Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
Bab 4- Menagih Hutang


__ADS_3

Hallo gaysss


Happy Reading and enjoy the Chapter 🐻


...****************...


Tuhan begitu baik pada Caitlyn sehingga dia dipertemukan dengan cepat pada pria dihadapannya kini.


Pria yang menyebalkan dan brengsek atau mesum ! ?


"Kau memang nakal."


"Apa maksudmu tuan,lepaskan aku."pinta Caitlyn seraya menatap Arsal


Tangan pria itu melingkar dengan sempurna di pinggang nya yang ramping ,namun posisi ini begitu intim dan akan membuat sebuah fitnah jika ada orang lain yang melihatnya.


Arsal berdecak entah sebuah ejekan ataukah sebuah kekesalan "Kau ini seorang CEO ,apakah orang sepertimu mudah lupa dengan janjinya sendiri?."


Perkataan Arsal benar-benar membuat Caitlyn merasa tegang,dia menatap Arsal dengan mata yang terkejut.Dia meneguk ludahnya sendiri seraya menatap manik mata indah milik lelaki tampan di depannya.


"Apa perlu ku ingatkan nona?." tanya Arsal menatap Caitlyn dengan genit


"Kamar nomor 16." tambahnya


"Oh ya apa kau mau ku ingatkan juga bagaimana saat itu kau mend-..."


"aaa diam lah ,ya ya aku ,aku mengingatnya."Caitlyn menyela ucapan pria mesum didepannya ini dengan marah bercampur malu.


"Lepaskan aku dulu ."pinta Caitlyn karena dia sudah pegal


Arsal membenarkan posisi nya saling berhadapan ,Caitlyn membenarkan pakaian nya lalu mengeluarkan ponselnya


"Baiklah mana nomor rekeningmu?."tanya Caitlyn seraya memberikan ponselnya


Namun Arsal malah mencekal lengannya dan memutar tubuh Caitlyn 180° membuat dirinya membelakangi Arsal.


Dan yang lebih buruknya Arsal memeluk pinggangnya erat dan membuatnya bersandar pada tubuh pria itu .Caitlyn memberontak namun tenaganya tak bisa di bandingkan dengan pria yang ada dibelakangnya sekarang.


Pria itu menyimpan dagunya di bahu Caitlyn membuat bulu kudung Caitlyn meremang karena helaan nafas pria itu begitu terasa di tengkuknya.


"Aku tak mau uang mu ,bagaimana kalo kau menjadi kekasihku selama satu minggu? bagaimana?."ujar Arsal dengan berbisik


"Hey men jauh lah."ujar Caitlyn seraya berontak


"Diamlah atau asisten kita akan mendengarnya dan lebih buruk nya menuduh kita macam-macam."tutur Arsal membuat Caitlyn terdiam


"Jadi bagaimana tawaranku?."tanya Arsal


"Aku bukan pelacur bodoh."ujar Caitlyn kesal


membuat Arsal memutar tubuh Caitlyn membuat mereka saling memandang "Kau bilang aku apa tadi ?."tanya Arsal tajam


"Bodoh ,apa kau juga tuli?."jawab Caitlyn berani


Arsal menggigit daun telinga Caitlyn "Hey mesum !." ujar Caitlyn marah


"Itu hukuman untukmu ."balas Arsal dengan santai


"Aku sudah bilang aku ini bukan pelacur, lebih baik kau cari perempuan yang mau dengan sukarela menjadi kekasihmu itu."usul Caitlyn seraya menatap berani pria menyebalkan nan mesum dihadapannya ini.


Arsal mengerutkan keningnya "Hey apa maksudmu? aku hanya memintamu menjadi kekasihku ,mengapa kau membawa-bawa pela-."omel Arsal berhenti ketika dia menyadari sesuatu


Dia menatap gadis yang ada dihadapannya kini dengan mengulum senyum,sungguh gadis ini begitu menggemaskan baginya .

__ADS_1


Dia tahu apa yang ada di otak kecil milik gadis ini, buru-buru dia menonyor kepala Caitlyn "Ini, ini otakmu yang mesum astaga."ujar Arsal greget


"Apa kau berfikir untuk mengulang malam itu lagi hah?."tanya Arsal dengan nada menggoda


membuat Caitlyn gelagapan "Tentu saja tidak, kau tak cukup tampan atau layak untuk menemaniku mengha-."


"I'am the first ."potong Arsal


"Itu karena kau yang memaksa.Bukannya menolong ku ,kau malah mengambil kesempatan dalam kesempitan."cibir Caitlyn


"Harusnya aku membiarkan dirimu ditiduri oleh kakek-kakek itu."gumam Arsal membuat Caitlyn menatap Arsal kesal


"Mulut mu itu menyebalkan sekali."ungkap Caitlyn


"Sudahlah ,jawab saja kau mau atau tidak menjadi kekasihku?."tanya Arsal


Caitlyn berfikir sejenak "Apa tugasku?."tanya Caitlyn


"Cukup berakting menjadi seorang kekasihku yang baik."jawab Arsal kembali membuat Caitlyn berfikir


Arsal memperhatikan gadis yang tengah berfikir itu, begitu menggemaskan terlebih bibirnya yang mungil membuatnya ingin sekali menciumnya.


"Gadis ini begitu menjengkelkan ,apa susahnya mengatakan iya."batin Arsal


Caitlyn menatap Arsal "Oke aku terima,tapi.-"


"Apa?."


"Sesuai apa yang kau katakan aku hanya menjadi kekasihmu selama seminggu ,tanpa kontak fisik yang berlebih."ujar Caitlyn


Arsal mengangguk setuju


"El kenapa lama se-."


Keduanya menyadari betapa intim posisi mereka sekarang "um aku aku akan kembali lagi nanti."ujar Cleo berjalan mundur


"Hey tunggu." ujar Arsal membuat Cleo berhenti


"Ehm tolong bantu kekasihku,saya akan pergi."ujar Arsal melepaskan Caitlyn lalu pergi meninggalkan dapur


Sedangkan Cleo dia mengusap tengkuknya seraya mendekati Caitlyn dan membantunya menyiapkan makanan.


"El kenapa kau tak bilang jika sudah punya kekasih."ujar Cleo


"Sudahlah lupakan,ayo cepat bantu aku."kata Caitlyn sibuk dengan masakannya tanpa mau menoleh pada Cleo.


Cleo mengulum senyumnya "Aku tak menyangka kekasihmu ternyata anak dari klien besar kita, dan ya dia juga sangat tampan .Kau Beruntung sayangku."ujar Cleo menggoda Caitlyn


"Cleo mau ku potong gajimu?."kata Caitlyn seraya menunjuk Cleo dengan sendok garpunya.


"Bercanda bos."


......................


Malam ini langit begitu cantik ,hitam pekat memanjakan mata dengan taburan bintang yang menambahkan kesan mempesona sang langit .


Aluna musik pop romantis mengalun dengan sangat merdu ,membuat semua orang yang mendengarnya terbawa suasana.


Anak-anak,remaja,orang dewasa maupun lansia semuanya sangat menikmati setiap lantunan lagu yang romantis ini.


Caitlyn melirik setiap sudut yang dipenuhi oleh orang-orang yang sedang berbahagia ,canda tawa dibibir mereka memperlihatkan bagaimana keadaan mereka saat ini.


"Hey ,nanti ingatlah apa yang sudah aku katakan ."ujar Arsal seraya menggandeng lengan Caitlyn erat

__ADS_1


Caitlyn hanya bisa memutar bola matanya malas,pria disampingnya memang sangat sangat menyebalkan.


"Iya tuan Arsal ,saya tak mungkin lupa."jawab Caitlyn seraya tersenyum terpaksa


Mereka berdua terus berjalan masuk kedalam hingga akhirnya mereka sampai didepan meja yang sudah di penuhi dengan banyak orang.


Caitlyn menarik lengan Arsal "Hey mereka siapa ?."bisik Caitlyn


"Teman SMA ku."jawab Arsal seraya menarik lengan Caitlyn untuk mendekat pada mereka.


Namun Caitlyn yang takut menarik lengan Arsal untuk kembali mundur seraya menatap Arsal dengan nelangsa "Aku ,aku tidak ikut ya.Lebih baik aku pulang saja."pinta Caitlyn


Dia tidak suka keramaian seperti ini,terlebih dia tak mengenal orang-orang di dalam sana itu menambah ketakutannya.


"Kau kenapa?."tanya Arsal


"Aku takut,you know?."ungkap Caitlyn kesal


Pria itu menghela nafas panjang "Aku ada disini,jangan takut."ungkap Arsal seraya menggenggam tangan Caitlyn dan menatapnya penuh dengan kepercayaan.


"Hey , lihatlah itu Arsal.Hey kawan kemarilah."panggil seseorang membuat Arsal dan Caitlyn mengalihkan pandangan mereka.


Arsal mengangguk ,kembali menggenggam jari jemari indah milik Caitlyn dan membawanya kehadapan teman-temannya.


Semua orang menyapa Arsal "Pacar lo?."tanya seorang pria yang memiliki rambut berwarna pirang dengan mata yang sipit


"Iya,kenalin ini pacar gue Caitlyn."


Caitlyn menganggukan kepala sebagai tanda memperkenalkan diri "Ayo duduk,duduk."titah pria bermata sipit itu


Arsal dan yang lainnya berbincang-bincang mengabaikan Caitlyn yang ada di sampingnya.


Hingga tak lama datang dua orang pria bersama satu wanita yang sangat Caitlyn kenal.


"Cleo."beo Caitlyn


Cleo yang menyadari kehadiran Caitlyn pun sama terkejutnya,mereka tak menyangka akan bertemu disini bersama dengan pria yang juga tak asing.


Arsal berdiri menyambut kehadiran Leon "Gadis baru?."tanya Arsal menggoda


"Jangan menggodanya Ar, biarkan dia insyaf."ujar seorang pria berwajah tampan yang datang bersamaan dengan Leon


Arsal terkekeh kecil "Tumben kau sendiri Kemal,mana pasanganmu?."tanya Arsal pada pria berwajah tampan yang ternyata bernama Kemal itu.


Kemal hanya duduk dan menyandarkan tubuhnya di sofa empuk itu " Ditinggal nikah gue." gumamnya seraya memejamkan mata yang membuat semua orang tertawa


"Makanya jangan di pacarin doang,nikahin dong."kata pria bermata sipit yang tak diketahui namanya


Kemal hanya bisa mendumal "Niatnya iya,tapi sial ternyata dia simpenan om om .Anjing emang."ujarnya kesal tanpa memperdulikan ada wanita di sekitarnya


"Jaga bahasa lo."tegur Arsal membuat Kemal menyadari ada gadis cantik disamping temannya itu.


Kemal membenarkan posisi duduknya "Eh sorry kelepasan bro."katanya


"Maaf ya cantik."ujar kemal seraya tersenyum lebar membuat Caitlyn membalasnya dengan senyuman


"Astaga manis banget, jadi pacar om aja yu ."ajak Kemal yang langsung mendapat tatapan tajam dari Arsal


Kemal tertawa kecil "bercanda kali ah."kata kemal


Tapi seperdetik kemudian Kemal mengamati Caitlyn dari atas sampai bawah ,dia merasa tak asing dengan wanita yang dibawa Arsal.


"Astaga ,kau CEO Valen-corp ya?."kata Kemal

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2