
"Siang, Josh."
Sontak manik mata Josh membulat kala mendengar suara itu. Ia yang sedang melihat pemandangan di luar jendela pun segera memutar kursinya dan melihat seorang wanita tengah berjalan ke arahnya.
Wanita itu mengedarkan pandangannya melihat seisi kantor Josh. Lalu, ia berhenti tepat di depan sebuah foto yang terpajang di lemari buku.
"Kau bilang pernikahan ini hanya pernikahan palsu. Tapi, kenapa kau sampai memajang foto pernikahan kalian di kantor ini? Dasar pembohong!"
Wanita itu segera bergeser dan mendekat ke arah Josh yang wajahnya terlihat semakin tegang dengan matanya yang setengah melotot. Wanita berusia 29 tahun itu memainkan jarinya sembari merapikan dasi Josh, lalu secepat kilat ia meraih ponsel pria itu.
"Rose!" sentak Josh kala wanita itu berhasil meraih ponsel pribadinya.
"Wow! Kau bahkan memasang foto pernikahanmu sebagai lock screen. Hebat! Sungguh suami idaman semua wanita!" kata wanita itu sembari tersenyum sinis dan ia berhasil membuka ponsel Josh yang bahkan kata sandinya masih sama seperti dulu.
"Lalu, siapa ini? Sarah? Kau membicarakan Sarah dengan Eric? Siapa dia? Apa wanita itu selingkuhanmu, seperti yang dikatakan beberapa temanku?"
Josh frustrasi setelah mendengar ocehan wanita itu dan mengacak-acak rambutnya. Ia bahkan mencari Eric karena tidak seperti biasanya asistennya itu tidak ada di sini.
"Kenapa, Josh? Apa kau mencari Eric?" tanya wanita itu sembari tersenyum. "Aku menahannya agar dia tidak bisa masuk ke sini. Karena kita perlu berbicara empat mata," sambungnya menyeringai.
Josh mengerutkan keningnya. Ia tidak boleh membiarkan wanita ini begitu saja. Ia harus segera mengusirnya dengan cepat. "Untuk apa kau ke sini, Rose?! Bahkan setelah kepergianmu tempo hari, aku tidak bisa menghubungimu?!"
__ADS_1
"Ckh! Apa aku percaya begitu saja dengan ucapanmu?"
"Kedatanganku ke sini, adalah untuk mengingatkanmu. Barang kali memang kau lupa. Apa kau tidak ingat, sehari sebelum pernikahanmu itu, kau datang ke apartemenku dan mengatakan akan segera menikah. Kau juga berjanji akan menceraikan istri palsumu itu setelah satu tahun pernikahan. Tapi apa ini? Kau bahkan berselingkuh dengan Sarah dan memajang foto pernikahanmu di kantor juga ponselmu!"
"Hentikan, Rose! Kau juga berkhianat di belakangku! Kau bahkan merayu klien perusahaan untuk mendapatkan tanda tangan di perusahaan–mu. Kau pikir aku tidak tahu? Kita imbas sekarang! Kau berselingkuh dengan Jerry, dan aku berselingkuh dengan Sarah saat itu! Sekarang aku mau, kita sama-sama mengakhiri hubungan ini, dan jangan pernah menggangguku lagi. Karena aku sudah bahagia dengan istriku!" tegas Josh dengan menatap tajam Rosemary, kekasihnya selain Sarah.
"Kau tahu dari mana jika aku berselingkuh, Josh! Omong kosong! Aku bahkan yang membantumu untuk memenangkan klien yang berasal dari Australia, apa kau lupa dengan itu?"
Josh menyunggingkan bibirnya seraya berdecak, "Ckh! Kau pikir aku tidak tahu? Aku tahu apa yang kau lakukan bersama klien Australia itu, kau mengajaknya bermalam kan? Semua bukti-bukti perselingkuhan kau sudah ada di tanganku!"
"Silakan, Josh. Aku tidak peduli kau ingin mengatakan apapun. Karena saat ini, aku datang untuk menghancurkan pernikahanmu. Kau harus tahu, jika aku sudah mengirimkan sesuatu ke rumahmu," tutur Rose sembari tersenyum licik.
Mendengar itu, Josh segera mendekat. Ia mencengkeram kuat kedua bahu Rose dengan tatapan tajam dan keningnya yang mengerut. "Apa yang telah kau kirim ke rumahku, Rose?! Jangan macam-macam denganku!"
Sedangkan di tempat lain. Eric yang berhasil keluar setelah terkurung di kamar mandi itu segera berlari menuju ruangan Josh. Sesampainya di sana, ia tidak bisa masuk ke dalam karena pintunya yang terkunci.
Eric bisa melihat jika kedua orang yang ada di salam tengah bersitegang. Ia bahkan tidak menyangka jika wanita itu bisa kembali ke sini, setelah beberapa bulan menetap di Rusia.
Lalu, di tengah kepanikan Eric, tiba-tiba Nina menelponnya. Ia pun segera mengangkat telepon itu, berharap tidak ada apa-apa.
"Eric! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Nyonya Evelyn menangis setelah mendapatkan sebuah paket? Dia bahkan sekarang tengah berada di kamar dan membereskan semua pakaiannya ke dalam koper. Aku tidak mengerti, kenapa Nyonya seperti ini. Apa Tuan Josh mengatakan sesuatu? Apa mereka bertengkar?" tanya Nina.
__ADS_1
"Sial! Nina, ada sesuatu yang terjadi di kantor. Tolong tahan Nyonya sebentar, aku akan kembali bersama Tuan secepatnya!"
Setelah mengatakan itu Eric segera menutup teleponnya. Ia segera memanggil seorang office boy, untuk meminta kunci cadangan agar bisa masuk ke dalam ruangan itu.
Sedangkan Nina. Ia kembali masuk ke dalam kamar dan mencoba menahan Evelyn untuk berhenti memasukan pakaian ke dalam koper.
"Nyonya. Nyonya tolong berbicaralah, apa yang terjadi? Jangan seperti ini. Aku tidak mengerti. Nyonya harus menjaga kandungan dan jangan menangis seperti ini."
"Diam kau, Nina! Cepat bereskan saja pakaianmu jika kau ingin ikut denganku. Aku tidak mau berada di sini! Josh mengkhianatiku!" tegas Evelyn sembari terus memasukan pakaiannya dan setelah selesai ia segera keluar dari kamar.
Nina segera berlari untuk menahan wanita itu. "Nyonya tolong jangan seperti ini. Jangan pergi dari sini, Nyonya!"
Evelyn terus melangkah menuruni tangga dengan menyeret koper miliknya sembari menangis tersedu. Nina yang melihat itu kembali masuk ke dalam kamar dan mencari sesuatu yang membuat sang nyonya menangis. Lalu, ia menemukan beberapa foto yang membuatnya terkejut.
Nina pun segera mengantongi foto-foto itu dan berlari mengejar Evelyn. Ia bahkan tidak peduli jika tidak membawa apa-apa, yang terpenting saat ini ia harus menemani sang nyonya.
Evelyn segera memasukan kopernya ke dalam bagasi, dan Nina berhasil menyusulnya. Ia pun menoleh, "apa kau akan ikut denganku, Nina?"
Nina mengangguk pelan, tanpa bertanya kembali. Keduanya pun segera masuk ke dalam mobil. Mobil pun segera dikemudikan oleh sang sopir.
Evelyn sudah mantap dan memilih pergi jauh meninggalkan rumah ini. Ia mulai mengusap air matanya, dengan menatap keluar jendela.
__ADS_1
Hatinya teramat sakit, kala melihat foto-foto mesra suaminya dengan wanita lain. Padahal, Josh sendiri yang sudah berjanji tidak akan membuatnya menangis lagi. Tapi, hari ini, Josh berhasil membuat Evelyn menangis dan sakit hati. Untuk itu, ia memilih pergi untuk menenangkan hatinya yang tengah kacau.