
Hallo gayss
...****************...
Seperti biasa, pagi hari dia buru-buru mandi dan bersiap untuk kembali bekerja.Pekerjaannya pasti sudah menumpuk karena sudah dua hari dia tinggalkan,dan dia yakin semua rekan kerjanya akan menanyainya dengan bertubi-tubi nanti.
Caitlyn mengoleskan lipstik di bibirnya ,menata rambutnya agar tetap stay meski di gerai indah.
Mulai hari ini dia mempunyai peraturan yang harus dia patuhi dari suaminya yang salah satunya
•Tidak boleh menguncir rambut jika ingin bekera
Caitlyn tak masalah dengan itu,dia membenarkan kaos putih yang dibalut jas biru yang dipadukan dengan rok span berwarna hitam.
dia melihat suaminya sudah keluar dari walk in closet lalu menghampirinya membenarkan rambut berwarna cokelat itu agar rapih.
Arsal tersenyum hangat, dia baru tahu ternyata hal sederhana yang sering di lakukan dady and momy nya ternyata sangat membahagiakan.
"Ayo."ajak Caitlyn
Bergeser kesebalah kanan sedikit membiarkan suaminya untuk jalan terlebih dahulu.
Namun Caitlyn terkejut ketika tangannya di genggam oleh Arsal,menatapnya dengan teduh membuatnya semakin merasa jatuh.
keduanya turun bersama ,duduk di ruang makan yang sudah ada Fero disana.Dimana dia sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.
Fero menatap kedua pasangan itu "pagi tuan,nyonya."
"Pagi ,ayo duduk Fero."ajak Caitlyn ramah
Sikap ramah Caitlyn membuat Arsal sedikit badmood,dia memberikan ekspresi datar dan menatap Caitlyn.
"Dia keluarga kita,tanpanya mungkin masih akan tetap jalan di tempat."bisik Caitlyn
Arsal terdiam, kali ini dia akui.Sosok Fero sangat berperan penting bagi cintanya dan juga hidupnya.
ketiganya duduk bersama dan makan dengan tenang setelah selesai mereka semua bergegas pergi ke kantor.
......................
Fero memarkirkan mobilnya di lobi ,Caitlyn hendak turun tapi tangannya di cegah oleh Arsal.
dia menatapnya dengan tanda tanya ,sedangkan Arsal dia memberikan senyuman manisnya lalu menunjuk pipi nya.
__ADS_1
"Apa?."
"Ini."tunjuk Arsal
Caitlyn mengulum senyumnya "Disini ada orang."ujar Caitlyn bergumam tanpa suara
Arsal melirik Fero yang tengah melihat interaksinya dengan Caitlyn.Dia menatap Fero tajam "Tutup matamu, aku takut jika kau melihatnya kau akan iri."intruksi Arsal sedikit menyinggung hati Fero yang sudah lama tak di isi.
Fero menutup matanya
Caitlyn terkekeh kecil lalu
Cup
Cup
Caitlyn mengecup pipi kanan dia dan sebagai bonus dia juga mengecup bibir lembut milik suaminya sekilas.
Arsal tersenyum sumringah ,Caitlyn melambaikan tangannya pada Arsal lalu berlalu pergi meninggalkan Arsal dan Fero di dalam mobil.
"Bos,nyonya sudah masuk apa kau masih ingin terus dalam mobil?."
suara Fero membuat Arsal kembali tersadar,dia menatap Fero lalu tersenyum "Segeralah cari pasangan, kau tahu ini menyenangkan."ujar Arsal seraya menepuk bahu Fero sedikit kencang
"Bagaimana aku bisa mencari pasangan,jika semua pekerjaanmu aku yang selalu menghandle nya dulu."batin Fero
Baru saja Caitlyn sampai di lift menuju tempat duduknya,dia sudah dihadang oleh Alana dan Shofia.
"Bu bos ,kau kemana saja? apa kau sakit?."tanya Alana bertubi-tubi
Caitlyn sedikit sakit mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari Alana yang cerewet "Ya,aku sedikit...sakit." jawab Caitlyn
Allesandro menarik Alana yang hendak bertanya lagi dan merangkulnya "Sudah jangan ganggu bos,dia baru aja sembuh ayo biarkan dia kembali bekerja."
Alana mengerucutkan bibirnya lalu duduk di tempatnya kembali ,sedangkan Shofia dia membuntuti Caitlyn sampai ke ruangannya.
setelah Caitlyn duduk ,Shofia baru mau berujar "Bu, kita harus segera menyelesaikan proposal kerja sama dengan tuan Vincen."
Caitlyn mengangguk "Apa ada lagi?."
Shofia terdiam cukup lama ,dia menggerakkan kedua tangannya gelisah .Dia tak berani berbicara ,bibirnya kelu dia malu.
"Ada apa Shofia?."tanya Caitlyn lagi
__ADS_1
Shofia menatap Caitlyn dengan gugup "Bu El, sebenarnya em saya..."
Shofia ragu untuk mengatakannya membuat Caitlyn greget sendiri ,dia menopang dagunya dengan kedua tangannya menunggu Shofia menyelesaikan ucapannya.
"Saya ingin meminjam uang."cicit Shofia
Caitlyn mengernyitkan dahinya,menatap heran gadis didepannya ini.Kenapa dan mengapa ? juga tiba-tiba .
"Berapa?."
Shofia meneguk ludahnya "50 juta."
Itu uang yang tidak sedikit,Caitlyn menatap Shofia dengaj heran.Shofia bukanlah orang yang suka berfoya-foya selama yang dia tahu ,lalu untuk apa uang itu.
"Kau ada masalah?."tanya Caitlyn
Shofia menghela nafas panjang lalu menunduk .
"Kenapa?."tanya Caitlyn lagi
Shofia menatap Caitlyn dengan malu ,dia menunduk tak mau berbica lagi hingga akhirnya dia mau menceritakan semuanya pada Caitlyn .
"Kurasa aku bisa membantumu, bekerjalah dulu akan aku beritahu lagi nanti."titah Caitlyn
Shofia menatap Caitlyn dengan binar penuh harap, seolah kini dialah satu-satunya malaikat yang bisa menolongnya.
Kini waktunya pulang ,Caitlyn bergegas membereskan barangnya lalu naik kelantai atas dimana suaminya berada.
Caitlyn masuk kedalam ruangan Arsal ,bibirnya berkedut bahagia .Dia menyinggungkan senyum di bibirnya lalu berjalan menuju Fero dan juga Arsal.
"Kunzu boo."panggil Caitlyn
"Tunggu sebentar lagi,aku akan membereskan ini."pinta Arsal
Caitlyn mengangguk lalu duduk di sofa,dia mengamati Fero dengan seksama.Otaknya berfikir keras dan menimbang-nimbang sesuatu hingga terdengar suara membuatnya sadar.
"Nona jangan memandangku seperti itu,aku merasa sedang dikuliti."ujar Fero
Caitlyn tergelak,dia tertawa renyah namun seperdetik kemudian wajahnya menjadi serius.
dia memandang Fero dengan serius dan penuh harap
"Fero bantu aku ya."
__ADS_1
...TBC...