
Hallo gays
Happy reading
enjoy the chapter
...****************...
"Jangan memendam cintamu, setiap cinta harus ada perjuangan bukan?."
Gadis yang tengah menyaksikan betapa indahnya Barolo itu tersenyum singkat mendengar penuturan yang keluar dari mulut kakak iparnya itu.
Dia menatap edward yang kini sedang duduk seraya memakan camilan dibelakangnya ditemani Keinandra .
"Cintaku sudah pergi lima tahun lagi dan kau tahu jika aku meletakan batu disebuah lumpur hisap berharap batu itu akan terus mengapung bukankah itu hal yang bodoh."
"Sama hal nya ,jika aku memutuskan menjatuhkan hatiku padanya maka aku bodoh karena aku sudah tahu akhirnya akan bagaimana."kata Caitlyn seraya menatap birunya langit saat ini
Edward menghela nafas panjang ,dia mengetahui rahasia besar antara adik iparnya itu dengan adiknya.
Tapi dia merasa Caitlyn dapat mematahkan kepercayaan adiknya tentang cinta.
Terbukti selama sebulan ini adiknya tak pernah mengunjungi bar atau bermain dengan wanita-wanita malam lagi.
"Tapi kau bisa mengubah akhirnya."jawab Edward
"Terserah pada waktu."jawab Caitlyn singkat lalu pergi turun kebawah
"Semoga kau tidak terlambat menyadarinya adik."gumam Edward lalu menyusul Caitlyn turun kebawah menemui semua keluarganya
Sejuknya udara malam ini tak menyurutkan niat mereka untuk keluar menyusuri desa Barolo mencari keistimewaan dari desa ini.
Dengan sweater tebal semuanya berjalan-jalan di desa kecil itu menyapa beberapa penduduk lokal dan mampir membeli beberapa barang yang dijajakan.
Hingga akhirnya mereka masuk kedalam satu toko milik paman tadi pagi yang berjanji menawarkan wine terbaik disini.
Seina dan Samuel menyapa dua paruh baya itu dan saling berpelukan menyalurkan rasa rindu mereka.
Saling memuji dan bercanda ria ,Caitlyn terharu melihat pertemanan ayah dan ibu mertuanya itu.
"Fero,apakah kita juga nanti akan seperti itu?."tanya Caitlyn iseng
"Seperti yang kau katakan waktu itu,kita ini sama dimata tuan dan mungkin kita akan menjadi seperti tuan dan nyonya besar nanti."
jawaban Fero membuat Caitlyn mengeluarkan air matanya dengan menahan tawa .Jawaban ini benar-benar membuat nya geli.
"Semoga saja."kata Caitlyn
keduanya tertawa kecil ,membuat pria yang ada disamping kanan itu menatap mereka dengan panas.
Matanya menggelep,ada sesuatu yang mengganjal di hati pria itu melihat istri kontraknya dekat dengan asisten pribadinya itu.
Namun terus menerus ditepis oleh pria itu,dia mencoba tenang dan sabar.Namun hatinya panas ketika melihat asistennya bisa sedekat itu dengan Caitlyn
Dia buru-buru mendekati istrinya dan berdiri ditengah tengah keduanya.Fero membungkam mulutnya begitupun dengan Caitlyn yang mengubah wajahnya menjadi biasa saja.
Mereka semua duduk di tempat yang ada dengan Arsal yang terus menempel pada Caitlyn.
Pria paruh baya itu membagikan mereka semua wine olahan terbaik dirinya juga istrinya.
Semuanya memuji wine merah itu ,sangat enak dilidah.Caitlyn kini sudah terbiasa dengan wine,tak jarang dia menuangkan wine yang ada di rumah mereka namun hanya segelas dua gelas.
Terkecuali twins ,mereka diberi jus dengan buah olahan sendiri yang tentunya sangat lezat.
Caitlyn mengisap anggur itu dengan santai ,sekarang dia mengetahui cara meminum wine .
Caitlyn menatap suaminya yang sedang asyik menyesap wine dengan beberapa camilan yang tersedia.
Pria disampingnya memanglah tampan ,bahkan sangat tampan tubuhnya tinggi semampai ,kulitnya putih bersih , hidung mancung ,bermata amber dan senyuman yang dapat membuat wanita terjerat padanya.
Siapa yang tahan untuk tidak jatuh hati padanya .Sekuat hati dia menahan hatinya dengan terus mengingat perjanjian diantara mereka .
Terlebih dia mengetahui ,suaminya adalah seorang Cassanova yang pastinya sering tidur besama dengan wanita-wanita malam dan tidak akan bisa membalas perasaannya.
Dia bukanlah tipikal orang yang pemaksa,dia selalu menghargai setiap keputusan yang diambil oleh orang-orang.
Tapi jauh dalam hati kecilnya ada rasa untuk pria yang menjadi suaminya ,sering bertemu ,bercanda membuatnya tak bisa menghindar jika dia mencintainya.
Perasaanya kini sama seperti 5 tahun silam,ketika dia mencinta kekasihnya Barra bahkan mungkin rasa itu lebih dari yang dia rasakan dengan bara.
Tapi dia sadar,dia hanyalah orang baru.
"El, kemari lah." suara ibu mertuanya membuyarkan lamunannya
Caitlyn menoleh ke arah ibu mertuanya, lalu bangkit dan duduk disampingnya.
"Ini istri Arsal, namanya Caitlyn ." kata Seina sumringah pada seorang wanita paruh baya yang dia tahu istri dari pemilik bar ini.
"Cantik sekali."katanya
Caitlyn hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
"Aku Lili, kau bisa memanggilku ibu Li."ujar wanita paruh baya itu
"Seina aku sudah menyiapkan camilan kesukaanmu,ambilah ada dibelakang."titah nyonya Li
Seina mengangguk lalu pergi meninggalkan Caitlyn dengan Lili.
Wanita paruh baya itu mengambil lengan Caitlyn yang lembut dan menghimpitnya dengan kedua tangan miliknya.
"Kamu mencintainya tapi kamu ragu untuk melabuhkan nahkoda mu disana, semuanya nampak abu-abu tapi kau harus percaya itu hitam atau putih."seru wanita paruh baya itu dengan tersenyum membuat Caitlyn menatap wanita paruh baya itu dalam.
__ADS_1
"Setiap cinta ,akan selalu ada konsekuensi.Setiap kehidupan tak selalu berjalan mulus hanya tinggal bagaimana kau menjalankannya."
"Ibu Lu..." kata Caitlyn tertahan
"Kesedihanmu dan kebencianmu jangan jadikan penghalang untuk menggapai sesuatu yang baru."
"Aku yakin kau akan bahagia."
Caitlyn menatap paruh baya yang ada didepannya, dia istimewa dapat dilihat dari setiap perkataan dan nada bicara yang keluar dari mulutnya.
"Terimakasih."kata Caitlyn seraya tersenyum
"Momy ,boleh kami berjalan-jalan di luar?."tanya Jesslyn pada Seina yang baru datang dengan membawa camilan.
"Tidak."
"mom."rengek keduanya
"Biar aku saja yang menemani mereka mom."tawar Caitlyn
"Baiklah tapi hati-hati ya."kata Seina
Caitlyn dan Sikembar pergi meninggalkan toko itu dan berjalan-jalan di sepanjang jalan kecil Barolo.
"Nyonya tunggu." pekik Fero yang tengah berlari kecil menuju ke arah mereka
Caitlyn mengernyitkan dahinya "kenapa Fero?."tanya Caitlyn
"Tuan meminta saya untuk menemani kalian."katanya
Caitlyn Jesslyn dan Joana hanya mengangguk patuh,kemudian mereka berjalan bersama.
Masih banyak orang yang sedang menikmati jajanan makanan di Barolo atau orang-orang yang berjalan kaki menikmati suasana malam Barolo.
Caitlyn dan Fero berjalan bersama dibelakang Joana dan Jesslyn tak ada pembicaraan hingga akhirnya Caitlyn membuka suara
"Fero apa kau tak terganggu dengan rumor kantor yang menyebutkan kita ada hubungan?."tanya Caitlyn
Fero tertawa kecil "Tidak masalah." jawabnya santai
"Kau tahu nona justru aku berterima kasih pada penyebar rumor itu karena dia rumor yang mengatakan aku gay sekarang tidak ada."kata Fero membuat Caitlyn membuka matanya lebar
Caitlyn menatap Fero "Kau gay?."tanya Caitlyn
Fero langsung menggelengkan kepalanya "Tidak ,aku masih normal nona ." jawab Fero
"Jika tidak ada orang lain panggil saja aku El."kata Caitlyn membuat Fero mengangguk
"Tapi kenapa kau di gosipkan gay?."tanya Caitlyn seraya menahan tawa
Pria disamping nya ini tampan ,menawan dan pintar ,bagaimana bisa dikabarkan dia gay.Orang-orang penyebab rumor bisa dipastikan adalah wanita-wanita yang ditolak oleh asisten suaminya.
Caitlyn tertawa mendengarnya "Hidupmu lurus lurus saja,apa kau tidak pernah pergi berkencan atau apalah?."tanya Caitlyn
Fero menggelengkan kepalanya "Tidak ada waktu."jawab Fero
"Apa dia tidak memberikan mu libur?."tanya Caitlyn
"Bukan begitu ,aku memiliki tugas lainnya yang membuatku sibuk setiap saat."jawab Fero membuat Caitlyn mengangguk- angguk paham
Mereka terus bericara terkadang mereka bercanda ria dan tertawa bersama.Mereka juga bermian kejar-kejaran bersama Jesslyn dan Joana sampai mereka kelelahan dan berakhir disebuah tempat duduk panjang yang terbuat dari kayu.
"Sudah malam,ayo pulang. "ajak Caitlyn
"Kakiku lelah kak ."kata Jesslyn seraya memukul-mukul pelan kaki mungilnya
"Dasar lemah."ejek Joana
Jesslyn menatap adiknya itu dengan masam,adiknya memang sangat menyebalkan.
"Ayo,aku akan menggendong mu."kata Fero seraya membungkuk di hadapan Jesslyn
Anak kecil itu tersenyum cerah lalu segera naik ke atas punggung kokoh milik Fero dan mengaitkan tangannya di leher pria itu.
Mereka berempat pulang ke kediaman Carion dengan Fero yang menggendong Jesslyn dan Caitlyn menggandeng lengan Joana.
Ketika sampai di rumah ternyata semua orang belum pulang ,Fero memutuskan untuk kembali ke toko tadi dan Caitlyn menidurkan kedua adik kembarnya.
"Ayo cuci tangan dan kaki dulu ,setelah itu kita pergi tidur."ajak Caitlyn
keduanya anak yang patuh mereka segera mencuci tangan dan kaki mereka lalu masuk kedalam kamar yang disediakan untuk mereka juga Keinandra .
Diatas ranjang kecil dan sederhana mereka tidur bersama ,dengan Caitlyn yang berada ditengah-tengah si kembar.
Jesslyn dan Joana tertidur seraya memeluk pinggang kakak ipar mereka dengan nyaman setelah mendengarkan beberapa cerita .
Hingga tak lama semua keluarga Carion pulang ,Seina membuka pintu kamar milik Jesslyn dan Joana berniat untuk menidurkan Keinandra yang berada di gendongannya.
Namun dirinya malah melihat hal yang menyejukkan hati ,anak dan menantunya yang tengah tertidur dengan damai.
"Mom kenapa tidak masuk?."tanya Zevana
Seina menatap Zevanna lalu menunjuk tiga orang yang tengah tertidur pulas .
Zevana tersenyum " pilhan momy memang yang terbaik." bisik Zevana
"Tidurlah, kau juga pasti lelah.Keinandra biar momy yang urus."titah Seina
Zevanna mengangguk setuju lalu meninggalkan ibu mertuanya itu, Seina masuk kedalam kamar dan menyimpan Keinandara di atas box bayi yang luas dan aman.
setelahnya Seina menaikkan selimut tebal itu agar anak dan menantunya tak merasakan kedinginan.
__ADS_1
"Semoga kau akan menjadi menantuku selamanya."gumam Seina lalu pergi meninggalkan kamar si putrinya
...****************...
Pagi hari Barolo,italia.
Caitlyn terbangun dari tidurnya lalu turun dengan pelan agar Jesslyn dan Joana tidak terganggu olehnya.
Melihat jam yang masih pagi ,dia memutuskan untuk joging .Selama di sini dia tidak pernah berolahraga membuat tubuhnya cepat kelelahan.
Dia mengganti bajunya dengan kaos pendek dan celana khusus olahraga yang dia bawa,setelah itu dia keluar tanpa menggangu tidur suaminya.
"Kau mau jongging El?."tanya Fero yang sudah rapi dengan pakaian yang sama
Caitlyn mengangguk "Kau juga?."tanya Caitlyn
Fero mengangguk
"Ayo kita joging bersama." ajak Caitlyn
Setelah izin pada ibu mertuanya yang sudah bangun keduanya pergi keluar untuk berolahraga seraya melihat pemandangan indah pagi hari di barolo.
Keduanya beriringan bersama,Fero menyamakan lari kecilnya dengan Caitlyn agar tak meninggalkan gadis itu sendirian.
"Kau tahu tempat gym di Firenze ?."tanya Caitlyn
"Kau ingin berolahraga?."tanya Fero balik
"Ya ."jawab Caitlyn
"Di mansion kalian ada tempat gym El."kata Fero
Caitlyn mengangguk "Aku ingin mengasah bela diriku lagi."kata nya dengan suara kecil
Fero tersenyum
"Tuan bisa mengajarkan mu El,dia petarung yang hebat."kata Fero membuat Caitlyn mengernyitkan keningnya dan menatap Fero .
Selama ini dia tidak tahu hal itu "Benarkah?."tanya Caitlyn
Fero mengangguk
"Bagaimana kalo kau saja yang mengajarkanku bagimana? tenang aku akan membayarmu."tawar Caitlyn membuat Fero sedikit menelah salivanya sendiri
Mau menolak tidak enak jika mengiyakan pun dia takut pada tuannya akan salah faham padanya.
"Ya ya ya , kumohon ."pinta Caitlyn lagi dengan manis
"Baiklah." jawab Fero
Caitlyn berjingkrak ria,dia tak sabar untuk kembali berlatih.
Setelah hampir satu jam akhirnya mereka sampai di titik awal mereka berangkat ,mereka masuk kedalam rumah dan menyapa orang-orang yang tengah duduk santai di tengah rumah.
"Kak El dari mana ?."tanya Joana
"Lari lagi."jawab Caitlyn
"Kenapa tidak mengajakku."kata Joana memberenggut sebal
"Lain kali kita akan lari bersama ya."ujar Caitlyn menenangkan
Fero pamit untuk membersihkan diri terlebih dahulu sedangkan Caitlyn memilih beristirahat sebentar dan memakan roti hangat buatan Zevanna.
"Kei belum bangun kak Ze?."tanya Caitlyn
"Belum,kurasa dia akan bangun siang."jawab Zevana seraya ikut makan roti buatannya sendiri dengan secangkir teh hangat
Zevanna merapatkan dirinya pada Caitlyn "Panggil saja aku Ze,umur kita hanya beda 2." bisik Zevanna
"Memangnya tidak papa?."tanya Caitlyn seraya berbisik juga
"Tidak papa,aku merasa sangat tua dipanggil kak terus oleh semua orang."bisik Zevana mengadu
"Terima kenyataan saja Ze."ujar Seina tiba-tiba membuat keduanya melirik Seina yang sudah ada dibelakang mereka.
"Mommy tidak asik."rengek Zevanna
Seina tertawa mendengar menantu yang sudah dia anggap putri sendiri itu merajuk "Panggil dia sesuai keinginannya El.Keluarga Carion memang menolak tua."kata Seina membuat mereka bertiga tertawa bersama
Seina ikut duduk di tengah kedua menantunya seraya mengambil camilan "Kalian lihat rambut ayah mertua kalian..." titah Seina
Mereka berdua menatap rambuh ayah mertua mereka yang sedang duduk membaca koran harian dengan secangkir teh hangat ditangannya.
" hitam mengkilat mom."jawab Zevanna
"Sebenernya dia sudah punya rambut putih." kata Seina menggosipkan suaminya sendiri
Caitlyn dan Zevanna mengangguk -anggukkan kepala mereka sambil terus mendengarkan gosip yang dibawakan oleh ibu mertua mereka.
Hingga suara berat nam khas membuat mereka berhenti
"Momy."panggil Samuel seraya menatap Seina dengan datar
"Apa?."jawab Seina menatap balik Samuel dengan garang tak lupa kedua tangannya yang dia lipat
"Tidak jadi."kata Samuel membuat Zevanna dan Caitlyn tertawa bersama
"Kualat kalian jadi mantuku."gumam Samuel semakin membuat Caitlyn dan Zevanna tertawa lagi
...TBC...
__ADS_1