
Satu tembakan mendarat tepat di punggung seorang wanita yang berusaha memeluk pria yang ada di hadapannya.
Jasper spontan menjatuhkan pistolnya karena terkejut melihat Rose memeluk Josh berusaha melindunginya dari tembakan.
"Rose!" teriak Jasper sembari mendekat dan mendorong tubuh Josh.
Josh yang masih tidak menyangka atas kemunculan Rose itu tidak bisa berkata apa-apa selain berjalan perlahan mendekati Evelyn dan Nina.
"Rose bangun! Kau mendengarku kan?" Jasper menepuk pipi wanita itu beberapa kali, berharap ia akan sadar.
"Kenapa kau ada di sini, Rose? Bukankah aku menyuruhmu pergi? Kenapa kau malah melindungi pira itu?!" cecar Jasper yang masih terus menggoyangkan tubuh Rose berharap sepupunya masih tersadar.
"Cu–cukup... To–tolong... U–urungkan niat ka–kau untuk ba–balas den––dam!" ucap Rose terbata-bata.
"Tidak! Mereka salah, Rose. Mereka sudah membunuh ayahku dan ayahmu! Mereka harus merasakan penderitaan kita selama ini!" tegas Jasper.
Rose menggelengkan kepalanya pelan. "A–aku, mohon," ucap Rose sebelum wanita itu terkulai lemas.
Jasper segera mengangkat tubuh sepupunya. Ia berlari menuruni tangga dan membawa Rose masuk ke dalam mobil. Ia bahkan sudah tidak mempedulikan lagi orang-orang itu, yang dirinya pedulikan saat ini adalah keselamatan sang sepupu.
__ADS_1
Sedangkan di atas gedung, Josh sudah berhasil membuka ikatan di tangan dan kaki Evelyn, juga Nina. Eric yang baru saja tiba di atas itu segera menghampiri.
"Bagaimana keadaan di luar?" tanya Josh.
"Masih kacau, Tuan. Anak buah kita dan para pria itu masih bersitegang, kita tidak bisa keluar dari sini melewati jalan depan," tutur Eric.
"Kita bawa Evelyn dan Nina melalui jalan belakang!" tegas Josh.
Eric mengangguk dan segera menuntun Nina membawanya turun, begitupun dengan Josh yang mendekap Evelyn berusaha melindungi istrinya itu.
Mereka berempat berjalan mengendap ke arah belakang dan tanpa menyadari, seseorang tengah mengintai dari atas gedung.
Ia mengedarkan pandangan mencari di mana penembak itu, saat menyipitkan mata ia bisa melihat seseorang berpakaian hitam mengenakan topi itu berada di atas gedung. Dengan cepat, Eric melepaskan tembakannya dan berhasil mengenai target.
"Lari, Tuan!" teriak Eric.
Josh yang sudah terluka itu berusaha terus berjalan dengan menuntun Evelyn. Gedung tua ini cukup luas, dan mereka belum juga sampai ke ujung belakangnya.
Dor!
__ADS_1
Suara tembakan itu terdengar lagi. Kini, Josh membalikkan tubuhnya berusaha melindungi Evelyn sembari mengacungkan pistol. Eric pun kembali mengedarkan pandangannya mengamati gedung itu.
"Bawa Evelyn dan Nina lari, Eric!" perintah Josh dengan tegas. Ia tidak mungkin harus melibatkan istrinya dalam situasi seperti ini.
"Tidak! Kau harus ikut denganku. Aku tidak mau meninggalkanmu dalam keadaan terluka seperti ini!" pekik Evelyn yang sudah menangis karena merasa takut.
"Pergi bawa mereka, Eric!" teriak Josh sekali lagi tanpa mendengarkan ucapan istrinya itu.
Josh segera menembak ke berbagai arah untuk menghalau mereka. Sementara sang tuan mengelabui musuh, Eric dengan cepat membawa Evelyn dan Nina untuk segera keluar dari gedung itu.
"Tidak, Eric! Lepaskan aku! Suamiku tidak boleh sendirian!" teriak Evelyn terus meronta ingin masuk kembali ke dalam.
Tetapi, Nina dan Eric berusaha menahan Evelyn dan membawanya segera menjauh dari gedung itu.
Hingga beberapa langkah mereka melangkah. Suara ledakan dari arah dalam gedung itu membuat mereka terkejut.
"Josh.....!"
Evelyn berteriak dan menangis histeris saat menyaksikan gedung itu runtuh di hadapannya. Sedangkan sang suami masih berada di dalam.
__ADS_1
Eric dan Nina berusaha menahan Evelyn yang terus meronta hingga tubuhnya melemah dan dia pun pingsan.