Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
BAB -Menjadi istri


__ADS_3

Hallo gays


Happy Reading


Enjoy the Chapter


...****************...


Bali yang bernama lain Pulau Dewata.Yang menyimpan berbagai pesona keindahan lautannya, termasuk karya seni seperti ukiran, lukisan, maupun patung.


Budaya yang sangat masih khas disempurnakan dengan panorama alam, termasuk pesona bahari yang sangat terkenal.


Kota dengan sejuta cinta dan keunikan.


Arsal akui kota Bali memang indah dan penuh dengan keunikan.Seperti gadis yang dia temui, gadis cantik yang lucu dan arrogant namun penurut.


Sicantik yang pintar, si keras kepala dan sipemilik senyum yang indah.


Selama seminggu terakhir ini dia tak bosan menggoda Caitlyn dan menyulitkan gadis itu,bukan tanpa sebab dia hanya ingin melihay ekspresi menggemaskan wanita itu ketika ingin memaki dirinya namun hanya bisa dia telan dalam mulutnya sendiri.


Arsal akui ,gadis itu mampu membuatnya selalu ingin dekat .Dia pintar dan menawan, gadis tangguh nan berani yang pasti tak tergoda oleh ketampanan maupun hartanya.


Didalam ruangan yang bernuansa putih dengan aroma obat yang begitu menyengat seorang gadis tengah bersandar di ranjang rumah sakit.


Dengan selang infus yang menancap di tangan kirinya ,dia memandang lurus ke arah jendela yang berada di sebelah kirinya.


Tak lama jendela itu ditutup gorden yang sengaja di tutup oleh Cleo.Gadis itu menghampiri Caitlyn dengan sebuah apel ditangannya .


"Makan buah ya."tutur Cleo seraya mengupaskan kulit buahnya


Ya setelah insiden kemarin Caitlyn terkena luka tembakan di bahu kanannya karena menolong Arsal.


Caitlyn menatap Cleo "Cleo,apa pilihanku sudah benar?."tanya Caitlyn membuat Cleo berhenti mengupas kulit apel


menatap wajah Caitlyn yang muram "Percayalah pada apa yang sudah kamu pilih."kata Cleo


Caitlyn menenguk salivanya "Ta- tapi ,aku ragu.Kenapa aku memilih orang asing yang baru ku kenal seminggu daripada ayahku sendiri."


Caitlyn bimbang ,setelah ini kehidupannya akan berubah semua miliknya termasuk perusahaan dirampas darinya.


Dia hanya memiliki sebuah apartemen.


"Apa kau juga ragu padaku?."tanya seorang lelaki yang baru masuk membuat keduanya menatap pria itu.


Caitlyn memalingkan wajahnya.


Arsal mendekati ranjang rumah sakit itu dan meminta buah yang sudah dikupas oleh Cleo. Gadis itu paham lalu pergi meninggalkan keduanya untuk saling berbicara.


Arsal menarik pipi Caitlyn lembut agar menatap dirinya.Seraya memberikannya buah "Mari perpanjang kontrak itu. Aku akan membantumu agar bisa berdiri sendiri lagi tanpa campur tangan ayahmu."ujar Arsal


Caitlyn menatap pria yang ada didepannya .


"menjadi kekasihmu?."tanya Caitlyn


"Tidak ,kali ini untuk menjadi istriku."jawab Arsla membuat Caitlyn terdiam


"Hanya untuk 7 bulan ,setelah itu kita akan berpisah dengan baik-baik dan pastinya kau sudah jauh lebih baik dari sekarang."kata Arsal menjelaskan


Caitlyn berfikir seraya memakan buah yang diberikan Arsal "Kenapa kau mau menikah denganku?."


pertanyaan itu tiba-tiba muncul begitu saja di benak nya dan diutarakan begitu mudah oleh bibirnya.


"Ibuku juga masa depanku."balas Arsal membuat Caitlyn mengerti


"Tanpa kontak fisik berlebih, kau tidak akan menyusahkanku dan yang utama berikan aku pekerjaan di Perusahaan mu."


Tiga permintaan yang tidak mudah .


Arsal bukan lah lelaki yang lurus dan juga bukan lelaki yang sangat baik hingga berjanji untuk tidak menyusahkan gadis itu.


Untuk pekerjaan dia tak masalah "Baiklah,setelah menikah kau akan bekerja sebagai jajaran direksi bagaimana?."


"Tidak,aku ingin menjadi manager marketing saja."ungkap Caitlyn membuat Arsal menatap gadis itu tak biasa


"Kenapa?."tanya Arsal


"Aku ini orang baru jadi lebih baik aku menjadi manager ,agar aku juga memilki teman."jawab Caitlyn jujur


"Baiklah .Setelah kau sembuh kita akan mengadakan pernikahan sesuai dengan keinginan ibuku."


"Tidak,bisakah kita menikah biasa saja ?."


......................


Satu minggu setelah Caitlyn diperbolehkan pulang sesuai dengan apa yang sudah disepakati.


Mereka berdua menggelar acara pernikahan dengan sederhana ,di hadiri orang-orang terdekat saja .


"Setelah ini kau jangan bermain-main dengan perempuan lagi son."kata Seina memperingati Arsal


Caitlyn menatap Arsal "Dia Casanova?."batin Caitlyn


"Ya momy."jawab Arsal


Setelahnya banyak ucapan selamat dan wejangan-wejangan untuk kedua mempelai dari para keluarga .


Dan kini giliran wanita lansia yang masih cantik meski dengan beberapa keriput diwajahnya "Cucuku,jangan pernah mempermainkan sebuah pernikahan untuk keperluan semata.Dan ingatlah akan ada banyak rintangan setelah ini ,hadapilah dengan kepala dingin."ujar nya dengan tegas


setelahnya dia meminta Caitlyn memberikan tangannya "Sayang, jika cucuku ini melakukan kesalahan kau boleh memberikannya pelajaran .Dan tolong jaga ini."ujar nya seraya memberikan kotak merah kecil


"Tapi grand ma ini tak perlu."tolak Caitlyn


"Ini adalah perhiasan turun temurun yang sudah ku siapkan untuk setiap menantu keluarga Carion."jawab wanita itu dengan tersenyum


"Jaga dia son."ujar seorang lelaki lansia yang masih nampak gagah disamping wanita tadi.


"Ayo."ajak dia pada istrinya


"terimakasih ."ujar Caitlyn


Firenze adalah ibu kota dari region Toskana. Firenze dibelah oleh Sungai Arno. Kota Firenze dikenal sebagai pusat budaya, ekonomi, dan keuangan penting di Italia dan Eropa sehingga dijuluki "Athena di Barat"


Ya setelah Caitlyn sembuh Arsal memilih membawa Caitlyn ke kota Italia,kota yang dia tinggali bersama dengan kakaknya.


Mereka memilih tinggal di negara itali ketimbang di Prancis negara diman ibu dan ayah mereka tinggal.


Entahlah mereka ingin tinggal dengan kehidupan berbeda,lagipula bisnis mereka pun berkembang pesat di kota Italia ini.


Setelah acara selesai Arsal membawa Caitlyn kekediamannya di Firenze tidak jauh dari rumah kakaknya.



rumah besar nan klasik yang sangat mewah,Caitlyn sendiri nampak terkagum-kagum melihat rumah klasik ini.

__ADS_1


Dia menyukainya.


"Apa kau tinggal disini sendiri?."tanya Caitlyn


"Ada maid dan kadang aku juga membawa wa-..."


Caitlyn menatap Arsal dengan curiga terlibat jelas dari kerutan yang terlihat di pelipisnya ,"Jangan bilang kau juga membawa wanita-wanita malam kemari?."ujar Caitlyn dengan tak suka


Arsal terkekeh "Tidak aku hanya bercanda,tidak ada yang aku bawa kemari kecual dirimu dan keluargaku."jawab Arsal seraya membantu Caitlyn menarik kopernya masuk kedalam rumah


Ketika mereka masuk ,semua maid dengan pakaian senada menyambut mereka dengan hangat .


Tak lupa Arsal memperkenalkan Caitlyn pada kepala pelayan wanita nyonya Mena (mina) yang sudah berkepala 4 .


Dan juga yang lainnya.


Arsal membawa Caitlyn kedalam kamarnya,tidak memungkinkan mereka untuk pisah kamar karena bukan tidak mungkin dalam rumah ini ada salah satu mata-mata ibunya.


Caitlyn begitu terpana melihat kamar mewah dengan dominasi warna hitam.Barang-barang yang dipastikan bernilai jutaan itu terpampang jelas di setiap sudut kamar.



"Apa kita akan tidur satu ranjang?."tanya Caitlyn


Lelaki itu duduk di tepi kasur seraya membuka jas nya ,lalu menyuruh Caitlyn untuk duduk disampingnya.


Caitlyn hanya menurut lagi pula kakinya sudah sangat pegal.


"Aku ingin kau tahu beberapa hal tentangku."ujar Arsal seraya menatap kedua mata cokelat milik Caitlyn


Caitlyn mengangguk "Baiklah aku akan mendengarnya."


"Pertama, aku bukanlah pria yang baik.Aku Cassanova hidupku tak pernah lepas dari wanita-wanita malam."


Caitlyn sedikit sakit sekaligus takut mendengar kenyataan ini namun dia tetap berusaha tenang dan terus menatap kedua mata milik pria tampan di depannya.


"Kedua, aku tidak suka berbagi milikku dengan orang lain."


"ketiga aku juga tak menyukai penolakan."


Caitlyn mengerlingkan matanya "ya kau memang pemaksa."gumam Caitlyn


"Sekarang ceritakan dirimu."titah Arsal


"Aku Caitlyn Eleora Valen-."


"Nyonya Caitlyn Eleora Carion." ucap Arsla mencela


"Ya itu, aku tidak menyukai suara pistol ."


"Aku tidak menyukai pria yang tak menghargai wanita."


"Aku juga tak suka dilarang dan yang harus kau tahu aku keras kepala ."ujar Caitlyn


"Ya kau memang keras kepala."gumam Arsal


"Sekarang ganti bajumu ,lalu kita akan tidur tapi jika kau tak mau tidur kita bisa..."


"Jangan macam-macam, buang fikiran liar mu itu."titah Caitlyn lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti baju yang saling terhubung


setelahnya dia kembali ke kamar dengan piyama satinnya


"Aaaaa." pekik Caitlyn ketika melihat Arsal yang tengah tertidur tanpa mengenakan baju


"Kenapa?."


Arsal terkekeh "Dan yang harus kau tahu ,aku tak suka tidur menggunakan baju."ujarnya


"Kau harus terbiasa."titah Arsal membuat Caitlyn membuka kedua matanya dan beringsut naik keatas ranjang


Mereka berdua saling berhadapan "Jangan menatapku seperti itu."titah Caitlyn datar


"Tidurlah,lagi pula aku sudah pernah melihat semuanya."gumam Arsal membuat Caitlyn kesal lalu membungkus dirinya dengan selimut tebal.


Arsal pun memilih untuk tidur dengan posisi yang sama mengahadap wajah Caitlyn.Dia akan membiasakan dirinya untuk mengontrol hasrat birahinya pada gadis yang berstatuskan istrinya.


Caitlyn membuka sedikit selimutnya "Kau sudah tidur tuan?."bisik Caitlyn


Dengan mata yang masih terpejam Arsal menjawab "Hm ."


"Aku lapar."cicit Caitlyn


"Kau ingin makan apa? biar aku bangunkan para maid."ujar Arsal seraya menatap Caitlyn


"Jangan, kasihan mereka."ujar Caitlyn


"Lalu ? kau ingin aku memasak untukmu begitu ?."tanya Arsal yang lagi -lagi ditolak oleh Caitlyn


"Kau cukup antarkan aku ke dapur ,setelah itu kau boleh balik kekamar."ujar Caitlyn


Baiklah Arsal menuruti perkataan gadis yang berstatus istrinya itu ,kini mereka berdua turun ke lantai bawah dan pergi ke dapur kotor (dapur khusus bereksperimen).


Arsal memilih menunggu Caitlyn memasak di meja makan dengan menyandarkan kepalanya di meja .


Sedangkan Caitlyn dia berkutat memasak nasi goreng dengan bahan seadanya.Wangi harus begitu menggugah selera membuat Arsal terbangun.


Caitlyn duduk dimeja makan dan ingin menyantap nasi goreng buatanya sendiri namun ketika melihat pria berstatus suaminya itu dia urungkan "Kau mau?."tawar Caitlyn


"Karena kau memberikanku tawaran maka aku tak enak untuk menolaknya.Suapi aku ."jawab Arsal membuat Caitlyn mau tak mau menyuapi nya


Mereka berdua saling berbagi suapan dengan tenang meski dengan beberapa perdebatan dan lelucon kecil yang terlontar.


Mereka berdua sudah memutuskan untuk menjadi teman baik setelah ini ,hingga akhirnya nasi goreng buatan Caitlyn habis dan mereka segera kembali ke dalam kamar.


"Semoga nyonya bisa membuat tuan kembali seperti dulu."ujar sang kepala maid dengan tersenyum lalu ikut pergi meninggalkan dapur kembali ke paviliun .


......................


Setelah 3 hari berkeliling rumah megah dan juga mengajari Caitlyn tentang posisinya nanti di kantor kini mereka bersiap untuk segera pergi ke kantor.


Caitlyn membantu Arsal mengeringkan rambut pria itu dan memasangkan dasi di lehernya.


Setelah selesai mereka turun untuk makan dengan Fero yang sudah menunggu dimeja makan.


"Kau sudah mengatur posisi Caitlyn?."tanya Arsal


"Sudah tuan."jawab Fero


setelahnya tak ada lagi percakapan yang terdengar hanya lah suara sendok yang saling berdenting.


Ketiganya pergi bersama menuju perusahaan milik Arsal , gedung pencakar langit itu begitu indah .


Perusahaan yang bekerja dibidang Fashion itu begitu elegan dan mempesona, orang-orang nya pun bisa Caitlyn tebak bukanlah orang-orang biasa.

__ADS_1


Semuanya memiliki kemampuan yang bagus ,dia menghela nafas panjang menormalkan detak jantungnya yang tak beraturan.


"Semangat."batin Caitlyn


Mau bagaimanapun dia adalah orang baru bagi kota ini dan juga lingkungannya, dia juga belum terlalu pasih berbahasa italia yang membuatnya terkadang masih menggunakan bahasa Inggris.


Setelah memastikan diluar tidak ada orang dan aman,Caitlyn baru turun dari dalam mobil dan meminta Fero juga Arsal menunggu nya sampai masuk kedalam gedung.


Dengan langkah yang tegas Caitlyn masuk kedalam perusahaan itu dan menghampiri resepsionis


"Permisi,saya ingin bertemu dengan nona Gabriela."


"Apa anda sudah punya janji dengan beliau?."tanya resepsionis itu dengan ramah


"Ya, aku Caitlyn Eleora ."jawab Caitlyn


setelahnya sang resepsionis menelpon Gabriela selaku HRD diperusahaan Fashion terbesar ini.


Resepsionis mengantar Caitlyn menuju ruangan Gabriela yang berada di lantai bawah bersebrangan dengan para staff lainnya.


Caitlyn dipersilahkan masuk kedalama ruangan yang ,dia sudah ditunggu oleh Gabriela .


Namun Caitlyn rasa wanita dihadapannya itu tak terlalu ramah padanya,terkesan sinis dan meremehkannya.


"Jadi kau anak baru rekomendasi dari asisten Fero ya, perkenalkan aku Gabriela Hrd di Perusahaan ini."ucap nya dengan sinis


Caitlyn menyambut uluran tangan itu dengan senyum yang di paksakan setelahnya Gabirela mengantarkan Caitlyn ke ruangannya.


Ruangan yang berada dilantai 6 yang minimalis namun bersih "Semuanya minta waktunya sebentar."kata Gabriela membuat beberapa staff yang berada di ruangan menatapnya


"Kenalkan ini manager marketing baru kalian."


Caitlyn memberikan hormat dengan membungkukkan badannya sedikit "Saya Caitlyn Eleora.C ,mohon kerjasama nya."kata Caitlyn


Setelah itu Gabriela pergi meninggalkan Caitlyn bersama dengan staffnya yang lain begitu saja.


Caitlyn yang masih bingung dan canggung masuk kedalam ruangan khusus miliknya dan meletakan semua barangnya.


Boleh dikatakan ini adalah impiannya menjadi salah satu staff perusahaan fashion ,dia tertarik dengan dunia fashion namun karena tekanan ayahnya dia tidak bisa leluasa menyalurkan keinginannya itu.


Caitlyn memainkan pena nya, mencari cari akal agar bisa dekat dengan para staff nya ,dia harus bisa mengambil hati semua orang untuk meraih suatu kesuksesan bukan?.


Otaknya buntu ,dia tak dapat berfikir .Ini bukam fashion nya ,dia tak terbiasa bergaul dengan orang lain.


Tak lama datang seorang staff kedalam ruangannya dengan membawa laporan ditangannya.


"Permisi mrs."ucap nya


Seorang pria tampan dengan tinggi semampai pemilik mata berwarna hijau yang indah


"Ya."jawab Caitlyn mempersilahkan staffnya itu duduk


"Ini la-."


"Maaf ,bisakah kau memperkenalkan dirimu dulu?."tanya Caitlyn membuat pria itu tersenyum mengangguk


"Saya Allesandro."


Caitlyn mengangguk paham lalu mempersilahkan dirinya melanjutkan pembicaraan nya.


"Ini berkas serta laporan-laporan yang manager sebelumnya sudah siapkan untuk perencaan bulan ini,jika ada yang ingin diubah atau di tambahkan mrs bisa memanggil saya."


Caitlyn mengangguk paham dan menerima laporan serta berkas-berkas yang di bawa Allesandro.


Ini akan menjadi bimbingan dan riset baginya ,dia berterimakasih pada Allesandro.


"Allesandro."panggil Caitlyn


"Ya ,ada yang bisa dibantu?."tanyanya


"Bisakah kau ajak rekan kita yang lain untuk makan siang bersama? aku yang akan mentraktir kalian sebagai tanda perkenalan."ujarnya


Allesandro tersenyum cerah "Tentu ,akan saja sampaikan pada yang lain nanti."jawab Allesandro lalu pergi meninggalkan Caitlyn


setelahnya Caitlyn mempelajari berkas berkas yang dia terima, skill dan kemampuannya tentu tidak diragukan lagi meskipun ada sedikit kendala.


Jam makan siang tiba ,semua staff sudah menunggu nya diluar sana "Ayo."ajak Caitlyn


Semuanya pergi ke kantin khusus yang ada di lantai pertama, ini perdana Caitlyn bergaul lagi dengan banyak orang.


Semuanya menyapa Caitlyn dengan ramah,mereka saling bertukar nomor dan bercerita tidak ada batasan yang diterapkan olehnya.


namun dia lupa ,dia tidak membawa dompet maupun kartu debit.


Dia pamit sebentar untuk menelpon seseorang, namun belum sempat menelepon orang itu sudah ada dihadapannya.


Caitlyn panik bukan main "Kau?."tunjuk Caitlyn panik


untungnya lelaki itu menariknya ketempat yang tertutup "Ada apa?."tanya Arsal


"Bisakah kau pinjamkan uang?."ujarnya dengan malu-malu


Arsal mengeluarkan sesuatu dari jasnya lalh memberikannya pada Caitlyn"Ini untukmu,kodenya tanggal pernikahan kita."


Caitlyn tentu menerimanya dengan senang hati,dia akan menggantinya nanti jika sudah memiliki penghasilan


"Menyingkirlah."titah Caitlyn


Arsal memberenggut kesal "Bersikap lembutlah pada suami kaya rayamu ini."kata Arsal membuat Caitlyn menghela nafas


"Suamiku ,tolong menyingkirlah."ujar Caitlyn manis


Pria itu mengulum senyumnya "berikan aku hadiah."


"Hah hadiah?."beo Caitlyn


Cup


Caitlyn membulatkan matanya ,astaga untuk kedua kalinya bibirnya dijamah oleh pria menyebalkan ini.


"Kau !."ujar Caitlyn tak percaya


"Aku hanya mengambil hak ku." ujarnya seraya pergi tak lupa memberikan Caitlyn senyumannya yang indah dan kedipan nakal dari pria itu


Caitlyn membenarkan pakaian lalu kembali menuju teman-teman barunya,dia duduk di posisi semula.


"Sepertinya kita sudah harus kembali keruangan bu."ujar Monica


"Baiklah ,ayo."


Semuanya pergi setelah membayar ,mereka kembali ke tempat mereka tanpa menyadari bahwa sedari tadi ada yang menatap mereka semua dengan sinis.


"******."

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2