itu, Josh segera mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling dan membuatkan mata saat menyadari dirinya berada di kamar Evelyn.


Astaga! Josh sudah tidak waras sampai tertidur di kamar Evelyn.


"E–eu... Sepertinya aku tidur sambil berjalan lagi. Sorry, aku mengejutkanmu," ucap Josh berbohong sembari bangkit dari kasur dan segera berlari keluar dari kamar Evelyn.


Ia masuk ke dalam kamar dengan keadaan penuh tekanan. Ia merasa malu karena harus terbangun di hadapan Evelyn. Saat ini, mungkin wanita itu tengah berpikir dirinya adalah pria aneh yang tidur sambil berjalan. Atau bisa saja dia berpikir Josh adalah pria mesum. Kacau! Itulah yang saat ini memenuhi pikiran Josh.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, setelah mandi dan bersiap-siap. Josh memberanikan diri untuk turun, tapi kali ini ia memilih tidak sarapan di rumah karena merasa malu. Ia buru-buru masuk ke dalam mobil bersama Eric dan dengan cepat pergi.


Sedangkan di ruang makan, Evelyn merasa aneh karena Josh tidak datang untuk sarapan di meja makan. Nina yang baru saja datang dari luar segera memberitahu, "Tuan Josh sepertinya ada meeting mendadak lagi. Barusan saya lihat, Tuan pergi tergesa-gesa."


Evelyn mengerutkan keningnya. Ia tidak mengetahui kapan pria itu keluar dari kamar dan pergi. Atau ia masih merasa malu dengan kejadian tadi? Pikirnya.


"Aneh."


"Apa yang aneh, Nona?" tanya Nina yang sedikit mendengar ucapan Evelyn.


"Tuan–mu aneh," jawab Evelyn sembari berdiri dan segera meninggalkan Nina yang masih kebingungan.


"Tuan dan Nona yang sama-sama aneh," gumam Nina.


***


Di kantor, Josh segera membuka email yang baru saja dikirimkan oleh perusahaan temannya. Ia segera melihat beberapa foto lahan kosong di sana. Lalu, dengan cepat menelpon Jeff kembali.


"Halo, Jeff. Sepertinya pilihanku jatuh kepada lahan yang ada di kota Venesia. Apa kau bisa membelinya untukku? Aku akan mengirimkan uang kepadamu dan segera menandatangani kontrak kita nantinya," tutur Josh.


"Dengan senang hati. Jadi, kapan kita akan membangun hotel di sana? Tempat yang sangat strategis bukan? Aku mencari tempat itu yang dekat dengan stasiun kereta api."


"Dua minggu lagi aku berencana pergi ke sana. File tentang pembangunan itu telah aku kirimkan, coba kau lihat apa desain hotel buatanku sudah bagus?" tanya Josh. Ia baru saja mengirim setengah file itu yang hanya berisi desain hotel impiannya.


"Kau sangat pintar, Josh. Menurutku ini sangat bagus. Jadi, akan kau beri nama apa hotel ini? Ataukah memakai nama keluargamu?"


"Hotel Arachelly. Hotel berbintang lima dengan fasilitas mewah dan tentu terdapat kasino di dalamnya," tutur Josh tersenyum.

__ADS_1


"Arachelly?"


"Ya, nama tengah istriku."


__ADS_2