Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
31-Introgasi


__ADS_3

Hallo gays Happy reading


...****************...


Begitu banyak hidangan sarapan kali ini, Shofia yang melihatnya meneguk ludahnya terkesima melihat ini semua.


dia menatap Caitlyn yang sedang membantu maid lainnya menata hidangan-hidangan itu, dia menghampiri Caitlyn .


menepuk pelan bahu Caitlyn "oh hei kau sudah siap,ayo makan."ajak Caitlyn


"mis kenapa banyak sekali makanan? apa akan ada tamu?."tanya Shofia


Caitlyn tertawa renyah ,menggelengkan kepalanya "tidak,aku menyiapkan ini untukmu,karena aku tidak tahu makanan sarapanmu jadi aku membuat semuanya saja."


Shofia menepuk keningnya "saya makan apa aja bu."


"sudahlah ayo makan."ajak Caitlyn


mereka berdua akhirnya makan bersama dengan khidmat,Shofia begitu menikmati hidangan ini.


terlebih makanananya enak-enak rasanya setara dengan yang ada di restoran-restoran.


Sambil makan Caitlyn menatap Shofie "Shofie kau kenal dengan mantan tunanganmu sejak kapan?."


mendengar itu Shofie sedikit tidak nyaman dia menjadi gusar "kalau kau tidak mau menjawabnya pun tidak papa."kata Caitlyn yang paham


"Aku mengenalnya 2 tahun yang lalu,dia pria yang tampan baik dan manis tapi belakangan ini sikapnya berubah dia menjadi kasar aku tidak tahu ada apa dengannya."


Caitlyn mengernyitkan dahinya mendengarkan cerita Shofie dengan serius "apa kau tahu bahwa Albert pernah di penjara?."


Shofia mengernyitkan dahinya"Dia...tidak tidak mungkin dia pria baik kenapa dia di penjara mis."


"Tap-."


tak tak tak


suara langkah kaki menggema membuat Caitlyn yang ingin bersuara kini berhenti ,dia menatap siapa yang datang.


tak lama dia melihat Fero dan Arsal ,dengan wajah yang lelah dan...baju yang berbeda.


Caitlyn menatap Arsal dengan tajam dari atas hingga kebawah "Hai...apa tidur kalian semalam tidak nyenyak?."sapa Caitlyn sambil memakan makanannya


Arsal dan Fero yang baru datang kini terdiam di tempat,mereka menoleh kearah kanan di mana ruang makan berada.


mereka menatap Caitlyn yang tengah makan bersama Shofia dengan tenang tapi auranya berbeda.


"pagi nyonya,saya izin ke kamar."pamit Fero


menghindar jauh lebih baik baginya ,dia berlalu pergi meninggalkan tuannya ke kamar .Sedangkan Arsal dia berjalan menuju Caitlyn dengan tersenyum ramah.


"pagi sayang."sapa Arsal


Dia hendak mencium istrinya namun sebelum sempat Caitlyn mendorong nya kebelakang dengan pelan "ah lebih baik kau mandi dulu ,aku akan membawakan sarapan untukmu."


Arsal patuh,dia meninggalkan Caitlyn juga Shofia untuk kembali ke kamar.Sedangkan di ruang makan keduanya menyelesaikan sarapan mereka .

__ADS_1


"em Shofia..."panggil Caitlyn


Shofia menatap bosnya "ya bu."


" kau mau kan mengantar sarapan ini untuk Fero?."


Shofia terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk ,dia mengambil nampak yang berisi makanan itu dan pamit untuk mengantarkannya pada Fero.


Begitupun dengan Caitlyn ,dia membawa nampan ke kamarnya .Didalam kamar dia melihat suaminya tengah berbaring di atas kasur .


"Kau tampak lelah."


Mendengar ucapan istrinya sontak Arsal membuka matanya dia menoleh kearah dimana istrinya kini berada.


buru-buru dia bangun dan duduk.


"Ayo sarapan."ajak Caitlyn


Arsal mengangguk patuh,perutnya juga sedang lapar."suapi aku ya."pinta Arsal


Caitlyn mengangguk patuh ,dia menyuapi suaminya dengan telaten sampai makanannya habis.


Dia menatap suaminya "Kemana kau semalam?."


"Aku aku..."


"Jangan bilang kau pergi ke klub lagi!."tuduh Caitlyn seraya menatap tajam dan galak suaminya.


"Tidak sayang."


"Aku tidak berbohong,aku habis dari kantor polisi."jawab Arsal


Caitlyn berdecak kesal "Lalu kemana bajumu semalam hah?."tanya Caitlyn seraya menodongkan pisau kecil membuat Arsal meneguk ludahnya sendiri.


"Aku sudah siap jadi janda kaya raya loh."ucap Caitlyn seraya memelototkan matanya menatap suaminya


Arsal membulatkan matanya "Tidak tidak hey apa yang kau fikirkan."


"Aku mengganti baju karena baju kemarin kotor,kau kan tahu aku selalu menyimpan pakaian baru di dalam mobil." dia mencoba menjelaskan pada istrinya cantiknya itu


"Kotor?bukankah semalam bajumu bersih kau juga tidak berkelahi seingatku."


perkataan Caitlyn membuat Arsal menggelengakan kepalanya , istrinya sekarang sangat cerewet.


"Kau fikir saat aku menghentikan Fero,bajuku masih tetap bersih?."


Caitlyn terdiam, benar juga.


"Tapi kenapa kau baru pulang pagi ini? habis apa saja kau ? apa yang kau lakukan di kantor polisi hah?."


tanya Caitlyn bertubi-tubi seraya tetap menodongkan pisau kecil itu ke arah Arsal membuat Arsal harus mundur dan mengelak beberapa kali karena pisau itu hampir mengenai bagian tubuhnya.


"Apa kau menggoda para polisi wanita disana hah?."


Arsal menggelengkan kepalanya"hey mana berani aku ,yang ada aku bisa langsung di tembak olehnya."

__ADS_1


Caitlyn terkekeh "Ternyata kau juga pilih-pilih ya."


"Apapun harus pilih-pilih sayang."


Caitlyn mengedikan bahunya "Termasuk istri?."


"tentu, meskipun aku ya kurang baik tapi aku tetap menginginkan istri yang baik."


Caitlyn menganggukkan kepalanya mengulum senyumnya "Tapi kenapa aku bodoh sekali ,mau bersama casaanova sepertimu ."gumam Caitlyn


"Hey sayang jangan seperti itu ."kata Arsal tak suka


"Kau harus bersyukur memilikiku,lelaki tampan rupawan ,kaya dan banyak digilai wanita diluar sana."


Caitlyn menyipitkan matanya "Narsis."


Arsal mendekat sambil terkekeh ,ketika dia ingin memeluk Caitlyn ,istrinya itu kembali ingin menuduhnya


"Tapi kau tidak pergi ke club dan berma-."


ucapan nya terhenti karena Arsal mengecup bibir Caitlyn sekilas,pria itu membawa Caitlyn kedalam pelukannya.


menyenderkan kepala istrinya di atas dada bidangnya "Denganmu saja sudah cukup,tolong percaya padaku ."bisik Arsal


"Kau fikir aku bisa mudah percaya dengan seorang cassanova sepertimu hah."ucap Caitlyn seraya memutar bola matanya malas


Arsal memeluk Caitlyn dengan erat "Apa kau mencintaiku hm?."tanya Arsal


Caitlyn mendongkakan kepalanya menatap wajah suaminya "Aku hanya takut kau akan pergi meninggalkan ku."gumam Caitlyn


mendengar ucapan istrinya dia memeluk erat lagi Caitlyn dan menciumi surai rambut milik istrinya yang wangi.


"Aku berjanji hanya kau yang akan menjadi istriku untuk selama-lamanya."


Caitlyn menatap suaminya lalu mengulurkan hari kelingkingnya "janji?."tanya Caitlyn


Arsal mengangguk dan mengaitkan jari kelingking juga.


Keduanya saling berpelukan dengan hangat seolah memberi tahu bahwa hanya mereka tak ada yang lain .


Caitlyn melepaskan pelukannya "Aku akan pergi mengunjungi ibu Shofia."


"Bagianku mana sayang?."bisik Arsal membuat tubuh Caitlyn merinding,dia mencoba melepaskan pelukan suaminya tapi yang ada suaminya malah memberikan ciuman hangat di lehernya yang membuatnya lemah.


"Kita harus mengantar Shofie sayang jangan sekarang."kata Caitlyn


Arsal menatap Caitlyn "One Round baby ,pleas."


"One round promise?".tanya Caitlyn


Arsal mengangguk setuju lalu dia melakukan hal yang tertunda semalam dengan penuh semangat dan cinta.


"Aku akan mengantarmu." kata Arsal seraya memeluk istrinya yang ingin bangkit dari kasur


"Baiklah,ayo mandi."

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2