Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
BAB 2


__ADS_3

HALLO GAYS


Yang dulu pindah lapak kesini,thank you.


HAPPY READING


Setelah kejadian semalam,Caitlyn memilih pulang dan beristirahat di apartemen miliknya ketimbang harus pulang ke mansion keluarganya, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.


memejamkan matanya sebentar, namun sedetik kemudian matanya kembali terbuka lebar "Astaga dimana Cleo?." gumamnya


Ah dia benar-benar lupa pada Cleo, Caitlyn segera meraih telpon rumahnya mencoba menghubungi Cleo.


"Kau dimana Cle?. " tanya Caitlyn setelah akhirnya sambungannya terhubung


"Kau dimana?. " tanya balik Cleo membuat Caitlyn greget


"Cleo aku bertanya lebih dulu, jangan balik bertanya. "


"Aku masih di club. " jawab jujur Cleo


Caitlyn menepuk jidatnya,


"Aku sudah pulang Cle, kenapa kau belum pulang hah? yasudah tunggu, aku akan menjemputmu. " ujar Caitlyn


"aa-ah tak perlu El, aku akan pulang sendiri.


"Kau yakin?."


"Ya, barang-barangmu aku bawa dulu ya. Yasudah aku mau pulang dulu. " ujar Cleo lalu mematikan sambungan teleponnya sepihak.


Sedangkan di sisi lain,tepatnya dikamar 16 seorang pria baru terbangun dari tidurnya yang nyenyak semalam, dia memijit pelipisnya dan melirik kearah sampingnya.


"Kemana wanita itu?. " gumamnya lalu mengingat kejadian semalam


"Dia masih perawan. " gumamnya


hingga tak lama bunyi ketukan nyaring terdengar memekan telinga dari balik pintu, membuatnya mau tak mau turun dengan menggunakan selimut untuk membuka pintu


"Ada apa?."


wanita itu menyerahkan sebuah kertas


"tuan ini ada titipan untuk anda." ujar wanita itu lalu pergi


Laki-laki itu mengernyitkan dahinya setelah menerima sepucuk surat itu, dia menutup kembali pintunya duduk diatas kasur dan membuka


secarik kertas itu.


"Hallo tuan,kau sudah bangun pasti. Terimakasih sudah membantuku semalam,meski aku tak ingat semuanya tapi aku berterimakasih karena sudah menyelamatkan ku dari si tua bangka itu.


Oh iya tuan.,aku pinjam baju celana dan gespermu ya. Bajuku sudah kau rusak semalam!.barang-barang mu aku simpan di


atas laci.


Oh iya satu lagi, aku pinjam uang mu dulu ya 500 ribu. Aku akan menggantinya jika kita bertemu dan untuk bajunya aku anggap ini sebagai ganti rugi atas bajuku yang kau buat rusak.


aku berjanji akan mengembalikan semuanya jika kita bertemu.


^^^C. E-wanita semalam^^^


Pria itu melihat sekeliling dan benar baju dan celananya tidak ada "****, aku apakan bajunya ya semalam. " gumam pria itu setelah melihat baju wanita yang tidur bersamanya semalam sangat koyak


pria itu tersenyum tanpa sadar


"Menarik. " gumam pria itu tanpa sadar


Dia meraih benda pipih yang sudah tersimpan rapih diatas nakas sesuai dengan apa yang ditulis si penulis surat.


"Fero,bawakan aku baju dan celana ke Club biasa.Kamar 16."ujarnya

__ADS_1


*****


Disisi lain di gedung pencakar langit dengan nama Valen-corp tertera jelas seorang gadis tengah fokus pada layar komputernya setelah mendapati bahwa ada beberapa kejanggalan dalam proyek baru yang tengah la tangani.


terdengar helaan panjang dari bibir caitlyn, gadis itu penat dengan ini semua. Terlebih setelah kejadian semalam dia benar-benar lelah namun tugas nya sebagai seorang CEO tidak bisa dia hindari.


"El ayo makan dulu ini sudah sore." titah Cleo seraya membawa paper bag berisi makanan.


Cleo menatap datar bos nya itu lalu mengeluarkan makanan yang dia bawa mendekat ke arah Caitityn "Buka mulutmu ini perintah sahabatmu."Cleo memaksa


"Cle." lirih Caitlyn, namun pada akhirnya Caitlyn mengalah dia tak dapat menolak perintah sahabatnya.


"Kau harus makan juga El, kalo engga nanti sakit." Cleo sambil menyuapi sahabatnya itu


"Kalo lo sakit perusahaan collaps nanti yang gaji gue siapa dong."membuat Caitlyn melirik sinis Cleo


"Ya paling-paling lo jadi gelandangan Cle." Cleo hanya diam, dan melanjutkan makannya.


akhirnya Caitlyn menyelesaikan semua yang dibutuhkan untuk besok. "Semua bukti udah Clear?" tanya Cleo


"Ya, dan besok kita akan menghukum mereka yang sudah berbuat onar."


Cleo dan Caitlyn sama-sama keluar dari ruangan mereka menuju lift untuk pulang Namun jika Cleo memerhatikan cara Caitlyn berjalan ini tak seperti biasanya, jalannya sedikit aneh bahkan Caitlyn yang gemar menggunakan Heels tinggi kini memilih memakai heels hak tahu.


Sambil menunggu pintu lift terbuka Caitlyn menyandarkan tubuhnya pada dinding dan bertanya pada Cleo seputar kejadian semalam


"Cleo semalam kau merasakan ada sesuatu yang tidak beres?." pertanyaan dan Caitlyn membuat Cleo teringat kejadian memalukan semalam yang dia perbuat


"Kenapa wajahmu malam merona?" tanya Caitlyn heran


"Hah apa?."balas Cleo seperti orang bodoh


"Lo tau cle, semalem gue inget ketemu si tua bangka itu."


"Tapi Lo gapapa kan ?."


"Cle cari tahu siapa yang berani jebak kita semalam." Kali ini Caitlyn tak ingin main-main lagi. menghadapi orang-orang yang mencoba menjatuhkannya, ini sudah kelewat batas.


Karenanya dia harus kehilangan kehormatannya di tangan seorang pria asing, beruntungnya dia tidur bersama lelaki yang sebayanya mungkin dan juga tampan.


astaga apa tadi?


tampan? oh Caitlyn sudah gila sepertinya.


Caitlyn tidak ingat kejadian semalam, tapi dia merasakan sesuatu hal yang luar biasa malam itu, sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.


"Hey kenapa kau senyum-senyum seperti orang gila?" tanya Cleo mengagetkan


"gapapa ayo pulang bareng ." ajak Caitlyn namun di tolak halus eh Cleo


"Ah lo duluan aja,gue mau ke lain tempat dulu."


"Lo yakın? ini udah malem?" Caitlyn sedikit khawatir pada Cleo, takut sesuatu yang buruk terjadi pada sahabat baiknya itu apalgi hari sudah malam


"Tenang aja El, gue udah besar." ujar Cleo jengah dengan sikap over sahabatnya itu.


Caitlyn mengalah, pamit meninggalkan Cleo sendiri dan pulang menuju ke apartemen lagi. Dia merasa enggan untuk singgah di mansion bak neraka itu.


Sepanjang jalan menuju ke apartement Caitlyn masih penasaran dengan siapa yang menjebaknya dan bagaimana orang-orang di kantornya bisa bermain curang.


Caitlyn selalu menerima laporan yang masuk dan keluar tapi tidak ada yang aneh dia rasa. Tak mungkin bawahannya bisa begitu mudah menipunya memanipulasi keuangan yang terorganisir itu.


Sesampainya di depan lobi, Caitlyn dikejutkan dengan pak satpam yang tiba-tiba menghadangnya. "Eh ada apa pak?"tanya Caitlyn


"Maaf neng ini ada titipan dari yang laundry katanya buat neng El "ujar si satpam yang keturun sunda itu.


"Ah iya makasih ya pak.


"Sama-sama neng."

__ADS_1


sedangkan disisi lain Cleo tengah berada di sebuah caffe bersama dengan pria yang dia temui semalam.


Pria yang berhasil menarik perhatiannya dan pria yang pertama kali melakukan ONS bersamanya.


"Gue minta ma-.."


"Aku tidak butuh pertanggungjawabanmu, santai saja. Lagi pula semalam aku yang salah, aku yang tidak sadar. "cela Cleo


"Tapi apa aku boleh bertanya padamu. leon? "tanya Cleo yang diangguki oleh Leo atau tepatnya Leon


"Apakah minuman yang kamu berikan padaku dan temanku semalam bisa membuat mabuk berat dan merasakan sesuatu yang aneh?" tanya Cleo


Leon memandang Cleo "Ada yang sengaja memasukan sesuatu kedalam minuman kalian." kata Leon membuat Cleo memandang Leon dengan dingin dan tajam


"Tapi sungguh bukan aku."tambah Leon


Cleo mengernyit kan dahinya "Apa kau bisa ku percaya?."ujar Cleo mengintimidasi


" tentu,aku akan membantumu mencari tahu siapa dalang dari semua ini," ujar Leon


membuat senyum Cleo terbit "Baiklah,aku harap kau segera menemukan orang bodoh itu, jika tidak maka aku akan membuat keonaran dalam hidupmu."ancam Cleo lalu meminum coffe ice nya


******


pagi hari ,Bali.


Atmosfer pagi ini rasanya benar-benar


terasa dingin, seolah akan ada badai


yang sebentar lagi menghampiri.


Semua orang yang berkumpul di satu ruangan ini kini mendadak menjadi gelisah, meeting


dadakan ini benar-benar membuat semual


orang merasakan bahaya mendekat.


"Selamat pagi semuanya sapa Caitlyn."diikuti oleh Cleo


semua orang berdiri menyapa balik Caitlyn yang notabenya adalah bos mereka. Semua yang ada di ruangan itu diam tak ada yang


mau berbicara sepatah katapun. Mereka tahu kali ini pasti ada sesuatu yang tidak beres sehingga membuat diri mereka dikumpulkan.


"Cleo tolong kau bagikan berkas itu pada mereka semua." perintah Caitlyn


dengan sigap Cleo mengambil semua berkas yang ada di meja diberikan pada semua orang yang ada di ruangan tersebut sesuai dengan jabatan mereka masing-masing.


setelah semuanya mendapatkan satu berkas masing-masing dengan isi yang berbeda tentunya. Caitlyn memerintahkan semua orang membuka berkas itu dan membacanya dengan teliti. semua orang yang berada didalam ruangan tersebut mendadak menjadi pucat pasi, mereka gemetar menunduk tak berani mengangkat kepala mereka.


"Sekarang siapa yang mau menjelaskannya terlebih dulu." ujar Caitlyn


seorang wanita dibagian keuangan dan rekan satu timnya berdiri dengan posisi wajah masih menunduk tak berani menatap wajah Caitlyn.


"Saya minta maaf bos, kami diperintahkan oleh nona Fania saja dan menyuruh memanipulasi data statistik keuangan kita yang mana uang itu akan mengalir ke tabungannya.


"Kami memang menerima uang suapan bos,tapi kami sama sekali belum memakainya. "tambah rekan kerjanya


"Kalian nanti menghadaplah ke ruanganku setelah ini, silakan pintu keluar ada disebelah kanan." titah Caitlyn dingin dan menusuk


kedua orang itu menunduk dengan menahan tangis, mereka tidak tahu setelah ini apakah mereka akan bisa diterima diperusahaan lain atau tidak.


Satu jam berlalu kini semua orang sudah Caitlyn bereskan, mengurus para pengkhianat di perusahaannya adalah hal mudah baginya dan bisa di pastikan setelah ini orang-orang itu akan susah masuk kedalam perusahaan manapun.


"Bagaimana dengan kedua orang yang kau suruh menghadap padamu nanti?" tanya Cleo


Caitlyn tersenyum simrik, tanpa menjawab pertanyaan dari Cleo dia langsung melangkahkan kakinya kembali keruangannya.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2