
"Yoo ... kok ngga sampe-sampe sih ini? udah karatan nih gue duduk dari tadi sampe tepos pula bokong bahenol gue," kesal Adit pada Mario yang duduk disampingnya.
Mario hanya melirik sekilas dan kembali fokus pada game di tangannya.
"WOYY ... BUDEG YAH LO-hmmmppptt," teriak Adit yang makin geram, membuat orang yang berada di Bus itu spontan saja menatap kearah Adit.
"CK, kamu berisik deh. Liat noh orang pada liatin tau," ujar Mario menyuapi sepotong cookies ke mulut Adit.
"haiisha ue nahna wo dwiem," geramnya tak jelas sambil ngunyah.
"Udah deket kok, tenang aja bentar lagi juga nyampe," jelas Mario, Adit hanya menghela nafas bosan, sudah berkali-kali Mario mengatakan hal yang sama tapi tak jua sampai di tujuan.
Adit mulai diam dan menguap berkali-kali tanpa sadar Ia jatuh ke alam mimpi.
...****...
"Dit, bangun kita udah sampe," Mario menepuk pelan bahu Adit.
"Hoaaam ... udah sampe yah? akhirnya," desah Adit lega setelah perjalanan berjam-jam lamanya Ia hanya duduk diam di Bus.
"Lah Yo, mana rumahnya? katanya udah sampe? kok cuma ada pepohonan aja di sekitar sini?" imbuh Adit memperhatikan pepohonan rindang di sekitarnya dan jalan yang tak terlalu besar tempat berhenti Bus beberapa menit yang lalu menurunkan mereka
"Iya disini, nenek kan dulu tinggal di daerah pegunungan jadi kita harus jalan kaki lagi," jawab Mario.
Adit melotot kaget, badannya luruh ke tanah. Rasa penyesalan seakan menyelinap di dadanya, Ia tak menyangka jika rumah nenek Mario akan sejauh ini.
'anjr gw ambil cuti 2 hari buat healing kek orang-orang, kalo gini ceritanya mah yang ada terguling gue," kesal Adit.*
'mampus Lo kutil kuda! sok-sokan mau healing biar keliatan keren buat di posting Yee kan. Makan noh healing sampe pusing,' - Author.
'Author sialan, kenapa Lo bikin rumahnya sejauh itu kampret. Pupus sudah harapan gue mau refreshing,' -Adit
'ini hukuman buat Lo yang bikin dosa godain janda,' -Author.
'aisshh ... tobat dah gue kalo gini caranya' -Adit
-back to story-
"kenapa kamu malah geleng-geleng Dit? Ayo kita jalan kalo ngga mau aku tinggal," heran Mario miris melihat Adit geleng-geleng sambil garuk-garuk tanah.
"Kampret Lo Yo, kok Lo ngga ngomong kalo sejauh ini sih? kalo gini mah sia-sia cuti 2 hari gue," Adit berjalan menghentakkan kakinya kesal mengikuti jalan setapak yang mulus beraspal itu
"lah? salahnya dimana? nenek kan penulis Dit, wajar dong kalo dia butuh tempat yang tenang penuh suasana alam kek gini," sanggah Mario tetap melanjutkan jalannya.
__ADS_1
"Tau ahhh ... kesel gue," Adit terus menggerutu sepanjang jalan mengabsen semua nama bintang.
Mario hanya tersenyum tipis melihat kekonyolan Adit.
"WOYYY ... Masih jauh ngga ini?" teriak Adit yang berada tak jauh di depan Mario dan jangan lupakan wajah tak bersahabatnya itu.
"Deket kok," jelas Mario.
"Kampret Lo, ngga percaya lagi gue sama omongan Lo. Kampret, kucing, tai," ujarnya tak hentinya menendangi batu yang menghambat perjalanannya.
...****...
"Gimana Dit? bagus kan disini? ngga sia-sia lah cuti mu itu," gurau Mario merahkan kopi yang baru diseduhnya.
Mereka telah sampai di tempat tujuan 3 jam yang lalu, bayangkan bagaimana kesalnya Adit,
sudahlah karatan duduk di Bus berjam-jam, habis tu jalan kaki ke tempat tujuan, sampe disana bukannya bisa istirahat malah nyapu dan bersih-bersih rumah ini karena debu yang tebalnya ngga ketulungan.
"Diem Lo!" sengit Adit yang masih saja kesal.
"yaudah-yaudah, kalo gitu kamu istirahat lagi yah. Kalo nyari aku, aku ada di gudang belakang," ucap Mario dan dibalas deheman oleh Adit.
...****...
"haccchhiiim ... haaaaccchiiim," Mario tak hentinya bersin kala membersihkan gudang belakang.
"haccchhiiim ... haaaaccchiiim, eehh disini masih ada buku yah? kok ngga di taro di perpustakaan yah?
Atau memang udah mau dibuang sama nenek dulu? Sayang banget sih, masih bagus dan bisa baca gini," gumam Mario meraih sebuah buku yang tergeletak di lantai gudang.
"The Hidden Kingdom," lirih Mario membuka sampul depannya.
Mario pun menyelesaikan bersih-bersih nya segera dan beranjak membersihkan diri ke kamarnya.
...****...
"YOOO GUE LAPER. Mau makan apa disini bang**t?" teriak Adit frustasi.
"Itu ada Dit, di tas yang di meja," jawab Mario sekenanya.
"Gue ngga habis pikir deh sama Lo Yo, sempet-sempet nya kepikiran pengen pindah kesini. Udahlah jauh dari kota, kaga ada tetangga bahkan cari makan pun susah," oceh Adit yang tengah sibuk merebus Mie instan.
"Ngga susah kok Dit, ada Mini market ngga jauh ke arah selatan, disana ada desa juga, semuanya serba murah kalo disini mah," terang Mario.
__ADS_1
"Terus Lo mau jalan kaki gitu kesana?" Adit menaikkan alisnya sebelah.
"Ngga kok, tadi aku nemu scooter di gudang belakang, masih bisa digunain untungnya," kawan Mario lagi.
"Hukum, syukurlah kalo gitu," Adit mengangguk dan menyantap semangkok Mie instan khas Masyarakat Indo ceunah.
"Oh ya Yo, besok gue langsung balik yah kan masa cuti gue habis," ujar Adit memecah keheningan
"Ngga bisa lusa emang?"
"Ngga bisa, nanti si Boss galak berubah jadi serigala lagi," gurau Adit.
"Ada-ada aja kamu tuh Dit, jaman gini mana ada hal-hal begituan," sahut Mario kembali fokus kembali pada kegiatannya.
"Lo lagi baca apa sih Yo? Fokus banget," kepo Adit.
"Heuuum ... Ini buku yang aku temuin di gudang kemaren. Salah satu karya nenek juga, ceritanya tentang kerajaan Romawi kuno gitu," Jawab Mario mengangkat bukunya yang memperlihatkan judul "The Hidden Kingdom" pada Adit.
"Suka Lo buku begituan? kalo gue mah udah ngantuk duluan,"
Mario hanya mganengangguk-angguk saja, karena sebenarnya dia tak terlalu suka sejarah, tapi Ia juga penasaran dengan buku ini.
Lembar demi lembar telah diselesaikan oleh Mario, tepat tengah hari Ia beranjak membuat makanan karena cacing peliharaannya meronta minta makan. Mau tak mau dia harus mengisinya terlebih dahulu.
"Yo, nanti kita keluar yuk, liat sekitar ini. Kan gue besok mau balik ke Kota, sayang banget cuti gue kalo ngga dimanfaatin," ujar Adit menuju tempat Mario duduk tadi, ternyata si pelaku sudah tak ada karena tengah asik bersama masakannya
Adit hanya menunggu saja, sembari menscroll handphonenya. Lumayan juga ternyata, disini masih ada jaringan yah walaupun lemah tapi lumayan lah daripada tidak sama sekali.
Dari sudut matanya, Adit melihat ada yang bergerak-gerak di sebelah nya saat Ia menatap ke sebelah, tak ada yang aneh dan tak ada apa-apa.
Dan kejadian berulang sekali lagi, Adit menatap aneh di sekitarnya, Ia tak merasa takut sebenarnya hanya saja ada hal yang tidak beres menurutnya.
Tapi kemudian Adit hanya mengangkat bahunya acuh.
"Dit, kamu disini. Nih, makan dulu aku udah masakin nih," Mario menghampiri Adit dan menyerahkan mangkok yang berisi sop sayuran di depannya.
Adit hanya menerimanya dalam diam,
...°°°°°°°...
Thanks guys udah baca karya lessi
Thank buat dukungan kalian semua
__ADS_1
Semoga suka yah, jangan lupa tinggalkan jejak✨✨
Cayoooo🌤️