Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin
Bab 33 : Makan Malam


__ADS_3

Pesawat mendarat setelah perjalanan kurang lebih 1 setengah jam. Eric dan Nina segera mengambil barang-barang milik Josh dan Evelyn.


Setibanya di kota Roma. Sebuah mobil limosin menjemput mereka untuk mengantarkan ke sebuah hotel berbintang yang telah Eric pesan sesuai dengan apa yang sang tuan mau.


Evelyn menyandarkan tubuhnya ke dekat jendela, sembari melihat pemandangan kota yang dijuluki Kota Abadi, atau Kota Aeterna itu. Pertama kalinya ia terbang jauh dari negara tempat tinggalnya, dan merasa bersyukur karena bisa menginjakkan kaki di kota ini.


Josh menatap Evelyn dengan mendalam. Ia masih mencuri-curi pandangnya dan tidak mau terlalu kentara. Apalagi, melihat Eric dan Nina yang ada di samping mereka.


"Jadwalkan pertemuan kita dengan Jeff nanti malam, Eric," perintah Josh sembari menoleh pada sang asisten. Eric pun mengangguk dan segera mengirim pesan pada asisten Jeff.


Tidak lama kemudian. Mereka pun telah sampai di hotel. Lalu, segera naik ke lantai 3 dan masuk ke kamar. Eric memesan 3 kamar. Barangkali sang tuan tidak mau tidur dengan istrinya, maka Evelyn akan tidur bersama Nina.


"Istirahatlah. Nanti jika perlu apa-apa panggil Eric saja. Aku harus menyusun ulang berkas-berkas yang akan diserahkan pada Jeff," ucap Josh menatap Evelyn. "Nanti malam, pastikan kau harus berdandan dengan cantik," sambungnya.


Evelyn mengangguk dan segera berjalan bersama Nina untuk masuk ke kamar mereka. Josh benar-benar tidak membiarkan Evelyn tidur di kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamar, Evelyn pun mulai membuka koper dan mengeluarkan pakaiannya yang ia bawa. Ia berusaha memilih pakaian terbaik, tapi sepertinya ia tidak mempunyai dress yang mewah.


"Bagaimana ini, Nina? Aku tidak mempunyai dress untuk pertemuan nanti."


Nina mendekat dan menghela napas sembari tersenyum. "Untuk apa Nona punya suami jika tidak dimanfaatkan. Lagipula, black card yang diberikan Nyonya Irish kenapa tidak digunakan, Nona?"


Evelyn menggeleng. "Tidak, Nina. Aku tidak mau boros, apalagi menggunakannya untuk keperluanku yang tidak terlalu penting ini."


Evelyn memilih kembali mengacak-acak pakaiannya. Mencari dress yang kira-kira cocok jika dipakai menemui seorang pengusaha. Sedangkan di kamar sebelah, Josh tengah berkutat dengan laptopnya.


Eric yang sedari tadi memerhatikan itu kini mendekat. "Tuan, sepertinya Nona Evelyn sedang kesusahan mencari dress untuk acara pertemuan nanti malam. Bagaimana jika sore nanti pergi berbelanja?"


Josh menghentikan aktivitasnya. Ia menatap Eric. Apa yang asistennya itu katakan ada benarnya. Selama ini Evelyn tidak pernah membeli pakaian untuk dipakai ke acara-acara.


"Oke. Satu jam lagi kita akan pergi berbelanja. Bilang pada Nina, suruh istriku untuk bersiap-siap," ucap Josh.


Eric pun mengangguk dan segera menghubungi Nina, kembali


Lalu Josh kembali mengirim pesan pada Jeff untuk meminta rekomendasi restoran mewah yang sangat romantis sebagai tempat pertemuan.

__ADS_1


Satu jam kemudian. Josh baru saja menyelesaikan semua pekerjaannya. Ia segera berganti pakaian dan keluar dari kamar hotelnya.


Evelyn dan Nina rupanya sudah menunggu di luar bersama Eric. Kini, ketiganya pun segera berangkat menuju daerah pertokoan untuk berbelanja.


Sesampainya di sana. Josh segera menggandeng tangan sang istri, meski Evelyn terlihat melongo terkejut. Keduanya berjalan masuk ke dalam sebuah butik.


Berbeda dengan Nina, ia terlihat senang melihat sepasang suami istri itu saling bergandengan. "So sweet sekali," ucap Nina sembari matanya yang berbinar-binar.


"Ayo," ajak Eric sembari memasukan jarinya ke sela-sela jari Nina. Hingga wanita itu terkejut, dan ikut berjalan dengan menatap Eric.


Di dalam Josh segera menyuruh beberapa pegawai butik untuk memilihkan gaun paling mewah. Ia bahkan tidak keberatan soal harga.


"Dress di sini sangat mewah sekali. Pasti harganya mahal. Seharusnya kita jangan boros," ucap Evelyn sembari mengedarkan pandangannya melihat puluhan dress mewah di etalase juga terpajang di lemari.


"Coba yang ini dulu," ucap Josh sembari menyodorkan sebuah gaun berwarna lilac pada Evelyn.


Salah satu pegawai itu segera menuntun Evelyn untuk masuk ke dalam ruang ganti dan membantu memakaikan gaun itu. Beberapa menit kemudian, Evelyn keluar dan berjalan menghampiri Josh.


Josh terpana melihat kecantikan Evelyn yang dipadupadankan dengan dress berwarna lilac itu, sangat cantik.


Karena Evelyn tidak pandai memilih pakaian. Maka, ia akan memilih dress ini saja, karena sudah Josh bantu pilihkan. "Hmm... Aku pilih yang ini saja."


"Oke baiklah."


Josh kini menatap pada sang pegawai butik, "Saya pilih yang ini, tas berbulu yang ada di atas sana. Lalu, dua gaun itu," ucap Josh menunjuk beberapa pilihannya.


Pegawai itu mengangguk dan segera menyiapkan ketiga dress itu termasuk yang sedang dipakai. Evelyn pun kembali berganti pakaian.


Setelah membayar dress itu. Keduanya pun keluar dari butik dan masuk kembali dalam mobil. Nina dan Eric sudah berada di dalam menunggu.


***


Malam ini, sesuai dengan jadwal pertemuan antara Josh dan Jeff. Kini, Josh sudah tiba di restoran yang telah Jeff pesan.


Nina dan Eric seperti biasa akan menunggu di dalam mobil. Josh segera menggandeng tangan Evelyn dan masuk ke dalam restoran, lalu menuju sebuah ruangan VVIP.

__ADS_1


"Halo, Josh. Akhirnya kita bertemu," sambut Jeff sembari berdiri dan merangkul Josh serta memeluknya.


"Silakan duduk," sambung Jeff kemudian.


"Josh, ini istriku, Valen," ucap Jeff memperkenalkan istrinya.


Wanita cantik bergaun kuning itu segera bangkit dari duduknya dan menjabat tangan Josh serta sang istri.


"Valen," ucapnya tersenyum.


"Evelyn," balas Evelyn sembari mengulas senyum.


Keduanya pun makan terlebih dulu, sebelum membicarakan hal lain. Josh melihat Jeff dengan istrinya yang terlihat mesra dan saling suap. Membuatnya sedikit iri, karena belum terbiasa dengan Evelyn, bahkan belum pernah.


"Sini," ucap Evelyn sembari mengangkat sendok itu dan mencoba menyuapi Josh.


Josh yang terkejut itu segera menerima suapan Evelyn dan tersenyum.


"Kalian pengantin baru yang sangat romantis, ya," ucap Jeff. "Istriku tengah hamil, dan dia dua kali lipat lebih manja dari biasanya," lanjutnya.


"Ah, selamat. Kalian sudah akan menjadi orang tua," ucap Josh diikuti dengan senyuman Evelyn pada mereka.


"Istrimu belum hamil, Josh? Kau harus lebih gencar melakukannya. Jika perlu lakukanlah setiap malam."


Ucapan Jeff itu berhasil membuat Josh dan Evelyn terkejut sekaligus tersenyum malu. Bagaimana bisa cepat hamil, sedangkan keduanya tidak pernah melakukan hal yang seharusnya dilakukan sepasang suami-istri.


"Kau bisa aja. Baik, aku pasti akan mendengarkan usulmu," balas Josh sembari tersenyum.


Setelah pertemuan singkat itu, karena istri Jeff harus segera pulang. Kini, Josh dan Evelyn kembali pulang ke hotel.


Di tengah-tengah berjalan menuju kamar. Tiba-tiba Nina tergelincir akibat memakai high heel. Wanita itu meringis kesakitan, dan segera Eric gendong menuju kamarnya.


Josh yang merasa sedikit mabuk dan berjalan sempoyongan itu segera Evelyn tuntun dan membawa suaminya itu masuk ke dalam kamar.


Samar-samar Josh menatap wajah Evelyn. Ia menangkup wajah cantik itu dan tanpa sadar ia mulai mencium pipi Evelyn. Lalu, perlahan beralih ke bibir ranum istrinya.

__ADS_1


Josh melumatt pelan bibir sang istri dengan lembut. Bibir Evelyn terasa manis baginya. Mungkin Josh akan merasa candu nantinya. Lalu, Josh menuntun tubuh Evelyn hingga terpojok ke dinding tanpa menghentikan ciumannyaa.


__ADS_2