Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)

Thank You Arsal (Edelweis Milik Caitlyn)
Bab 3-Jodoh tak kemana?


__ADS_3

Hallo semua


Ketemu lagi sama author cmiwww


Happy reading and enjoy the chapter ๐Ÿคฉ


...****************...


Dibawah sinar senja pantai Kuta ditemani deburan ombak yang menjadi sebuah nada-nada alami yang indah dan burung-burung yang terbang menambah keindahan langit.


Dua gadis dengan dress putih berselonjor manja di atas hamparan bersih sang pasir.Menatap senja dengan kacamata cokelat yang indah seraya tersenyum bahagia.


"Cleo menurutmu apa yang paling indah?."tanya Caitlyn


"Senja."jawabnya semangat seraya menatap indahnya langit berwarn kekuningan itu


"Kenapa?."tanya Caitlyn


Cleo mengalihkan pandangannya ,menatap Caitlyn yang masih memandang lurus keatas langit "Dia indah meski tak selalu ada ,dia akan tetap menjadi yang paling indah bagiku."jawaban yang baik tak menyudutkan membuat Caitlyn mengulum senyumnya


"Kau memang asisten ku yang terbaik."gurau Caitlyn membuat keduanya tertawa


"El."panggil Cleo


Gadis berambut panjang itu menoleh pada Cleo "Kapan kau akan menikah?."


Caitlyn mengerutkan keningnya,perlahan wajahnya mulai datar .Dia tak suka dengan pertanyaan itu, dan sahabatnya itu tau jika dia tak menyukai pertanyaan itu.


"Cleo kau tahu pasti jawabanku."jawab Caitlyn dengan dingin seraya kembali menatap indahnya langit senja


Cleo menghela nafas ,bos sekaligus sahabatnya ini memanglah batu kentara sekali dengan ayahnya Arrogant dan keras kepala.


Benar kata pepat 'buah jatuh tidak akan jauh dari pohonya' .Dia tahu seberapa besar ketidaksukaan Caitlyn pada ayahnya itu tapi darah Hendra mengalir deras di dalam tubuhnya, yang tak mungkin bisa dihilangkan.


"El , pernikahan itu tidak semenyeramkan itu."bujuk Cleo


"Sekali tidak ,tetap tidak."jawab Caitlyn lalu berdiri merapihkan dirinya dan meninggalkan Cleo begitu saja


Cleo yang ditinggalkan pun ikut menyusul Caitlyn dengan sedikit berlari kecil untuk menyamakan posisinya "El, jangan bilang kau menyukaiku jadi kau tidak ingin menikah?."perkataan Cleo berhasil membuat Caitlyn berhenti lalu menatap horor padanya


"HEY AKU INI MASIH WARAS ."pekik Caitlyn pada Cleo


Cleo hanya tertawa seraya terus melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan bosnya itu.


Mereka duduk di salah satu kursi restauran indor yang menawarkan pemandangan indahnya pantai yang membentang jauh .


Seminggu setelah insiden memalukan itu Caitlyn belum menemukan pelaku yang sudah berani menjebaknya.


"Apa kau sudah menemukan pelakunya?."tanya Caitlyn seraya menyeruput sebuah jus Stroberi


Cleo mengangguk "Tunggu sebentar ya."pinta Cleo


Tak lama datang seorang pria dengan pakaian casual dan sebuah map hitam ditangannya menghampiri meja mereka "Permisi."ujarnya membuat Cleo membalikan badan lalu mempersilahkan nya untuk duduk.


Sedangkan Caitlyn,dia mengerutkan keningnya dia masih ingat pria yang ada dihadapannya ini dengan sangat jelas.


Dia bartender muda nan tampan .Leo


"Leo?."beo Caitlyn


Leon hanya tersenyum tipis "Kau pasti heran nona, aku disini untuk membantu kalian sebagai tanda permintaan maafku juga karena telah lalai waktu itu."ungkapnya


"Apa sudah ketemu?."tanya Cleo


Leon mengangguk lalu menyimpan map hitam yang dia bawa diatas meja kaca berbentuk bundar itu. "Sebelumnya maaf ,apa kalian mengenal tuan Darendra ?."tanya Leon


Caitlyn menyipitkan matanya lalu berdehem "ya ,si tua bangka itu bukan."ucapnya begitu saja membuat Leon dan Cleo mengulum senyum mereka


"Jangan kau sebut juga tua bangka nya El."kata Cleo seraya terkekeh gemas


Caitlyn memutar bola matanya malas "Mendengar namanya aku jadi ingin sekali membunuhnya." ujarnya lagi dengan menggebu


Caitlyn menatap Leon "Jangan bilang si tua bangka itu pelakunya?."kata Caitlyn galak membuat Leon sedikit kaget


"El,bisa biasa saja tidak."ujar Cleo menatap sahabatnya itu


"Ayo Leon ,cepat katakan siapa pelakunya."titah Cleo


"Dugaanmu benar nona Caitlyn dia yang mencampurkan bubuk perangsang pada wine kalian,tapi..."


"apa?."tanya Caitlyn


"Ini sudah direncanakan sebelumnya.Dia mengetahuimu berada di Club oleh keluargamu ."ujar Leon


Caitlyn sudah bisa menebak siapa keluarga yang mau menjebaknya jika bukan Gwei si nenek lampir itu.


Dia mengepalkan tangannya erat seraya menerawang jauh perlakuan tak mengenakan ibu dan adik tirinya itu.

__ADS_1


"Nenek lampir itu memang kurang ajar."gumam Caitlyn


"Jadi apa yang mau kau lakukan?."tanya Cleo seraya menopang dagu indahnya dengan


"Tidak ada."


Cleo menatap terkejut ke arah Caitlyn "Kenapa tidak ada El? ini sudah sangat tidak bisa di toleransi lagi."kata Cleo geram


Caitlyn menatap Cleo yang kesal "Sabar Cleo tidak baik marah-marah di depan orang tampan." ujar Caitlyn seraya mengedipkan matanya pada Cleo


Cleo lupa jika ada orang lain disini,dia menoleh pada Leon yang sedari tadi hanya menyaksikan apa yang terjadi.


"Apakah dia selalu seperti ini Nona Caitlyn?."tanya Leon seraya menopang dagu dengan satu tangan .


"Iya,dia memang agak gila."jawab Caitlyn dengan sedikit kekehan membuat Cleo kesal


"oh ya ,panggil aku Caty saja atau El pun tak apa."titah Caitlyn pada Leon


Caitlyn berdiri "Yasudah aku duluan ya, aku tak mau jadi nyamuk disini."kata Caitlyn seraya mengipasi wajahnya dengan tangannya


"Leon ,mohon jaga saudaraku ini ya.Jika sampai dia kenapa-napa aku akan menghajarmu ."kata Caitlyn seraya menatap tajam kedua mata Leon setelah itu dia membiarkan Cleo dan Leon untuk menghabiskan waktu bersama.


"Hey EL."pekik Cleo ingin mengejar namun di tahan oleh Leon


"NIKMATI LIBURAN MU CLEO."kata Caitlyn dengan keras


Leon menatap Cleo "Dia sudah tahu kalo kita dekat."ucap Leon membuat Cleo kembali duduk lalu menghabiskan waktu bersama.


Ya Caitlyn sudah tahu akhir-akhir ini Cleo sedang dekat dengan Leon, dia tak mungkin melewatinya.


Ketika Cleo tiba-tiba tak mau pulang bersamanya dia tak mungkin sampai hati meninggalkan gadis itu sendirian waktu itu, akhirnya dia memutuskan untuk menunggu siapa yang menjemputnya dan ternyata bartender muda itu Leon.


Caitlyn mengendarai mobilnya ,melaju membelah jalanan kota bali yang padat dengan mobil kesayangan nya menuju suatu tempat yang tak satu orangpun tahu kecuali dirinya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya dia sampai di tempat tersembunyi itu .


Di depan sebuah rumah yang cukup besar,dengan taman hijau yang sangat cantik Caitlyn memarkirkan mobilnya ,lalu turun dan perlahan masuk kedalam rumah itu dengan membawa berbagai macam sayuran dan camilan.



"Selamat datang sayang."ujar seorang paruh baya yang cantik


"sore nani."kata Caitlyn seraya memeluk wanita itu ,menyalurkan rasa rindunya .


"Terimakasih sudah menjaga ini dengan baik."


"Ayo duduk, makan dulu."ajak Nani itu


"Tidak,tidak aku tidak bisa berlama-lama disini.Aku kemari karena membutuhkan bantuan mu ma."ujar Caitlyn langsung


"Apa?."tanya Nani itu


"Aku ingin anakmu membantuku."ujar Caitlyn menatap Nani itu dengan penuh permohonan


******


Ditempat yang sama ,di Bali pria blasteran Indonesia-italia itu tengah menikmati liburannya di Indonesia tempat ayahnya di lahirkan.


Dengan ditemani asistennya Fero Manuela Ricardo juga sebotol wine mereka memandangi indahnya lautan yang tak berujung itu.


Drtt drt drtt


Ponselnya sedari tadi berdering tak kunjung berhenti membuat Arsal menyuruh Fero untuk mengangkatnya.


"Dari tuan besar."ujar Fero


Arsal mengambil ponselnya dan menempelkannya tepat di telinga sebelah kirinya.


...๐Ÿ“žCall Samuel ๐Ÿ“ž...


*Kau sedang di Indonesia?


^^^iya Dad^^^


Baguslah


^^^Ada apa Dad?^^^


Tinjau proyek kita disana,temuilah orang kepercayaan dady di Valen-Corp namanya Caitlyn.


^^^Wanita? kau mempercayakan proyek kita pada wanita ?^^^


Ya,dia wanita pilihan bahkan ku rasa kinerja dirinya lebih bagus dari dirimu.


^^^Hey Da-^^^


...tut*...

__ADS_1


Arsal melihat ponselnya dengan sebal,ayahnya memang menyebalkan membandingkannya dengan seorang gadis.


Tidak ,tidak bisa.Dia tidak bisa disamakan dengan orang lain terlebih seorang wanita ,Ayahnya hanya terlalu berlebihan.


Dia kembali menyerahkan ponselnya "Fero ,atur jadwal untuk meninjau proyek kita disini bersama dengan Valen-corp."titah Arsal


"Siap tuan."jawab Fero kemudian pamit pergi untuk menghubungi pihak Valen-corp.


Setelah Fero pergi Arsal kembali mengingat-ingat kejadian seminggu yang lalu.Dia selalu penasaran dengan gadis itu terlebih mengetahui identitasnya di sembunyikan membuatnya semakin gencar untuk mencari tahu gadis itu.


"Argh aku bisa gila."gumam Arsal


Entahlah , kejadian itu bukanlah kali pertama baginya dia sudah sering melakukannya dengan wanita manapun yang dia mau atau yang dengan sukarela datang hanya untuk menghangatkan ranjangnya.


Dia tahu gadis waktu itu bukanlah dari kalangan biasa, dia tahu persis berapa nominal pakaian yang dikenakan oleh gadis itu.


Tak lama tedengar derap langkah seseorang kembali mendekat padanya "Tuan,besok jam 8 pagi."


Arsal hanya mengangguk sebagai jawabannya ,dia tidak terlalu tertarik dengan peninjauan proyek ini apalagi setelah mengetahui bahwa seorang perempuan yang menanganinya.


......................


Pagi ini terasa begitu cepat ,Caitlyn buru-buru datang ke kantor untuk menyambut klien besarnya dari Prancis .


Dengan stelan blazer yang dipadukan dengan celana membuatnya terlihat seperti anak kecil,terlebih ketika dirinya mengikat rambutnya biasa menambah kesan elegant pada dirinya.


Disebuah ruangan berdominan putih dia menunggu kedatangan tamunya seraya menyiapkan dokumen-dokumen yang sudah siap.


Tuk


tuk


tuk


Caitlyn membuka kunci pintu dengan otomatis ,tak lama datang Cleo bersama dengan dua orang penting yang sudah dia tunggu.


Caitlyn berdiri dan tersenyum namun seketika senyuman itu sirna menjadi sebuah keterkejutan .


"Selamat pagi nona Caitlyn."sapa klien tersebut seraya mengulurkan tangannya dengan menampikkan senyum menwan


Dengan ragu-ragu Caitlyn menerima uluran tangan itu "Pagi tuan."jawab Caitlyn setelah itu buru-buru menarik kembali tangannya.


"Perkenalkan saya Arsal Radeya Carion,saya disini diminta oleh ayah saya untuk menggantikan beliau karena beliau sedang berhalangan hadir,jadi apakah anda tidak keberatan?."tanyanya dengan seutam senyum yang membuat Caitlyn berdebar-debar .


"Kurasa dia tak mengenalku, ah syukurlah."batin Caitlyn lega


"Ya tidak papa, pak Samuel pun sudah menghubungi saya terlebih dahulu."jawab Caitlyn dengan ramah


"Jadi kapan kita akan meninjau proyek nya ?."tanya Arsal


"Sekarang ,mari."ajak Caitlyn


"Lebih baik kita berangkat bersama saja,bagaimana apa kalian keberatan?."tanya Arsal lagi


Caitlyn dan Cleo saling bertatapan ,bagi Cleo ini tak masalah tapi tidak tahu dengan Cleo yang malas untuk menumpang.


"Baiklah."jawab Caitlyn


Akhirnya mereka berempat berangkat bersama dengan mobil mewah milik Arsal ,membelah padatnya kota Bali yang indah nan eksotis ini.


Sesampainya di tempat tujuan mereka segera turun dari mobil, Caitlyn menyempatkan untuk memakai topi terlebih dahulu lalu menyusul Arsal dan yang lainnya.


Caitlyn menjelaskan tentang proyek ini dengan detail,dia juga beberapa kali menyapa para buruh dan menanyai mereka dengan pekerjaan ini.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 pagi, waktunya untuk beristirahat.Caitlyn membawa Arsal Fero juga Cleo kedalam ruangan yang disediakan untuknya klien yang datang seperti Arsal.


"Kalian duduklah ,aku akan mengambil makanannya terlebih dahulu." ujar Caitlyn lalu berlalu pergi meninggalkan Cleo dan klien besarnya menuju satu ruangan sedang yang dipenuhi dengan perabotan dapur.


Sedangkan Cleo menemani Fero dan juga Arsal , berbincang-bincang mengenai pekerjaan dan juga tentang bali.


Di tengah pembicaraan Arsal menyela "Nona Cleo,bisa kau tunjukkan aku ruang kamar mandi?."tanya Arsal


"Oh berada di dekat dapur ,dari sini lurus lalu belok kiri."


Arsal berdiri dan pamit untuk ke kamar mandi terlebih dahulu meninggalkan Fero dan Cleo .


Dia tersenyum kala melihat gadis yang dia kenal, dia menyandarkan tubuhnya di pintu seraya memperhatikan Caitlyn yang tengah menghangatkan makanan.


Dia melangkahkan kakinya mendekati Caitlyn dan berhenti tepat di belakang gadis itu, sehingga ketika Caitlyn berbalik dia hampir terjatuh karena tidak menyadari kehadiran Arsal dibelakangnya.


'Aaa'


Arsal membungkam mulut Caitlyn membuat gadis itu diam.


"Kau memang nakal."ujar


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2