The Changing -Kisah Yang Hilang-

The Changing -Kisah Yang Hilang-
Another side (2)


__ADS_3

Terimakasih banyak atas dukungannya guys😉


Pasti semuanya akan bertanya-tanya bagaimana bisa itu terjadi bukan? Bahkan mungkin saja banyak readers yang menganggap bahwa semakin kesini makin tidak masuk akal bukan?


Bagaimana mungkin manusia yang hidup di dunia modern bisa melakukan hal itu? gila bukan?


Sihir? Tidak! sama sekali bukan. Adit bukan seorang penyihir yang tersesat di dunia modern, itu bukan dia sama sekali.


Ia tak se-drama itu untuk memainkan peran sebagai tukang sihir yang nyasar seperti dunia fiksi pada umumnya.


Adit, seorang anak kecil yang ditinggalkan oleh orang tuanya semenjak bocah, hidup dijalanan. Banyak hal yang telah Ia lalui dan jalani selama menjadi anak jalanan.


Di tahun ke-5 dia hidup dijalanan, sekitar umurnya 10 tahun kala itu, Ia diculik oleh segerombolan orang berbaju hitam yang membawanya jauh entah kemana, bahkan Adit saja tak tahu kemana dia dibawa saat itu.


Masa-masa yang cukup sulit bagi Adit, meskipun kehidupan dijalanan sangat kejam, namun ditempat barunya Ia jauh lebih menderita.


Banyak anak-anak yang memiliki nasib yang sama dengannya disana, dikorbankan demi kepuasan. Kepuasan orang-orang gila yang haus akan ambisi sesaatnya.


Banyak nyawa yang berjatuhan setiap harinya, dari anak-anak hingga orang tua, bahkan ada yang hidup didalam tabung kaca itu sejak kecil hingga hari tua menjelang.


Demi apa? kepuasan!


Manusia yang serakah dan penuh ambisi keingintahuan, mengorbankan banyak nyawa untuk uji coba penelitian mereka.


Melakukan banyak penyilangan DNA hingga melahirkan makhluk-makhluk dengan spesies baru yang diyakini memiliki susunan sel yang lebih sempurna.


Ditempat mengerikan itulah Adit terjebak dan tersesat bersama banyak anak-anak lainnya.


Underground Island, nama tempat dari praktek penelitian itu. Perkumpulan dari para ilmuan terhebat dari dari 3 benua yang terkenal dengan super powernya.


Ditempat itu, tak sekalipun Adit menemukan makanan disana, yang ada hanya minuman dan suntikan-suntikan aneh yang selalu disuntikkan oleh para dokter jaga setiap hari kepadanya.


Awalnya Adit memang bingung dengan keadaan sekitar, dimana Ia hanya melakukan hal yang sama setiap hari, diberi munum dan suntikan dipagi hari dan setelahnya Ia akan tidur lama dengan sendirinya.


Rasa kantuk yang amat sangat tak bisa tertahankan. Adit pernah menolak suntikan itu, tapi Ia malah berakhir dihukum dalam rendaman cairan aneh berasap tapi tak berbau yang membuat kulitnya melepuh selama beberapa jam dan setelahnya sembuh dengan sendirinya.

__ADS_1


Semacam ilusi tapi nyata dan sakitnya juga amat terasa. Semenjak hari itu Ia makin penasaran dengan cairan itu, Ia melakukan kesalahan atau pemberontakan disetiap kesempatan.


Sesuai prediksi, Ia kembali direndam disana. Sakit? tentu! Kulitnya melepuh dan menghasilkan rasa sakit yang teramat sangat. Tapi rasa penasarannya tak kunjung hilang.


Hari terus bergulir dan Adit yang terus membuat masalah semakin sering keluar masuk ruang hukuman.


Ia selalu menahan rasa sakit yang menggrogoti dirinya selama beberapa saat sebelum kembali sembuh.


Kabar Adit yang sering keluar masuk ruang hukuman menarik perhatian beberapa petinggi, hingga mereka tertarik untuk mempercepat waktu percobaan pada Adit.


Seharusnya penelitian yang sebenarnya akan dilakukan pada umur 15 tahun, dipercepat saat Adit menginjak usia 12 tahun.


Belum tuntas rasa penasaran Adit mengenai cairan aneh yang selalu menyiksanya, sekarang Ia malah dipusingkan pada masalah baru.


Adit dibawa paksa ke Research Center untuk penelitian lanjutan. Melihat sifat Adit yang pembangkang, membuat semangat para peneliti makin membara dan merasa tertantang.


Huh, dasar manusia! selalu semangat dengan hal-hal yang menantang.


Adit menjadi bulan-bulanan para bedebah yang haus akan hal-hal gila. Adit yang berjiwa liar dan tak suka diatur, cukup membuat mereka kualahan hingga sering menyuntikkan obat penenang padanya.


Tapi para bedebah botak-botak itu tak menyadarinya, itu cukup menguntungkan bagi Adit. Setelah anestasi disuntikkan padanya, Adit akan berpura-pura tidur sebagai bentuk pembuktian jika cairan itu telah bekerja.


Bocah 13 tahun itu semakin cepat belajar, didewasakan oleh keadaan membuatnya banyak belajar dan menangkap banyak hal dengan cepat.


Perlahan tapi pasti, diam-diam Adit selalu merancang rencana keluar dari sana sekaligus diam-diam mendengar dan memahami segala hal disekitarnya.


Itulah mengapa, Adit sangat sensitive dengan suara.


Lambat laun, rencana kabur Adit semakin matang tepat saat para Researcher itu sadar jika mereka dikelabui oleh Adit selama ini dengan pura-pura pingsan dan tertidur tapi pada faktanya, Adit dalam kesadaran yang amat penuh.


Sulit? Bahkan sangat sulit dan nyaris tak mungkin Adit keluar dari tempat itu, ditambah dengan kenyataan bahwa tempat itu sangat jauh dari manapun.


Jadi bagaimana caranya? tentu saja berkat bantuan orang dalam. Satu orang profesor tua membantunya untuk kabur dari sana, tentu kalian juga tak asing bukan dengan yang namanya pengkhianatan?


Yah begitulah kira-kira, pria tua yang membantu Adit keluar itu mengaku bahwa Adit memiliki sifat yang sangat sama dengan mendiang cucunya yang juga menjadi korban di proyek Underground ini.

__ADS_1


Sebelum perpisahan mereka, Pak tua itu berpesan pada Adit untuk melakukan hidup dengan normal, apapun yang terjadi jangan pernah menonjolkan diri, apapun nanti efek samping yang terjadi pada genetic tubuhnya karena bertahun-tahun menjadi bahan penelitian.


Bisa saja efek samping itu membawa keberuntungan bahkan kesialan bagi Adit. Ia mewanti-wanti Adit sebaiknya hidup sesederhana mungkin layaknya manusia lemah dan tak berdaya agar Ia tak kembali ditemukan oleh jaringan Underground.


Pak tua itu juga membekali Adit beberapa ilmu yang dapat memanipulasi dan menyelamatkan Adit di sat-saat darurat jika Ia akan kembali ditangkap.


Adit sangat berterimakasih pada pak tua itu, karena berkatnya Adit bisa kembali menikmati kehidupan yang normal.


Sejak saat itulah Adit memiliki sedikit kelaianan, meskipun Ia sudah berusaha semaksimal mungkin tetap menjadi manusia normal pada umumnya.


Adit dengan sedikit pengetahuannya selama di Lab penelitian itu dan ditambah dengan ilmu dari professor tua yang menyalamatkannya, akhirnya memodifikasi ilusi nyata itu menjadi sebuah cairan yang tak berwarna, tak berbau bahkan tak berasa dan tentunya tak berasap.


Seperti hal nya psikopat yang haus darah, Adit selalu berhasrat ingin mencoba setiap penemuan-penemuan terbarunya.


Di siang hari Ia akan menjalani kehidupan yang sangat normal seperti sebelum-sebelum nya, namun dimalam hari Ia akan mencari hewan-hewan sebagai bahan percobaannya.


Hal itu sudah sangat mendarah daging pada kebiasaannya, sulit untuk merubah ataupun meninggalkannya.


Berkat kecerdasan Adit, Ia juga menjadikan manusia sebagai media uji cobanya dan Ia mengembangkan dan memodifikasi dengan sedikit menambahkan ilusi ingatan.


Jadi meskipun cairan itu dapat merubah manusia menjadi sesuatu yang Adit inginkan selama beberapa jam, namun sang korban tak akan bisa mengingat apa yang sudah terjadi, hanya seperti kilasan bayangan mimpi.


Namun semenjak Ia bertemu dan berteman dekat dengan Mario, Adit mulai sadar hal yang dilakukannya sangat salah, padahal dulu Ia yang menjadi korban, tapi sekarang malah Ia yang menjadi pelaku.


Bukankah itu sama saja, Ia dan para bedebah botak nan serakah itu tak berbeda?


Adit mulai mengurangi perlahan intensitas kebiasaannya hingga Ia hanya akan melakukannya saat-saat darurat dan tak bisa tertahankan saja.


Apakah Mario tahu perihal Adit? tentu saja. Antara Adit dan Mario taka da rahasia yang disembunyikan, Adit menceritakan segala yang terjadi dalam hidupnya pada Mario begitupun sebaliknya.


Mario yang menyarankan Adit agar tak terlalu sering melakukan hal itu, karena bisa saja nanti Adit kembali dicurigai dan diburu kembali.


Tak masuk akal? yah memang, siapa sih yang akan percaya pada bahan uji coba para bedebah botak yang gila itu? manusia-manusia serakah yang hanya memikirkan hasil temuan-temuan terbarunya saja tanpa pikir panjang siapa yang akan menjadi korbannya.


Bukankah semua manusia memiliki hak hidup? lalu mereka siapa yang seenak jidatnya bisa merampas begitu saja?

__ADS_1


See you NEXT PART guys👀👀


__ADS_2