
hallo gayss
happy reading
...****************...
Didalam mansion megah tepatnya di ruang kerja milik Arsal Caitlyn tengah merayu Arsal untuk bisa bekerja sama dengannya membuat Fero menyetujui permintaan nya.
Caitlyn menatap Arsal dengan sayu "ayo bantu aku."bisik Caitlyn
Arsal melirik Caitlyn "apa imbalannya?."bisik Arsal lagi
Caitlyn menatap suaminya dengan kesal ,suaminya itu memang pamrih .
"apapun."
jawaban Caitlyn membuat Arsal berseri-seri,dia membenarkan jasnya lalu membuka pintu mempersilakan Fero masuk.
keduanya duduk saling berhadapan,Arsal menarik baju lengan panjangnya itu ke atas menyandarkan punggungnya di kursi seharga 50 juta dengan nyaman.
berputar 30° seraya memainkan bolpoin seharga 30 juta itu seraya menatap Fero dengan serius.
Sedangkan Caitlyn dia menunggu di sudut dengan menikmati camilan yang disediakan.Dia terkekeh kecil melihat suaminya yang sangat serius , ketampanannya bertambah berkali-kali lipat.
"Fero ,kau setujui permintaan nyonya muda."
Fero mengernyitkan dahinya ,lalu menatap Caitlyn yang tengah menatapnya dengan senyuman.
mencurigakan !
Fero kembali menatap Arsal "permintaan apa tuan?."
"Kau tahu shofia?."tanya Arsal
Fero mengangguk
ctak
Arsal menjentikan jarinya "Bagus,bantu menjaga dia dari tunangannya yang toxic."
Fero menyipitkan matanya "Tuan saya tidak bisa."
Caitlyn yang mendengar penolakan menatap tajam Arsal ,dia menggerakan bibirnya berbicara tanpa suara yang bisa Arsal tebak.
Arsal kembali menatap Fero "Kenapa?."
"Itu...bukan tugas saya."
Arsal menghela nafas "kunaikan gajimu 2 kali lipat bagaimana?".tawar Arsal
Fero merasa terhipnotis ,kapan lagi gajinya di naikan dengan cepat tapi dia juga harus waspada terlebih dahulu.
dia menatap Arsal " Memangnya tunangannya kenapa?"tanya Fero kepo
Arsal melirik Caitlyn membuat Fero ikut menatap Caitlyn yang tengah memakan camilan dengan nyaman.
Caitlyn yang merasa di tatap mengangkat kepalanya lalu menatap Arsal juga Fero dengan salah tingkah.
"Tanyakan saja pada nyonya."titah Arsal
Caitlyn heran "apa?."
"Tentang Shofia."kata Arsal singkat padat dan jelas
Caitlyn berdiri merapihkan bajunya dengan semangat,dia berjalan menuju ke sisi suaminya .
"Kau tahu Alberto?"tanya Caitlyn
Arsal dan Fero sontak menatap kearah Caitlyn dengan ekspresi terkejut " Alberto Del Rio."gumam Fero
__ADS_1
Caitlyn tersenyum lalu mengangguk semangat "ya, itu tunangannya Shofia."
Arsal dan Fero semakin terkejut membuat Caitlyn tersenyum kikuk,dia heran dengan ekspresi dar kedua pria itu.
"Bagaimana mungkin dia tunangan Shofia,bukankah dia di penjara?."
Caitlyn menyipitkan matanya "Apa maksudmu?."tanya Caitlyn balik
"Dia itu penjahat."jawab Fero dingin
"Tap-."
DRTTT
DRTT
DRTTT
ucapan Caitlyn terhenti ketika ponselnya berdering terus menerus ,dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.
Dia mengaitkan kedua alisnya "Halo."
"*Bu tolong saya ,dia dia kemari ,dia menemukan saya." ujar Shofia dengan pelan
Caitlyn menatap Fero
DOR
DOR
SHOFIA BUKA ,AKU TAHU KAU DI DALAM !
Caitlyn semakin terkejut dia menatap keduanya dengan was-was ."Kirim lokasimu."titah Caitlyn*
Caitlyn menatap Fero dengan cemas "Fero kau mau membantunya kan?".
"Shofia dalam bahaya."
Mendengar Shofia dalam bahaya Fero bergerak ,dia menatap Caitlyn dengan tegas "nyonya kirimkan alamatnya ."
setelah itu dia pergi meninggalkan ruangan kerja begitu saja ,Caitlyn mengirimkan lokasi Shofia pada Fero dan berdoa semoga rekan kerjanya itu baik-baik saja.
Arsal menepuk kedua bahu Caitlyn "tenanglah ,dia akan aman."
Caitlyn menatap suaminya dengan cemas namun dia percaya padanya,dia menyandarkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.
"mana bagianku."bisik Arsal membuat Caitlyn menatapnya dengan kesal
"bagian apa?"tanya Caitlyn
"Fero sudah setuju."
"Benarkah?."
Arsal berdecak kesal lalu mencium bibir Caitlyn tanpa permisi ,setelah dirasa puas dia melepaskannya.
"dasar mesum."kata Caitlyn lalu pergi meninggalkan suaminya menuju kamar
......................
Sedangkan di Bali, Indonesia
Hansel tengah di repotkan oleh adik tiri Caitlyn,dia merasa jengah dengan adik Caitlyn yang banyak maunya.
Dia melirik jam tangan mewahnya ,dia berdecak kesal dalam hati.
dirinya pasti akan kena marah jika sampai terlambat ,dia melirik Fania yang tengah berbelanja baju.
"sayang." panggil Hansel
__ADS_1
"Aku ada meeting dadakan,apa boleh aku pergi?".
Fania mengerucutkan bibirnya "kau sudah berjanji padaku."
Hansel mengeluarkan kartu debit miliknya dan memberikannya pada Fania "ambil ini dan gunakan semaumu,aku pergi dulu."
Fania mengulum senyum lalu melambaikan tangan pada kekasihnya itu.
"Memang buto ijo versi nyata."gumam Hansel
Dia mengemudikan mobilnya menuju landasan pesawat terbang,dia keluar dari dalam mobil mengeluarkan kopernya lalu berlari dengan cepat sebelum dia ditinggalkan.
Beruntung dia tepat waktu , dirinya langsung menaiki jet pribadi itu dengan nafas yang terengah-engah.
dia menatap Marvin yang tengah memandangnya dengan tajam " just one minute bung, i'am sorry."
"Duduk."
Hansel duduk di kursi yang disedikan dengan nyaman ,meminum air yang disediakan untuknya untuk mengurai rasa lelahnya.
Dia mengeluarkan ponselnya "mana Mabella?"
"Aku disini hans."jawab seorang wanita yang terlihay sangat cantik
"Hallo kakak ipar." sapa Hansel membuat Mabella memutar bola matanya malas
"Aku bukan kakak iparmu !."ucapnya tegas
Hansel tertawa renyah ,dia suka menggoda Mabella.Dia menatap Mabella lalu melemparkan sebuah cokelat untuk dimakan pada gadis itu yang di tangkap dengan baik.
"Apa El sudah tahu kita akan pergi kesana?."tanya Mabella
Hansel mengangguk
"Aku tak sabar ingin bertemu dengannya."ujar Mabella excited
"Aku juga tak sabar memberikan kalian kejutan disana."gumam Hansel yang masih bisa didengar oleh ketiganya
Mabella mengernyitkan dahinya "kejutan? kau punya kejutan?."
Hansel menganngguk
"Aku yakin kalian akan merasa bahagia."
"Kuharap tidak mengecewakan."sindir Marvel membuat Hansel meliriknya sebentar lalu kembali fokus memainkan game di ponselnya
Ketiganya kembali terdiam
hingga Marvel menatap Hansel dengan serius "Bagaimana dengan perusahan Valen-Corp?."
Hansel balik menatap Marvel ,dia tersenyum simrik lalu menatap pemandangan yang berada dibawahnya .
"87%."
Marvel mengangguk "Kemampuan mu semakin meningkat."gumam Marvel
"terimakasih tuan Marvel atas pujiannya."jawab Hansel
"Apakah dia tidak menyadarinya?."celetuk Mabella membuat keduanya menatap gadis cantik itu .
Keduanya saling pandang lalu tertawa renyah membuat Mabella bingung.
"Buah tidak jatuh dari pohonnya Mabella,nanti juga kau akan tahu."
akhirnya ketiganya memilih tidur menutup mata mengistirahatkan tubuh mereka dengan nyaman.
"El,ku harap kau mau kembali." gumam Marvel
...TBC...
__ADS_1