
"Nah satu lagi yang ngga boleh ketinggalan," ujarnya tiba-tiba.
"Apa?" tanya Mario cukup penasaran. Karena memang kalo masalah gosip-menggosipi sahabatnya yang satu ini memang tak pernah mengecewakan.
"Bedaknya itu looohh, kek Badut Ancol," Galelino tertawa terpingkal-pingkal membayangkan bagaimana Lucilla yang benar-benar tampak Lugo dan bodoh didepannya.
Bahkan Ia tak berbohong sedikitpun tentang dandanan Lucilla, Mario juga ikut bergidik ngeri membayangkan bagaimana tebalnya Make up yang digunakan oleh Lucilla terutama bagian bibirnya.
"Lah btw kan Zaman ini tuh belum ada peralatan modern yang canggih-canggih gitu yah kira-kira tuh si Lili Lampir make up an pale apa yah? apa mungkin pake tepung gitu? terus lipstik pake darah. Wrrrrrrwww," sambungnya diakhiri dengan geraman ala-ala Harimau yang imut-imut minta tampol.
"Dihh najis, kenapa ekspresi Lo kek gitu," Mario melempar bantal yang tak jauh dari jangkauannya pada Galelino.
__ADS_1
"Heh, Lo tuh ya kaga tau apa wrrrr wrrr itu lagi trending di TikTook tau. Katanya tuh yah kalo kita pake wrrr wrrr itu laki-laki idaman yang kyowo." Gelelino menyugar rambutnya PeDe.
"Cihhh narsis," dengus Mario. Galelino terkekeh melihat ekspresi geli dari sahabatnya.
"eh btw soal make up, kenapa Lo kaga bikin ide bisnis aja? kan lumayan tuh dimasa ini masih banyak yang perlu diperbarui dan diciptakan. Dengan pengetahuan tentang dunia dimasa depan kan lumayan loh bisa bangun bisnis baru," cetus Mario memberikan Ide yang sangat briliant. Jika dipikir-pikir, itu sangatlah bagus untuk bisa menghasilkan cuan yang lebih.
"Lo lupa apa gimana? Kita sekarang udah jadi Sultan cuy, Sultan Andara aja lewat kalo begini mah." Mario mengangguk mengiyakan, apalagi posisi mereka sekarang bukanlah orang biasa atau kalangan yang masih menggarap cuan setiap harinya. Apalagi pekerjaan sebagai seorang Raja dan Putera Mahkota tentu saja tak sedikit, jadi alangkah lebih baik jika menyelesaikan semua ini saja.
"Oh ya, btw Lo ngga ada rencana apa-apa gitu buat si basil-basil itu?? Kan dimasa depan dia yang bakal jadi saingan terberat Lo saat jadi Kaisar, gue lihat-lihat wajahnya baik yah kaga ada antagonis-antagonisnya." Galelino kembali meraih makanan-makanan ringan yang tersedia di ruangan itu setelah menghabiskan beberapa jenis tadinya.
"Menurut Lo, bagusnya dia diapain?" tanya Mario serius karena hal ini belum ada dalam rencananya, Ia terlalu sibuk mengurus dokumen-dokumen negara dan menjawab banyak surat perihal pemberontakan.
__ADS_1
"Kalo gue liat-liat nih ya, Adek Lo itu tipe manipulator ngga sih? dia itu gampang banget bujukin plus menghasut orang dengan senyuman manisnya itu. Dengan kata lain, dia bener-bener bermulut manis tapi berbisa. Nah untuk menghadapi orang yang seperti itu kita butuh power lebih Cok, jangan asal ngancurin aja yang ada nanti malah kita yang tumbang duluan," saran Galelino setelahnya.
"Jadi menurut Lo, apa Bacillius itu punya backing-an yang gede? semacam seseorang yang satu misi dan satu visi sama dia buat ngancurin Commodus?" tanya Mario lagi.
"Gue ngga bilang iya, tapi feeling gue mengatakan kemungkinannya emang gitu, Lo pikir aja deh nanti dimasa depan saat perang besar itu terjadi kenapa banyak prajurit Commodus yang mati tiba-tiba bahkan saat perang belum dimulai sekalipun dan mereka juga belum saling serang bukan sih?" papar Galelino, Mario berpikir sejenak kejadian seperti itu memang ada diceritakan di buku pada part-part akhir.
Bermula saat kehancuran Commodus yang dihukum karena hubungan terlarangnya dengan saudara kandungnya sendiri, kemudian pemberontakan dari seluruh penjuru untuk melengserkan posisinya dan mendukung sepenuhnya Bacillius untuk jadi Kaisar selanjutnya.
Tapi yang aneh itu, di Part dimana sebuah peperangan besar di Laut Kaspia. Pasukan Commodus meninggal tiba-tiba padahal perang baru saja berkobar, kematian massal itu tercatat menjadi salah satu tragedi darah yang cukup misterius karena pasukannya meninggal dengan tubuh yang terbelah dan setiap potongan itu mengalirkan darah dan nanah.
"Heeuuum, bagaimana jika itu semacam teknologi bom nuklir dimasa depan?" terka Mario. Sebenarnya itu semua cukup janggal bagi Mario dengan kisah tragedi berdarah itu.
__ADS_1
"Bukankah nuklir juga bisa membuat organ manusia putus secara misterius? selama udaranya itu bercampur dengan nuklir bukan?" lanjut Mario lagi.
"Entahlah, gue juga ngga yakin sih tapi jika diteliti lagi kenapa ada bernanah Segala coba?" sahut Galelino makin menyorot bagian-bagian yang katanya ada alur mistis tersebut.