
"Masuk" perintah Bryan tegas.
Tak ada yang aneh dan terkesan Simpel dan mewah. Ia pikir, isi ruangan si Boss akan berisi tongkat sihir, ramuan, peninggalan-peninggalan kuno atau bahkan pedang-pedangan seperti di novel-novel yang sering Ia baca.
Ternyata tidak, ini sangat kontras dengan keadaan di luar tadi.
Meskipun hanya pantulan cahaya yang masuk dan sedikit cahaya nakal yang masuk di sela-sela hordeng cukup memberikan kesan anggun dan cool disaat yang bersamaan.
Di arah 210° dari meja si Boss, ada sepasang sofa dark yang memiliki bulu halus seperti sutera, dan sepertinya jika berehat disana sejenak pasti sangat nyaman pikir Mario.
Dengan semangat 45 Mario menghempaskan badannya kasar ke arah Sofa lembut itu. Dan benar saja, badannya tak terasa sakit meski terhempas sangat kasar, Ia mulai memejamkan mata menikmati.
"**** ... KAU GILA!" teriakan itu merenggut paksa kesadaran Mario.
Bryan menarik kasar tangan Mario dan menghentakkan dengan kasar hingga tubuh Mario terhempas beberapa meter.
Mario mengingat satu hal, nyawanya telah terkumpul, akal sehatnya telah kembali. Mukanya pucat pasi dan gemetaran takut dan masih meringkuk tak berani beranjak dari posisi
'Sial, sejak kapan jiwaku segila itu?' rutuknya dalam hati
Bryan melangkah geram ke arah mejanya, mengambil salah satu map dan berkas di maja kebesarannya. Tanpa memikirkan lebih teliti, ia langsung menghampar kasar Map itu ke arah Mario.
Trak (Suara dokumen yang di lempar ke kepala Mario)
"keluar" perintah Bryan tajam.
'Hah? aku selamat? nggak dibunuh? yahhh walaupun ngga kursi kebesarannya tetap saja tadi itu kesalahan yang cukup fatal,' pikir Mario.
"APA YANG KAU PIKIRKAN BODOH! KELUAR DARI SINI ATAU KU PENGGAL KEPALA IDIOT MU ITU !" bentak Bryan semakin dibuat murka oleh Mario yang malah asyik dengan pikirannya sendiri.
"Ba-baik Boss," Mario menyambar dokumen yang baru saja mendarat indah di kepalanya.
Dengan langkah pasti ia berlari terbirit-birit keluar dari ruangan laknat itu. Baru saja dia mengagumi keindahan dan kenyamanannya, sekarang Ia malah harus terusir karena kebodohannya.
__ADS_1
Mario menarik nafas pelan saat telah menginjakkan kaki di lift, pengalaman ia barusan sungguh mengerikan, dan ia berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi.
Bahkan Ia memutuskan jika Ia tak akan lagi menginjakkan kaki di ruang Singa galak itu.
"Hosh ... Hosh ... Hosh, capek banget," keluh Mario sedetik setelah sampai di divisinya. Ia merasakan sesak di seluruh tubuhnya, rasa terancam beberapa menit lalu masih membekas di ingatannya. Bahkan seluruh tubuhnya masih bergetar hebat sampai sekarang.
"WOYYY,"
BRAK
Mario yang kaget, spontan terjungkal ke belakang.
'***! bocah nakal ini. tahan Mario ... tahan ... jangan lepas kendali,'* batinnya. Mario menghela nafas pelan untuk meredam seluruh amarahnya.
"Kamu kok ngagetin aku sih Dit, aku kan jadi jatoh. Kalo aku jantungan gimana? mau kamu tanggung jawab? untung aja kaca mata ku ngga pecah," sungut Mario kembali meraih kaca mata dan berusaha berdiri sembari menahan ngilu di pinggangnya.
"Hahaha ... udah -udah, perut gue keram. lo lucu banget sumpah. gue nggak bisa nahan bengek liat muka cupu Lo yang jungkir balik gitu," sanggah Adit yang berusaha menghentikan tawanya.
"CK, udah ah aku mau ke toilet dulu," Mario berkala geram sembari meninggalkan Adit yang tengah kram perut sendirian.
Seperti biasa, membosankan. Divisinya terlihat mulai ramai karena beberapa menit lagi waktu istirahat akan segera habis.
Namun saat Adit ingin beranjak Ia tak sengaja menginjak sebuah Map, Ia mengerutkan keningnya penasaran.
"Wahhh ... ini pasti yang yang dibawa si Mario dari ruang si Boss, liat ahh," gumamnya bersemangat membuka map itu.
Saat melihat isinya Aditya melotot kaget, mukanya pucat pasi, saat melihat itu, rekan kerja lain yang baru datang dibuat penasaran olehnya, dalam hitungan detik meja tempat Adit duduk sudah dikerumuni orang-orang, semuanya memasang ekspresi yang berbeda-beda
Ada yang pucat pasi seperti Adit, ada yang menganga tak percaya dan ada yang memandang jijik dan menggelikan.
Mario yang baru datang, menatap bingung orang-orang yang tengah berkerumun di mejanya.
'Apa tadi kursinya patah yah, terus suruh ganti? gitu kali yah makanya pada ngumpul gitu,' pikirnya.
__ADS_1
"Misi ... misi ... Saya mau lewat dong," Mario menyalip di antara kerumunan orang menuju meja kerjanya.
Orang-orang yang menyadari kehadiran Mario langsung memberikan jalan, dan ekspresi mereka terlihat kasihan menatap Mario.
"Yo ... " cicit Aditya bahkan suaranya terdengar lemah dan tak berdaya.
"Dit, kamu kenapa?" tanya Mario panik melihat ekspresi kosong Aditya menatap kertas merah jambu di meja Mario.
"Ini dokumen dari Boss, Yo?" tanya Adit lagi.
"Iya tadi Boss ngasih itu ke aku pas ke ruangannya tadi,"
"emang kenapa? aku di pecat yah?" tanya Mario sedih plus dengan muka yang tertekuk.
"YOOOOO ... " Adit memegang erat kedua bahu Mario.
"Lo masih normal kan? Lo masih suka perempuan kan? Lo mau yang mana? mau perawan atau janda? gue cariin sekarang," Lanjut Adit dengan jelas.
Mario yang main bingung dan tak mengerti melirik kertas merah jambu di meja kerjanya. Melihat isinya Mario melotot tak percaya bahkan matanya hampir keluar dari tempatnya.
From : Bryana
to : My dear
Dear, i'm really Miss u. Udah lama kita ngga jumpa aku sangat merindukanmu sayang. Tak sedetikpun aku berhenti memikirkanmu, setiap malam selalu ku isi dengan mimpi indah bersamamu. I love you so much dear, aku rindu berada dalam dekap hangatmu, bersandar di dada bidang mu, meraba otot-otot kekar yang tercetak indah dalam balutan kemeja kesukaanmu. Aku merindukanmu dear, tunggu lusa yah aku bakal menemui diam-diam di tempat biasa kita memadu kasih sayang.
ILY dear
your love
Nafas Mario tercepat di tenggorokan, dan ....
TBC
__ADS_1
Makasih support nya guys, lessi sayang kalian. Semoga kalian suka karya lessi ini yahhhh. Jumpa lagi di next part bossque😉