
Hallo gays
Happy Reading end enjoy the chapter
...****************...
Diruangan makan dengan berbagai hidangan yang tertata rapih di atas meja panjang ini dua orang insan sedang duduk menikmati makan malam mereka.
Dengan duduk saling berhadapan mereka makan dengan tenang tanpa ada maid yang biasanya akan menemani Arsal makan .
"Kau ingin apa?."tanya Caitlyn ketika melihat Arsal yang hendak berdiri dan mengambil makanan yang lumayan jauh dari jangkauannya
"Aku ingin Ribollita."kata Arsal
"Duduklah lagi."titah Caitlyn lalu bangkit berdiri dan mengambil Riblollita untuk Arsal
Caitlyn menuangkan sesinduk Ribollita pada mangkuk Arsal dengan telaten setelah itu dia kembali duduk dan makan dengan tenang.
Selama menjalani pernikahan ini mereka jarang sekali makan malam bersama karena Arsal yang selalu pulang larut membuat Caitlyn selalu makan dengan para maid nya.
FYI : Ribollita adalah sup yang populer di Tuscany dan merupakan sup sayuran yang dikentalkan dengan roti, bukan daging. Di Tuscany, ribollita ini menjadi sajian spesial di musim gugur dengan cita rasa sayuran yang memberikan sensasi pedas meski tidak ada daging (untuk versi tradisionalnya).
Sup ini dibuat dari roti dan sayuran. Pada saat itu, roti dipilih daripada daging karena lebih murah dan banyak tersedia pada ratusan tahun di pedesaan Italia.
Arsal mencuri-curi pandang pada Caitlyn yang tengah memakan pasta dengan toping daging almond dengan tenang seolah hanya ada dirinya saja disana.
"Oh iya satu minggu lagi Jesslyn dan Joana akan ulang tahun bukan? kau sudah menyiapkan kado untuk mereka?."tanya Caitlyn memecah keheningan
"Belum."jawab Arsal seadanya
Caitlyn tersenyum sumringah menatap Arsal "Kalo begitu kita cari sama-sama ya."kata Caitlyn
Arsal memicingkan matanya menatap Caitlyn "Aku akan memakai uangku sendiri ,tidak akan meminta padamu janji." kata Caitlyn seraya mengangkat tangannya membentuk huruf V
Arsal hanya mengangguk-angguk saja tanpa menjawab ucapan Caitlyn,dia asik memakan sup Ribollita membuat Caitlyn memajukkan bibirnya 3 cm .
"Apa kau tidak punya mulut tuan bos?."tanya Caitlyn seraya mengangkat sumpit yang dia pegang ke arah Arsal
Arsal menatap Caitlyn "Jangan panggil aku tuan bos,ganti yang lain." titah Arsal
Caitlyn mengernyitkan dahinya "Kau ingin di panggil apa?."tanya Caitlyn balik
"Fikirkan sendiri."titah Arsal
Caitlyn menghela nafas panjang lalu berfikir untuk memberikan panggilan yang lebih baik dari tuan bos untuk suaminya ini.
"Sayang,honey ,baby sudah pasti tidak mungkin atau dia akan besar kepala, hm apa ya?." batin Caitlyn
Hingga akhirnya sebuah ide dibenaknya muncul ketika membayangkan Arsal yang cerewet ketika mabuk.
"Tapi kau harus menerimanya tak boleh protes setuju?."kata Caitlyn seraya mengulurkan tangannya dengan semangat
Arsal menyipitkan matanya , mencurigai makhluk halus yang cantik didepannya ini membuat Caitlyn mendesah kesal karena tangannya pegal
"Baiklah ,tapi aku juga akan memanggilmu sesukaku kau tidak boleh menolaknya bagaimana?."kata Arsal seraya menaikkan kedua alisnya
Caitlyn menggembungkan pipi kananya berfikir setelah itu menatap manik mata Arsal
dan mengulurkan tangannya
"Deal."
Arsal membuat lengkungan dibibirnya dan menjabat tangan Caitlyn
"Deal."
__ADS_1
Caitlyn menatap Arsal dengan melotot karena tangannya tak di bisa dilepaskan ,dia berontak berusaha menarik kembali lengannya namun jari jemari lelaki itu mengunci tangannya erat.
"Bisa tolong lepaskan tanganku, Kunzu boo."kata Caitlyn
"Kunzu boo?."tanya Arsal
Caitlyn mengangguk dengan tersenyum lucu yang sialnya membuat Arsal gemas pada gadis didepannya.
"Nama panggilan sayangku kepadamu."kata Caitlyn seraya mengedipkan matanya sebelah dengan nakal
"Arhh hatiku kenapa berdebar-debar dengan cepat astaga."batin Arsal
Akhirnya Arsal melepaskan pegangan tangannya pada Caitlyn dan kembali melanjutkan makan malam mereka dengan khidmat.
Setelah selesai mereka duduk disana sebentar "Kau belum menjawab pertanyaanku, kita pergi besamakan untuk mencari hadiah ya ya ya?." kata Caitlyn dengan memajukkan tubuhnya memohon dengan anggun
Arsal berfikir seraya meneguk air putih membuat Caitlyn merasa kesal
"Yasudah aku akan berangkat dengan Fero,tidak masalah."kata Caitlyn lalu pergi meninggalkan ruang makan menuju ruang tengah untuk menonton televisi
Arsal ikut menyusul Caitlyn menonton siaran televisi drama ,dia ikut duduk disamping Caitlyn .
"Kau ingin membelikan apa untuk mereka?."tanya Arsal seraya mengangkat kakinya dan melipat kedua tangannya
"Mereka suka apa?."tanya Caitlyn
"Mereka menyukai semua hadiah."jawab Arsal
"Kau ini memang bodoh."gumam Caitlyn
"Kau mengatakan sesuatu?."tanya Arsal
Caitlyn memalingkan wajahnya menatap Arsal dengan tersenyum "Tidak,aku tidak mengatakan apapun."
"Besok kita cari hadiah untuk twins sekalian kita pergi jalan-jalan."kata Arsal lalu bangkit meninggalkan Caitlyn yang tengah tersenyum semangat
"Kau tidak bohongkan?."tanya Caitlyn dengan sedikit berteriak
"Cepat naik,jangan bergadang."jawab Arsal
Caitlyn akhirnya ikut naik ke kamar mereka berdua dengan hati yang bahagia ,karena dia akan jalan-jalan di negara baru ini terlebih dengan Arsal uangnya akan aman.
Didalam kamar keduanya duduk diatas kasur king size dengan Arsal yang menyandarkan tubuhnya kebelakang seraya memangku laptop di atas pahanya.
"Kenapa kau tidak mengerjakan tugas itu di ruang kerja?."tanya Caitlyn seraya menopang kepalanya dengan satu tangan miliknya
"Sedikit lagi ,jadi disini saja.Apa aku mengganggumu?."tanya lelaki itu
Caitlyn menggelengkan kepalanya lalu tidur menghadap lelaki tampan itu seraya menarik selimutnya.
"Selamat malam Kunzu boo."kata Caitlyn seraya tersenyum manis setelah itu memejamkan matanya untuk tidur .
Tanpa Caitlyn ketahui hati pria cassanova itu sangat berbunga-bunga,dirinya tidak pernah melakukan hal ini dengan kekasih-kekasihnya yang lain .
Dengan yang lain dia hanya mengeluarkan uang dan tidak pernah diperlakukan semanis ini .
yang dia tahu berkencan dan kepuasan batin.
Semua yang dekat dengannya hanya menginginkan harta saja.
Arsal melirik gadis disampingnya lalu menyimpan laptopnya dan ikut tidur menghadap istrinya .
dia menatap istri kontrak didepannya ,entah setan dari mana dia berani mencium kening dan bibir Caitlyn sekilas setelahnya dia tersenyum dan tidur memunggungi Caitlyn.
Caitlyn membuka matanya sebelah,setelah itu dia bergerak cepat untuk mencium pipi suaminya yang tengah memunggunginya.
__ADS_1
Cup
Arsal membuka matanya kaget sedangkan Caitlyn dia buru-buru menyelimuti dirinya dengan selimut tebal bersembunyi dari suaminya.
Arsal membalikan badanya "Hey kau belum tidur?."tanya Arsal
dari balik selimut Caitlyn menggelengkan kepalanya "Buka selimutmu."titah Arsal
"Tidak."jawab Caitlyn
"Kau nakal."lanjut Caitlyn
"Tapi kau menyukainya kan?."kata Arsal seraya menopang kepalanya dengan tangannya
Caitlyn membuka selimutnya hingga memperlihatkan kepalanya "Ya lumayanlah ,pipmu sedikit berbulu memhuat geli .Aku akan mencoba pipi Fero lain kali."
Arsal membulatkan matanya
"Kau berani?."tanya lelaki itu
"Kenapa tidak,dia single aku sebentar lagi juga single why not."jawab Caitlyn
Arsal menangkap kepala Caitlyn dengan kedua tangannya lalu memasukannya kedalam ketiaknya .
"Aaaa apa yang kau lakukan."pekik Caitlyn berontak
Arsal yang memiliki kebiasaan tidur tanpa baju membuat kulit mereka bersentuhan ,Arsal mengunci kepala Caitlyn dibalik ketiaknya .
"Kunzu lepaskan !."pekik Caitlyn
"Tidak akan, sampai kau menarik kembali ucapanmu."kata Arsal
Caitlyn mengernyitkan dahinya seraya berusaha keluar dari kungkungan ketiak suaminya itu "Yang mana?."tanya Caitlyn
"Fikirkan saja."titah Arasal
"Ah iya aku tidak akan mencium Fero,aku hanya bercanda lepaskan aku."kata Caitlyn
"Kau berjanji?."tanya Arsal
"Iya Kunzu boo ,cepat lepaskan aku."pinta Caitlyn
Arsal melepaskan Kungkungan nya dan berpindah menindih tubuh Caitlyn,membuat gadis itu kicep .
Cup
Arsal menempelkan bibirnya dengan bibir Caitlyn dan mencumbunya dengan lembut membuat Caitlyn terbuai dan mengalungkan tangannya dileher pria itu.
Setelah nya Arsal mengusap bibir Caitlyn dengan jempolnya "Kau makin pintar,mau ku ajari yang lain?."goda Arsal
Caitlyn mendorong tubuh itu "Akan ku fikirkan lain waktu."jawab Caitlyn lalu tidur membelakangi Arsal
Arsal mendekatkan dirinya pada Caitlyn lalu memeluknya dengan erat membuat Caitlyn kesal "apa yang kau lakukan."kata Caitlyn
"Seperti yang kau lihat,diam jangan protes dan nikmati saja."kata Arsal seraya memejamkan matanya
"Jangan macam macam kau." ancam Caitlyn lalu ikut tidur memejamkan mata
"hanya satu macam."gumam Arsal membuat Caitlyn yang belum sepenuhnya tertidur kembali berucap
"Kunzu boo,awas saja kau."kata Caitlyn seraya menekankan setiap kalimatnya
Keduanya tertidur bersama dengan saling mendekap satu sama lain,Caitlyn yang merubah posisi tidur nya menjadi menghadap suaminya dan memeluk pria itu layaknya guling dengan erat.
...TBC...
__ADS_1