
Hallo gays happy Reading
enjoy the chapter
...****************...
Ucapkan selamat pagi pada sang mentari yang selalu hadir setiap paginya membawa cahaya yang indah.
Caitlyn membuka gorden membiarkan sinar matahari itu masuk kedalam kamarnya melalui celah yang ada dan membiarkan sang surya membangunkan pria yang berstatus kan suaminya itu.
Arsal mengerjapkan matanya ,sinar matahari membangunkannya dari tidur yang nyenyak,dia sangat sensitif dengan sinar dan suara .
"Bangun ,ini sudah pagi."ujar Caitlyn seraya duduk di meja rias
Arsal bangun dan masuk kedalam kamar mandi meski dengan mata yang masih mengantuk akibat bergadang semalam.
Caitlyn memoleskan lipstik oren di bibirnya tak lupa menggunakan beberapa riasan lainnya yang membuat dirinya terlihat fresh.
Dia menyisir rambutnya dan berniat untuk mengikatnya tapi bariton khas yang selalu ia dengan menghentikan aktivitas nya.
"Sudah kubilang jika pergi kekantor jangan mengikat rambut."ujar Arsal seraya mengeringkan rambut basahnya menggunakan handuk kecil
Caitlyn menghela nafas "Aku akan pergi keluar nanti ,dan akan sangat panas ."ujar Caitlyn seraya tetap mengikat rambutnya
Setelahnya dia membantu Arsal mengeringkan rambutnya dengan hair dryer milik Caitlyn.
Selama sebulan ini Caitlyn melakukan tugas tugas seorang istri dengan baik terkecuali melayani kebutuhan batin pria itu.
"Kau akan pergi kemana nanti?."tanya Arsal
"Allesandro bilang ,kami akan pergi menemui klien di luar."
"Hanya berdua?." tanya Arsal
"Bersama Alana."jawab Caitlyn setelah itu menyimpan hair dryer dan menyisir rambut Arsal dengan sisir yang ada.
Setelah itu mereka berdua pergi turun untuk sarapan.Di ruang makan hanya ada mereka berdua ditemani dengan para maid yang melayani mereka.
Tak lama Fero datang untuk menjemput keduanya "Fero duduk dan sarapan bersama kami tanpa penolakan."ujar Caitlyn
Fero mengangguk lalu ikut sarapan bersama dengan Arsal juga Caitlyn.Selama sebulan ini sudah menjadi kebiasaan bagi Fero untuk sarapan bersama atasanya karena jika menolak maka Caitlyn tidak akan membiarkan mereka berdua untuk pergi kekantor.
Setelah selesai mereka bergegas menuju kantor bersama-sama ,dengan Caitlyn yang turun terlebih dahulu .
"Selamat pagi Carllota, Alana."sapa Caitlyn
"Pagi Caty." jawab mereka berdua
Caitlyn mengangguk seraya tersenyum lalu masuk kedalam ruangan khusus miliknya.Selama satu bulan ini dia berhasil mendekatkan diri dengan staff nya dan juga mengenal beberapa petinggi di divisi lainnya.
Pencapaian yang lumayan memuaskan baginya, beradaptasi dengan lingkungan baru bukanlah hal yang mudah akan selalu ada rintangan.
Caitlyn duduk di kursi kebesarannya dan menyimpan tas nya di atas meja, namun dia tiba-tiba mengalihkan pandangan nya pada satu cokelat yang berada di atas meja kerjanya.
Dia mengambil cokelat yang di berikan pita lucu dan juga sebuah note
"*Selamat pagi cantik.
A*- "
Caitlyn mengerutkan keningnya dan meneliti cokelat itu setelah itu memilih untuk menyimpannya untuk di makan nanti.
Setelah itu Caitlyn mulai berkutat dengan laptopnya mempersiapkan bahan untuk nanti bertemu klien.
Dia sudah memiliki list untuk pencapaian bulan ini dan salah satunya menangani kliennya yang selalu menjadi target perusahaan mereka namun susah sekali bekerjasama dengannya.
Hingga jam makan siang tiba Caitlyn,Alana dan Allesandro bergegas pergi menuju restauran yang sudah disepakati dengan klien.
Klien mereka ini adalah seorang wanita ,istri dari seorang pengusaha ternama di kota Eropa bagian timur.
Wanita itu terkenal dengan sifatnya yang arrogant dan keras kepala.Mereka bertiga menanti kedatangan wanita itu dengan harap-harap cemas.
Tak lama datanglah seorang gadis yang seumuran dengan Caitlyn ,gayanya yang sederhana namun mampu membuat semua orang merasakan aura mencekam.
Caitlyn berdiri menyambut wanita itu dan mempersilahkannya untuk duduk.Caitlyn tahu wanita ini sebelah dua belas dengan dirinya di masa lalu dan dia yakin dapat membuatnya menandatangani kontrak kerja sama ini.
"Terimakasih Nyonya Xavier sudah mau datang untuk kembali melihat produk kami." ujar Caitlyn dengan nada yang tegas
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Caitlyn dan ini rekan saya Alana dan Allesandro."
Wanita itu mengangguk
Setelah itu Caitlyn mulai mempresentasikan produk pakaian serta perhiasan yang mereka miliki dengan caranya yang benar-benar luar biasa .
Wanita itu tersenyum senang mendengarkan apa yang di berikan oleh Caitlyn."Ide dan cara penyampaian yang sangat hebat ."puji wanita itu
Semuanya tersenyum lega mendengar pujian dari nyonya xavier "Aku tertarik untuk mendapatkan suplai pakaian dan perhiasan dari perusahaan kalian."jawab Nyonya Xavier
"Ah kalo begitu silahkan anda membaca terlebih dahulu kontrak kerja sama ini."pinta Caitlyn seraya mengulurkam sebuah map yang berisikan kontrak kerja sama yang telah di buat
Nyonya Xavier menerimanya dengan sangat baik ,beliau membaca terlebih dahulu kontrak itu dan dengan beberapa negoisasi .
Namun dengan kelihaian Caitlyn nyonya Xavier menyetuji isi kontrak yang sudah dibuat dan membubuhkan tanda tangannya di kertas itu.
"Boleh aku meminta kontakmu nona Caitlyn ?."tanya Nyonya Xavier
"Ah tentu." jawab Caitlyn
Setelahnya mereka bertukar nomor ponsel dan makan siang bersama .Setelah selesai nyonya Xavier pamit untuk pergi karena ada urusan lainnya yang harus dia tangani.
Setelah nyonya Xavier pergi Alana memeluk Caitlyn erat "Aaaa mrs kau hebat ."pekik Alana
"Kita akan mendapatkan bonus yang besar setelah ini."tambahnya lagi seraya tertawa
Caitlyn hanya tersenyum "Setelah ini kita akan kemana?."tanya Caitlyn
"Kita bisa pulang." ajak Allesandro
"Ale aku ikut denganmu ya, rumah kita searah."pinta Alana yang diangguki oleh Allesandro
Lelaki itu menatap Caitlyn "Mrs bagaimana kau akan pulang?."tanya Allesandro
"Bagaimana kalo kita yang mengantarkanmu ?." ujar Alana namun langsung di tolak oleh Caitlyn
__ADS_1
"Ah tidak papa,aku akan naik taxi."tolak Caitlyn
"Kalo begitu biar kami menunggumu ya."kata Alana
"Tidak perlu,kalian pulanglah duluan."kata Caitlyn mengusir keduanya dengan halus
Alana dan Allesandro akhirnya pamit untuk pulang duluan ,sedangkan Caitlyn dia memilih berjalan-jalan di kota ini.
Dia ingin melihat keindahan kota firenze ini,dia menyusuri setiap sudut kota yang indah ini tak lupa dengan membeli makanan dan pernak pernik yang lucu.
Hingga tak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu Italia, Caitlyn memilih untuk istirahat di salah satu toko dengan memesan sebuah Lasagna dan segelas Caramel Macchiato
Makanan yang dilapisi dengan pasta, keju, dan daging. Lasagna dilapisi dengan saus tomat, keju ricotta, dan keju mozarella yang kemudian dipanggang hingga matang.
Dia memakannya dengan khidmat seraya menikmati keindahan kota Firenze ini sampai lupa tidak mengabari Arsal dan juga Fero.
Sedangkan disisi lain Arsal baru saja pulang dari kantor dia membersihkan diri lalu mencari-cari Caitlyn .
"Meena di mana Caitlyn?."tanya Arsal
Meena sang kepala maid itu terheran mendengar pertanyaan dari tuannya itu "Nyonya belum pulang tuan."jawa Meena
Mendengar jawaban dari Meena dia menjadi gelisah ,ini sudah malam kenapa istrinya itu belum pulang dan juga tidak meneleponnya sama sekali.
Dia menelepon Fero
"Fero tolong kau tanyakan dimana Caitlyn sekarang berada pada rekan kerjanya em A...siapa ya."seru Arsal dengan mengingat-ngingat nama yang tadi pagi disebutkan oleh istrinya itu
"Alana tuan?."tanya Fero
"Ya itu,cepat kau tanyakan padanya." titah Arsal lalu mematikan sambungan telepon nya mencoba menghubungi Caitlyn namun hanya suara berdering terus menerus tanpa di angkat oleh gadis itu
Tak lama ponselnya kembali berdering
"Tuan ,kata Alana tadi nyonya memilih untuk naik kendaraan umum setelah selesai meeting dengan klien."ujar Fero semakin membuat Arsal panik
"Fero lacak ponselnya sekarang."titah Arsal
Fero melacak lokasi Caitlyn dengan sambungan telepon yang masih menyala ,setelah beberapa lama mencari akhirnya Fero menemukan titik lokasi Caitlyn sekarang.
"Nona ada di Ponte Vecchio ."
setelahnya Arsal mematikan sambungan teleponnya dan segera menyusul istrinya ke Ponte Vecchio dengan kaos hitam dan celana hitam panjang.
Caitlyn tengah asyik menyipi Caramel Machiato tak sadar bahwa ada orang lain disampingnya.
"Enak?."
Caitlyn mengangguk
byurb
seperdetik kemudian dia kaget dan tersedak mendengar pertanyaan dari orang di sampingnya.
"Ka- kau ada disini?."tanya Caitlyn gugup
"Seperti yang kau lihat."jawab Arsal seraya melipat kedua tangannya dan satu kakinya yang di angkat
Setelahnya Arsal mendekatkan dirinya pada Caitlyn "Kau semakin nakal ya,mau ku hukum?."tanya Arsal seraya memegang dagu runcing milik Caitlyn
Caitlyn menjauhkan tangan Arsal dari dagunya "Aku, aku hanya sedang jalan-jalan.Aku bosan dirumah terus menerus."kata Caitlyn
"Kenapa tak mengangkat telponku?."tanya Arsal dengan kesal
Caitlyn kebingungan ,telpon?
sejak tadi ponselnya tak berdering sama sekali ,dia mengambil ponsel yang berada dalam tasnya dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari Arsal dan Alana.
Caitlyn menatap Arsal "Silent ." serunya
Arsal menghela nafas panjang "Sudah selesai makan minumnya?."tanya Arsal
Caitlyn mengangguk dengan cepat
"Ada yang ingin kau beli lagi?."tanya Arsal
Gadis itu menggelengkan kepalanya ,memberi jawaban tidak.
"Ayo pulang." ajak Arsal seraya mengulurkan tangannya
Caitlyn menerima uluran tangan itu dengan senang hati ,mereka berdua meninggalkan toko itu dengan bergandengan tangan.
menyusuri jembatan Ponte Vecchio sekaligus menikmati keindahan perairannya .Sesekali Caitlyn meminta pria itu menjelaskan tentang jembatan Ponte Vecchio atau jembatan kuno itu.
"Besok momy akan datang."ujar Arsal membuat gadis itu menatap Arsal
"Kenapa kau baru bilang."ujar Caitlyn kesal seraya melepaskan genggaman tangan mereka
Namun lengan Caitlyn kembali ditarik oleh Arsal kebelakang agar kembali sejajar dengannya ."Salahkan Fero,dia yang baru memberitahuku tadi." jawah Arsa
"Apa kita perlu membeli sesuatu untuk momy?."tanya Caitlyn
Arsal menggelengkan kepalanya "Tidak perlu,mereka yang akan membawakan oleh-oleh untu kita."ujar Arsal membuat Caitlyn mengerti
Mereka akhirnya pulang kerumah dengan sangat larut ,Arsal memandangi Caitlyn yang tertidur pulas di sampingnya.
Arsal tahu pasti gadis ini kelelahan setelah seharian berjalan-jalan di Firenze ,dia membuka safety belt milik Caitlyn lalu matanya menatap bibir yang menjadi candu baginya.
Dan Cup
Dia kembali mencium bibir manis itu dan sedikit menyesapnya .Dia tersenyum karena istrinya itu tak bangun karena sentuhanya,setelahnya dia membopong tubuh mungil itu kedalam sebelum dirinya kehilangan kendali.
"Nyonya kenapa tuan?."tanya Meena yang masih menunggu mereka berdua pulang
"Tidur."jawab Arsal lalu kembali menuju lift khusus menuju kamarnya,lift yang tidak diketahui oleh Caitlyn maupun yang lainnya kecuali orang-orang tertentu.
Dia membaringkan tubuh Caitlyn diatas kasur yang empuk itu dan membuka jaket yang melekat di badanya dan tak lupa menarik ikat rambut yang bertengger di kepala istrinya dengan pelan.
Tangannya tak sengaja menyentuh dua aset berharga milik istrinya itu membuat tubuhnya berdesir.
__ADS_1
Dia mencoba menormalkan nafasnya dengan menarik nafas terus menerus ,namun pergerakan Caitlyn membuatnya gila.
Gadis itu memeluk erat tubuhnya menempelkan benda kenyal itu padanya.
Arsal menarik nafas ,lalu melihat istrinya yang tertidur pulas seraya memeluknya.
Wajahnya yang cantik ,bibirnya yang merah merona membuat sesuatu dalam dirinya bangkit.
Cup
Arsal mengecup dan mengesap bibir mungil itu selembut mungkin agar tak membangunkan istrinya ,dan yang paling menyenangkan adalah istrinya membalasnya meski sedang berada di alam bawah sadarnya.
"Maafkan aku,tapi kau yang memancingnya terlebih dahulu." gumam Arsal
......................
Sang surya sudah naik ke atas dengan cahayanya yang menghangatkan tubuh tapi dua insan ini masih saja tertidur pulas di atas ranjang empuknya.
tok tok tok
Suara ketukan kamar yang nyaring membangunkan Arsal, pria itu berjalan dengan muka bantal dan membuka pintu.
"Tuan,nyonya besar sedang menunggu kalian di bawah."ujar Meena membuat Arsal membuka matanya lebar
"Dia sudah disini?."tanya Arsal
Maid itu mengangangguk kecil "Ya,suruh dia menunggu sebentar."titah Arsal lalu menutup pintunya kembali
Dia menghampiri istrinya yang masih nyaman membungkus dirinya dengan selimut hangat milik mereka.
Dia tersenyum mengingat perbuatannya semalam.
"Hadiah di pagi hari." gumam Arsal lalu mengecup kembali bibir gadis itu
Setelah merasa puas dia membangunkan istrinya "Hey pemalas,bangun."kata Arsal seraya menggoyangkan tubuh istrinya dengan kuat
Caitlyn yang terganggu membuka matanya "apa?."tanya Caitlyn serak
"Momy sudah menunggu kita di bawah."ujar Arsal
"Oh oke."jawab Caitlyn seraya kembali menutup matanya
sedangkan Arsal dia memilih untuk pergi kekamar mandi tanpa menghiraukan Caitlyn yang tertidur lagi karena dia yakin sebentar lagi nyawanya akan terkumpul.
dan
satu
dua
tiga
"APA !"pekik Caitlyn bangun lalu segera turun dari kamar dan ingin mandi tapi kalah cept dengan Arsal
Caitlyn menggedor gedor kamar mandi " Hey tuan biar aku duluan yang mandi."pekik Caitlyn
"Tidak."jawab Arsal dari kamar mandi seraya mencuci mukanya
"Aku dulu saja yang mandi,kau kan tahu aku mandi sangat lama."rengek Caitlyn
Arsal tersenyum licik,dia membuka pintu kamar mandi sedikit hanya membiarkan kepalanya yang nampak.
"Kita mandi bersama saja." tawar Arsal
"Kau gila ya."jawab Caitlyn marah
"Yasudah kalo tidak mau."kata Arsal dengan menutup pintu namun suara istrinya membuatnya terhenti
"Yya baiklah ,tapi kau jangan mengintip."ujar Caitlyn
Arsal tak berbicara hanya membuka pintu dan mempersilahkan istrinya masuk kedalam lalu dia kembali mengunci kamar mandi.
Ruangan yang begitu luas membuat keduanya leluasa ,Caitlyn memilih mandi di bawah shower yang terdapat kaca transparan namun tetap nampak sedangkan Arsal dia memilih merendam dirinya dalam bathup.
Dengan bertelanjang dada dan busa yang ada dibadannya dia menunggu istrinya itu selesai mandi,namun tak kunjung selesai.
Dengan kesal dia masuk kedalam menganggatkan Caitlyn yang tengah membasuh tubuhnya yang penuh busa.
Aaaaaa
"Apa yang kau lakukan."pekik Caitlyn
"Kau lama ,aku juga ingin mandi."jawab Arsal
Tanpa sadar Arsal menenguk salivanua sendiri melihat seluruh tubuh istrinya yang bertelanjang ,jika dulu dia mencicipi tubuh Caitlyn dengan mabuk sekarang dia melihat nya dengan sadar.
Caitlyn yang melihat Arsal terus menatapnya membuat dirinya juga ikut menatap dirinya yang ternyata sabun di tubuhnya sudah hilang karena guyur dari shower
"HEY BALIK BADANMU."titah Caitlyn
namun lelaki itu malah mendekat dan memjokkan Caitlyn kedinding.
Dibawah guyuran shower Arsal menatap Caitlyn dan mencolek hidung istrinya itu "Kau jangan lupa ,aku juga pernah melihatmu seperti ini."katanya membuat Caitlyn mengerucutkan bibirnya kesal
Cup
lelaki itu kembali mengecup bahkan menghisap bibir itu lagi ,meski Caitlyn sedikit berontak namun akhirnya dia juga terbawa oleh suasana dan gerakan lembut yang diberikan suaminya.
Disela mereka berciuman Arsal menyinggungkan senyuman.
Caitlyn memukul mukul pelan dada bidang Arsal karena mulai kehabisan oksigen ,setelahnya dia menghirup udara segar dengan wajah yang memerah karena malu.
Arsal mengusap bibir indah milik itu dan hendak menciumnya lagi tapi didorong oleh Caitlyn kebelakang.
"MESUM."pekik Caitlyn lalu keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti baju
Arsal hanya tertawa bahagia, gadis itu tak tahu saja apa yang dilakukannya semalam jauh lebih dari yang mereka lakukan barusan.
Ketika Arsal membersihkan dirinya terdengar kembali teriakan yang membuatnya semakin tertawa bahagia.
"AAAAA MESUM APA YANG KAU LAKUKAN ."
...TBC...
__ADS_1