
Hallo Gays
Happy reading .
Enjoy the Chapter
......................
Disebuah pusat perbelanjaan di italia,Fero Caitlyn dan Arsal kini tengah berkeliling mencari barang yang akan dia berikan pada anak Jian.
Dia masuk kedalam toko mainan ,Arsal yang masih sakit memilih duduk di ruang tunggu yang memang di sediakan .
Sedangkan Fero menemani Caitlyn berkeliling toko yang besar ini ,sudah hampir lima belas menit tapi Caitlyn belum juga memilih satupun.
Fero menghela nafas panjang "Nyonya berapa lama lagi?."
"Sebentar lagi."jawab Caitlyn seraya melihat beberapa mainan kolektif
Sungguh kaki Fero sudah pegal,ini adalah hal yang paling menjengkelkan jika disuruh untuk ikut berbelanja dengan wanita.
Wanita adalah mahkluk ribet !.
Ketika berada dideretan boneka mata Caitlyn melihat sebuah boneka lucu berwarna putih,dia menghampirinya dan setelah menimbang -nimbang akhirnya dia memilih mengambil boneka itu.
Hingga setengah jam kemudian akhirnya Caitlyn selesai memilih barang yang dia beli dan membawanya ke kasir.
Caitlyn membangunkan Arsal yang tengah memejamkan matanya dengan nyaman di atas sofa empuk.
"Tuan bos ,ayo bangun." kata Caitlyn
Arsal membuka matanya lalu mengusap wajahnya pelan "Selesai?."tanyanya
Caitlyn mengangguk
Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan toko mainan itu dan berlanjut menuju toko lainnya sekalian belanja bulanan.
"Apa masih lama?."tanya Arsal
"Sudah kubilang ,kau tunggu saja di rumah merepotkan saja." gumam Caitlyn
Arsal memeluk lengan kecil itu dengan nyaman sambil berjalan mengikuti keinginan Caitlyn.
Mereka masuk kedalam supermarket besar ,Fero mendorong troli dibelakang Caitlyn dan Arsal sedangkan Caitlyn memilih-milih bahan yang akan dia beli.
"Kau ingin buah apa?."tanya Caitlyn
Arsal melihat-lihat buah buahan segar yang tersedia di etalales,beragam buah seperti mangga,apel kiwi dan lainnya
"Aku ingin mangga apel melon."jawab Arsal
Caitlyn memasukan buah-buahan yang diingin suaminya "Fero kau ambil apapun yang kau inginkan ,gratis dari tuan mu jangan sungkan."titah Caitlyn
Fero mengangguk saja dan mengambil apa yang dia inginkan mumpung bos nya sedang baik.
Mereka terus berjalan mengelilingi supermaket ini dengan santai memilih makanan cepat saji,beberapa wine meskipun terdapat perdebatan terlebih dahulu.
hingga saat ingin membeli deterjen dan lainnya mereka bertemu dengan seorang gadis yang centil.
"Kau disini Ar?."ujar wanita dengan pakaian sangat terbuka itu menyapa Arsal
"Ya."jawab Arsal sekenaknya
"Dia pembantu barumu?."tanya wanita itu seraya menunjuk Caitlyn
Caitlyn membulatkan matanya , kurang ajar sekali wanita dihadapannya ini menilai dirinya sebagai pembantu suaminya.
Arsal menatap Caitlyn yang tengah memasang wajah datar "Jaga mulutmu dia istri ku."
"Dia istrimu? jangan becanda."kata wanita itu seraya tertawa
"Dia memang istriku ."jawab Arsal membuat wanita itu berhenti tertawa
Dia menatap Caitlyn dari atas hingga bawah,dia akui Caitlyn memang cantik dan menarik bahkan sikapnya pun begitu anggun .
"Oh kau sudah berhenti bermain wanita sekarang?."tanya wanita itu ingin memancing amarah wanita disamping Arsal
__ADS_1
"Apakah kita juga tidak akan mengulang malam panas bersama la-."
"Cukup imelda !."ujar Arsal tersulut emosi ,dia menatap tajam wanita malam itu dan ingin mencekiknya namun di halangi oleh Caitlyn.
Arsal menatap Caitlyn yang menahan lengannya ,dia maju satu langkah mendekati wanita yang mengatakan dia pembantu.
Menatapnya dengan penuh intimidasi "Sudah selesai bicaranya nona?." tanya Caitlyn
"Baiklah sekarang giliranku."tambah Caitlyn
Plak
AW
"Itu karena kau lancang menyebutku sebagai pelayan."
Wanita itu terlihat tak percaya dengan apa yang di lakukan Caitlyn ,dia ingin membalas perbuatan Caitlyn kembali namun tangan Caitlyn jauh lebih gesit.
"Jangan bermain denganku ,atau aku akan mematahkan tanganmu kalau perlu leher mu juga."kata Caitlyn dingin membuat si wanita ketakutan
Caitlyn melepaskan tangan wanita itu dan mencengkram rahang wanita itu dengan menekannya menggunakan kuku-kukunya yang tajam
"Kau ini hanya seorang pelacur mengapa sangat berani hm? mengapa kau sangat membanggakan statusmu itu didepanku."
"Kau fikir dengan seperti itu akan membuatmu tinggi ? ."
"Aku nyonya muda Carion, jika sampai kau mendekati suamiku lagi percayalah aku akan membuatmu menyesal." seru Caitlyn penuh dengan penekanan setelah itu mendorong wanita itu kebelakang dan pergi meninggalkan Arsal juga Fero .
"sayang tunggu ."pekik Arsal mengejar Caitlyn
Fero menatap wanita malam itu dengan tajam "Nona ,ku harap setelah ini kau mengerti dan paham statusmu." ujar Fero lalu kembali mendorong trolinya menyusul kedua majikannya
Caitlyn terus melangkah dengan kesal sampai di tukang daging dia berhenti dan membeli beberapa daging untuk persediaan di rumah.
Arsal mendekati Caitlyn "Jangan mendekat."kata Caitlyn seraya memilih beberapa ikan segar
setelah selesai dia juga membeli beberapa camilan untuk stok dirumah dan membeli beberapa minuman bersoda.
Setelah membayar kekasir Caitlyn masih kesal dengan ucapan wanita sialan tadi, tidak mudah menerima masa lalu suaminya .
Arsal berhasil menggapai Caitlyn dia memeluk wanita itu dari belakang "Jangan marah."gumam Arsal
"Apa kau cemburu?."tanya Arsal seraya tersenyum
"Tidak."
"Kau cemburu." kata Arsal kekeh
"Tidak."
Arsal mencolek pipi Caitlyn "Kau cemburu."goda Arsal
Lelaki itu melepaskan pelukannya dan beralih menggenggam erat jemari Caitlyn agar tak lepas darinya lagi.
"Tuan bos dengarkan aku, aku tak perduli dengan kehidupan dan wanita-wanita mu dibelakangku."kata Caitlyn menatap mata Arsal
"Tapi ,jika sedang berada denganku berarti kau milikku bukan milik mereka dan aku sebagai istrimu akan bersikap sebagaimana seorang istri lainnya ."
Pria itu terdiam mencerna setiap ucapan yang dilontarkan oleh istrinya
Mereka kembali berjalan untuk pulang menuju parkiran "Besok aku akan pergi ke rumah jian,kau tidak perlu mengantarku."kata Caitlyn
"Aku akan mengantarkanmu."
Caitlyn menggelengkan kepalanya "Biar Fero saja."
"Fero tidak bisa ,dia ada kencan."ujar Arsal membuat Caitlyn menatap suaminya tak percaya
Caitlyn menatap Fero meminta kebenaran "Kau ingin berkencan?." tanya Caitlyn
"Iya nyonya."jawab Fero
"Kau tak berbohong?."
"Tidak nyonya."
"Aku akan naik taksi ." putus Caitlyn lalu masuk kedalam mobil yang dikemudikan oleh Fero
__ADS_1
......................
Setelah perdebatan panjang kali lebar akhirnya Caitlyn diantar oleh Arsal mengingat tiga janjinya pada lelaki itu.
Dan permintaan pertamanya adalah "permintaan pertama,aku yang akan mengantarmu ."
"Kau tidak bisa menolaknya ,kau sudah janji padaku." kata Arsal
"Tapi kalo mereka tahu hubungan kita bagaimana?."tanya Caitlyn
"Kau ini penakut sekali , tenang saja akan aman."jawab Arsal membuat Caitlyn bungkam
Akhirnya mereka pergi berdua membelah jalanan firenze yang indah dengan kecepatan sedang menuju rumah Jian yang berada di Tavarnuzze ,10 menit dari rumah mereka.
Jalanan Firenze cukup padat membuat mereka sedikit terlambat .
Caitlyn keluar dari dalam mobil dan berjalan kaki ke depan dengan membawa paper bag yang berisi kado untuk anak Jian.
Sesampai di rumah yang lumayan besar Caitlyn masuk kedalam rumah begitu saja karena pagar rumah tidak di tutup.
Dia menekan bel hingga akhirnya Jian membukakan pintu "Ah selamat pagi nyonya."sapa Jian seraya menggendong anak perempuan di pangkuannya
"Silahkan masuk."ujar Jian
"Dia anakmu?."tanya Caitlyn
Jian mengangguk seraya memperkenalkan anaknya "Iya ,namanya Fiorella panggil saja Fio."
Caitlyn memberikan paper bag yang dia bawa untuk putri Jian setelah itu Caitlyn masuk kedalam rumah .
Caitlyn meneliti setiap inci rumah ini hingga matanya tertuju pada sebuah gambar besar yang di bingkai indah nan mewah.
"Dia istrimu Ji?."tanya Caitlyn seraya menunjuk foto itu
Jian berbalik seraya tersenyum "Iya,dia istri saya." jawab Jian
Caitlyn menatap Jian "Kalian bertemu dimana?."
"Kami bertemu di Indonesia ,saat aku berlibur .Saat itu dia menolongku yang tertembak di saat terjadi kericuhan yang entah apa sebabnya." ujar Jian
Caitlyn menatap Jian dalam "5 tahun lalu?."tanya Caitlyn
Jian menatap Caitlyn seraya mengangguk "Anda tahu? padahal saat itu saya tak menemukan berita itu tersebar setelahnya."kata Jian heran
"Ah aku tahu dari temanku yang juga menjadi korban seperti mu."jawab Caitlyn
Akhirnya mereka kembali berjalan menuju halaman belakang rumah Jian yang penuh dengan tanaman hijau yang memanjakan mata.
"Ah bu manager sudah sampaii."panggil Alana
Carllota Shofia Allesandro dan Diego mengalihkan pandangan mereka begitupun dengan istri Jian.
Caitlyn dan istri Jian saling memandang begitu lama ,ada raut keterkejutan di wajah istri Jian kala melihat siapa yang baru datang bersama dengan suaminya.
Caitlyn melangkahkan kakinya mendekat pada semua orang yang tengah duduk bersantai menikmati secangkir teh hijau buatan istri Jian.
Istri Jian berdiri menyambut tamunya "Sayang ini bu manager baru kami,nona Caitlyn."kata Jian memperkenalkan
Istri Jian mengangguk seraya tersenyum canggung ,Caitlyn mengulurkan tangannya pada dia
"Caitlyn."
Dengan ragu-ragu istri Jian menerima uluran tangan itu dan menjabat tangan wanita yang begitu familiar baginya
"A-ailen."
"Aillen Mahessy."kata Caitlyn menyebutkan nama istri Arsal dengan lengkap membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Jian menatap Caitlyn "Kalian saling kenal?."tanya Jian
Caitlyn tersenyum pada Arsal lalu menatap Aileen yang ada dihadapannya dengan muka yang penuh kekhawatiran
"Kau melupakanku Aileen?."
Bibir wanita bernama Aileen itu kelu,dia menelan salivanya terus menerus apalagi tatapan Caitlyn yang tak biasa.
Mata yang penuh aura intimidasi dan senyuman yang tak bisa dia definisikan.
__ADS_1
...TBC...