
Halo gayss
Selamat membaca
Caitlyn Eleora Valencia gadis berparas cantik dengan segala kesempurnaannya dia miliki. Orang-orang memanggilnya Caty sedangkan orang yang kenal dia lebih dekat akan menyebutnya dengan nama El.
Harta?
Tahta?
Dia memiliki segalanya terlebih dengan
marga yang dia miliki 'Valencia' marga yang
cantik dan terkenal di kalangan orang kaya.
Keluarga Valencia adalah salah satu orang yang disegani dalam dunia bisnis, terlebih setelah Caitlyn menggantikan posisi ayahnya sebagai Presdir di perusahaan Kontruksi tersebut.
Namun tidak ada yang tahu betapa terbelenggunya Caitlyn didalam keluarga. Valencia.
"EL kau temuilah tuan Darendra ,dan kali ini jangan coba-coba kabur lagi!." titah Aditya Verhan Valencia ayah Caitlyn
"Sekarang apa lagi! aku sudah menuruti. keinginanmu dengan menggantikanmu di perusahaan lalu sekarang apa lagi!." pekik Caitlyn jengah
"Tuan Darendra bisa membuat kita menjadiebih maju El, dan dia sangat tertarik deng-."
"KAU INGIN MENIKAHKAN KU DENGAN SI
HAUS SENTUHAN ITU? " pekik Caitlyn tak percaya
"KENAPA KAU TIDAK SURUH ANAK TIRIMU ITU SAJA YANG MENIKAH DENGANNYA. "tambah Caitlyn
"JAGA UCAPANMU CATY!. "pekik wanita
seorang pria paruh baya yang terlihat seperti badut dengan riasan tebal di wajahnya.Caitlyn memutar matanya jengah "Apa hah?aku sudah banyak berkorban demi kalian.dan sekarang kalian ingin mengorbankankulagi ?. "
"Jika kalian tetap memaksaku, maka silahkan urus perusahaanmu sendiri aku akan pergi dari rumah ini." putus Caityln lalu berjalan meninggalkan rumahmenggunakan mobilnya
Hidupnya benar-benar kacau setelah kematian ibunya lima tahun silam, tidak ada lebih banyak kasih sayang, cinta dan perhatian dari keluarga. Apalagi semenjak ayahnya menikah lagi dengan seorang janda beranak orang yang tergila-gila pada kekayaan.
******
BRAK
TRANG
Caitlyn membanting vas bunga yang berada
didalam ruangannya. Dia terduduk lemas.memegang kepalanya yang pusing, jika
boleh jujur hatinya lelah, fisiknya lemah,mentalnya terganggu.
semua tuntutan diberikan kepadanya, harus inilah, dia harus itulah dan bla bla bla.. Dia ingin menangis tapi sudah tidak bisa dia terlalu lelah untuk kembali menangis seakan air matanya sudah hilang.
“El.” Panggil wanita cantik
"Ya Cle, ada apa?. ' tanya Caitlyn
"Are you oke?." tanya Cleo setelah melihat
pecahan vas bunga yang berserakan di lantai, dia yakin Caitlyn sedang tidak baik-baik saja.
"Kau tahu itu Cle, aku tidak baik-baik saja."
Cleo menghela nafas panjang,gadis yang berstatus sahabat sekaligus asisten
pribadinya itu lagi-lagi menjadi saksi betapa Caitlyn lemah dan tak berdaya.
"Kali ini apa yang jadi permasalahannya?." tanya Cleo
"Si tua bangka dan mak lampir itu memintaku menikah dengan si Darendra yang haus akan sentuhan itu sialan. " ujar Caitlyn kesal
"What Tn. Darendra? si tua yang memiliki
5 istri itu? Astaga ayahmu memang
keterlaluan. "Cleo tidak percaya ada satu seorang ayah yang sabar menukar anaknya dengan harta karun.
Cleo menatap Caitlyn dengan tatapan yang
tak dapat di artikan, ada sebuah ide gila
dibenaknya yang mungkin bisa membuat
Caitlyn keluar dari jangkauan keluarga
Valencia.
__ADS_1
"Kita minggat saja El." ajak Cleo
"Kita sudah mencobanya dulu apa kau lupa."jawab Caitlyn yang laagi lagi Cleo hanya bisa menghela nafas
"Bagaimana jika kita pergi ke bar,
minum sedikit tidak apa apa kan. "gumam Cleo
membuat Caitlyn menatapnya dengan tatapan mengerikan
Cleo menggaruk tengkuknya yang tak
gatal, mulutnya tak terkontrol hingga ide gila ada di benaknya dia sebutkan.Cleo tahu ide yang satu ini pasti akan ditolak
Caitlyn karena dia tahu dia sangat menjauhi yang namanya Club.
"Oke, nanti malam temani aku minum. " ujar
Caitlyn membuat Cleo cengo tak percaya
"Kau tak bercanda El?. "Tidak aku ingin mencobanya sesekali masuk kedalam tempat yang katanya bisa menghilangkan stress itu." ujar Caityin
*******
Dengan menggunakan mini dress hitam
selutut Caityn dan Cleo benar-benar memasuki tempat hiburan itu, meskipun
dengan perasaan ragu namun tak getarkan mereka untuk masuk ke sana.
Beruntungnya Cleo membawa mereka ke club yang tidak sembarang orang bisa
memasuki tempat ini. Bisa di pastikan
orang-orang di sini adalah orang-orang
yang berada, privasi pelanggan disini tetap aman.
Cleo dan Caitlyn sudah masuk kedalam dan
duduk di depan meja bartender
"Ada yang ingin kalian pesan nona?, "tanya seorang bartender tampan membuat Cleo
sedikit terpesona
"Tn: aku sudah memesan sebuah ruangan ini..."Cleo menyerahkan sebuah benda dan menunjukkannya pada bartender itu
"Mari ikut saya. "ajak sang bartender
Caitlyn dan Cleo mengikuti langkah sang
bartender tampan itu hingga sampai pada
sebuah ruangan khusus yang tenang, tidak seperti tempat awal mereka masuki.
"Kalian ingin memesan sesuatu?" tanyanya
"Bisa tolong berikan kami sebuah wine dengan kadar alkohol rendah? pinta Cleo
"Baik, akan saya antarkan," ujar bartender itu
"Terimakasih...."
"Leo, namaku Leo."
"Ya thank Leo. "ujar Cleo lalu duduk disamping Cailtyn yang sedari tadi merenung
Cleo menyalakan sebuah tv yang terhubung dengan musik dan menyetel sebuah lagu slow dalam bahasa barat.
sedangkan disisi lain ada seseorang yang
mengawasi Caitlyn dan Cleo di dalam sana. Dan ketika Leo tengah menyiapkan wine untuk kedua member baru itu dia tak
memerhatikan bahwa ada seseorang yang diam-diam memasukan sesuatu kedalam
dua gelas yang dibuatnya.
Leo yang tak menyadari itupun segera
membawa minuman khusus untuk tamu barunya "Silakan. "Leo meletakan dua minuman itu didepan meja
"Bisa kau temani kami sebentar? " tanya Cleo
"Tentu jawab Leo membuat Cleo senang."Leo juga tidak mungkin menolak keinginan member barunya itu ditambah dia khawatir kedua member barunya itu adalah orang baru yang masuk kedalam tempat berbahaya ini
Sedangkan disisi lain seseorang tersenyum
__ADS_1
dan pergi meninggalkan tempat tadi Cleo dan Caitlyn meminumn wine yang ada dihadapan mereka, sedikit aneh di lidah namun mereka tetap meminumnya sampai habis.
"Leo,dimana toilet disini?." tanya Caitlyn merasa aneh dengan dirinya
"Belok kanan, di pojok sana."
Caitlyn pamit keluar dari ruangan itu dengan pandangan yang mengabur, ditambah dengan sensasi aneh pada tubuhnya.
hingga seseorang mengahalangi jalannya satu-satunya adalah Darendra
LEPAS tua bangka" pekik Caitlyn dengan sisa tenaga yang dia milikki
namun Darendra malah terus mencengkram
lengan Caitlyn dan memaksanya untuk ikut
dengannya.
Caitlyn berontak dengan sisa tenaga dan
sesuatu aneh yang ada di dalam tubuhnya.
Bugh
seseorang memukul punggung darendra dari belakang membuat si tua bangka itu tersungkur tak sadarkan diri.
Caitlyn yang sudah tak kuat menabrak tubuh jangkung yang ada didepannya,mencengkram erat kemeja hitam yang dikenakan pria itu
"Ah tolong panas, "lirih Caitlyn
"**** dia membuatku tak tahan, "lirih seorang pria yang menolongnya
sialnya dia juga berada di bawah pengaruh obat
dengan cepat pria itu membawa Caitlyn ke
salah satu kamar dan langsung menyerang
bibir merah miliki Caitlyn.
"Kita sama-sama membutuhkan nona." bisik pria itu membuat Caitlyn merinding.
dan akhirnya dua orang yang dibawah pengaruh obat itu melakukan hal indah sepanjang malam dan sama-sama menikmatinya.
"Kau berbeda dari yang lain. "bisik pria itu sebelum akhimya memilih membaringkan tubuhnya di samping wanita yang menemaninya melakuan penyatuan yang
begitu menggiurkan.
Caitlyn terbangun dari tidurnya setelah permainan semalam yang membuatnya lelah, El memegangi kepalnya yang pening hingga akhirnya kesadarannya terkumpul.
Caitlyn membuka matanya lebar-lebar.
setelah mengingat kejadian semalam, El
melirik kesebalahnya yang ternyata terdapat
seorang pria tampan yang tengah terudur
pulas disampingnya.
"Astaga apa yang terjadi "gumam Caitlyn
Caitlyn buru-buru memunguti pakaiannya
yang berserakan,kerutan dikeningnya begitu nampak setelah melihat baju yang dia pakai semalam.
"Bajuku ini sudah tak berbentuk, astaga apa yang dilakukan pria itu semalam. "gumam Caitlyn lalu meraih sebuah kemeja hitam yang tergelatak dilantai menyatu dengan bajunya
"Aku pinjam dulu bajumu ya tuan. " gumam Caitlyn lalu mengenakannya, sedikit kebesaran tapi ini lebih baik dari bajunya tadi
"Satu lagi, aku pinjam celanamu ini ya."
gumam Caitlyn meraih sebuah celana yang
kebesaran itu dan memakainnya. Caitlyn melihat gesper milik pria itu.
"Wow Gucci, kau ternyata orang kaya tuan.Tapi sayang orang sepertimu ini masuk kedalam lingkaran setan seperti ini." gumam Caitlyn
setelah itu Caitlyn keluar dari kamar,mencari seseorang yang dapat membantunya dan gotcha dia menemukannya
"Permisi, boleh aku meminta pena dan kertas?." pada seorang wanita pelayan club
Wanita itu memberikan apa yang diminta Caitlyn,"tunggu disini sebentar ya. " pinta Caitlyn
Setelah Caitlyn menulis sesuatu pada selembar kertas itu dia lekas memberikannya pada wanita tadi "Tolong kau berikan ini pada pria yang ada di kamar nomor 16 ya. " pinta Caitlyn
seraya memberikan sebuah tips pada wanita itu.
__ADS_1
setelahnya Caitlyn keluar dari club itu tanpa mengingat dimana Cleo yang ada di otaknya hanyalah dia harus segera meninggalkan tempat ini.
...TBC...