
Hallo gayss
hapyy Reading and happy Enjoy
...****************...
Dengan baju crop top yang dipadukan dengan celana high waist senada berwarna putih Caitlyn kini tengah mencepol rambutnya didepan cermin.
sedangkan Arsal sudah siap dengan celana jeans hitam dan kaos hitam yang sangat pas di badannya.
Lelaki itu mengambil jaket kulit dan mengambilkan sebuah cardigan berwarna biru untuk dipakai gadis itu.
Cardigan itu dia simpan diatas bahu kanan Caitlyn "pakai ini."titah nya
Caitlyn memakainya namun tiba-tiba rambutnya di tarik membuat rambut yang sudah dia cepol kini kembali terurai.
"Apa yang kau lakukan !."pekik Caitlyn kesal
namun selanjutnya Arsal membantu Caitlyn mengikat rambutnya dibawah agar tengkuknya tetap tidak terlihat.
"Ayo."ajak Arsal
Mau tak mau Caitlyn ikut turun ,dia berjalan membuntuti Arsal yang ada didepannya .Dia menunggu lelaki itu mengambil sebuah mobil dan akhirnya lelaki itu membawa sebuah mobil .
Caitlyn masuk "Kita mau ke mall mana?."tanya Caitlyn
"Galleria Vittorio Emanuele."
"Benarkah?."tanya Caitlyn tak percaya
Tak ada jawaban ,lelaki itu fokus melajutkan mobilnya ke tempat tujuan.Memang butuh beberapa waktu membuat Caitlyn tertidur didalam mobil melewatakan pemandangan-pemandangan yang ada.
Hampir empat jam mereka dalam perjalanan tak membuat sang sopir lelah, lelaki itu memarkirkan mobilnya dengan sempurna.
Dia menatap Caitlyn yang tengah tertidur ,dia memanggil-manggil nama Caitlyn namun gadis itu begitu lelap.
Ide gila muncul di otaknya yang hanya berisikan mesum itu ,dia tersenyum jahat lalu mendekatkan dirinya pada Caitlyn.
dan
Cup
dia mencium Caitlyn dan sesekali menggigit bibir Caitlyn membuat gadis itu terbangun.Caitlyn berontak namun tenaga Arsal lebih kuat dia mengikuti permainan itu sampai lelaki itu melepaskan pangutan mereka.
"Iiiiii mesum !."pekik Caitlyn menatap galak Arsal
"Diem mau dicium lagi?."tanya Arsal
Caitlyn menutup bibirnya lalu segera melepas self belt nya dan keluar dari mobil begitupun dengan Arsal dia turun tak lupa memakai kacamata cokelat yang dia bawa membuatnya semkain keren.
"ayo."
Caitlyn membuntuti Arsal disampingnya dengan sedikit kesusahan karena langkah pria itu sangat besar.
ditengah keramaian mall membuatnya terpisah dengan Arsal,namun tak lama ada lelaki yang menyamakan langkahnya dengannya.
__ADS_1
Grap
tangannya digenggam begitu saja "Lambat."ejek pria itu membuat Caitlyn membuka mulutnya tak percaya
Lelaki itu membawanya ke sebuah butik yang ada di mall itu ,banyak pelayan yang menyapanya dengan baik dan itu membuat Caitlyn bingung.
"Kita mau beli apa kesini?."tanya Caitlyn seraya berbisik
"Beli kambing."
Caitlyn mencubit lengan Arsal kesal ,suaminya itu sangatlah menyebalkan .
"Kau fikir kita kemari untuk apa jika bukan untuk membeli baju sayang."kata Arsal seraya mengacak rambut Caitlyn dengan gemas.
seorang penjaga toko menghampiri mereka berdua ,lelaki itu meminta pelayan membawakan beberapa gaun untuk di pakai oleh Caitlyn
setelah lama menunggu akhirnya pelayan datang membawa lima gaun yang cantik-cantik, Caitlyn mencobanya di ruang ganti .
untuk yang pertama dres baln gown yang cantik namun belakangnya sangat terekspos membuat lelaki itu memintanya untuk menggantinya.
untuk yang kedua ,sebuah mini dress selutut yang sangat cantik dan pas di tubuh Caitlyn ,namun lelaki itu juga menolaknya
hingga akhirnya Caitlyn keluar menggunakan gaun ketiga, berwarna merah terang yang cocok di kulitnya .
"Aku menyukai yang ini,jika kau memintaku ganti lagi kau saja yang memakainya."kata Caitlyn seraya menatap tajam lelaki itu
akhirnya mereka membungkus gaun merah yang cantik itu ,setelahnya mereka melanjutkan untuk mencari kado .
Mereka masuk kedalam satu toko ,Caitlyn melihat-lihat banyak aksesoris, boneka dan lainnya yang nampak lucu-lucu.
Dia belum mendapatkan ide untuk si kembar,sedangkan Arsal dia sudah memilih sebuah boneka yang lucu untuk kedua adiknya itu.
Caitlyn menggelengkan kepalanya
Keduanya terus berjalan mengelilingi toko besar itu hingga 15 menit kemudian Caitlyn menemukan barang yang akan dia beli.
dia masuk kedalam jajaran buku-buku yang cantik,dia mengambil sebuah buku diary dengan sampul yang elegant .
dia tidak tahu apakah twins akan menyukai ini atau tidak,tapi dia rasa ini berguna bagi mereka.
"aku ingin ini 3 ya."kata Caitlyn pada Arsal
"Tiga?."
"Joana,Jesslyn dan aku."
keduanya membayar kekasir setelah itu mereka pergi makan dan berjalan-jalan melihat keindahan-keindahan kota Milan ini.
Caitlyn sangat bersemangat,hatinya senang.Keduanya terus berpegangan tangan dengan erat,saling menyalurkan rasa bahagia mereka dengan cara mereka sendiri.
Caitlyn merasa mereka adalah sepasang kekasih,ini adalah hal yang menyenangkan terlebih Arsal yang terus menerus mengeluh karena cape tapi tetap saja menemaninya.
"Kau tidak ingin istirahat?."tanya Arsal
Caitlyn menggelengkan kepalanya seraya memakan ice cream di tangannya
__ADS_1
Arsal melihat Caitlyn yang tengah memakan ice cream dengan lahap membuat dirinya gemas dan ngiler
cup
Arsal mencium bibir Caitlyn ,rasa vanila dan stowberi.
"Manis."kata Arsal lalu mengelap bibirnya dengan ibu jarinya
"Iiii dasar mesum."pekik Caitlyn
Caitlyn melepasakan genggaman tangannya dan berjalan sendiri membuat Arsal mengejarnya dan kembali menggenggam tangannya.
"Nanti hilang."
Caitlyn hanya mentap pria itu sekilas lalu fokus sendiri
ketika tengah berjalan dengan fokus Caitlyn tidak sengaja bertabrakan dengan orang lain membuatmya terhuyung ke belakang jika tidak ditahan oleh Arsal.
"Sorry ,sorry eh El ."ucap orang itu membuat Caitlyn menatapnya
"Gilbert ,oh may good ini kau?."kata Caitlyn lalu saling berpelukan erat tanpa memperdulikan ada orang lain.
"Dunia memang sempit ya."ujar pria itu dengan terkekeh begitupun dengan Caitlyn
"Dengan siapa kau disini ?."tanya Caitlyn
"Sekertarisku, seperti biasa perjalanan bisnis."
Caitlyn manggut-manggut saja "dimana sekertarismu?."Tanya Caitlyn
"Dia ada di hotel,kau ingin bertemu dengannya? aku akan menyuruh dia kemari."
"Ah tidak-tidak ,tidak usah."
Gilbert menatap pria disamping Caitlyn dengan mengerutkan keningnya "Dia siapa?."tanya Gilbert
Caitlyn menatap Arsal lalu kembali menghadap Gilbert,dengan senyuman ramah Caitlyn menjawab "Dia bosku disini,aku sedang menemaninya membeli sesuatu ."
"Aku harus pergi sekarang,tapi kita akan bertemu lagi kan?."tanya Gilbert
"Tentu."
"Jaminannya nomor telponmu,cepat berikan."
keduanya bertukar nomor lalu Gilbert pergi meninggalkan keduanya untuk melanjutkan perjalanan nya.
Sedangkan Caitlyn dia tersenyum manis sedari tadi, setelah bertemu Gilbert Arsal perhatikan mimik wajah Caitlyn begitu ceria dan semangat membuat hatinya kesal.
"Kunzu boo ,kita pulang ya."ajak Caitlyn
Arsal melirik Caitlyn lalu pergi berjalan tanpa menghiraukan ajakan Caitlyn,dia memilih kembali berjalan tanpa tujuan hanya berputar-putar terus membuat kaki Caitlyn sakit.
"Kunzu boo kau kenapa?".tanya Caitlyn
"Ayo pulang."ajak Arsal membuat Caitlyn melongo
__ADS_1
"Dia tidak waras ."
...TBC...