
Halo gayss
happy reading
...****************...
Tidak pernah terbayangkan,orang baru akan jadi pemenang dihatinya.Dulu dia menganggap semua laki-laki sama saja, seorang brengsek dan bajingan.
Dia tak pernah merasakan ketulusan seperti ini,dulu hanya dia yang selalu berkorban untuk kekasihnya .
dia memberikan segala yang kekasihnya dulu inginkan ,namun di saat dia terpuruk dia malah meninggalkannya begitu saja dan pergi dengan wanita lain.
Caitlyn memandang wajah tampan disampingnya,yang memeluknya erat memberikan sebuah kenyamanan dan kehangatan .
Dia berterimakasih pada tuhan karena mempertemukannya dengan pria sepertinya.
Tak perduli sebrengsek dia dimasa lalu ,jika pada akhirnya dia dapat menepati janjinya menjadikannya satu-satunya,kenapa tidak.
Caitlyn merapatkan tubuhnya pada pria itu dan memeluknya dengan nyaman dan kembali terlelap kealam mimpi.
......................
Pukul 07.30
Caitlyn terusik dengan ciuman yang diberikan suaminya di wajahnya.Dia membuka matanya dan mendorong dada bidang pria itu dan membalikkan badannya memunggunginya.
"Hey bangun,ayo makan."bisik Arsal
namun Caitlyn yang masih mengantuk dia hanya menjawabnya dengan deheman yang membuat Arsal gemas.
Cup
Arsal mencium pipi Caitlyn
pria itu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi,meninggalkan Caitlyn yang masih nyaman dibawah selimut tebal yang hangat.
tak lama dia kembali, membuka selimut yang menutupi tubuh Caitlyn yang polos.
Dia mengangkat Caitlyn ala bride style membuat Caitlyn kaget.Dia menatap suaminya dengan kesal.
"Mau kemana?."tanya Caitlyn
"Mandi."
"Kenapa kau membuka selimutnya."cicit Caitlyn malu
"Karena kita mau mandi sayang."
Caitlyn mengulum senyum dan terkekeh geli.
__ADS_1
didalam kamar mandi Arsal menurunkan Caitlyn kedalam bathtub yang sudah di isi air hangat dengan wewangian yang menenangkan.
Tak lama dia juga masuk kedalam bathtub dan berendam bersama dengan Caitlyn ,dengan Arsal yang berada di belakang Caitlyn .
Arsal memijat pundak Caitlyn dengan lembut membuat Caitlyn nyaman.Pijatan yang luar biasa untuk seorang CEO sepertinya, dia juga memijat kepalanya dengan penuh hati-hati.
"Darimana kau belajar memijit?."tanya Caitlyn
"Pamanku."
"Aku juga ingin belajar padanya apa bisa?."tanya Caitlyn dengan memejamkan matanya karena sedang di pijat oleh Caitlyn
Dia menghentikan pijatannya membuat Caitlyn membuka matanya dan menoleh kebelakang.
mengangkat kepalanya ,seolah bertanya kenapa ?
dia keluar dari dalam bathtub dan menyuruh Caitlyn mundur bersandar pada ujung bathup ,setelah itu dia kembali masuk kedalam bathup memunggungi Caitlyn.
"Simpan kedua tanganmu di sini." titah Arsal menunjuk pada pundak kirinya
Caitlyn menurut saja,dia menyimpan kedua tangannya disana dan mendengarkan arahan yang di berikan oleh Arsal.
Arsal mengajari Caitlyn caranya memijit meskipun dengan sedikit candaan dan modus.
keduanya menghabiskan waktu hampir 1 jam di kamar mandi dan hanya mereka yang tahu apa yang di lakukan mereka disana selama itu.
Keduanya turun kebawah untuk makan ,semuanya sudah siap di meja makan .
Bi Meena memberikan sebuah susu hangat pada Caitlyn yang diterima oleh baik olehnya,be Meena tersenyum melihat nyonyanya meminum susu itu.
setelah makan keduanya berniat untuk beristirahat di sofa ruang tengah seraya menonton televisi.
Meena kembali membawakan beberapa camilan untuk nyonya dan tuan nya,tapi Caitlyn merasa camilan ini sedikit berbeda dari biasanya.
Tapi dia tak mengindahkannya ,karena rasanya justru lebih enak dan hangat .
"Aku ingin punya baby 10." celetuk Arsal
UHUK
UHUK
UHUK
Caitlyn yang tengah minum langsung tersedak mendengar penuturannya absurd dari suaminya .
dia menatap Arsal "kau ingin punya anak atau punya club basket." cibir Caitlyn
Bibir Arsal berkedut ,terkekeh geli lalu memeluk leher Caitlyn yang berada disampingnya
__ADS_1
"Kata nenek ,semakin banyak anak semakin banyak juga uang."
Caitlyn memukul pelan lengan Arsal yang berada di lehernya "Yasudah kau saja yang mengandung."
Arsal berfikir sejenak "jika aku yang mengandung pasti akan menyenangkan."
Caitlyn membuka paksa tangan Arsal yang berada dilehernya,dia membalikan badanya menatap Arsal dengan serius.
setelah itu
AWWWW
Arsal terpekik kesakitan setelah mendapat jeweran maut di telinganya.
"Sakit sayang,lepas." pinta Arsal
Caitlyn melepaskan jeweran itu ,lalu menatap serius Arsal "Kau masih mau merasakan mengandung dan melahirkan?."
"Jika iya berarti kau sudah tidak waras."lanjut Caitlyn lalu berdiri dan pergi meninggalkannya Arsal di sofa.
Arsal mengulum senyum,dia suka sekali menggoda istrinya.Dia rasa Caitlyn terlihat sangat cantik ketika wanita itu merajuk dan marah-marah.
Dia berdiri membuntuti istrinya kemana saja membuat Caitlyn kesal
Dia menatap garang suaminya dengan menyimpan kedua tangannya di pinggangnya .
"Berhenti mengikutiku ." titah Caitlyn
Arsal menatap Caitlyn lalu memojokkan gadis itu dengan tiba-tiba membuat Caitlyn yang tidak siap terkejut .
Dia menelan ludahnya kasar melihat Arsal yang menatapnya dengan lembut, Caitlyn memejamkan matanya ketika Arsal semakin mendekatkan wajahnya .
namun
tidak terjadi apa-apa !
Arsal berbisik " Nenek ingin kita mengunjunginya."
Caitlyn kembali membuka matanya , melihat Arsal yang tengah tersenyum konyol di depannnya.
"Kau kenapa hm? apa kau ingin....lagi?."
wajah Caitlyn memerah ,dia mendorong tubuh suaminya lalu berjalan meninggalkan Arsal dengan sembarang.
"SAYANG KAMAR KITA DISEBELAH KIRI SINI."
Caitlyn menggigit bibirnya bertambah malu ,dia mengela nafas panjang lalu berbalik dengan cepat masuk kedalam kamar.
"HUAAAA KENAPA AKU JADI BODOH!."pekik Caitlyn dalam hati
__ADS_1
sedangkan Arsal dia tertawa renyah melihat tingkah laku istrinya yang lucu, dia baru tahu istrinya yang galak itu ternyata bisa malu juga bahkan membuatnya gemas.
...TBC...