
...****************...
Sang surya perlahan muncul, fajar mulai menyingsing memberikan cahaya indah yang mengusik kenyamanan dalam bawah sadar.
Perlahan ,membuka matanya.
hal yang pertama selalu dia lihat dan menjadi favoritnya ,wajah tampan yang teduh dan sangat imut.
"sudah bangun?."gumam bibir wajah tampan itu membuatnya kaget
matanya terbuka
keduanya saling berpandangan,menatap dalam menuju hati masing-masing meyakinkan diri mereka akan sesuatu hal yang mengganjal.
"Tidurlah lagi."titah Arsal seraya mendekatkan tubuhnya memeluk erat gadis itu berniat membawanya kembali tidur.
Caitlyn menyingkirkan tangan itu "lepaskan,aku ingin bekerja."
"Hari ini khusus untukmu ,ku beri cuti."
dia tetap tidak mau membuka pelukan hangat itu dan makin mengeratkan pelukannya yang mana membuat Caitlyn merasa nyaman.
Berontak, dia sudah berusaha sebaik mungkin tapi akhirnya dia menyerah.Dia tergoda dan nyaman dalam pelukan itu, pelukan yang sudah lama dia rasakan.
Caitlyn membalas pelukan itu dan meringkuk dibawah selimut yang sama dengan Arsal dan kembali tidur tanpa mengingat kejadian semalam.
Arsal melirik Caitlyn yang sudah tertidur ,dalam hatinya dia bersyukur karena Caitlyn tidak mengingat apa yang terjadi semalam pada dirinya.
Arsal mengusap surai rambut gadis itu yang halus nan lembut , menghirup dalam-dalam aroma wangi dari rambut itu .
wangi yang dia sukai.
"Tidur dan istirahatlah."bisiknya tepat di telinga Caitlyn lalu mengecup kening wanita itu sedikit lama , menyalurkan rasa hangat dalam dirinya.
Siang jam 12.03 menit ,Caitlyn kembali membuka matanya namun dia tak melihat suaminya ada dimana-mana.
dia melihat sekeliling dengan linglung.
Cklek
pintu di buka ,menampilkan seseorang tinggi nan tampan dengan nampan yang dia bawa ditangannya.
pintu kembali ditutup , perlahan dia mendekatinya dengan beberapa makanan yang dibawa diatas nampan.
__ADS_1
"Ayo makan."ajaknya
"Aku cuci muka dulu."
Caitlyn beringsut turun dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi untuk membasuh muka setelah itu kembali lagi duduk di atas ranjang mendekati Arsal.
"Kau tidak pergi bekerja?."tanya Caitlyn
lelaki itu memberikan sesuap makanan padanya dengan baik "hari ini aku libur ,khusus untukmu.Bagaimana aku baik kan ?."
Caitlyn menyipitkan matanya dan
bugh
melemparkan batal kecil yang ada di kasur pada wajah pria itu dengan kesal "sombong."cibir Caitlyn
sedangkan Arsal dia menahan makanan agar tak tumpah, dengan menarik nafas dalam dia menatap Caitlyn "Diam ,dan ayo makan."
"Aku tidak mau makan satu sendok denganmu." tolak Caitlyn
"Hey kita sudah pernah berciuman berapa banyak dan kau masih tidak mau makan satu sendok denganku ,dasar rubah betina." ujarnya dengan menipiskan suara dia ujung kalimat .
"Kau panggil aku apa?."tanya Caitlyn
Hap
Caitlyn memakan suapan demi suapan dari suaminya ,mereka sudah berbagi ranjang dan berbagi makanan mungkij suatu hari nanti mereka akan berbagi hati.
Dengan telaten Arsal menyuapi istrinya sampai piring habis ,dia membereskan bekas makan mereka berdua dan menyimpannya di atas nakas disamping ranjang .
Dia memposisikan dirinya sebaik mungkin,bersila menatap Caitlyn dengan serius.
"Kau kenapa?."tanya Caitlyn takut
"Kau percaya padaku atau tidak?."tanya Arsal
"50%."jawab Caitlyn seadanya
sudut bibir Arsal berkedut ,lalu mengusap dagunya yang bersih tanpa bulu jenggot.
"Jika aku bilang aku menyukaimu kau percaya ?".tanya Arsal dengan menatap dalam Caitlyn
"Tidak."
__ADS_1
Arsal menghela nafas panjang dan kembali menatap gadis itu dengan sedikit kebingungan di wajahnya.
"Ada apa?."tanya Caitlyn
Arsal mengambil kedua tangan Caitlyn dan menggenggamnya dengan hangat ,menatap dalam dua iris mata cokelat yang indah .
"berbagi ceritalah denganku,semua yang kau tak suka dan pengalaman-pengalaman tak menyenangkan yang membuatmu gelisah."
"Kau mau?."tanya Arsal
Caitlyn terdiam
dia tak bisa mempercayai siapapun sekarang,apalagi pria dihadapannya ini adalah orang baru .
dia tak semudah itu untuk membicarakan hal yang sensitif dan menceritakannya pada orang asing.
Caitlyn kembali menarik tangannya "Kau tidak perlu ikut campur hidupku, aku bisa mengatasi penyakitku ini." kata Caitlyn seraya memalingkan wajahnya
Arsal menarik kedua bahu kokoh milik Caitlyn agar kembali menghadap padanya "Apa kau tak mempercayaiku?."
Caitlyn menatap mata indah itu "Dengar,aku mempercayaimu tapi aku tidak sepercaya itu padamu.Lagipula sebentar lagi kita akan berpisah ,kau tak perlu repot-repot mengurusi urusan pribadiku."
Arsal menatap Caitlyn dengan datar namun sorot mata yang sendu "apa kau benar-benar ingin berpisah denganku?."
satu pertanyaan yang membuat atmosfer kini berubah ,seolah dinding tinggi sedang mengelilingi mereka.
Bimbang ,ragu ,dilema dan prasangka-prasangka masuk dalam lingkaran mereka.
Caitlyn tak bisa menjawab.
Keduanya diam membisu
"Apa kau ingin terus bersamaku?."tanya Caitlyn balik
"Apa kau yakin ingin terjebak denganku?orang baru yang kau kenal?."
Caitlyn menatap tegas pada pria dihadapannya,dia tak ingin salah langkah lagi.Hidupnya sudah cukup rumit karena salah langkah ,dia tidak ingin kembali salah melangkah.
Caitlyn menggengam tangan hangat itu sebelah "dan..apa kau yakin ,aku ada dihatimu." ujar Caitlyn seraya menujuk dada Arsal dengan jari telunjuknya
dia mengambil tangannya dan beringsut mundur dan turun dari ranjang meninggalkan Arsal yang tengah berperang dengan hati dan logikanya.
...TBC...
__ADS_1