The Changing -Kisah Yang Hilang-

The Changing -Kisah Yang Hilang-
Putra mahkota


__ADS_3

Ulaaaaalaa guyss lessi ada lagi nih🌹


Mohon maap yah jarang up wkwkwkwk


Happy reading ...


Pagi kembali menyapa, matahari malu-malu menampakkan cahayanya. Laki-laki itu tampak sudah siap denga pakaian Zirah nya.


Dia Mario, la hiya. Siapa lagi coba. Manusia yang nyasar ke dunia antah berantah dengan beban hidup yang malah makin banyak saja.


Mario menatap lekat tiap guratan tekstur wajah pemilik tubuh ini. Wajah simetris yang tampak gagah dan tegas, mata tajam bak elang yang mampu melumpuhkan lawan, mata yang indah dengan sejuta aura dan jangan lupakan rahang tegas yang tampak sangat menggoda kaum hawa.


Semalam Fedrick sudah pulang dari perbatasan membawa kabar baik ke telinga Mario, yaitu kemenangan. Yah, sesuai prediksi Mario, pertolongan dari anggota yang diutusnya akhirnya dating tepat waktu.


“Salam Ya Mulia Putra Mahkota,” sapa Fedrick saat memasuki kamar Mario.


Mario mengalihkan pandangannya dari cermin yang sedari tadi menarik perhatiannya.


Mario kemudian mengangguk pelan.


“Maaf Ya Mulia Putra Mahkota, apa sebaiknya anda istirahat lagi saja hari ini?” tanya Fedrick ragu.


Mario yang mendengar kata ‘Istirahat’ dari mulut sang Asisten itu mendadak menatap horror pada sang lawan.


Bagaimana tidak, seluruh tubuhnya bahkan sudah terasa sangat pegal dan linu karena terlalu banyak rebahan.


Tak boleh ini lah, tak boleh itu lah ‘Membosankan’ adalah kata yang cocok untuk kondisinya saat ini.


“Kau ingin seluruh tubuhku lumpuh?” tanya Mario tajam.


Fedrick yang melihat putra raut tak menyenangkan dari wajah putra mahkota hanya diam dan tak banyak bicara lagi.


Fedrick sedikit bingung, sejak kapan Putra Mahkota yang sudah di dampinginya selama kurang labih 15 tahun sejak kematian permaisuri pertama itu mendadak jadi lebih galak dan kejam? Bukankah sebelumnya Ia adalah sosok yang baik dan kalem dan 'sedikut' lemah? Sungguh mambangongkan sekali.


“Kenapa kau diam?” tanya Mario lagi sambil memicingkan matanya jengkel.


“Taka da Ya Mulia Putra mahkota,” sahut Fedrick seadanya dan tentu saja tetap ‘sedikit’ sopan seperti biasa.


“Sudahlah, kau benar-benar menghancurkan mood ku,” kesal Mario menendang meja kecil dihadapannya.


BRUK!


Trasshhh

__ADS_1


Prang


Keributan terdengar jelas dari kediaman putra mahkota, bahkan pengawal yang setia menjaga keamanan disekitar kediaman ikut berbondong-bondong memastikan apa yang terjadi pada junjungan mereka.


Fedrick hanya memutar matanya malas melihat prajurit yang berdesakan di depan kediaman Putra Mahkota, tanpa banyak bicara Ia langsung mengusir mereka semua.


“Tenang lah Putra Mahkota. Apa yang terjadi pada anda sebenarnya? Kenapa akhir-akhir ini anda pemarah sekali?” ujar Fedrick mencoba menenangkan.


Bukannya tenag, malah amarah Mario makin meletup-letup saja. Ia bahkan tak bisa mengendalikan amarahnya sendiri.


Sudah berkali-kali Mario mencoba untuk mengontrol emosinya dan juga berbagai macam cara telah dilakukannya agar amarahnya bisa meredam.


Tapi tak kunjung ada hasilnya, entah apa yang terjadi pada dirinya bahkan Ia pun tak tahu. Sejak terdampar disini, sumbunya pendek sekali bahkan mudah sekali marah-marah tak jelas seperti saat sekarang ini contohnya.


Tok … tok … tok


Tok … tok … tok


Ketukan terdengar nyaring di tegah letupan emosi Mario. Ia beranjak duduk dan memerintahkan Fedrick untuk melihat siapa yang pagi-pagi sudah mengganggu ketenangannya.


“Kau lihat sana! Manusia sialan mana yang pagi-pagi sudah menggangguku,” titah Mario meminum pelan minuman yang sudah disedikana mpelayan khusus untuknya tadi.


“Baik Ya Mulia Putra Mahkota,” jawan Fedrick undur diri keluar melihat siapa tamu itu.


“Hmm … Saya menyampaikan pesan dari Caesar untuk mengundang Putra Mahkota untuk dating memenuinya siang ini di ruang kerjanya,” jawan Kasim Han, salah satu tangan kanan Caesar.


“Ada apa gerangan?” tanya Fedrick lagi karena tak biasanya Caesar mengajak bertemu langsung dengan Putra Mahkota biasanya hanya lewat orang-orang kepercayaannya saja.


Kasim Han menyunggingkan senyuman mengejek pada Fedrick, “ Ingin tahu sekali Kau Sekretaris rendahan.”


Fedrick yang mendengar itu, balik menatap tajam Kasim Han. Mereka memanglah rival yang sangat kokoh dari zaman dahulu kala, sejak keluar dari academic.


“Yah, tentu saja Kasim Han, tugas saya untuk memastikan Ya Mulia Putra Mahkota baik-baik saja,” sengit Fedrick yang tak suka denga sikap arogan yang ditunjukkan Han.


“Waahh … wahhh .. wah, ada yang sok ingin jadi pahlawan rupanya. Hahahaha, sungguh manusia bodoh yang menjijikkan,” ejek Han yang semakin menyulut amarah fedrick.


“Ciihh berhenti bersikap Arogan Han, kau terlihat makin menjijikkan dimataku,” sarkas Fedrich yang mulai muak dengan tingkah seenaknya Han.


“Kau benar-benar membuang waktu berhargaku saja sialan. Sampaikan pesanku tadi ke Putra Mahkota jika kalian ingin tetap hidup tenang di istana,” cecar Han meninggalkan Fedrick yang mengepalkan tangannya marah.


“Ada apa Fedrick?” tanya Mario tiba-tiba tertarik untuk keluar saat mendengar keributan yang terjadi di depan kediamannya. Namun, saat Ia keluar sang pelaku sudah taka da hanya tinggal Fedrick yang terlihat menahan amarahnya.


“Salam Ya Mulia Putra Mahkota, apa yang anda lakukan disini?” tanya Fedrick kembali menormalkan eksprei wajahnya.

__ADS_1


“Ck, ribet sekali kau kalau bicara. Tinggal jawab aja napa,” geram Mario yang makin tak suka dengan segala keribetan disini. Untuk membicarakan satu hal saja harus menyertai berbagai embel-embel ngga jelas segala. Ditanya malah balik nanya.


“Maaf Ya Mulia Putra Mahkota, barusan ada Kasim Han yang datang kesini membawa berita,” jawan Fedrick cepat.


Kasim Han. Mario berpikir sejenak, Kasim Han diceritakan di Novel bahwa dia adalah salah satu orang kepercayaan Caesar yang sangat membenci keberadaan Putra Mahkota, bahkan Ia adalah salah satu tokoh penting dalam kehancuran Commodus.


“Pesan apa yang dibawanya?” tanya Mario lagi.


“Ampun Ya Mulia Putra Mahkota, Caesar ingin anda menemuinya siang ini di ruang kerjanya,” papar fedrick tegas.


Meskipun Caesar jarang sekali ingin menemui Putra Mahkota lebih tepatnya enggan, tapi mungkin saja pertemuan kali ini sangat penting hingga Putra Mahkota diharuskan bertemu langsung dengannya.


Mario mengangguk mengerti.


“Fedrick, aku ingin mengambil alih tugasku sebagai Putra Mahkota mulai hari ini!” titah Mario.


“Tapi Ya Mulia---,”


“Sudah taka da tapi-tapian saya ingin belajar bertanggung jawab mengerjakan seluruh tugas saya,” ujarnya yakin.


“Lalu bagaimana dengan sebagian tugas anda yang sudah dilimpahkan pada Ya Mulia Pangeran Bacillius?” tanya Fedrick ragu.


“Bacillius?” beo Mario tak mengerti.


Melihat raut wajah Putra Mahkota yang tampak bingung, Fedrick dengan sigap menjelaskan.


“Iya Ya Mulia. Beberapa tugas anda memang anda limpahkan pada Ya Mulia Pangeran Bacillius dan anda hanya mengemban sebagian kecilnya saja seperti urusan di perbatasan,” terang Fedrick.


“Benarkah?” tanya Mario.


“Benar Ya Mulia Putra Mahkota,” sahut Fedrick.


“Sejak kapan itu terjadi?” Imbuh Mario penasaran.


“Itu sudah anda lakukan sejak 5 tahun lalu Ya Mulia Putra Mahkota, tepat sehari setelah debut anda berlangsung, anda memutuskan untuk tidak menjalankan tugas anda dan menyerahkan pada adik anda hingga membuat Caesar makin murka saat itu,” jelas Fedrick lagi.


Mario mengangguk mengerti.


“Apa itu penyebab dari rumor “Putra Mahkota sampah” yang ada ditengah masyarakat itu?” terka Mario.


“Benar Ya Mulia,” jawab fedrick takut jika junjungannya itu tersinggung.


-TBC-

__ADS_1


Holaaa awokawok, Mon maap lessi akhir-akhir ini kurang up guys 👀👀 😉


__ADS_2