
Hallo gayss
Happy Readinggg
Happy enjoy the chapter
...****************...
Setelah 2 hari berada di Barolo mereka memutuskan pulang kembali ke rumah .Edward dan Zevana izin pulang ke rumah mereka karena kelelahan dan Edward memiliki tugas malam nantinya di salah satu rumah sakit.
Hanya tinggal Caitlyn,Arsal Samuel Seina dan twins yang tengah beristirahat di ruang keluarga milik Arsal.
Fero memilih untuk tidur di sofa yang ada karena lelah seharian menyetir begitupun dengan Seina dan Samuel izin beristirahat ke kamar .
Hanya tinggal Caitlyn dan Twins yang tengah tidur bersama Fero .Caitlyn duduk di sofa empuk itu seraya menyenderkan tubuhnya dengan nyaman.
Menutup matanya perlahan seraya menuguu suaminya selesai mandi namun tanpa sadar dia malah tertidur karena kelelahan.
Arsal yang selesai membersihkan diri pergi keruang tamu untuk membiarkan istrinya itu mandi tapi yang dia lihat kini wanitanya sedang tertidur .
Arsal berjalan mendekati Caitlyn,duduk disampingnya dan menatap ke arah langit-langit .
Hatinya masih bimbang dan ragu ,apakah dia mencintai gadis itu atau hanya sekedar penasaran semata.
Dia menatap Caitlyn yang tengah tidur dengan damai sebelum akhirnya dia membawa Caitlyn naik ke kamar mereka.
Dia membaringkan tubuh mungil itu di atas ranjang empuk tak lupa menyelimutinya dan
Cup
Entah malaikat dari mana yang membuat dirinya mengecup pelan pelipis gadis itu cukup lama.
mencari-cari sebuah ketenangan dan pembenaran dari hatinya.
"Beri aku waktu ."gumamnya lalu pergi meninggalkan gadis itu sendirian di kamar
Pria itu memilih untuk berjalan-jalan kecil di sekitar rumahnya ,ada beberapa rumah kecil milik penduduk sekitar .
Matanya melihat sepasang kekasih yang tengah bermain di ayunan di taman yang dia buat untuk semua warga sekitar.
Mereka berdua nampak bahagia hingga akhirnya sang wanita jatuh dari ayunan, namun sang lelaki diam sejenak lalu mengulurkan tangannya pada gadis itu.
"Ayo bangun."
gadis itu meraih tangannya lalu anak muda tampan itu menggendong kekasihnya itu ke satu kursi panjang.
Mereka berdua terlibat percakapan terlihat dari raut wajah wanita yang murung namun pada akhirnya mereka kembali seperti semula karena si lelaki memberikan penawarnya.
Tak lama ketika dia asyik berjalan dia kembali melihat sepasang suami istri lansia yang terjatuh dengan barang bawaan yang begitu banyak.
Si istri terus mengomel namun sang suami hanya terkekeh kecil seraya berdiri di bantu oleh sang nenek.
Nenek itu kembali membawa barang bawaan mereka yang jatuh berserakan ,dia nampak membersihkan celana sang kakek yang sedikit kotor lalu kembali berjalan pulang.
Arsal tersenyum
"apa aku bisa seperti mereka dengan Caitlyn?."batinnya
......................
Setelah mengambil cuti selama 2 hari akhirnya dia kembali bekerja dan disibukkan dengan laporan-laporan dari rekan kerjanya.
Dia tersenyum puas melihat banyak klien yang siap berinvestasi dengan perusahaan mereka.
Keluarga Arsalpun sudah kembali ke Prancis karena twins harus balik untuk sekolah.
"Kau sudah kembali bekerja mrs?."ujar Alana
Caitlyn mengangguk
"Statistik penjualan bulan ini melejit mrs dan kita akan mendapatkan bonus yang besar."kata Alana dengan senang
"Benarkah?."tanya Caitlyn
Alana mengangguk "Perhiasaan baru kita diterima dengan baik oleh semua masyarakat,apalagi di negara asia banyak orang yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita."tambah Alana
Caitlyn tersenyum senang mendengarnya,namun jika itu benar maka besar kemungkinan suaminya akan sering pergi untuk mengunjungi klien dan melihat progres mereka.
Malam harinya Caitlyn memilih untuk diam di balkon kamar seraya memandangi langit malam yang indah .
"Besok aku akan pergi ke Roma,ada urusan yang harus ku selesaikan mungkin sekitar 1sampai 3 hari."kata Arsal membuat Caitlyn menatap pria itu
"Em baiklah."jawab Caitlyn
Setelahnya tak ada perbincangan ,mereka sama-sama hanyut dalam fikiran masing-masing.
Hingga akhirnya Caitlyn memilih masuk kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu.
__ADS_1
Sedangkan Arsal setelah melihat Caitlyn tertidur pulas dia mengambil wine yang dia sembunyikan di kamarnya .
Dia kembali ke balkon mengambil sebatang nikotin dari saku celananya dan menyalakan pemantik api.
Arsal menutup jendela dibelakangnya agar kepulan asap rokok yang dia buat tak mengganggu tidur Caitlyn.
Dia mengingat bagaimana pertemuan dia dan Caitlyn ,gadis dengan mata sayu yang tengah berontak meminta tolong dengan lirih.
Saat itu sebenarnya dirinya sudah menyewa seorang wanita malam untuk menemaninya tapi dia malah bertemu Caitlyn .
Wajahnya yang cantik membuat Arsal tak mau melewati kesempatan emas itu,dengan sisa tenaganya dia melawan orang yang menahan Caitlyn.
Dia bisa saja menelpon dokter dan menguncinya di dalam kamar mandi di bawah shower tapi karena dirinya yang memang bejat akhirnya memilih membantu gadis itu dengan mengambil sesuatu yang berharga darinya.
Waktu menunjukkan pukul 3 pagi ,Caitlyn bangun dari tidurnya dia sedikit heran ketika suaminya tak ada di sampingnya.
Dia turun dari ranjang lalu mengambil sebuah jepitan rambut dan mencepol rambutnya,hingga akhirnya dia melihat jendela yang tak ditutup dengan benar.
Dia berniat untuk menutup jendela itu namun matanya melihat suaminya ada di luar dengan sebotol wine yang menemani disampingnya.
Caitlyn menghela nafas panjang,dia berbalik dan membuka lemari besar mengambil sebuah selimut tebal dan kembali menutup lemarinya.
dia membuka gorden itu dengan pelan agar tak membangunkan suamianya,dia menatap ada beberapa puntunh rokok yang berserakan di bawah dan wine yang tinggal setengah.
Caitlyn menggelengkan kepalanya "Aku tak tahu apa masalahmu,tapi semoga harimu tetap menyenangkan."ujar Caitlyn dan mencium kening lelaki itu
Dia kembali ke dalam kamar mengambil koper untuk menyiapkan semua kebutuhan suaminya yang akan pergi ke roma.
Sampai jam menunjukkan pukul 5 Caitlyn bergegas turun kebawah untuk memasak membantu Meena dan maid lainnya menyiapkan bekal untuk suaminya.
Setelah selesai dia kembali ke kamar ,dia membangunkan suaminya "Tuan bos ,bangun."kata Caitlyn mengguncangkan tubuh pria itu
Arsak terbangun mendapatkan guncangan yang cukup kencang ,dia menguap dan mengucek wajahnya.
"Bangun dan bersiaplah,semua kebutuhanmu sudah aku masukan kedalam koper."kata Caitlyn seraya melipat selimut yang di pakai Arsal tadi
Pria itu berdiri ,wajahnya nampak pucat dia menggelengkan kepalanya sejenak lalu berjalan dengan sempoyongan bahkan hampir terjatuh jika saja tidak di tahan oleh Caitlyn.
"Eeeh kau kenapa?."tanya Caitlyn panik
Arsal memijit pelipisnya yang terasa pening "Sedikit pusing."gumam Arsal
Caitlyn memapah Arsal sampai ujung ranjang ,dia menidurkan pria itu .Caitlyn menyimpan tangannya di atas kening Arsal lalu matanya membola
"Kau demam."pekik Caitlyn panik
namun lengannya di tahan oleh pria itu,dia meminta Caitlyn untuk duduk disampingnya "Jangan kemana-mana."gumam Arsal
Pria itu merapatakn tubuhnya pada paha Caitlyn dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping miliknya.
"Biar aku panggilkan dokter untukmu ya."kata Caitlyn
Namun pria itu enggan melepaskannya,dia malah mempererat pelukannya hingga membuat Caitlyn terpaksa ikut tidur menyamakan posisi nya dengan lelaki itu.
Caitlyn memeluk tubuh yang hangat itu dan membelai rambut pria disampingnya dengan lembut, sampai Arsal tertidur.
Setelah merasa Arsal sudah lelap dia perlahan turun dari ranjang mengambil ponselnya.
...Asisten Fero...
^^^"*Arsal demam ,dia tidak bisa pergi hari ini,bisakah kau mengganti jadwalnya?."^^^
"Ow baik El, terimakasih sudah mengabari."
^^^"Em Fero,di mana nomor dokter pribadi Arsal? demamnya sangat tinggi aku takut terjadi sesuatu padanya."^^^
"Dilaci sebelah kiri,paling bawah ada nomor-nomor penting .Carilah kontak dokter Brad."
^^^"Terimakasih Fero."^^^
"Kau akan bekerja?."
^^^"Ya ,nanti tolong jemput aku ya."^^^
"Baik*."
Caitlyn meminta dokter Brad untuk datang ke mansion mereka ,seraya menunggu dokter datang Caitlyn bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Dia tidak mungkin kembali mengambil cuti lagi, dia bersiap-siap dengan cepat hingga akhirnya Brad datang .
"Selamat pagi."ujar Brad seraya membuka masuk kedalam kamar menganggetkan Caitlyn yang tengah mengompres Arsal
Caitlyn berdiri menyambut Brad dan mempersilahkannya untuk memeriksa keadaan suaminya.
Brad mengecek kondisi Arsal setelahnya dia berbicara dengan Caitlyn "Apa dia habis mabuk?."tanya Brad
__ADS_1
Caitlyn mengangguk
"Dia meminum wine ini."kata Caitlyn seraya mengambil botol wine yang ada di bawah kasur
Brad menggelengkan kepalanya "Dia hanya butuh istirahat,tapi sebaiknya jangan biarkan dia minum wine ini." kata Brad membuat Caitlyn paham
Dia memberikan resep obat agar bisa di tebus oleh Caitlyn lalu dia pamit untuk pulang,Caitlyn mengantarkan nya sampai ke bawah .
"Fero kau disini?."tanya Brad
"Menjemput nona."jawab Fero
Brad mengangguk lalu pamit pulang duluan ,Fero melihat Caitlyn yang sudah siap dan mengajaknya untuk segera berangkat.
"Maa ,ini tolong minta maid untuk menebus obat ini ya.setelah itu berikan bubur pada tuan,jika jam 8 nanti dia belum bangun kau berhak membangunkannya,setelah itu suruh dia minum obat." kata Caitlyn dengan detail
Meena selaku kepala pelayan mengangguk paham "Baik nyonya muda."jawab Meena
"Aku berangkat,titip tuan ya."
Caitlyn dan Fero pergi meninggalkan mansion menuju perusahaan bersama,karena waktu yang sudah siang mereka masuk kedalam kantor bersama.
Hal itu tak luput dari pandangan para staff yang sudah berada di kantor ,Caitlyn menaiki lift khusus dengan Fero agar cepat sampai ke lantai tempatnya bekerja.
"Duluan."ujar Caitlyn lalu keluar dari lift
Seperti setiap hari lainnya sebuah cokelat akan selalu ada di mejanya,dia bingung sendiri siapa yang selalu memberikannya cokelat.
Dia memilih mengabaikan cokelat itu dan kembali bekerja seperti biasa.
Saat jam makan siang dia menelpon orang rumah dan menanyakan apa Arsal sudah makan dan minum obat atau belum hingga akhirnya dia tenang karena Arsal sudah minum obat.
Dia bergabung dengan rekan lainnya untuk makan siang di kantin
"Caty kau ada hubungan apa dengan asisten Fero?."tanya Alana penasaran
Caitlyn mengernyitkan dahinya "Tidak ada." jawab Caitlyn seadanya
Alana berdecak kesal lalu mengeluarkan ponselnya pada Caitlyn "Lihat ,jika tidak ada hubungan apapun kenapa kau berangkat bersama dengannya?."tanya Alana kepo
"Kau ini kepo sekali Alana."cibir Shofia
"Hanya kebetulan ,dia memberikan aku tumpangan."jawab Caitlyn
Semuanya mengangguk paham
"Oh iya ,istriku mengundang kalian untuk datang kerumahku nanti saat weekend."ujar Jian membuat semua orang menatapnya
"Ada acara apa?."tanya Alana
"Merayakan ulang tahun putriku yang ke satu tahun,datang ya."kata Jian
"Ah putrimu sudah besar ya,aku akan datang."kata Carllota
Jian tersenyum berterima kasih, semua orang sepakat untuk datang ke rumah Jian lusa nanti .
Sore hari mereka sudah membereskan barang-barang dan pada waktunya pulang mereka segera pulang.
"Beli apa ya untuk putri Jian?."tanya Carllota
Alana Shofia dan Caitlyn berfikir untuk waktu yang lama ."Aku mau membelikan dia baju saja,kalian jangan ikut-ikutan."kata Alana membuat mereka memutar bola matanya malas
"Gimana nanti aja deh."jawab Caitlyn
tring
tring
tring
ponsel Alana berdering membuatnya izin pada semua orang untuk mengangkat telepon terlebih dahulu.
...SUAMI TAMPANKU...
"*Kenapa kau belum pulang."
^^^"Baru akan pulang"^^^
"Cepatlah."
^^^"Kau sudah makan?."^^^
"Menunggu pulang."
"Cepat pulang !."
^^^"Iya iya* ."^^^
__ADS_1
...tbc...