
Come back niiii
...----------------...
Sinar matahari menyorot ,menyilaukan mata namun hawanya terasa sejuk.Dibawah gazebo kecil Caitlyn duduk menikmati suasana yang indah dengan fikirannya yang dilema.
Setelah peristiwa tadi Caitlyn menjadi tidak semangat,dia merutuki dirinya sendiri mengapa malah berbicara seperti itu pada Arsal.
Seharusnya dia sadar diri.
Dia menghela nafas panjang membelai kedua tangannya bersandar pada tiang penyangga.Dia memang bodoh tidak seharusnya dia seperti itu ,dia merasa bersalah atas ucapannya pada Arsal.
Meminta maaf?
Egonya terlalu tinggi .
"Nona."
Caitlyn mengalihkan pandangannya menatap ke arah kanan dimana Fero dengan pakaian kerjanya,kemeja yang dibalut jas .
"Ah iya."
"Kenapa anda disini?."tanya Fero seraya bersandar di tiang penyangga yang berada disebrang Caitlyn dengan mengeluarkan sesuatu
"Menikmati alam."
Fero megulurkan tangannya dan memberikan bungkusan yang dia bawa pada Caitlyn.Dia mengernyitkan dahinya dia tak tahu apa yang di berikan oleh Fero tapi dia tetap mengambilnya.
"Venchi 56% Dark Chocolate Bar ."
Caitlyn tersenyum lalu membukanya dengan apik ,setelah itu dia memakan cokelat khas italia itu .
Caitlyn melirik Fero "Kau memang bisa di andalkan, seharusnya kau saja yang menjadi suamiku."
Keduanya tertawa renyah tanpa tahu ternyata dari tadi Arsal tengah berdiri tak jauh dari sana memperhatikan interaksi keduanya.
Dia mengepalkan tangannya kuat .
"Aku tidak setampan tuan dan tidak sekaya tuan nona El, mungkin nanti kau akan hidup susah denganku."
Caitlyn lagi-lagi tertawa "Setidaknya kau menjadikanku satu-satunya bukan salah satunya."
Keduanya kembali terdiam
"Apa kau mau menjadi suamiku Fero ?."
sebelum Fero menjawab Arsal datang dengan wajah yang datar ,memandang dingin Caitlyn dan mencengkram pergelangan tangannya.
Dia mengalihkan pandangannya pada Fero dan menatapnya tajam seolah mengatakan 'Ada apa kemari'.
Fero membenarkan badannya lalu menunduk sebentar kemudian mengangkat kepalanya lagi dan berkata " Klien dari jepang akan tiba malam nanti, mereka mengajak anda untuk makan malam."
"Pergilah." titah Arsal
Fero pamit untuk pulang meninggalkan Arsal dan Caitlyn disana. Arsal mendorong tubuh Caitlyn memojokkanya ketiang penyangga seraya mencengkram tangan itu dengan erat.
__ADS_1
Caitlyn menatap Arsal dan berontak "Apa yang kau lakukan ,lepaskan tanganku."
Dia menatap Caitlyn dengan tajam dan dingin membuat Caitlyn sedikit ciut,tapi tangannya terasa nyeri karena cengkramanya sangat erat.
"Lepaskan ,kau menyakitiku." kata Caitlyn
"Sebenarnya apa yang kau inginkan hah?." tanya Arsal membuat Caitlyn kebingungan.
Caitlyn tak mengerti dengan arah pembicaraan Arsal dia hanya tahu kini Arsal sedang marah.
Arsal mendekatkan wajahnya pada Caitlyn namun Caitlyn membuang muka,dia tidak ingin melakukannya lagi .
Arsal mencengkram rahang Caitlyn membuat wajah itu hanya bisa memandangnya.Keduanya Saling memberikan tatapan tajam menghunus ,seolah pedang yang saling beradu.
"Kau ini istriku,tak pantas kau berkata seperti itu pada orang asing."
Caitlyn kini paham
"Dia bukan orang asing." jawab Caitlyn tegas membuat Arsal marah
"Dia tahu semuanya jika kau lupa ,lagi pula apa ada masalah denganmu jika aku me-."
hmmmppppp
Bibir Caitlyn dibungkam oleh bibir lembut dan kenyal milik Arsal,lelaki itu dengan kasar menciumnya dan mencumbunya.
Lengan bebasnya di cengkram oleh Arsal dan satu tangan pria itu menguci kepalanya agar tak berpaling.
Hmmmmppp
Hmmppp
"Apa yang kau lakukan !."bentak Caitlyn
"Yang seharusnya aku lakukan sejak dulu ,kau memang harus di beri pelajaran." jawab Arsal rendah namun menusuk
lelaki itu mengangkat Caitlyn seperti karung beras ,meski Caitlyn berontak namun kekuatannya jauh lebih besar dari tenaga Arsal apalagi saat ini lelaki itu tengah marah.
"Lepaskan aku!."
"Lepaskan aku !."
semua maid melihat nyonya mereka namun mereka tak dapat berbuat apa-apa mereka tahu tuan mereka tengah marah sekarang.
Terlihat dari raut wajahnya dan juga atmosfer disekelilingnya.
Arsal membawa Caitlyn kembali kekamar dan menguncinya ,melemparkan kunci itu sembarang lalu membanting tubuh Caitlyn ke atas kasur sedikit kasar.
Dia membuka pakaiannya membuat Caitlyn ketakutan,dia beringsut mundur "a-apa yang ingin kau lakukan."tanya Caitlyn gemetar
Terlebih kini pria itu membuka seluruh bajunya dan hanya meninggalkan boxer yang dia kenakan, dia mendekati Caitlyn dan menarik tangannya kencang.
"Mengajarimu."bisik Arsal
Caitlyn meneguk ludahnya kasar ,dia berontak meronta menarik tangannya yang dicengkram erat oleh lelaki itu.
__ADS_1
"Jangan membuat kesalahan,kau kau sedang marah." ujar Caitlyn
Arsal tersenyum devil lalu mencengkram kedua tangannya menindihnya dan mengunci kedua tangannya keatas dan langsung mencium brutal bibir Caitlyn .
Arsal mencium bibir itu dan memaksa masuk kedalam ,menggigit bibir bawah Caitlyn agar lidahnya bisa masuk mengabsen setiap inci mulut gadis itu.
Caitlyn menangis
mendapati perlakuan kasar dari suaminya,dia tidak mau,dirinya bukan pelacur seperti gadis-gadis malamnya.
Arsal mengentikan aksinya ketika melihat air mata yang mengalir dari pipi Caitlyn,dia menatap wajah Caitlyn yang berantakan karenanya.
Dia mengusap bibir Caitlyn dengan ibu jarinya yang bebas "Maaf aku pasti menyakitimu."ujarnya seraya mencium kembali bibir itu sebentar dengan lembut.
Dia kembali menatap Caitlyn dan berbisik "Ini semua karenamu,kau yang membuatku marah dan sudah pernah ku peringatakan .Hari ini aku akan menghukumu "
"Sp 3." tambah Arsal
Lalu mencium tengkuk halus milik Caitlyn membuatnya menggigit bibirnya agar tak mengeluarkan suara .
Perlahan cengkraman tangan Arsal terbuka ,pria itu membuka paksa pakaian gadis itu yang hanya menggunakan piyama tidur sepaha meninggalkan Bra berwarna merah menyala yang kontras dengan kulitnya.
Caitlyn menahan dada bidang suaminya sebelum semuanya terlambat ,menatap dalam netra indah itu menyelaminya dengan tulus.
"Kau bisa menghukumku sesukamu tapi tidak dengan cara ini, karena aku sudah pernah bilang padamu jika kau menyentuhku maka kau akan menjadi milikku selamanya."
Arsal terdiam
"Yang harus kau tahu,aku egois untuk cintakku dan harga diriku."
Arsal menatap netra mata Caitlyn ,menyelami mata cokelat indah itu sebelum akhirnya dia berbisik pelan.
"Maka kau juga harus tahu..."
"Aku mencintaimu ."
Deg
perasaan hangat menjalar ditubuh keduanya ,Caitlyn memandang netra suaminya yang juga sama menatapnya dengan senyuman yang menawan.
"Sekali kau bilang mencintaiku ,maka bersiap untuk menderita bersamaku."
"Aku akan selalu bersamamu dan kau harus siap dengan sisi lainku."bisik Arsal
perlahan dia mencium bibir Caitlyn dengan hangat yang disambut ria oleh Caitlyn.Hingga lama kelamaan ciuman itu semakin panas dan liar.
Arsal sudah tak bisa menahan hasratnya yang dia pendam selama beberapa bulan ini ,dia memandang Caitlyn dengan tulus.
seolah meminta izin yang diberikan anggukan dan senyuman hangat oleh Caitlyn.
Keduanya akhirnya melakukan penyatuan untuk kedua kalinya namun kali ini dengan sadar dan dengan cinta.
Diakhir permainan Arsal mencium kening dan bibir Caitlyn sekilas
"Setelah ini kau akan menjadi satu-satunya dalam hidupku,dan tak akan ku izinkan kau untuk pergi."
__ADS_1
...TBC...
...TBC...