Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
Bab 20-Surat peringatan 1


__ADS_3

Hallo gayss.


i'am come backk


...****************...


"Ya bos saya paham." ucap Caitlyn dengan menunduk setelah mendapatkan wejangan dari atasannya karena lupa tidak memberikan laporan bulanan.


"Ini surat peringatan pertama untukmu ,jangan mentang-mentang kau sedang dekat dengan asisten itu kau bisa seenaknya saja."


"Ah ya ,selesaiakan segera kontrak kerja sama itu dengan baik ."titah seorang lelaki dengan beberapa uban di kepalanya


"Siap manager." kata Caitlyn


"Pergilah." titah nya


Caitlyn pamit undur diri dari ruangan menyeramkan itu dengan sopan,setelah keluar dari ruangan itu Caitlyn menghela nafas panjang.


huft


"Bagaiamana aman bos?."tanya Alana dan Carlotta yang sedari tadi menguping di luar membuat Caitlyn kaget


namun dengan segera Caitlyn mengangkat kedua jempolnya.


Mereka bertiga pergi kembali keruangannya dan segera mengerjakan tugas mereka masing-masing.


"Bagaimana bonus kita aman?."tanya Allesandro


Caitlyn Alana dan Carlotta mengangguk membuat semuanya mendesah lega karena bonus mereka tetap aman.


"Maafkan aku ya,karena keteledoran ku kita hampir kehilangan bonus besar itu." kata Caitlyn dengan tak enak


Semuanya mengangguk dan mengatakan tidak apa-apa ,mereka paham menjadi Caitlyn tidaklah mudah makan dari itu mereka memakluminya lagi pula bonus mereka tak jadi di potong.


"Untung direktur belum datang,kalo udah dateng bonus kita pasti bener-bener tak bisa di selamatkan bu." kata Shofia membuat Caitlyn mengernyitakan tak mengerti


"Iya ,pak CEO itu galak dan gak segan-segan buat motong bonus kalo kita ngelakuin kesalahan sedikitpun." tambah Alana membuat Caitlyn mengerti


Semuanya kembali bekerja dengan tenang dan fokus agar mendapatkan hasil yang maksimal.


Sedangkan disisi lain Arsal tengah memasuki perusahaan dengan wajah yang dingin tak seperti biasanya yang selalu sumringah .


Aura nya pun membuat semua orang takut dan menunduk ,sisi lain dari Arsal memang memiliki kharisma yang besar membuat mereka kadang takut jika dekat dengannya.


Arsal menaiki lift ke lantai 6 tempat Caitlyn bekerja,hentakkan kakinya begitu nyaring ditengah-tengah kesunyian para staff yang tengah fokus.


Suara nyaring itu membuat beberapa orang mengangkatkan kepalanya melihat siapa yang datang,namun setelah melihat siapa yang datang semuanya kembali menunduk dengan diam.


Krek


Pintu di buka ,Arsal masuk kedalam ruangan Caitlyn yang tengah fokus melihat layar komputernya.


Khem


Arsal berdehem membuat Caitlyn tersadar bahwa ada orang lain di dalam ruangannya,dia menganggkat kepalanya dan tersenyum .


Namun senyumannya perlahan memudar melihat siapa yang datang ,Caitlyn menjadi khawatir kenapa Arsal harus datang ketempatnya .


Dia bisa saja memintanya untuk naik dengan aman nantinya ,jika seperti ini terlalu beresiko nantinya.


"Kau mau apa ?."tanya Caitlyn panik


Arsal meneliti setiap barang yang ada diruangan kecil milik Caitlyn lalu duduk di depan Caitlyn dengan mengangkat satu kakinya .


"Pijat kepalaku."titah Arsal


"Aku bukan pembantu mu."jawab Caitlyn kesal


"Istriku, tolong pijat kepala suamimu ini bisa?."ucapan Arsal yang begitu lembut membuat Caitlyn mengulum senyum


"Hey kenapa kau menggunakan kata istri dan suami disini ,ini terlalu beresiko." bisik Caitlyn


"Kau memang istriku kenapa memangnya?."tanya Arsal dengan nada yang sengaja di naikkan membuatCaitlyn melotot

__ADS_1


"Hey tuan,ingat perjanjian kita beberapa bulan lagi aku sudah bukan istrimu lagi jangan membuat keributan." ujar Caitlyn menatap dalam Arsal


Arsal memandang Caitlyn dengan tajam dan mengintimidasi ,di meraih pergelangan Caitlyn yang ada di depannya dengan erat.


Arsal berdiri dan dengan cepat berpindah tempat menjadi dihadapan Caitlyn ,lelaki itu membungkukkan badannya menatap dengan lekat wajah Caitlyn menggunakan kedua matanya yang indah.


"Jika aku berubah fikiran bagaimana?."bisik Arsal tepat di samping telinga Caitlyn


"A-apa maksudmu?."tanya Caitlyn gugup


Arsal menatap mata indah Caitlyn dengan dalam lalu mendekatkan wajahnya membuat Caitlyn dapat merasakan hembusan nafas yang keluar dari mulut pria itu.


Pria itu menempelkan bibirnya di atas bibir Caitlyn yang kenyal dan memangutnya dengan lembut .


keduanya terbuai dengan ciuman lembut itu hingga akhirnya Caitlyn tersadar dia mendorong dada bidang Arsal dengan keras dan menjauhkannnya dari tubuhnya.


dia memalingkan tubuhnya seraya mengambil nafas


"Jangan seperti ini." ujar Caitlyn


Arsal memeluk tubuh Caitlyn dari belakang dan menyimpan dagunya diatas bahu Caitlyn yang lebih pendek sedikit darinya.


"Lepaskan aku."pinta Caitlyn seraya mencoba melepaskan pelukan itu


"Biarkan seperti ini."pinta Arsal dengan memejamkan matanya mencari ketenangan


Caitlyn kini diam ,dia merasakan hembusan nafas yang sedikit hangat dari Arsal .Caitlyn mengernyitkan dahinya


"Kau, kau pasti minum wine yang sudah dilarang dokter Brad kan semalam."kata Caitlyn


"hm."


Caitlyn mencoba melepaskan pelukan itu namun Arsal menyuruhnya untuk diam dan membiarkannya dia seperti ini sebentar.


setelah hampir 10 menit dengan posisi yang sama Caitlyn mulai menggerutu ,kakinya yang menggunakan heels terasa sakit.


"Lepaskan aku, kakiku pegal."


"hm."


"Sebentar."


"Kakiku sakit."ujar Caitlyn dengan kesal


Arsal melepaskan pelukannya ,dia melihat Caitlyn yang duduk di kursi kerjanya dengan memijit kakinya yang pegal.


"Itu...hukuman sekaligus SP1 untukmu karena membuat gosip yang tidak-tidak."kata Arsal membuat Caitlyn membulatkan matanya tak percaya


"Ta-."


"Jika berbuat lagi maka Sp 2 akan jauh lebih dari ini bahkan jika sampai Sp 3 aku benar-benar akan membuatmu tak bisa berjalan lagi selama seminggu penuh." ancam Arsal membuat Caitlyn memberenggut kesal sekaligus sebal


"Kontrak bos, setelah dengamu bukan tidak mungkin aku akan dengan Fero nantinya." gumam Caitlyn seraya memijit kakinya


Arsal yang mendengar ucapan Caitlyn mendatarkan wajahnya "Dalam mimpimu."kata Arsal lalu pergi meninggalkan ruangan Caitlyn


Ketika Arsal meninggalkan ruangan semua mata yang kepo kembali memfokuskan ke komputer .


Setelah Arsal pergi keenam orang itu kembali bergosip ria dan saling bertanya perihal ada apa gerangan yang membuat pak CEO menemui Caitlyn keruangannya.


Caitlyn terus memijiat kakinya dengan kesal,sungguh kakinya sangat pegal dia memakai sepatu hak yang tinggi .


drt drt drt


^^^"*Ya hallo mom?."^^^


"Momy ada di perusahaan,bisa kita bertemu ada yang ingin momy berikan."


^^^"Kenapa momy kemari,kitakan bisa bertemu diluar." tanya Caitlyn gelisah^^^


"Turun sekarang ya,jangan khawatirkan pekerjaanmu suamimu yang akan menghandle nya."


^^^"Ta-."^^^

__ADS_1


...tut...


Caitlyn menggretakan giginya kesal ,hari ini nasibnya begitu buruk sudah kena omel atasan senior , dibodohi suaminya dan sekarang ibu mertuanya datang untuk menemuinya secara mendadak.


"Tuhan apa aku membuat kesalahan." gumam Caitlyn dengan sedih


Dengan kaki yang sakit Caitlyn keluar dari dalam ruangannya "Mau kemana mrs?."tanya Alana dengan nada rendah


"Aku ada urusan ,kalian teruskan saja ya pak senior meminta kita untuk secepatnya menyelesaikan ini."jawab Caitlyn pada Alana


Alana mengangguk paham ,Caitlyn kembali melanjutkan langkah kakinya menuju lobi karena ibu mertua nya sedang menunggu nya di sana.


Caitlyn celingak celinguk melihat sekeliling namun tak menemukan ibu mertuanya hingga akhirnya datang seorang resepsionis menyapanya.


"Nyonya Seina ada diruangan tunggu khusus,mari ikut denganku."ajak resepsionis itu dengan ramah


Caitlyn mengekori resepsionis yang memiliki tubuh lebih tinggi sedikit daripadanya hingga sampai disatu ruangan .


Mereka berdua masuk kedalam ruangan yang langsung di sambut hangat oleh Seina dan sikembar yang juga ikut


"Kak El."sapa sikembar Jesslyn dan Joana seraya memeluk pinggang Caitlyn dengan senang


Seina yang sedang duduk berdiri dan memeluk menantunya menyalurkan rasa rindu "Ah menantuku ,kami merindukan mu."ucap Seina membuat Caitlyn membulatkan matanya


Masalahnya didalam sini masih ada resepsionis dibelakangnya


"Bu ,mrs saya kembali ketempat saya kembali permisi."ujar resepsionis itu dengan senyuman meski nada bicaranya sedikit kaku


Seina mempersilahkan resepsionis itu untuk pergi dan membiarkan mereka berempat berkumpul dengan tenang.


"Aku harus bertemu dengan resepsionis itu lagi nanti ."batin Caitlyn


Seina mengajak Caitlyn untuk duduk ,wanita paruh baya itu mengambil sebuah paper bag kecil lalu mengambil sesuatu didalamnya.


Seina mengeluarkan satu bulat berwarna hitam kebiruan yang indah nan klasik,Caitlyn tidak tahu apa itu tapi Seina memberikan beda mungil itu padanya



"Ini?."tanya Caitlyn


"Bukalah."titah Seina


Caitlyn membuka kotak kecil itu perlahan dengan hati-hati nan was-was,perlahan kotak itu terbuka menampilkan isinya yang sangat indah.


sebuah liontin couple bulan dan bintang yang memilki magnet disisinya yang apabila didekatkan dengan yang lainnya dia akan saling tarik menarik.



"Mom ini cantik banget."puji Caitlyn terpesona melihat kalung itu


Seina tersenyum "ini adalah warisan di keluarga kami,setiap menantu baru akan mendapatkan sesuatu yang khusus untuk menantunya yang menandakan bahwa kalian keluarga kami."


Caitlyn mengangguk-angguk seraya melihat liontin yang cantik itu,tapi dihatinya ada keraguan


"Momy kurasa ,ini momy simpan saja ya aku-aku takut menghilangkannya."kata Caitlyn seraya kembali menyerahkan perhiasan itu


Seina menggeleng keras


"Tidak,lebih baik kau pilih salah satu lalu pakai sekarang."titah Seina tanpa penolakan


"Kakak pilih bulan ini saja,ini cocok untuk kakak."kata Joana membuat Caitlyn menatap gadis kecil itu


Caitlyn mengangguk "Baiklah ,El yang ini saja."kata Caitlyn


Seina membantu Caitlyn untuk memasangkan liontin itu dilehernya ,rubi hitam yang indah membaut kalung itu semakin cantik.


"Jaga ini baik -baik seperti kamu menjaga pernikahan kalian ya." kata Seina


Caitlyn meneguk ludahnya kasar lalu menatap liontin itu sebentar sebelum dia menatap ibu mertua dan sikembar itu yang tengah berbicara.


"Ini ,jangan lupa datang ya kak.Kami akan berulang tahun yang ke 8."Jesslyn memberikan sebuah undangan yang mewah membuat Caitlyn sadar


"Kakak akan datang."jawab Caitlyn seraya tersenyum

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2