
Hallo Gays
Happy Reading
...****************...
Gadis berambut cokelat itu berulang kali memutar bola matanya malas melihat tingkah laku Arsal yang menyebalkan.
sungguh jika dia sedang tidak sakit dia akan menendang semua bagian tubuh pria itu.
Setelah pulang dari kantor Caitlyn sudah disuguhkan dengan pelukan erat dari pria yang sedang sakit itu.
Dengan berbagai bujukan akhirnya dia bisa lepas dan membersihkan diri terlebih dahulu ,dia ingin membuat bubur untuk Arsalpun lelaki itu membuntutinya bagaikan ekor kucing yang tak pernah lepas dari tempatnya.
"Apa masih lama?."tanya Arsal dengan lesu
"Sudah ku bilang tunggu saja di kamar,kau ini keras kepala." ujar Caitlyn marah bercampur kesal
"Kau ini galak sekali,suamimu ini sedang sakit jika kau lupa." ucap Arsal
"Suami kontrak." gumam Caitlyn
Caitlyn memutar bola matanya malas lalu memanggil seorang maid yang langsung menghampiri nya.
"Tolong kau antarkan tuan ke kamarnya." titah Caitlyn kesal
"Tidak tidak jangan dengarkan dia ,aku bos mu disini."
"Aku juga nyonya disini jika kau lupa." Caitlyn mengingatkan
Caitlyn memberikan kode pada dua orang maid perempuan itu membawa Arsal ke kamar ,namun ketika kedua maid itu melangkahkan kakinya mereka mendapatkan ancaman
"Jika kalian melangkah selangkah saja aku pastikan kalian akan menggembel di luar sana besok." ancam Arsal meskipun sedang sakit
"Lebih baik kau yang mengantarkan ku ke kamar, dan biarkan para maid yang memasak ayo "ajak Arsal seperti anak kecil
Caitlyn menghela nafas panjang ,lama-lama dia bisa sakit jantung jika pria dihadapannya ini sakit.
Caitlyn melihat bubur yang sebentar lagi matang "tunggu tiga menit lagi setelah itu antarkan ke kamar ya ,berikan taburan sayur juga di atasnya sudah ku siapkan ada di meja."
"Jangan ,tambahkan daging saja."
"Tidak ,jangan dengarkan dia."
dua maid itu mengangguk patuh
Caitlyn membawa Arsal kembali ke kamar dan duduk di atas kasur dengan memangku kepala Arsal .
"Pijat."titah Arsal
Caitlyn melakukan apa yang di perintahkan oleh suaminya itu ,namun dia mana bisa memijit dia tak mahir dalam hal itu..
"Lebih keras." titah Arsal
Caitlyn memijat pelipis itu dengan sangat kencang membuat Arsal memekik kesakitan dan bangkit duduk seraya memijit pelipisnya yang terasa nyeri.
Caitlyn tertawa melihat hidung pria itu yang memerah ,rambut acak-acakan dan mata yang lesu .
"Kau seperti badut."kata Caitlyn dengan tertawa
Arsal mengerucutkan bibirnya kesal ,gadis didepannya ini selalu saja mengejeknya.Bahkan jika orang lain memuji dan memuja ketampanannya Caitlyn selalu punya celah untuk mencela dirinya.
Pria itu kembali membiarkan kepalanya berada di paha Caitlyn namun kali ini dia memilih tidur dengan posisi tengkurap,pipinya yang terdapat bulu bulu halus membuat Caitlyn geli
"Jangan seperti ini ubah posisimu,ini geli."kata Caitlyn
namun pria itu malah tersenyum nakal,dia menggesek gesekan pipinya di paha Caitlyn terus menerus .
plak
Aw
"Kau ini menyebalkan sekali jangan seperti itu "kata Caitlyn
Arsal mengubah posisi tidurnya seperti semula,matanya yang indah memandang wajah cantik milik Caitlyn .
"Kau jelek."ujar Arsal tiba-tiba
"Hm."
Arsal menautkan alisnya mendengar jawaban singkat dari mulut Caitlyn.
"Matamu besar menakutkan."
"hm."
"Bibirmu mungil sekali."
"hm."
"Rambutmu jelek sekali." ejek Arsal lagi namun selalu jawaban yang sama yang ia terima dari gadisnya itu
Dia menatap Caitlyn yang tengah memejamkan matanya "kenapa kau hanya menjawab hm hm hm saja ?."tanya Arsal greget
Caitlyn membuka matanya lalu menatap wajah tampan di bawahnya ,dengan tersenyum dia menjawab "banyak orang yang mengatakan jika orang-orang yang mengejek itu sebenarnya mereka memuji kita ." jawab Caitlyn
"dan berarti kau juga peduli padaku." tambah Caitlyn
Arsal memutar bola matanya kesal sedangkan Caitlyn dia terkekeh kecil melihat ekspresi Arsal
Caitlyn mengecek suhu tubuh Arsal ,luamyan berkurang namun masih hangat.Tak lama pintu kamar mereka diketuk dari luar ,para maid masuk dengan membawa semangkuk bubur bertabur sayuran dan juga semangkuk mie dengan berbagai toping sayuran.
"Terimakasih."
Para maid mengangguk lalu undur pamit untuk kembali bekerja
"Duduk,ayo makan."ajak Caitlyn seraya mendudukan Arsal
__ADS_1
Dengan lesu pria itu duduk dan bersandar pada dinding ranjang ,dia mengendus aroma bubur yang di buat Caitlyn sungguh sangat wangi dan menggugah selera.
"Buka mulutmu."titah Caitlyn
"Aku tidak suka sayuran."jawab Arsal
"Bodoh."gumam Caitlyn seraya mengaduk-aduk bubur lezat itu
"Apa kau mengatakan sesuatu?."tanya Arsal
Caitlyn menatap pria itu "kau bodoh tidak suka sayur."kata Caitlyn gamblang
"Buka mulutmu ,cobalah ini enak."bujuk Caitlyn
Caitlyn yang kesal karena suaminya itu keras kepala tak mau membuka mulutnya akhirnya dia memberikan sebuah penawaran "Jika kau menurutiku setiap yang ku bicarakan ,aku akan mengabulkan tiga permintaanmu nanti jika kau sembuh."
Pria itu menatap Caitlyn "Sungguh?."tanya Arsal
Caitlyn mengangguk
"Ayo suapi aku." pinta Arsal
Meskipun tidak enak di lidah tapi dia terus menelan bubur dengan sayuran itu ,kapan lagi penawaran spesial ini akan datang.
Setelah suapan terakhir Caitlyn membereskan mangkuk itu dan membantu Arsal meminum obat,setelah itu dia meminta suaminya untuk beristirahat.
Setelah pria itu beristirahat dia turun dari ranjangnya lalu duduk di sofa dan menonton tv yang ada di kamar nya seraya memakan mie yang dibawakan oleh maid tadi.
Dia memakan mie sambil mendengarkan cerita-cerita horor yang dibawakan oleh seorang YouTubers.
Setelah selesai dia turun ke bawah untuk menyimpan bekas makan mereka berdua ,tak lupa dengan ponsel yang selalu dia bawa.
Caitlyn ingin mencuci piring namun para maid menghentikannya "nyonya biar kami saja."
Caitlyn mengangguk lalu menyerahkan pekerjaannya pada para maid muda itu,Caitlyn mengambil buah dari kulkas "Kalian sudah berapa lama kerja disini?."tanya Caitlyn
"Sudah hampir 5 tahun nyonya."
"Berapa gaji kalian?."tanya Caitlyn
"10 juta perbulan nyonya."
"HAH !."pekik Caitlyn tak percaya
"setara dengan gaji manager ku di Indonesia."gumam Caitlyn
Para maid itu tersenyum karena mereka juga menguasai beberapa bahasa ,para maid di mansion Caitlyn bukan sekedar maid biasa.
mereka memiliki kelebihan masing-masing yang hanya mereka dan tuan mereka yang tahu.
drt
drt
drt
Ponsel Caitlyn berbunyi ,dia melirik siapa yang menelponnya.
Namun dia mengenal nomor itu, dia pergi untuk mengangkat telpon itu
"Apa kabarmu kak?."
Caitlyn memutar bola matanya malas
^^^"*Darimana kau mendapatkan nomor baruku?."^^^
"Mudah saja, jadi apa yang kau inginkan dariku*?."
Caitlyn tersenyum devil
^^^"*Kau hanya perlu mengendalikan adik tiriku dan kuasai dirinya "^^^
"Jadi aku harus berakting?."
"Ya sekarang kau jadi aktor saja dulu.Jangan menghubungi aku lagi ,nanti aku akan menghubungimu jika memang di perlukan*."
Caitlyn memutuskan telepon sepihak dan menggenggam ponsel itu .Dia menatap lurus kedepan lalu melangkahkan kakinya menuju gazebo kolam renang.
Dia duduk di gazebo itu dan mencelupkan kakinya kedalam air dingin ,dia membuka ponselnya dan membuka chat group kantornya.
...MARKETING ULALA...
Jian :
Untuk lusa nanti istriku meminta kalian menggunakan baju hijau
Ale :
Istrimu banyak sekali maunya
Alana :
Boleh pake celana ga?
Jian :
Diamlah jomblo, @Alana Jangan !
Carllota :
Laksanakan
^^^Me :^^^
^^^Jangan lupa camilan asin harus ada ya^^^
Jian :
__ADS_1
Siap bos !
Caitlyn menutup grup chat mereka dan kembali menatap lurus ke langit malam yanh dihiasi hamparan bintang
"Aku beli apa ya untuk anak Jian."gumam Caitlyn
...ASISTEN FERO...
^^^"*Fero ,besok tolong antar aku ketoko mainan untuk membeli hadiah."^^^
"Jam berapa?."
^^^"Siang saja,dan ya apa kau mau melatihku olahraga besok?."^^^
"Aku akan datang besok pagi."
^^^"Hm*."^^^
Caitlyn menutup panggilan teleponny dan bergegas kembali kedalam kamar,masih sama pria itu sedang tertidur dengan nyenyak mungkin efek dari obat yang dia berikan tadi.
Dia ikut membaringkan tubuh rampingnya disamping Arsal dengan menghadap wajah pria itu .
Caitlyn membelai wajah tampan itu dengan jari jemarinya "Aku akan membuatmu jatuh hati padaku." gumam Caitlyn seraya tersenyum dan menutup matanya
...****************...
Pagi harinya Caitlyn segera bangun dan turun untuk membuat bubur dengan di bantu oleh beberapa maid .
Setelah selesai dia kembali ke kamar untuk mengganti bajunya dengan baju olahraga,dia menatap suaminya yang masih tertidur lelap di bawah gulungan selimut yang hangat.
Caitlyn pergi keruangan olahraga dan melakukan pemanasan terlebih dahulu sambil menunggu Fero datang Caitlyn memilih memakai Treadmill
"Selamat pagi."sapa Fero membuat Caitlyn menoleh
Caitlyn menghentikan kegiatannya dan menghampiri Fero "Bagaimana tuan?."tanya Fero
"Masih lemas mungkin besok atau lusa sudah sembuh."jawab Caitlyn membuat Fero mengangguk paham
"Sudah melakukan pemanasan?".tanya Fero
Caitlyn mengangguk
"Baiklah ayo kita mulai."
Fero dan Caitlyn berlatih bela diri dengan serius ,kemampun Caitlyn dalam ilmu bela diri benar-benar membuat Fero takjub .
Caitlyn sangat mahir meskipun masih ada beberapa kesalahan tapi Fero tahu level kemampuan Caitlyn berada di atas.
Sedang kan di kamar
Tangan Arsal mencari-cari sesuatu di samping ranjangnya dengan mata yang masih tertutup "Caitlyn, Caitlyn ."gumam Arsal
Dia membuka matanya karena tak kunjung menemukan yang dia cari ,dia menatap sekeliling yang nampak kosong dan lenggang.
"EL, EL KAU DIMANA? ."pekik Arsal panik
Dia turun dari ranjangnya
"EL KAU BENAR-BENAR PERGI? EL KAU DIMANA?."pekiknya lagi benar-benar takut
Dia keluar dari kamar dan bertemu dengan salah satu maid "Kalian melihat nyonya?."tanya Arsal
para maid itu menunduk dan menggelengkan kepalanya membuat Arsal kesal,dia keluar dari rumah mencari-cari keberadaan istrinya.
Dia bertanya pada para penjaga apa melihat nyonya mereka tapi mereka sama menunduk dan menggelengkan kepala mereka membuat Arsal frustasi.
"El kau benar-benar pergi ? ."
"Maafkan aku,maafkan aku ."lirihnya
"Kenapa kau pergi meninggalkanku disaat aku ingin membuka hati lagi."gumamnya seraya berjalan gontai kembali kedalam rumah
"Tuan kau habis darimana?."tanya Fero melihat majikannya itu berjalan dengan lesu dan mata yang memerah dari luar
Arsal menatap Fero "Fero Caitlyn pergi,dia pergi ayo cari dia." ajak Arsal menarik lengan Fero
Fero menyatukan alisnya heran "Tuan apa maksudmu?."
"Gadis itu melarikan diri dariku Fero ,ayo bantu aku cari dia." pekik Arsal kesal
"Tuan anda sedang kurang sehat makanya anda seperti ini,ayo kembali ke kamar dan berisitirahat."titah Fero
Namun Arsal malah menatap tajam asistennya itu ,apakah bawahannya ini sudah tak mau bekerja dengannya lagi.
"Jika kau tak mau membantuku mencari nyonya muda ,biar aku cari sendiri." kata Arsal dingin lalu berlalu meninggalkan Fero yang masih di posisinya
"TUAN ,NYONYA MUDA ADA DIDALAM RUMAH."teriak Fero membuat langkah Arsal terhenti
berbalik menatap Fero
"Kau ingin menipuku hah?."tanya Arsal
"Tidak , nyonya memang ada di rumah tuan mari ikut saya."kata Fero seraya membawa tuannya kembali kedalam mansion
Caitlyn yang baru dari dapur mengambil minum heran melihat Fero yang masih berada di dalam rumah "Kau masih disini?."tanya Caitlyn
Fero mengangguk
"Tuan mencari-cari anda nyonya." jawab Fero lalu menggeser tubuhnya ke kiri beberapa langkah
Arsal menautkan kedua alisnya bingung "Bukannya kau pergi meninggalkan rumah ini dan aku,kenapa kau ada disini?."tanya Arsal membuat Caitlyn bingung
"Apa yang kau bicarakan."tanya Caitlyn heran
"Tadi kita bertengkar lalu kau pergi dari rumah ini." kata Arsal
Caitlyn memutar bola matanya malas
__ADS_1
"Halu."
...TBC...