
“Wow, ada acara apa nih Bund pake peluk-pelukan sambil nangis? Casting drama klosal apa gimana?” tanya Galee yang tiba-tiba saja muncul di belakang High King.
Suasana yang tadinya di penuhi haru malah hancur dengan mengenaskan oleh sapaan Galee.
Queen menatap tajam kearah Galee, anaknya itu benar-benar sangat menyebalkan sekali bisa-bisanya Ia malah menanyakan hal konyol begitu.
Memang tak bisa membaca suasana sekali, dia ini.
Queen rasanya ingin tenggelam saja ke rawa-rawa saking tak kuatnya menghadapi kelakuan Putra semata wayangnya akhir-akhir ini.
Ada rasa senang sekaligus kesal yang dirasakan oleh Queen saat sifat Putranya berubah, dari yang dulunya Putranya sangatlah dingin dan arogan sekarang malah sangat konyol dan menyebalkan.
Bahkan akhir-akhir ini Istana Stansia kerap kali menjadi korban keabsurd-an Putranya, tak jarang putranya ini mengganggu dan juga menjaili para dayang dan juga prajurit kerajaan.
Tugasnya sebagai King, malah sekarang banyak dikerjakan oleh High King atas permintaan Queen karena tak tega juga membiarkan Putranya itu mengeluh setiap detik ke pangkuan sang Ibunda.
High King yang mendapat mandat dari sang Istri tercinta hanya pasrah meski kadang sering ikutan cemburu karena Putranya yang suka bermanja-manja dipelukan Istrinya.
Galee yang tak melirik kearah Queen pun hanya tersenyum santai tanpa memperhatikan wajah tegang semua orang disana.
“Dih ada cewek cantik tuh, godain ahh,” gumamnya yang terpana melihat kecantika Lusilla.
Dengan tak tahu dirinya, Galeelino berjalan mantap kedepan menuju arah Lusilla tanpa memedulikan orang disekitarnya.
“Hai Cantik, kenalan yuk!” ujarnya genit yang membuat semua orang disana tercengang sekaligus geram.
High King yang melihat tingkah genit Putranya itu, memijit kepalanya pelan.
‘Lord, anak siapa dia itu? bukan anakku sepertinya’ batin High King yang teramat sangat malu dengan tingkah Putranya.
Galee mengulurkan tangannya berniat untuk menjabat tangan Lusilla yang tampak putih cerah dan merona itu.
Tak hanya wajahnya yang merah merona tapi sampai ke kulit tangannya pun tak kalah mempesonanya.
Lusilla yang melihat itu, seketika bergedik ngeri. Ia pikir King Stansia yang di rumorkan sangat kejam dan dingin itu memang benar adanya.
Bahkan niat hati lusilla tadinya ‘sedikit’ kepo dengan King Stansia itu karena sifatnya yang dingin dan Misterius itu.
__ADS_1
Tapi melihat King Stansia telah sampai di depan matanya Ia malah merasa malu-maluin, konyol dan tak berminat sama sekali.
Walaupun kadar kegantengannya memang tak kalah dengan Commodus ditambah dengan wajah khas perpaduan Asia-Eropa yang sungguh sangat memikat namun melihat kelakuannya membuat orang geleng kepala.
“Cantik kenalan Yuk,” ujarnya sekali lagi, takut-takut siapa tahu Lusilla tak mendengar ucapannya yang tadi.
Lusilla dengan tidak enak hati mempermalukan King Stansia itu, apalagi ini adalah pertemuan pertama mereka langsung saja lusilla menyambut jabatan tangan itu dengan senyum terpaksa dari wajahnya karena risih ditatap sedemikian rupa oleh King Stansia.
“Aduhhh … awwww Bund, sakit Bund!” teriak Galee saat merasakan cubitan panas ditelinganya.
Queen menjewer telinga Putranya dan menyeretnya kembali ke depan rombongan Stansia dengan wajah yang amat murka.
King yang melihat keganasan sang Istri yang mulai mencuat, tak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan sang Putra, Salah sendiri siapa yang mengajarkannya genit begitu.
“Memalukan!” sengit Queen yang langsung memerintahkan Yohanness untuk memegang erat lengan Putranya agar tak sembarangan lagi.
“Maafkan Putra kami Ya mUlia Caesar,” ujar Queen tak enak.
“Ya, tidak apa-apa Queen. Mungkin saja Putramu merasa jika Lusilla itu juga adiknya apalagi dulunya King dan Putra Mahkota adalah sahabat dekat,” sahut Caesar memaklumi.
“No Worries,” sahut Caesar lagi.
“Oh ya, silahkan Masuk High King, Queen dan juga King muda,” Imbuh Caesar membukakan jalan lebar-lebar menuju Istana utama.
“Ayo Nak,” ucap Queen menggandeng tangan Commodus yang masih berdiri terpaku ditempatnya.
“Diih, anak sendirinya ditinggalin malah gandeng-gandeng tangan anak orang, bilang anaknya genit ehh emaknya juga sama malah sukanya sama berondong lagi,” dumel Galee yang masih dalam gandengan Yohannes.
“Heh! Kamu ini apa-apaan sih pake acara gandeng-gandeng segala kek mau nyebrang, udah Ihhhh lepasin.” Galee memberontak dalam gandengan Yohanness.
High King yang ditinggalkan sang Istri sendirian karena sang Istri sibuk dengan acara temu kangennya dengan keponakan mereka hanya bisa pasrah dan berjalan sendirian.
Sesekali High King mendelik kearah Galee yang berisik dibelakangnya.
“Jangan berisik bisa ngga sih?” kesal High King yang mendengar omelan Putranya yang sungguh memekakkan telinga itu.
__ADS_1
Queen seketika berhenti saat mendengar suami dan putranya ribut. Ia berbalik dan berdecak kesal.
“Kalian itu kenapa sih? Ribut mulu dari tadi. Bersisik tau ngga sih, ngga anak ngga bapak sama-sama ngga punya aturan. Ngga malu apa? ini kediaman orang loh, udah kek kediamannya sendiri aja,” omel Queen.
“Udah Yohanness, lepasin aja dia itu. Awas aja yah kamu bertindak macam-macam dan memalukan lagi, bakal Bunda kirim kamu ke kutub selatan kalo malu-maluin,” Imbuh Queen lagi.
Galee yang terkena ancamapun juga ikut mendelik kesal.
“Pfffttttt …” Mario tampak menahan tawa melihat wajah Galee yang sangat masam karena kemarahan sang Ibunda.
“Apa Lo ketawa-ketawa? Gue sleding juga Lo biar mampus!” ujar Galee dengan lantangnya dengan wajah yang teramat datar.
Galee tersenyum puas melihat keterdiaman Commodus mendengar ucapannya barusan.
Galee suka sekali mengumpat ataupun menghina seseorang dengan bahasanya di dunia sebelumnya karena taka da orang yang mengerti apa yang Ia ucapkan bahkan tak jarang Ia mengomel pada Queen dengan lantangnya tapi dengan wajah yang Ia buat sangat bahagia, saat Queen bertanya Ia hanya menjawab dengan kalimat-kalimat pujian untuk Queen.
“Mampus Lo! Kena juga kan mulut Bangk*k Lo itu! Gue dilawan ya kaga mungkin menanglah. Galee nih Boss senggol dong,” sahutnya dan berpangku tangan di dada sok keren.
“Mulai dehh mulai, apa sih yang kamu katakana Itu Galee? Bunda ngga ngerti, emang bahsa mana sih yang kamu gunai itu?” ketus Queen yang sebenarnya Ia kerap kali curiga dengan kata-kata putranya itu dengan Bahasa yang bahkan Ia tak tahu apa artinya.
Setiapkali Ia bertanya, malah putranya itu memanjatkan puji-pujian terhadapnya.
“Jangan bilang kalo kamu sedang Memuji Commodus lagi?! Bunda itu curiga yah jangan-jangan kata-kata yang sering kamu ucapkan dalam Bahasa aneh itu adalah kalimat omelan,” tuding Queen tepat sasaran tapi bisa dikendalikan begitu saja oleh Galee.
“Ngga mungkin lah Bund, percaya deh sama Galee. Bahasa yang Galee gunain itu memang Bahasa khusus puja-puji khas bangsa Indonesia Raya,” ujar Galee lagi.
Mario mengerutkan dahinya dan menatap galee dengan pandangan yang rumit.
“Alah alesan aja kamu tuh, emang itu---,”
“Udah yah Queen, kita jangan ribut disini. Malu orang-orang pada ngeliatin loh, yuk kita lanjut jalan lagi,” potong High King menengahi dan menggandeng tangan sang Istri erat.
“Lo siapa?”
Bersambung ...
yeeeyyy Thanks banget yah guys udah baca karya receh lessi. Oh ya, lessi minta kritik dan sarannya yah
__ADS_1
bye-bye
❤️❤️ (loper sekeboon)