Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
Bab 7- Perpanjang kontrak


__ADS_3

Hallo gayss


Happy readingg


mohon bantuan dan dukungan kalian dengan follow ,like ,comment and share.


Jika kalian nemu nama cerita yang sama ,jawabannya adalah mimin ganti akun karena yang itu ilang dan lupa .


...****************...


"Momy ini tidak seperti yang kau lihat." bantah Arsal


"Ya nyonya, semalam saya mabuk dan em ya saya menyusahkan tuan semalam."kata Caitlyn


Seina melipat kedua tangannya menatap dua manusia yang ada dihadapannya .Setelah Seina memergoki keduanya tidur bersama,Seina menyuruh keduanya untuk membereskan baju mereka setelahnya menghadap padanya di balkon kamar mereka.


Wanita berumur 45 tahun itu menatap Arsal dan Caitlyn bergantian "Sudah diputuskan kalian harus menikah secepatnya."putus Seina


Caitlyn dan Arsal sama-sama membulatkan mata mereka


"NO."


"TIDAK."


mereka berdua dengan tegas menolaknya.


Menikah ?


No !


Lagi pula ini hanya sebuah kesalah pahaman ,Caitlynpun sudah mengakuinya dia yang salah karena mabuk semalam dan menyusahkan Arsal.


Sedangkan Arsal ,momy nya itu tau pasti anaknya itu jarang betah menggunakan baju jika ingin tidur.Tapi wanita paruh baya itu tak mau mendengarkan penjelasannya.


"Nyonya, ini hanya salah paham."ujar Caitlyn berdiri dan menghampiri Seina


Seina memegang kedua lengan Arsal "sayang jangan takut, kalo setelah kalian menikah dia macam-macam kau bisa melaporkannya pada tante."


Jawaban Seina benar-benar membuatnya tak masuk akal "Nyonya ,ini ti-."


Seina menutup mulut Caitlyn dengan jari telunjuknya


"Saya akan melamarmu pada kedua orangtuamu secepatnya."kata Seina benar-benar membuat Caitlyn frustasi


Wanita paruh baya itu menatap Arsal dengan tajam "Minggu depan momy ingin kalian sudah menikah."


"Fero, atur pertemuan kita dengan keluarga gadis ini." titah Seina


Fero mengangguk patuh ,setelahnya pergi keluar untuk melaksanakan tugasnya.


Caitlyn mengigit jarinya gelisah ,ini tak boleh terjadi.Dia merutuki dirinya kenapa bisa begitu mabuk hanya karena pria bodoh dan wanita sialan itu.


Caitlyn menatap Arsal dengan tatapan memelas "Cepat tolak ."gumam Caitlyn seraya mengatupkan kedua tangannya pada pria itu.


Arsal hanya mendengus kesal ,dia juga tidak bisa melawan perintah kanjeng ratunya itu jika ibunya memiliki bukti .meskipun bukti itu benar atau tidak.


Fero kembali datang kedalam ruangan "Nyonya ,keluarga Valenci akan menghadiri makan malam nanti ." ujar Fero


Seina mengangguk lalu tersenyum kecil


Arsal menatap momynya dengan tatapan curiga "Jelas sudah direncanakan."batinya


Arsal menatap Caitlyn yang tengah gelisah dengan raut wajah yang muram.Melihat gadis didepannya dia tersenyum simrik.


"Baiklah ,sesuai dengan yang kau mau mom."kata Arsal membuat Caitlyn menatap pria itu dengan tak percaya


Caitlyn menatap tajam pria itu ,sungguh dia ingin sekali membunuhnya dan memotong-motong tubuhnya.


Dia harus tinggal seatap dengan dia selamanya?


Tidak !


Tujuh hari menjadi budaknya saja sudah membuatnya lelah ,apalagi ini setiap saat bersamaanya.


"Fero, hubungi Keyla untuk mememani Caitlyn ya." titah Seina


Seina menghampiri Caitlyn seraya tersenyum lembut, dia membelai pipi calon mantunya itu "Kau tinggal disini dulu ya,besok aku akan mengantarkanmu ke rumah mu."ujar Seina lalu pergi meninggalkan hotel itu bersama Arsal


Seina meminta Fero untuk menjaga Caitlyn sebelum Keyla datang.Merkea berdua duduk di sofa saling berhadapan ,Caitlyn meraih sebuah bantal sofa dan menopang tangan diatas bantal itu.


"Fero bantu aku."pinta Caitlyn dengan berkaca-kaca


"Sungguh aku dan dia tidak berbuat macam-macam."kata Caitlyn dengan air mata yang mulai mengalir dari kedua upuk matanya


dia menghapus air mata yang mengalir dari kedua upuk matanya "Semalam aku akui ,aku mabuk berat dan ya aku- aku menyusahkannya mungkin."tambah Caitlyn seraya mengingat-ingat apa yang terjadi semalam


"Ya ak- aku juga yang memintanya untuk tidur bersamaku karena aku mengira dia itu bara."adu Caitlyn


"Bara?.kenapa kau berfikir itu bara ? siapa bara nona?."tanya Fero bertubi-tubi


Caitlyn hanya diam ,dia memaki dirinya sendiri kenapa lemah sekali .Ketika melihat mantan kekasihnya itu bersama orang lain mengapa dia begitu terluka sampai melakukan hal bodoh.

__ADS_1


"Sial sial sial ini semua karena Killa sialan."makinya dalam hati


"Nona,siapa Bara?."tanya Fero


"Mantan kekasihku."gumam Caitlyn kesal


Fero mengangguk-anggukan kepalanya ,paham bagaimana semalam bagimana Caitlyn bisa mabuk.


"Sudah terima saja,ini akan menguntungkan bagimu nona.Kau akan menjadi istri dari orang paling berpengaruh di eropa dan kau akan menjadi istri yang beruntung karena menikahi tuan yang tampan." ujar Fero


Caitlyn memberenggut kesal ,lalu menatap Fero dengan berapi-api."Aku bukan wanita yang tergila-gila akan harta ataupun ketampanan, aku tak perduli seberapa kaya dan tampan dia.Yang pasti aku tidak ingin menikah." ujar Caitlyn seraya menunjuk Fero dengan kecewa mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Fero.


lalu dia pergi mengurung dirinya didalam kamar yang membuatnya terjebak dalam situasi ini.Dia memandangi lautan yang indah dengan air mata yang terus mengalir dari kedua upuk matanya.


......................


Dengan wajah yang berseri Seina juga Samuel menjamu keluarga Valenci yang baru datang.


"Silahkan duduk."ujar Seina


Hendra Gwei dan Fania dengan senang hati duduk dikursi yang sudah disiapkan sebelumnya.


Fania mencuri-curi pandang pada Arsal yang duduk dengan cool disamping Samuel.Mereka ber enam makan dengan hidmat sebelum mengutarakan inti dari undangan makan malam ini.


Sedangkan Caitlyn dia tengah sibuk berdebat dengan Keyla juga Cleo yang menemaninya didalam kamar hotel.


Lebih tepatnya kedua wanita itu menjaga Caitlyn agar tak melarikan diri dan memberikan wejangan agar Caitlyn bisa menerimanya.


"Kamu tahu Cleo aku tidak pernah ingin menikah."ucap Caitlyn kesal


Cleo menarik kedua bahu Caitlyn agar tenang dan menatap dirinya "El ,ini mungkin udah takdir.Ibu lo juga pasti bakal sedih kalo liat lo diam terus di Zona nyaman lo." ujar Cleo tegas seraya menatap mata Caitlyn


Wajah indah yang belum tersentuh make up itu menunduk menangis menghadapi kenyataan ini.


perlahan tubuh Caitlyn luruh terduduk seraya menyembunyikan wajah indahnya.Dia menangis dalam diam "Ibu lo pasti bahagia kalo lo nikah."ujar Cleo ikut berjongkok seraya mengusap pundak indah milik Caitlyn


Begitupun dengan Keyla ,dia ikut berjongkok menenangkan Caitlyn "Percaya dia yang terbaik buat lo." ujar Keyla menepuk nepuk bahunya


Caitlyn memandang kedua wanita dihadapannya ,mereka tak mengerti dia tak ingin menikah .


Caitlyn mencoba menormalkan detak jantung dirinya yang tak beraturan karena menangis.


Brak


Caitlyn , Keyla dan Cleo terperanjat kaget ,suara pintu yang dibuka dengan kencang membuat mereka menatap arah suara.


Caitlyn menatap bingung ayahnya yang kini ada didepannya dengan wajah yang galak.Tak lama ayahnya menyeret dirinya keluar dari hotel.


Dia tak mengerti apa yang terjadi kini,yang dia tahu ayahnya membawanya pergi meninggalkan hotel dengan terburu-buru dengan keluarga Samuel yang mencoba menahannya.


Dia menatap Arsal "Tuan ,biarkan saya menikahi putri mu ini.kami sudah sepakat untuk menikah."ujar Arsal


"Tidak,putriku sudah dilamar oleh orang lain dan akan segera menikah .Jika kau mau menikahi putriku,maka nikahi anak bungsu ku." ujar Hendra membuat Caitlyn membulatkan matanya dan menatap ayahnya tak percaya


Sungguh dia bingung.


Hendra kembali menarik lengan Caitlyn dengan kencang dan menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil bersama dengan Gwei.


Hendra memajukan mobilnya meninggalkan hotel itu dengan Caitlyn yang kebingungan.Sedangkan di hotel Arsal entah harus merasa senang atau sedih ,hatinya bimbang.


Dia sejujurnya bahagia karena orang tua Caitlyn menolaknya ,membuatnya tak perlu repot-repot menolak ini dengan susah payah.


disisi lain dia juga khawatir dengan Caitlyn, dia rasa gadis itu tidak baik-baik saja kini.


Keyla dan Cleo meminta penjelasan dari Arsal yang kini tengah merenung di atas sofa hotel tempatnya tinggal.


"Ini ada apa sebenarnya?".tanya Keyla


Arsal menatap Arsal "Apa dia punya kekasih?".tanya Arsal pada Cleo


"Tidak, dia tak pernah memiliki hubungan apapun dengan pria kecuali pekerjaan, terkecuali dirimu."jawab Cleo


Arsal terdiam "Apa yang terjadi?."tanya Cleo tak sabar


"Mereka mengira ingin melamar putrinya yang satu lagi, dan begitu marah ketika mendengar aku ingin melamar Caitlyn ."ujar Arsal


"Lalu?."tanya Cleo lagi


"Mereka bilang, Caitlyn sudah dilamar oleh orang lain dan akan segera menikah."


"menikah ? sejak kapan."gumam Cleo dengan mengingat-ingat apakah ada yang terlewatkan tentang bos nya itu.


Dan akhirnya Cleo paham dia membulatkan matanya jika memang ini benar "Astaga Caitlyn dalam masalah besar."ujar Cleo


Arsal menatap Cleo dengan bingung "Tuan kumohon bantu aku mencari Caitlyn,dia dia pasti akan dinikahkan dengan si pak tua itu."ujar Cleo memohon


"Pak tua ?." gumam Arsal


"Ya ,Tuan Hendra ingin memaksa Caitlyn untuk menikah dengan tuan Darendra si tua yang memiliki istri lima itu untuk mendapatkan keuntungan."ujar Cleo


Arsal terdiam

__ADS_1


...----------------...


Kini Caitlyn berada di sebuah Villa di pesisir pantai yang jauh dari rumah-rumah, dirinya dikurung dalam sebuah kamar setelah kejadian semalam.


Yang dirinya tahu semalam dia diberikan minuman oleh ayahnya setelah itu dia tak sadarkan diri.


Dan sekarang dia heran , karena ayahnya tak membawa dia pulang kerumah melainkan ketempat lain.


Dia perlana menggerakan tubuhnya ,namun ada satu hal yang mengganjal dihatinya.


Pakaian nya.


Pakaian nya berganti menjadi baju pengantin berwarna putih, dia bingung apa yang sebenarnya terjadi.


Tak lama Hendra datang bersama dengan seorang pria tulen "Tolong rias dia."pinta Hendra


"Apa yang ingin kau lakukan padaku ayah."tanya Caitlyn beringsut mendekati ayahnya


Namun Hendra seolah tuli ,dia hanya menatap Caitlyn datar tanpa ekspresi ."Diam dan tenanglah."ucap Hendra dingin


membuatnya diam


Sudah lama sekali dia tak mendengar suara ayahnya, namun sekali mendengarnya suara itu seolah mengintimidasinya.


"Jangan berani menolak pernikahan ini,atau mencoba mengacau.Jika sampai itu terjadi kau akan melihat jasadku."ancam Hendra lalu pergi meninggalkan Caitlyn bersama dengan pria tulen itu.


Di duduk diatas kursi rias ,didepannya ada kaca besar membuat dirinya bisa melihat bagaimana kini kondisinya.


Pria itu mulai merias Caitlyn dengan sederhana "Nona tolong jangan menangis."pinta pria itu


Setelahnya pria itu kembali merias Caitlyn dan menata rambutnya untuk menjadi seorang pengantin yang sangat cantik.


Setelah selesai pria itu tersenyum puas "you so beautiful."pujinya yang tak mampu membuat Caitlyn bahagia


Pintu terbuka memperlihatkan Hendra yang kembali datang ,dia mengajak Caitlyn untuk turun kebawah


Caitlyn hanya bisa patuh, sebenci apapun dia pada ayahnya tetap saja dia tak mau kehilangan keluarga satu-satunya itu.


Dengan langkah berat dia menuruni satu persatu anak tangga bersama dengan ayahnya.


Dia menatap semua orang yang hadir termasuk kelima istri Darendra.Matanya yang sembab terlihat jelas meskipun sudah ditutupi oleh make up.


dia berjalan dengan ragu menuju altar pernikahan ,air matanya kembali menetes .


Dia tak mau menikah !


DOR


suara tembakan begitu menggema didalam ruangan membuat semua orang yang hadir panik begitupun dengan Caitlyn.


Dia menatap kekacauan ini ,dia mencari-cari asal suara tembakan itu hingga akhirnya dia melihat seorang pria gagah dengan pistol ditangannya.


Dia tersenyum


Mengangkat gaun pengantin nya berlari menggapai pria didepannya dan


Hap


Caitlyn memeluk pria didepannya dengan erat "Tuan mesum aku minta perpanjang kontrak menjadi kekasihmu ."gumam Caitlyn


membuat pria itu terkekeh ,dia memeluk balik Caitlyn dengan satu tangannya .


"Akan kita bicarakan lagi nanti honey."


Sedangkan tangan lainnya terus menembaki orang-orang milik Valenci dan Darendra.


Setiap pria itu menembak Caitlyn akan mempererat pelukannya, dia takut dengan suara tembakan.


"Apa yang kau lakukan !." bentak Hendra dengan Darendra di sampingnya


Arsal menurunkan pistolnya "Aku hanya menyelamatkan wanitaku."


"Dia anakku."


"Anakmu atau penghasil uangmu?."tanya Arsal membuat Hendra terdiam dengan raut wajah yang muram.


"Jika kau memilihnya ,maka jabatanmu akan aku cabut dan kau tidak boleh menginjakkan kakimu lagi kerumahku."


Caitlyn menatap ayahnya ,perasaan bimbang mulai hinggap di hatinya.Rumah itu adalah rumah berharga untuknya ,banyak kenangan Antara dirinya dan ibunya .


Dia tak mempermasalahkan harta.


Namun tangan besar nan hangat disampingnya kini menggengam jari jemarinya ,Caitlyn menatap Arsal yang juga tengah menatapnya.


Pria itu mengangguk seraya tersenyum,seolah meyakinkan bahwa dirinya untuk memilih pria itu.


"Maaf ayah,tapi lebih baik aku menjadi budak keluarga Samuel daripada aku menikah dengan pria menjijikan disampingmu."ujar Caitlyn


Setelah mendengar penuturan Caitlyn Darendra begitu marah dan mengambil tindakan yang membahayakan.


DOR

__ADS_1


"AR."


...TBC...


__ADS_2