
Hallo gays
Happy reading and enjoy the Chapter
...****************...
"Astaga,kau CEO Valen-corp kan?."
Caitlyn yang mendengar penuturan Kemal hanya mengangguk seraya tersenyum menanggapinya.
Caitlyn tak sadar perkataan Kemal membuatnya jadi pusat perhatian dari teman teman Arsal .
"Bisalah ya ,kita kerjasama bu bos." ujar Kemal
"NO !."
Bukan Caitlyn yang menjawab tetapi Arsal.Lelaki itu memandang tajam Kemal, karenanya semua orang tahu identitas kekasih palsunya dan ini akan membuatnya susah.
"mulutnya memang tak bisa di kontrol." batin Arsal kesal
Tak lama datang waiters dengan membawa beberapa gelas wine dan minuman biasa juga camilan-camilan .
Caitlyn dan Cleo sama-sama meneguk ludah mereka dengan gugup ,keduanya saling memandang dan bicara menggunakan isyarat mata.
"Ini jus, aman 100%." Leon memberikan sebuah jus jeruk pada Cleo seolah tahu dengan apa yang sedang dia fikirkan
Arsal kembali memanggil waiters dan memesan sesuatu yang tak dapat dia dengar karena sangat berisik dengan suara-suara yang tengah bernyanyi .
Tak lama waiters membawakan sebuah jus dan makanan untuk Caitlyn juga Cleo."Boleh pindah tempat dulu ga?."bisik Caitlyn
Arsal menatap Caitlyn lalu mengangguk "Cleo."panggil Arsal membuat Cleo yang sedang minum segera menatap Arsal
"Ya pak?."
"Tolong temani kekasih saya sebentar,ayo."
Cleo menatap Leon meminta persetujuan dan beruntungnya Leon mengangguk kecil sebagai tanda persetujuan nya.
Cleo Caitlyn membuntuti Arsal yang entah mau kemana dengan nampan yang pria itu bawa.
hingga sampai di satu titik yang lumayan nyaman namun tetap terpantau dari tempat pria itu berkumpul Arsal meletakan nampannya.
"Duduk."perintah Arsal
Setelah keduanya duduk Arsal pamit untuk kembali bergabung dengan teman-temannya.Setelah Arsal pergi Caitlyn menatap Cleo tajam.
Asistenya ini sekarang jadi nakal "Kau berbohong padaku, gajimu ku potong."kata Caitlyn seraya menatap tajam Cleo
"Maafkan aku El."ujar Cleo
"Kau ini sekarang jadi nakal ya."kata Caitlyn lagi seraya menunjuk Caitlyn dengan pisau kecil
Cleo hanya mengulum senyum "Sungguh tapi aku tidak berbohong kalo aku ada acara dengan temanku." ujar Cleo memberla diri
Caitlyn memutar bola matanya malas "Temanmu atau kekasihmu.*cibir Caitlyn seraya memakan steak yang dipesankan oleh Arsal
Caitlyn dan Cleo terus berdebat hingga mereka tak menyadari kini mulai banyak orang yang berdatang lagi menghampiri meja Arsal.
"Wah Sena kau semakin cantik ya."
"Masih lebih cantik kekasih barunya Arsal."ujar pria lainnya membuat suasana menjadi panas
semua orang saling menyaut memberikan pendapat mereka dengan diiringi canda dan tawa.
Sedangkan wanita yang bernama Sena itu hanya tersenyum kaku, dia duduk disamping Arsal dengan bajunya yang sangat ketak jelas menampakkan body goals nya.
"Makin berani ya Sen sekarang."ujar seorang pria membuat semuanya tertawa
Sedangkan gadis itu hanya memutar bola matanya malas ,dia memilih menatap Arsal mantan kekasihnya yang sekarang bertambah tampan juga Kaya.
Gadis itu terus memepet Arsal "Apa kabar?."tanya nya dengan nada menggoda
"Kabarku baik."
Sena menuangkan segelas wine dan menawarkannya pada Arsal "Minumlah ,bukankah kau sangat suka ini."pinta Sena seraya tersenyum menggoda
Arsal hanya diam dan menjauhkan tangan Sena dari depannya ,dia menatap Caitlyn yang sibuk dengan Cleo.
Dia sungguh menyesal karena menuruti keinginan Caitlyn untuk pindah tempat dan sekarang ketika di butuhkan gadis itu malah asyik dengan dunianya sendiri.
Dia sangat gerah dengan kelakuan Sena yang mepet terus padanya "Menyingkirlah."ujar Arsal dingin
"Daripada kau terus mepet pada Arsal mending dengan ku saja sini."tawar Kemal dengan diiringi tawa semua orang
Sena memutar bolanya malas dan kesal "Ar,ayo kembali bersama."ajak Sena seraya meletakkan tangannya di atas tangah Arsal, yang tentu di tolak mentah-mentah Arsal
__ADS_1
Sena terus saja menggoda Arsal yang jelas-jelas menolaknya "Ar aku yakin kau masih cinta padaku kan, jadi ayo kita-..."
"Sayang." suara yang begitu indah namun tegas membuat semua orang menatap si pemilik suara.
Arsal menatap Caitlyn yang kini tengah berdiri di sampingnya dengan memegang sebuah jus di tangannya.
Caitlyn menatap sinis wanita yang ada disamping Arsal, menatap lekat penampilannya dari atas sampai bawah.
Suara sepatu hels yang begitu kentara dengan langkahnya yang anggun membuat semua mata memandangnya.
"Menyingkir."titah Caitlyn dingin pada gadis ulat bulu ini
Namun gadis itu pura-pura tak mendengar dan tetap pada posisinya ,menempel pada Arsal kekasih seminggunya itu.
Caitlyn berdecak kesal "Apakah dia tuli?."tanya Caitlyn pada Kemal membuat semua orang menahan tawa mereka
Mendengar penuturan Caitlyn,wanita itu menatap Caitlyn dengan kesal.Tak menyangka gadis didepannya akan seberani ini padanya.
"Menyingkirlah,kau tidak tuli bukan?."tutur Caitlyn lagi seraya menatap dingin Sena
"Kau ini sia-."
"Kekasih dari lelaki yang ada disampingmu ini."jawab Caitlyn seraya mencondongkan wajahnya sejajar dengan wanita tak tahu malu itu
Empat mata yang saling memandang dengan tajam itu membuat semua orang tertarik untuk menonton nya.
Sena yang memberikan tatapan tajam dan raut wajah yang marah sedangkan Caitlyn memberikan tatapan tajam dengan tetap mempertahankan senyumannya.
"Menyingkirlah."titah Caitlyn sekali lagi
"Kau hanya orang baru ,jangan so."jawab Sena membuat Caitlyn berdecak kesal,dia menatap Arsal meminta kode apakah harus menghajarnya atau membiarkannya saja.
Arsal mengangguk kecil setelah itu mengusap dagunya menunggu tontonan kecil ini.
Caitlyn tertawa mendengar penuturan wanita ini "Sedangkan kau masa lalu,barang lama tidak berharga lagi."
jawaban Caitlyn benar- benar membuat Sena geram, wanita itu berdiri dan hendak menampar wajah indah milik Caitlyn .
Namun gerakannya kalah cepat, Caitlyn memegang tangannya lalu memitirnya dengan kesal.
"Awwww lepas."
"Dasar pelacur, beraninya kau ingin menampar wajahku yang mahal ini."ujar Caitlyn kesal tanpa mau melepaskan tangan Sena meski sudah merintih kesakitan
Kemal berbisik pada Leon "Siapa jagoanmu?."bisik Kemal
"Tentu saja , kekasih dari teman kita "jawab Leon dengan berbisik pula
Tak mau kalah tangan Sena yang bebas kini mulai berulah dan mencoba menjambak rambut Caitlyn yang terurai indah.
Hap
Caitlyn menatap Sena dengan marah, Cleo yang menyaksikannya dari jauh hanya bisa menepuk jidatnya setelah melihat apa yang Sena akan lakukan lagi.
"Bodoh, tamat riwayatmu ."gumam Cleo
Dan benar saja Caitlyn memegang kedua tangan wanita tak tahu malu itu dengan kencang penuh amarah.
Caitlyn semakin mengencangkan pitirannya membuat lawan nya kesakitan, dan sebelum Caitlyn benar-benar menghajar Sena, buru-buru Caitlyn menahan Caitlyn
"EL, No "pekik Cleo berlari kecil mendekati Caitlyn
Caitlyn mendorong Sena kesofa , meskipun dalam hatinya dia belum puas memberikan pelajaran pada wanita satu ini.
Dia membenci pelakor !
tunggu ? bukan kah disini dia hanya akan menjadi pacar Arsal selama seminggu.
"Kau ,aku akan membuatmu menyesal."ujar Sena menunjuk wajah Caitlyn
"Kau bukan tandinganku."cibir Caitlyn
Setelahnya dia mendengus mendengar penuturan gadis ini "Kau fikir aku takut ? jika bukan karena bantuan sugar dadymu itu kau tidak mungkin akan seperti sekarang."cibir Caitlyn membongkar aib wanita di depannya
"Jangan sembarangan bicara kau."pekik Sena tak terima
"Baiklah ."jawab Caitlyn lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang
"Maaf tuan Wirata, kita tidak bisa melanjutkan kerja sama ini.Wanita simpananmu ini benar-benar membuatku muak."ujar Caitlyn lalu mematikan sambungan telepon nya
Tak lama terdengar ponsel Sena yang berada dalam tas nya terus berdering, Caitlyn tersenyum sinis "Angkat." titah Caitlyn
Karena Sena tak kunjung mengangkat telpon itu ,Kemal merebutnya dan menerima panggilan itu tak lupa menloudspeaker agar semua mengetahuinya.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA NONA CAITLYN HAH!."bentak seorang pria sebrang sana membuat semua orang menutup mulut mereka tak percaya
__ADS_1
sedangkan yang sudah menduganya sejak dulu hanya tersenyum mengejek dan tersenyum puas.
Sena hanya bisa menatap Caitlyn tajam lalu mengambil ponselnya dan pergi meninggalkan tempat itu dengan rasa malu.
Arsal menatap Caitlyn dengan kagum , ternyata benar yang ayahnya katakan dia memang lebih unggul darinya sedikit.
Caitlyn memandang Arsal dan memberikan kode untuk pulang menggunakan isyarat mata dan kepala.
Arsal bangkit ,merangkul pinggang Caitlyn "Gue duluan ."pamit Arsal lalu membawa Caitlyn keluar dari tempat tadi
Caitlyn menyingkirkan tangan Arsal dari pinggang nya "Kau bisa bela diri?."tanya Arsal
"Sedikit."jawab Arsal
"Aku tak menyangka ternyata kau cukup terkenal dan awas ya pada tiap klienmu."puji Arsal
Caitlyn hanya menggelengkan kepalanya dan tetap berjalan menuju parkiran ,dia gerah jika tetap di tempat ini terus.
Arsal mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dengan keheningan yang menemani dua insan ini.
kryukkk
Arsal menatap Caitlyn yang tengah memalingkan wajahnya "Kenapa perutku ini mendadak jadi manja ketika bersama pria ini."batin Caitlyn kesal bercampur malu
"Kau ingin makan apa?."tanya Arsal
Caitlyn melihat-lihat jalanan yang penuh dengan pedagang kaki lima.Mau sebersih apapun kota ,pedagang kaki lima akan selalu ada ketika ada waktu.
"Bakso, ayo makan bakso."ujar Caitlyn setelah melihat stand bakso tadi
"Bakso?."tanya Arsal
Arsal tak mengerti dengan apa yang di inginkan Caitlyn,dia tak tahu Bakso itu apa dia tak pernah memakannya .
lidahnya sangat bule.
Caitlyn memperhatikan jalanan dan matanya berbinar ketika melihat stand bakso yang nyaman.
"Berhenti di toko depan."pinta Caitlyn
lelaki itu menuruti apa yang diinginkan gadis disampingnya , memarkirkan mobil tepat didepan kedai bertuliskan 'BAKSO MANTUL"
Caitlyn turun dari mobil dan mengajak Arsal untuk makan bakso "Ayo."
"Tidak kau saja."tolak Arsal membuat Caitlyn berdecak kesal
"Ayo masuk ! ."ujar Caitlyn dengan nada yang dingin namun menusuk membuat Arsal mau tak mau keluar dan mengekor dibelakang Caitlyn.
Caitlyn memesan dua porsi bakso tanpa mie kuning,mencari tempat duduk paling nyaman dan tak terlalu ramai .
Pojokan selalu menjadi spot terbaik baginya,dia duduk dengan anggun seraya menunggu bakso pesanannya
Caitlyn menatap Arsal "Wanita tadi siapa?."
"Mantan kekasihku."
Jawaban Arsal membuat Caitlyn tertawa geli ,ya dia tak menyangka selera pria dihadapannya ini begitu renda.
Tapi ya mungkin karena cinta bukan.
"Tutup mulutmu ,atau aku memblacklist mu dari bagian perusahaanku."ancam Arsal membuat Caitlyn terdiam
Lelaki didepannya ini pengancam yang handal.
Tak lama dua porsi bakso dengan teh hangat disajikan dengan baik oleh pelayan itu.Caitlyn mengucapkan terimakasih lalu mulai menakan bakso itu.
Lidah Indonesia nya membuat bumbu yang dia tambahkan begitu banyak dan sangat pedas .
Arsal memperhatikan Caitlyn ,bagimana bisa gadis itu memakan kuah yang begitu merah didepannya.
"buka mulutmu."pinta Caitlyn lalu memasukkan sebuah bakso pada mulut Arsal
"Gimana enak kan?."tanya Caitlyn
lelaki itu mengunyah dengan perlahan hingga akhirnya lidahnya menerima makanan ini "ya lumayan."jawab Arsal
Caitlyn membantu Arsal untuk membelah bakso itu menjadi bagian kecil agar mudah di makan oleh pria blasteran jni
Tak lama ponsel Caitlyn terus berdering dia menatap layar ponselnya dan tersenyum begitu melihat nama si penelepon.
Caitlyn bangkit menjauh untuk mengangkat telpon iti
"Sampai dia tergila,-gila padamu " perintah Caitlyn seraya tersenyum sinis
...TBC...
__ADS_1