Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
Bab 1


__ADS_3

Halo gayss


Selamat membaca


Caitlyn Eleora Valencia gadis berparas cantik dengan segala kesempurnaannya dia miliki. Orang-orang memanggilnya Caty sedangkan orang yang kenal dia lebih dekat akan menyebutnya dengan nama El.


Harta?


Tahta?


Dia memiliki segalanya terlebih dengan


marga yang dia miliki 'Valencia' marga yang


cantik dan terkenal di kalangan orang kaya.


Keluarga Valencia adalah salah satu orang yang disegani dalam dunia bisnis, terlebih setelah Caitlyn menggantikan posisi ayahnya sebagai Presdir di perusahaan Kontruksi tersebut.


Namun tidak ada yang tahu betapa terbelenggunya Caitlyn didalam keluarga. Valencia.


"EL kau temuilah tuan Darendra ,dan kali ini jangan coba-coba kabur lagi!." titah Aditya Verhan Valencia ayah Caitlyn


"Sekarang apa lagi! aku sudah menuruti. keinginanmu dengan menggantikanmu di perusahaan lalu sekarang apa lagi!." pekik Caitlyn jengah


"Tuan Darendra bisa membuat kita menjadiebih maju El, dan dia sangat tertarik deng-."


"KAU INGIN MENIKAHKAN KU DENGAN SI


HAUS SENTUHAN ITU? " pekik Caitlyn tak percaya


"KENAPA KAU TIDAK SURUH ANAK TIRIMU ITU SAJA YANG MENIKAH DENGANNYA. "tambah Caitlyn


"JAGA UCAPANMU CATY!. "pekik wanita


seorang pria paruh baya yang terlihat seperti badut dengan riasan tebal di wajahnya.Caitlyn memutar matanya jengah "Apa hah?aku sudah banyak berkorban demi kalian.dan sekarang kalian ingin mengorbankankulagi ?. "


"Jika kalian tetap memaksaku, maka silahkan urus perusahaanmu sendiri aku akan pergi dari rumah ini." putus Caityln lalu berjalan meninggalkan rumahmenggunakan mobilnya


Hidupnya benar-benar kacau setelah kematian ibunya lima tahun silam, tidak ada lebih banyak kasih sayang, cinta dan perhatian dari keluarga. Apalagi semenjak ayahnya menikah lagi dengan seorang janda beranak orang yang tergila-gila pada kekayaan.


******


BRAK


TRANG


Caitlyn membanting vas bunga yang berada


didalam ruangannya. Dia terduduk lemas.memegang kepalanya yang pusing, jika


boleh jujur hatinya lelah, fisiknya lemah,mentalnya terganggu.


semua tuntutan diberikan kepadanya, harus inilah, dia harus itulah dan bla bla bla.. Dia ingin menangis tapi sudah tidak bisa dia terlalu lelah untuk kembali menangis seakan air matanya sudah hilang.


“El.” Panggil wanita cantik


"Ya Cle, ada apa?. ' tanya Caitlyn


"Are you oke?." tanya Cleo setelah melihat


pecahan vas bunga yang berserakan di lantai, dia yakin Caitlyn sedang tidak baik-baik saja.


"Kau tahu itu Cle, aku tidak baik-baik saja."


Cleo menghela nafas panjang,gadis yang berstatus sahabat sekaligus asisten


pribadinya itu lagi-lagi menjadi saksi betapa Caitlyn lemah dan tak berdaya.


"Kali ini apa yang jadi permasalahannya?." tanya Cleo


"Si tua bangka dan mak lampir itu memintaku menikah dengan si Darendra yang haus akan sentuhan itu sialan. " ujar Caitlyn kesal


"What Tn. Darendra? si tua yang memiliki


5 istri itu? Astaga ayahmu memang


keterlaluan. "Cleo tidak percaya ada satu seorang ayah yang sabar menukar anaknya dengan harta karun.


Cleo menatap Caitlyn dengan tatapan yang


tak dapat di artikan, ada sebuah ide gila


dibenaknya yang mungkin bisa membuat


Caitlyn keluar dari jangkauan keluarga


Valencia.

__ADS_1


"Kita minggat saja El." ajak Cleo


"Kita sudah mencobanya dulu apa kau lupa."jawab Caitlyn yang laagi lagi Cleo hanya bisa menghela nafas


"Bagaimana jika kita pergi ke bar,


minum sedikit tidak apa apa kan. "gumam Cleo


membuat Caitlyn menatapnya dengan tatapan mengerikan


Cleo menggaruk tengkuknya yang tak


gatal, mulutnya tak terkontrol hingga ide gila ada di benaknya dia sebutkan.Cleo tahu ide yang satu ini pasti akan ditolak


Caitlyn karena dia tahu dia sangat menjauhi yang namanya Club.


"Oke, nanti malam temani aku minum. " ujar


Caitlyn membuat Cleo cengo tak percaya


"Kau tak bercanda El?. "Tidak aku ingin mencobanya sesekali masuk kedalam tempat yang katanya bisa menghilangkan stress itu." ujar Caityin


*******


Dengan menggunakan mini dress hitam


selutut Caityn dan Cleo benar-benar memasuki tempat hiburan itu, meskipun


dengan perasaan ragu namun tak getarkan mereka untuk masuk ke sana.


Beruntungnya Cleo membawa mereka ke club yang tidak sembarang orang bisa


memasuki tempat ini. Bisa di pastikan


orang-orang di sini adalah orang-orang


yang berada, privasi pelanggan disini tetap aman.


Cleo dan Caitlyn sudah masuk kedalam dan


duduk di depan meja bartender


"Ada yang ingin kalian pesan nona?, "tanya seorang bartender tampan membuat Cleo


sedikit terpesona


"Tn: aku sudah memesan sebuah ruangan ini..."Cleo menyerahkan sebuah benda dan menunjukkannya pada bartender itu


"Mari ikut saya. "ajak sang bartender


Caitlyn dan Cleo mengikuti langkah sang


bartender tampan itu hingga sampai pada


sebuah ruangan khusus yang tenang, tidak seperti tempat awal mereka masuki.


"Kalian ingin memesan sesuatu?" tanyanya


"Bisa tolong berikan kami sebuah wine dengan kadar alkohol rendah? pinta Cleo


"Baik, akan saya antarkan," ujar bartender itu


"Terimakasih...."


"Leo, namaku Leo."


"Ya thank Leo. "ujar Cleo lalu duduk disamping Cailtyn yang sedari tadi merenung


Cleo menyalakan sebuah tv yang terhubung dengan musik dan menyetel sebuah lagu slow dalam bahasa barat.


sedangkan disisi lain ada seseorang yang


mengawasi Caitlyn dan Cleo di dalam sana. Dan ketika Leo tengah menyiapkan wine untuk kedua member baru itu dia tak


memerhatikan bahwa ada seseorang yang diam-diam memasukan sesuatu kedalam


dua gelas yang dibuatnya.


Leo yang tak menyadari itupun segera


membawa minuman khusus untuk tamu barunya "Silakan. "Leo meletakan dua minuman itu didepan meja


"Bisa kau temani kami sebentar? " tanya Cleo


"Tentu jawab Leo membuat Cleo senang."Leo juga tidak mungkin menolak keinginan member barunya itu ditambah dia khawatir kedua member barunya itu adalah orang baru yang masuk kedalam tempat berbahaya ini


Sedangkan disisi lain seseorang tersenyum

__ADS_1


dan pergi meninggalkan tempat tadi Cleo dan Caitlyn meminumn wine yang ada dihadapan mereka, sedikit aneh di lidah namun mereka tetap meminumnya sampai habis.


"Leo,dimana toilet disini?." tanya Caitlyn merasa aneh dengan dirinya


"Belok kanan, di pojok sana."


Caitlyn pamit keluar dari ruangan itu dengan pandangan yang mengabur, ditambah dengan sensasi aneh pada tubuhnya.


hingga seseorang mengahalangi jalannya satu-satunya adalah Darendra


LEPAS tua bangka" pekik Caitlyn dengan sisa tenaga yang dia milikki


namun Darendra malah terus mencengkram


lengan Caitlyn dan memaksanya untuk ikut


dengannya.


Caitlyn berontak dengan sisa tenaga dan


sesuatu aneh yang ada di dalam tubuhnya.


Bugh


seseorang memukul punggung darendra dari belakang membuat si tua bangka itu tersungkur tak sadarkan diri.


Caitlyn yang sudah tak kuat menabrak tubuh jangkung yang ada didepannya,mencengkram erat kemeja hitam yang dikenakan pria itu


"Ah tolong panas, "lirih Caitlyn


"**** dia membuatku tak tahan, "lirih seorang pria yang menolongnya


sialnya dia juga berada di bawah pengaruh obat


dengan cepat pria itu membawa Caitlyn ke


salah satu kamar dan langsung menyerang


bibir merah miliki Caitlyn.


"Kita sama-sama membutuhkan nona." bisik pria itu membuat Caitlyn merinding.


dan akhirnya dua orang yang dibawah pengaruh obat itu melakukan hal indah sepanjang malam dan sama-sama menikmatinya.


"Kau berbeda dari yang lain. "bisik pria itu sebelum akhimya memilih membaringkan tubuhnya di samping wanita yang menemaninya melakuan penyatuan yang


begitu menggiurkan.


Caitlyn terbangun dari tidurnya setelah permainan semalam yang membuatnya lelah, El memegangi kepalnya yang pening hingga akhirnya kesadarannya terkumpul.


Caitlyn membuka matanya lebar-lebar.


setelah mengingat kejadian semalam, El


melirik kesebalahnya yang ternyata terdapat


seorang pria tampan yang tengah terudur


pulas disampingnya.


"Astaga apa yang terjadi "gumam Caitlyn


Caitlyn buru-buru memunguti pakaiannya


yang berserakan,kerutan dikeningnya begitu nampak setelah melihat baju yang dia pakai semalam.


"Bajuku ini sudah tak berbentuk, astaga apa yang dilakukan pria itu semalam. "gumam Caitlyn lalu meraih sebuah kemeja hitam yang tergelatak dilantai menyatu dengan bajunya


"Aku pinjam dulu bajumu ya tuan. " gumam Caitlyn lalu mengenakannya, sedikit kebesaran tapi ini lebih baik dari bajunya tadi


"Satu lagi, aku pinjam celanamu ini ya."


gumam Caitlyn meraih sebuah celana yang


kebesaran itu dan memakainnya. Caitlyn melihat gesper milik pria itu.


"Wow Gucci, kau ternyata orang kaya tuan.Tapi sayang orang sepertimu ini masuk kedalam lingkaran setan seperti ini." gumam Caitlyn


setelah itu Caitlyn keluar dari kamar,mencari seseorang yang dapat membantunya dan gotcha dia menemukannya


"Permisi, boleh aku meminta pena dan kertas?." pada seorang wanita pelayan club


Wanita itu memberikan apa yang diminta Caitlyn,"tunggu disini sebentar ya. " pinta Caitlyn


Setelah Caitlyn menulis sesuatu pada selembar kertas itu dia lekas memberikannya pada wanita tadi "Tolong kau berikan ini pada pria yang ada di kamar nomor 16 ya. " pinta Caitlyn


seraya memberikan sebuah tips pada wanita itu.

__ADS_1


setelahnya Caitlyn keluar dari club itu tanpa mengingat dimana Cleo yang ada di otaknya hanyalah dia harus segera meninggalkan tempat ini.


...TBC...


__ADS_2