Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
Bab 10- Keluarga Carion


__ADS_3

Hallo gays


Happy Reading


enjoy the chapterr


...****************...


Didalam sebuah ruangan yang luas nan megah dengan dominan warna hitam semua keluarga Carion tengah berkumpul membicarakan hal-hal yang biasa.


"Setiap momy kesini ,momy merasa berada di alam lain saja."katanya seraya melirik sinis putra bungsunya itu


Arsal hanya memutar bola matanya malas ,ibunya selalu memperdebatkan masalah desain interior rumahnya yang berdominan hitam ini.



"Daripada seperti rumah kek Edward seperti masuk kedunia barbie."gumam Arsal yang masih dapat didengar oleh Zevana yang berada tak jauh dari sisinya


Wanita itu menatap tajam Arsal "Apa maksudmu hah?."tanya Zevana


"Aku hanya bercanda Ze."ujar Arsal seraya menarik dirinya untuk dekat dengan Edward


Zevana menatap Arsal tak suka ,dia memilih duduk bersama dengan Keinandra anaknya di lantai yang sudah di lapisi oleh karpet hangat.


Ya Arsal memiliki seorang kakak laki-laki bernama EDWARD RADEYA CARION seorang dokter dan juga pengusaha kuliner yang terkenal di italia ini.


Kakaknya sudah menikah satu tahun lalu dengan sahabatnya sendiri ZEVANA ABRAHAM dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan bernama KEINANDRA PUTRA CARION.


Dia juga memiliki dua adik kembar perempuannya bernama 'Jesslyn dan Joana' .


"Ar kapan kau akan memberikan momy cucu?."tanya Seina


"Mom Keinandra juga cucu mu "ujar Arsal mencoba mengalihkan pembahasan


"Ya diakan anak Edward bukan anakmu, momy ingin cucu dari kalian berdua." kata Seina dengan semangat


Arsal hanya mendengus kesal "Momy mengurus anak itu melelahkan ,aku ingin memberikan dulu Caitlyn kebebasan."ujar Arsal menjadi bijak


Dia sendiri mengapresiasi dirinya karena telah mengucapkan sesuatu yang baik dan masuk akal kali ini.


"Tunggu saja sampai El diambil orang lain baru tahu rasa."gumam Seina membuat Arsal menatap ibunya dengan masam


Sedangkan di dapur Caitlyn tengah membuat kue untuk camilan dibantu oleh Meena dan dua adik Arsal yang kini menjadi adiknya.


Caitlyn sudah mengenal seluruh keluarga Carion ketika dia menikah terkecuali si kembar,dia baru melihatnya hari ini dan berkenalan hari ini karena waktu mereka menikah keduanya tak dapat datang karena sedang sekolah.


Caitlyn memasukan adonan kue yang sudah mereka buat dan bentuk kedalam oven, Caitlyn menatap kedua adik kembarnya yang penuh dengan tepung di wajah maupun tangan mereka.


"Kalian seperti badut."ujar Caitlyn seraya terkekeh


"Ayo kita membersihkan diri dulu."ajak Caitlyn merentangkan tangannya yang langsung di sambut oleh keduanya.


Caitlyn menggandeng kedua anak kembar ini menuju kamar mandi yang ada dibawah,dia membantu keduanya untuk membersihkan noda yang ada pada tubuh mereka.


"Bagaimana caraku membedakan kalian?."tanya Caitlyn yang masih bingung

__ADS_1


"Jesslyn berponi dan Joana memiliki rambut yang sedikit cokelat." ujar Jesslyn


Caitlyn mengangguk paham ,setelah itu dia membiarkan keduanya untuk bermain sementara menunggu dirinya untuk bersih bersih.


Setelah kurang lebih 10 menit akhirhya Caitlyn keluar dengan pakaian yang baru ,dia mengajak sikembar untuk kembali ke dapur mengambil kue .


"Ma meena apa sudah matang?."tanya Caitlyn melihat Meena yang sedang menyiapkan beberapa toples


Meena mengangguk seraya membersihkan toples kaca yang pastinya mahal.


ting


suara oven berbunyi penanda kue nya telah matang,dia mengambil sarung tangan khusus lalu mengambil tiga loyang adonan kue yang telah mereka buat.


Dia menunggu kue itu sedikit hangat setelahnya dia memasukan kedalam toples yang sudah disiapkan oleh Meena.


Jesslyn mengambil satu buah kue itu dan mencicipi nya "Um enak."serunya dengan berbinar setelah mengambil pie susu


"Ayo Ana cobalah."titah Jesslyn


"Kak El boleh aku minta satu?."tanya Joana


Caitlyn mengangguk seraya memberikan pie susu dan Amaretti Cookies yang telah mereka buat pada Joana "Mau semuanya pun tak apa."jawab Caitlyn dengan gemas


Caitlyn membuat pie susu khas bali dan Amaretti Cookies khas italia, ya dia memiliki kemampuan untuk memasak camilan yang lumayan enak, berkat ibunya dulu yang selalu mengajarkannya untuk memasak.


Setelah itu Caitlyn Jesslyn dan Joana bergegas ke ruang keluarga tempat dimana semua keluarga Carion berkumpul dengan membawa kue yang telah mereka buat.


Edward melihat Caitlyn dan sikembar langsung duduk dengan benar ,matanya berbinar ketika melihat camilan yang mereka bawa.


Jesslyn dan Joana mengangguk ,Edward mencicipi pie susu dan Amaretti cookies buatan Caitlyn.


"Maaf jika kurang enak ." ujar Caitlyn


Edward dan yang lainnya mencicipi kue buatan Caitlyn ,mereka semua memberikan jempol dua untuk kue buatannya.


Rasanya enak sekali.


"Bagaimana kalo kau jadi chef saja di restoranku adik ipar."tawar Edward membuat Caitlyn terkekeh


"Dia hanya akan memasak untukku,tidak di perjualbelikan."jawab Arsal


Arsal menatap istrinya dengan senyuman nakal,sedangkan Caitlyn dia memberenggut sebal pada lelaki di ujung sana.


Setelah kejadian tadi pagi Caitlyn benar-benar kesal bercampur malu, bisa-bisanya dia tidur dengan begitu nyenyak hingga tak menyadari predator di sampingnya itu melancarkan aksinya.


Tanda kemerah di atas dadanya begitu banyak membuat dirinya shock tadi pagi beruntungnya dia menyadari nya jika tidak dia akan lebih malu jika keluarga Carion yang melihatnya.


Dia duduk bersama Zevana di atas lantai yang sudah dilapisi matras tebal nan halus menemani bocah 1 tahun lebih itu bermain.


"Bagaimana kalo kita pergi ke kebun anggur yang berada di Barolo?."kata Samuel membuat semua mata memandangnya


Samuel yang merasa terintimidasi kembali melanjutkan ucapannya "Berlibur sekaligus belajar."tambahnya lagi


"Aku setuju."ujar Edward

__ADS_1


Mata paruh baya itu menatap Putra bungsunya dan juga menantu-menantu cantiknya itu.


Semua orang mengangguk setuju dengan usulan ayah mertua mereka.Mereka segera bersiap untuk pergi ke barolo dibantu oleh para maid lainnya .


Caitlyn memasuki kamarnya dan membawa beberapa barang yang dia perlukan tak lupa barang-barang pria yang kini telah menjadi suaminya.


Lelaki itu datang ke kamar untuk berganti pakaian, dia melihat istrinya yang tengah berkemas akhirnya dia memilih menghampiri nya.


"Diam ditempat jangan mendekat!."ujar Caitlyn dingin tanpa melihat kebelakang


Arsal yang diperingati memilih untuk diam ditempat sesuai dengan yang di katakan oleh istrinya itu.


"Aku minta maaf ."kata Arsal membuat Caitlyn menghentikan pekerjaannya


Dia berbalik ,menatap lelaki yang berada dua meter dari dirinya berdiri kini.


"Seperti dirimu Ar,aku juga tidak suka berbagi apa yang sudah menjadi milikku.Maka dari itu lebih baik jaga batasan kita ,karena aku tak suka membagi apa yang sudah ku anggap milikku."


kata Caitlyn terdengar tegas dan jelas setelahnya gadis itu meninggalkan Arsal yang masih terdiam di kamarnya,mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut gadis itu.


Caitlyn menghampiri Seina yang tengah memilih beberapa camilan yang akan dia bawa untuk liburan.


Beberapa sncak dan roti kini sudah masuk kedalam keranjang kayu miliknya,Seina menatap Caitlyn dengan lembut.


"Sayang ,momy harap kalian segera memberikan momy cucu yang lucu .Momy tidak tahu akan hidup berapa lama lagi ."kata Seina membuat Caitlyn sedih


"Kau akan melihat cucu-cucu dari anakmu bertumbuh hingga mereka dewasa, percayalah."ujar Caitlyn seraya menggengam lembut tangan ibu mertuanya itu


Setelah semua siap mereka masuk kedalam mobil masing-masing ,tak lupa Fero akan selalu di ajak oleh keluarga Carion.


Tiga mobil mewah itu kini melaju membelah jalanan italia menuju kota penghasil anggur terbesar Barolo.


Perkebunan anggur memenuhi sebagain besar tanah Barolo yang indah ini, Caitlyn begitu antusias melihat hamparan perkebunan anggur ini.


Dia tak sabar untuk mencicipi wine khas barolo itu ,setelahnya mereka sampai disebuah rumah sederhana khas barolo.


Rumah tempat tinggal Samuel dan Seina dulu menyatukan cinta mereka.Keduanya tersenyum cerah melihat bangunan yang bersih nan terawat dengan baik.


"Hah,kalian kemari Sam."sapa seorang paruh baya dengan sepeda kayuhnya


"Ya Finzo, kami merindukan kedamaian dan anggur-anggur merah yang enak disini."jawab Samuel seraya tertawa


"Dimana istrimu Fi?."tanya Samuel


"Dia ada di perkebunan,nanti berkunjunglah ke toko kami .Aku akan menghidangkan wine terbaik milik toko kami ya."ujar lelaki tua itu lalu pamit pergi dengan mendorong sepeda kayuhnya.


Samuel mengajak keluarganya untuk masuk kedalam rumah kecil namun bertingkat itu, mereka semua masuk kedalam kamar yang ada .


Caitlyn menyimpan barang-barang nya di lemari yang sudah disiapkan dan membersihkan diri setelahnya dia kedapur untuk membuat makanan dibantu dengan Zevana dan Edward.


Caitlyn dan Arsal saling bertemu dan menatap untuk beberapa waktu sebelum akhirnya Caitlyn memutuskan kontak mata itu dan pergi ke balkon yang ada di atas rumah.


Caitlyn menghirup udara segar disini seeaya memandangi hamparan kebun anggur yang hijau .


"Jangan memendam cintamu, setiap cinta harus ada perjuangan bukan?."

__ADS_1


...TBC ...


__ADS_2