Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
Bab 6- Bobo bareng


__ADS_3

Hallo gayss


Happy Reading and enjoy the Chapter..


...****************...


Sudah genap 6 hari Caitlyn menjadi kekasih dari anak klien besarnya, sudah 7 hari pula keresahan dan kekesalannya yang dia tahan selama tujuh hari pada pria yang mesum ini.


Dan sekarang adalah hari terakhir dirinya menjadi kekasih palsu tuan Arsal, ini juga menjadi hari terakhirnya untuk berakting manis nan anggun dihadapan pria menyebalkan itu.


Caitlyn menarik nafas seraya tersenyum


"Baiklah ini hari terakhir menjadi seorang tour wisata gratis untuk si bodoh itu."gumam Caitlyn meyakinkan dirinya dan menyemangati dirinya sendiri


Jika boleh jujur ,dirinya tersiksa ketika bersama pria itu.Dia harus menjadi ramah nan lemah lembut yang mana dirinya tak terbiasa seperti itu, apalagi dia harus selalu waspada karena lelaki itu kerap kali mencuri-curi kesempatan.


Caitlyn tengah mengurus perizinan beberapa tanah yang akan mereka pakai untuk mendirikan rumah-rumah mewah bersama dengan pegawainya yang lain.


"Jian cepat selesaikan perizinan ini ya."pinta Caitlyn ketika melihat beberapa proposal yang sudah hampir selesai


"Baik miss." jawab Jian lali kembali mengerjakan tugasnya


Caitlyn berjalan-jalan melihat pekerjaan setiap karyawan intinya ,mereka adalah orang-orang kepercayaannya .


Caitlyn membentuk mereka agar masalah-masalah yang sulit ditangani bisa segera mereka handel.


"Mrs, ini adalah desain yang klien minta apa perlu kita menambahkan yang lainnya?."tanya Dea seorang arsitektur wanita yang paling top


Caitlyn meneliti rancangan yang dibuat oleh Dea "Ya sudah bagus ,kamu boleh tawarkan pada mereka untuk menambahkan sudut hijau agar ada ruang segar."kata Caitlyn


"Laksanakan mrs."jawab Dea


Ketika Caitlyn tengah sibuk dengan karyawan-karyawan nya telepon nya berbunyi dengan nada yang berbeda.


*Ada babi


oing oing oing


ada monyet


uuaa uuaa*


Nada yang sudah Caitlyn setting .


Semua orang mencari-cari asal suara hingga akhirnya mereka kembali bekerja ketika tahu siapa pemilik ponsel itu.


"Ya ,ada yang bisa saya bantu lagi ?."ujar Caitlyn dengan yg suara lembut yang di paksakan


"Nanti malam temani aku datang ke acara anniversary klienku."


"Nanti akan ada asistenku menjemputmu,ikutlah dengan dia untuk memilih pakaian ." ujar Arsal


"Aku masih memiliki pakaian yang layak tidak perl-..."


"Aku tak menerima penolakan."ujar Arsal menyela


Caitlyn hanya bisa menyetujui nya,karena dia tahu percuma menolak terus-menerus.Pria itu punya seribu cara untuk memaksanya.


Tak lama ada seorang pria dengan pakaian formal ,menyapanya dengan sopan yang sudah Caitlyn kenal.


Asisten si bodoh dan mesum itu.


Fero Manuela Ricardo


"Nona mari." ajak Fero


"Baiklah,ayo."jawab Caitlyn seraya berjalan bersama dengan Fero


Dia selalu berjalan disamping Fero,tak mau berada didepannya karena baginya mereka berdua ini sama di mata si bodoh itu.


ketika berada di lobi Caitlyn meminta berhenti sebentar ,dia berjalan mendekati resepsionis "Sasa ,tolong kau sampaikan pesanku pada Cleo.Kalo aku akan pergi sebentar bersama Fero."kata Caitlyn


Resepsionis bernama Sasa itu mengangguk paham "Siap Mrs."


setelah itu Caitlyn kembali berjalan bersama dengan Fero menuju mobil mewah milik Arsal,mobil Audi 8L yang didesain khusus agar penumpang nyaman.


Caitlyn memilih duduk disamping Fero ,menemani pria itu mengendarai mobil.Sesekali Caitlyn bercerita bagaimana bos dia memperlakukannya dengan seenaknya.


"Fero apa dia semenyebalkan itu?." tanya Caitlyn membuat Fero menelan salivanya sendiri.


pertanyaan dari Caitlyn bukanlah hal yang patut ditanyakan padanya, dia tak bisa menjawabnya karena akan berpengaruh pada pekerjaan nya.


Fero hanya tersenyum "Dia orang baik nona kau hanya belum bisa melihat dirinya yang sebenarnya."ungkap Fero


Caitlyn hanya memberenggut sebal, ia tak puas dengan jawaban yang diberikan Fero.Dia menginginkan jawaban yang lugas dan tidak berbelit seperti itu.


Tak lama Fero memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang lumayan luas bergaya italian itu.


Fero menuntut Caitlyn untuk masuk kedalam, Caitlyn akui rumah ini nampak sangat indah dengan arsitektur-arsitektur yang unik didalamnya.


Hingga sampai di ruangan tamu,bernuasa gold mereka berdua berhenti.


"Selamat siang Nona Key."ujar Fero


Gadis yang tengah membelakangi mereka itu berbalik setelah mendengar sapaan dari Fero.Caitlyn begitu terpana melihat kecantikan wanita yang ada didepannya ini.


Wajahnya yang cantik , tubuhnya yang mungil menambah kesan anggun pada dirinya .Wanita itu Tersenyum ramah dan mendekati mereka berdua .


Wanita yang bernama Key memegang kedua lengan Caitlyn lembut "Jadi ini ?."tanya Key seraya melirik Fero


Fero mengangguk


"Cantik sekali."pujinya


Key kembali melirik Fero "Kau tunggu disini ,biar aku yang mengajaknya untuk melihat-lihat gaun hasil karyaku."ujar Key lalu meninggalkan Fero di ruang tamu sendirian.


Key menggengam lengan Caitlyn "Jangan sungkan padaku,namaku Keyla kamu bisa memanggilku Key."ujarnya


Caitlyn hanya mengangguk tersenyum seraya melihat seisi rumah ini.Keyla mengajak Keyla menuju satu ruangan yang berada dilantai atas .

__ADS_1


Dua pintu yang indah terpampang jelas dihadapan mereka,perlahan Key membuka pintu itu.


dan betapa terkejutnya Caitlyn ketika melihat ruangan ini dipenuhi dengan pakaian-pakaian yang sangat indah.


"Pilihlah."titah Key membuat Caitlyn bingung sendiri


"Aku tak bisa memilih,bisakah kau memilihkan nya satu untukku."ujar Caitlyn


Key menatap Caitlyn dengan tersenyum bahagia ,ya sebenarnya dia sudah memilihkan satu gaun yang cantik untuknya.


"Baiklah, tunggu disini."titah Keyla lalu berlalu pergi lebih dalam


Caitlyn hanya duduk diam di atas sofa yang ada ,dia memperhatikan begitu banyak pakaian indah di dalam sini.


Tak lama Keyla datang dengan membawa sebuah gaun berwarna merah yang begitu indah.


Caitlyn berdiri "Ini , cobalah." titah Keyla


Caitlyn mengambil gaun itu dan pergi menuju ruang ganti yang ada ,setelah itu dia mencobanya dan memperlihatkannya pada Keyla.


Keyla tersenyum senang "So beautiful." puji Keyla


Caitlyn tersenyum senang ,lalu kembali keruang ganti dan memakai pakaian yang dia pakai tadi.


Setelahnya Keyla dan Caitlyn kembali turun kebawah menemui Fero yang tengah menunggu mereka .


Fero yang tengah bermain ponsel ,kini menatap dua gadis itu lalu kembali memasukan ponselnya kedalam saku jaz nya.


Keyla menatap Fero "Bolehkan aku juga yang membantu merias nya?."tanya Keyla


"itu terserah nona Caitlyn."jawab Fero


Keyla menatap Caitlyn dengan penuh harapan "Baiklah ,nanti sore aku akan kembali kesini."jawab Caitlyn membuat Keyla senang bukan kepalang.


Dia memiliki sebuah keterampilan dalam mendesain pakaian dan merias make up ,dulu dia sangat terkenal diberbagai negara .namun karena suatu hal dia memilih untuk berhenti dan bekerja di rumah ini, Bali.


"Nona Key ,apa aku boleh membawa temanku kemari?." tanya Caitlyn


Keyla tersenyum bahagia "tentu,kenapa tidak.Aku juga akan menyiapkan pakaian untuknya jika diperlukan."jawab Keyla semangat


Caitlyn memandang Keyla dengan senang, dia seperti memiliki teman baru kini.Keyla adalah orang yang sangat cantik dan juga ramah .


Caitlyn dan Fero pamit untuk kembali pulang dan berjanji akan kembali nanti sore untuk menemuinya.


*******


Sore harinya seperti janji yang sudah Caitlyn katakan ,dia datang kembali mengunjungi Keyla bersama dengan Cleo.


Keyla menyambut keduanya dengan tangan terbuka dan mempersilahkan keduanya untuk masuk kedalam rumah.


Keduanya mengekor dibelakang Keyla kembali menuju ruangan sebelumnya yang pernah Caitlyn singgahi.


Keyla menyerahkan gaun cantik tadi pada Caitlyn untuk segera dia kenakan.Mennunggu Caitlyn ,Keyla berkenalan dengan Cleo.


"Aku Keyla,kau bisa memanggilku Key."ujar Keyla


Keyla mengerutkan keningnya "Nanci?." gumamnya seperti pernah mendengar nya ,namun entah dimana.


"Kau juga akan pergi ke acara bersama Caty?."tanya Keyla setelah melihat penampilan Cleo


Cleo tersenyum seraya mengangguk kecil "Sebenarnya aku akan pergi dengan temanku yang lain."jawab Cleo sedikit malu


Keyla hanya tersenyum "Kau akan pergi dengan kekasihmu ya ?."tanya Keyla sedikit menggoda


Cleo hanya terkekeh "Apa kau tidak akan pergi kemana-mana?."tanya Cleo


Keyla menggelengkan kepalanya "Tidak,aku akan pergi ke taman buah setelah ini."


"Apakah ada taman buah disini?."tanya Cleo penasaran


Keyla mengangguk "Lain kali kalian datang kemari ,aku akan mengajak kalian berkeliling disini."kata Keyla seraya terus berbincang-bincang , layaknya dua teman yang sudah saling mengenal.


ya mereka terlihat akrab.


Tak lama Caitlyn keluar dari ruang ganti , Keyla membantu Caitlyn berhias .Cleo juga ambil adil membantu Caitlyn berhias,mereka sama-sama suka me make over orang.


Caitlyn hanya bisa memejamkan mata dan mengikuti instruksi keduanya ,ya dia memang tak terlalu perduli dengan penampilan jadi dia tak tahu terlalu banyak tentang make up .


Setengah jam kemudian mereka sudah siap.


Caitlyn sudah cantik dengan gaun dan riasan yang natural."Ayo, Arsal sudah menunggumu dibawah." ujar Keyla


Ketiganya turun dengan anggun,mereka seperti sudah tuhan atur untuk bertemu.Terbukti mereka terlihat sangat akrab sekarang.


Sesampainya dibawah Keyla mengerutkan keningnya melihat sahabatnya ada disini "Leon kau disini?."tanya Keyla


"Menjemput kekasihku."jawab Leon seenaknya seraya mendekatkan Cleo


keyla mengangguk mengerti "Ow jadi ini teman yang kau maksud Cleo.Hati-hati padanya dia agak nakal."ujar Keyla lalu terkekeh


"Kau tidak mau ikut bersama kami Key?."tanya Arsal


"No, pergi sana bersenang-senanglah."usir Keyla


Mereka berempat pergi meninggalkan kediaman Keyla menuju Katamama Hotel yang sudah disulap menjadi ruangan yang begitu indah ,dengan taburan bunga dan lampu temaram yang membuat kesan mewah.


Arsal menggandeng lengan Caitlyn untuk memasuki ruangan utama ,banyak pasang mata memandang mereka .


Terlebih Caitlyn, dirinya yang cantik ditambah pakaian yang dia kenakan begitu cantik membuat semua bibir memuji dirinya.



Arsal yang berada disamping Caitlyn agak risih melihat tatapan para lelaki memandangi kekasih palsunya itu.


"seharusnya tadi aku saja yang memilihkan baju khusus untuknya." batin Arsal


Caitlyn hanya menampilkan ekspresi biasa, wajahnya hanya datar ,dia tak suka pesta seperti ini.


Arsla memperkenalkan Caitlyn pada sang tuan rumah yang tentu mengenal Caitlyn ,CEO baru yang hebat.

__ADS_1


Kemudian mereka memilih duduk ,Caitlyn mengambil sebuah cake dan memakannya dengan khidmat.


"Aku akan menemui klienku dulu."ujar Arsal pamit pergi


Caitlyn kini tinggal sendirian bersama dengan makanan yang dia bawa tadi "Ow lihat siapa yang ada disini."ujar seorang wanita yang tak dikenal yang tiba-tiba duduk dihadapannya.


"Sedang apa kau disini? menggembal ?ah ataukah menemani pria hidung belang."tanya nya lagi


Caitlyn menatap siapa orang yang begitu lancang padanya ,matanya yang tajam menatap wanita itu dengan dingin dan tajam.


"Apakah aku tidak salah dengar? bukankah itu dirimu sendiri?."kata Caitlyn membalikan keadaan


Menatap gadis didepannya dengan tajam,gadis yang sangat dia benci .


"Kau masih saja sama sombong, bukankah kau sudah di usir dari keluarga mu karena kelakuan mu yang menjadi liar hah."cibir gadis itu


"Jaga ucapanmu Killa." kata Caitlyn seraya menekankan setiap kata


Killa sahabat yang kini menjadi musuhnya ,dia menusuknya dari belakang .Diam menjadi sahabat bergerak memfitnahnya dan mengambil kekasihnya.


"Oh ya ,aku dan Bara akan segera menikah."ucap Killa dengan bahagia


Caitlyn hanya memutar bola matanya malas "Bukan urusanku."jawab Caitlyn


"Hm yasudah ,nikmati saja makanan disini ya .kapan lagi kau akan makan enak seperti ini."ujar Killa kemudian pergi


Caitlyn memandang tajam punggung Killa, perasaanya begitu marah ketika kembali melihat gadis itu.


bayangan saat dulu dia merampas semua miliknya tergambar jelas di otaknya.


Yang paling menyakitkannya adalah dia juga merampas kekasihnya yang sudah 3 tahun bersamanya.


Meskipun sudah 4 tahun berlalu tapi bayang-bayang itu begitu menyakitkan ,dimana semua orang meninggalkannya dititik terendahnya.


Rasa sayangnya pun masih ada untuk Bara meskipun hanya sedikit,namun kenangan indah saat bersama Bara terus berputar dalam otaknya.


Terlebih kini dengan kedua matanya sendiri dia melihat Bara dan Killa yang nampak sangat bahagia juga mesra ,hatinya terluka.


Caitlyn memilih meninggalkan ruangan itu dan pergi menuju bar yang ada didalam hotel ini.


Bar akademik.


Dia memang tak pernah pergi ke bar ,namun dia tahu letak-letak bar itu berada .


Caitlyn perlahan masuk kedalam bar dan duduk disalah satu kursi yang tersedia dekat sang bartender.


Bar ini lumayan cukup ramai ,namun Caitlyn tak memperdulikan nya yang terpenting sekarang menenangkan hatinya.


"Ada yang bisa dibantu nona?." tanya sang bartender yang cukup tampan


"Bisa kau berikan aku wine untuk gadis patah hati ini?."tanya Caitlyn


Bartender itu sedikit berfikir "bagaimana dengan Rothbury Estate Cabernet Merlot?."ujar nya


"Tidak masalah,berikan padaku."ujar Caitlyn


Sang bartender memberikan segelas wine itu padanya , Caitlyn yang sedang patah hati terus menerus meminta sang bartender untuk menuangkan wine itu untuknya.


sudah hampir satu jam dia dalam sana,keadaanyapun sudah sangat mabuk.Caitlyn terus meracau tentang masalalunya.


Bartender itu sedikit khawatir dengan keadaan Caitlyn "Nona apa ada yang bisa saya hubungi?."


Caitlyn menggeleng "berikan aku segelas lagi."pinta Caitlyn


namun sang bartender enggan memberikannya lagi "Berikan lagi aku satu gelas lagi."ujar Caitlyn


"Satu gelas lagi nona." ujar bartender itu memberikan gelas itu padanya


"Beri-." belum sempat ucapannya selesai ,dirinya sudah ditarik kedada bidang milik seorang lelaki.


pria itu menatap marah Caitlyn yang sudah mabuk ,dia menatap wanitanya itu dengan tajam.


"Apa yang kau lakukan disini."tanya Arsal


namun Caitlyn malah terus meracau dan memakin dirinya yang dianggap sebagai Bara.


Arsal menatap bartender itu lalu memberikan kartu pembayaran padanya,setelahnya dia mengangkat Caitlyn ala bride style .


Caitlyn terus saja meracau tak jelas ,bahkan dia menangis.Arsal yang melihatnya pun merasa tak tega dan membawanya pulang ke hotel yang dia tempati.


Didalam hotel Caitlyn belum juga tidur ,dia masih terus meracau dia justru semakin berani dengan sesekali mencium tengkuk Arsal dan meraba setiap inci wajah milik pria itu.


"menyusahkan."gumam Arsal


Dia meletakan gadis itu di kasurnya dan hendak pergi,namun gadis itu menarik dasinya membuat dirinya jatuh diatas tubuh Caitlyn.


Caitlyn memeluk pria itu "Jangan pergi lagi bara."gumamnya seraya mendekap erat tubuh pria itu.


Arsal yang kesusahan dia melepaskan dirinya dari gadis mabuk itu, namun gadis itu malah menangis membuatnya mau tak mau tidur disebelah gadis itu seraya mendekapnya dengan erat.


********


Pagi harinya Arsal terbangun dengan suara teriakan yang begitu menggelegar dikamarnya


"ARSAL BANGUN !."


arsal menguap dan mengusap wajahnya


"APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA HAH."tuding Seina


"Apa?."tanya Arsal tak mengerti


Seina menggeleng-gelengkan kepalanya ,tak lama Caitlyn juga terbangun ketika mendengar suara gaduh disisinya.


Kepalanya terasa berat mungkin efek semalam karena terlalu banyak meminum wine.


"Momy tidak mau tahu secepatnya kalian harus menikah."


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2