The Changing -Kisah Yang Hilang-

The Changing -Kisah Yang Hilang-
Kondisi Putra Mahkota


__ADS_3

Holaaa guyyyss, kembali lagi dnegan lessi di part 15 yah, jadi ini tuh lessi butuh banget sama kritik dan saran kalian semua. Lessi rada bingung awalnya tapi lessi bisa lanjut kok, so jangan lupa tinggalkan kritik dan saran yah biar lessi bisa belajar lagi, okay?😉


Mario yang melihat kedatangan Sekretaris Agung hanya mengengguk sekilas, Ia sedikit kesal karena Galenos masih saj berkutat memeriksanya dengan berbagai hal-hal yang menurutnya tak perlu dilakukan lagi.


“Apa yang kau lakukan Galenos? Aku hanya bertanya namaku! Kenapa kau malah sibuk memeriksa kepala dan lukaku,” heran Mario.


Sekretaris Agung yang medengar hal itu sontak langsung menatap Galenos, Ia sedikit bingung dan tak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Galenos masih saja sibuk memeriksa seluruh tubuh Ya Mulia Putra mahkota.


Lihatlah bahkan wajah Galenos kentara sekali Ia bingung dan mengernyit heran beberapa kali, tapi pemeriksaan tetap Ia jalankan untuk memastikan bahwa prediksi dan riset medis nya memang benar.


Menjadi Galenos bertahun-tahun di istana, sudah memberikan pengalaman dan juga ilmu yang baru bagi Galenos.


Tapi ini sungguh terlihat aneh dan tak masuk akal, dari pemeriksaannya hanya ada sedikit luka gores disepanjang kepala Ya mulai Putra Mahkota dan tak ada cidera yang serius hingga berpotensi hilangnya sebagian ingatan dari putra Mahkota.


Tapi Putra Mahkota bahkan tak ingat siapa namanya, itu artinya memang ada yang salah disini.


“Ada apa Galenos? Kenapa kau memriksa luka-luka itu kembali? Apakah lukanya kembali terbuka?” ujar sekretaris Agung lagi.


Galenos yang ditanya, sejenak menarik nafas dan menghembuskannya perlahan,


“Apakah anda melupakan nama anda putra mahkota?” tanya Galenos sebelum menjawab dua orang berpengaruh didepannya.


“Bodoh. Jika aku mengingatnya maka kau tak akan memanggilmu kesinii,” cecar Mario.


Ia sudah cukup emosi sejak tadi, bayangkan saja saat Ia terbangun, Ia malah dihadapkan pada kondisi yang sangat membingungkan ditengah lautan orang asing yang memanggilnya dengan sebutan “Putra Mahkota”


Ditambah kedatangan dua manusia yang membuatnya naik darah itu, dan juga taka da orang yang menjelaskan siapa Ia sedari tadi, dan siapa namanya.


Nah sekarang? Galenos ini malah so-soan bertanya pula, menyebalkan sekali orang-orang disini.


“Ampun Ya Mulia Putra Mahkota, Ampuni hamba. Hamba hanya memastikan sekali lagi,” sahut Galenos menunduk takut.


“sekretaris Agung semakin bingung dibuatnya, “ Ada apa Galenos? Bagaimana kondisi putra mahkota?” tanyanya sekali lagi.

__ADS_1


Galenos mundur selangkah, Ia menatap Ya mulia Putra Mahkota sekali lagi dan berujar, “Ampun Ya Mulia Putra Mahkota, dan Sekretaris Agung, dari hasil pemeriksaan sejauh ini, Ya Mulia Putra Mahkota dinyatakan kehilangan sebagian ingatannya,”


Sekretaris Agung melotot, Ia tak memprediksi hal ini sebelumnya, sedangkan Mario yang mendengar ucapan dan hasil pemeriksaannya itu memutar matanya malas.


Ia benar-benar merutuki kebodohan Galenos itu, mana ada dia amnesia, mengada-ada saja Galenos ini.


Mengapa mudah sekali bagi mereka mengatakan amnesia hanya karena lupa nama? Bahkan yang Mario derita sekarang lebih dari amnesia semata.


Jiwa nyasar? Apakah bisa Ia sebut begitu?


“Maksudmu bagaimana? Bicaralah yang jelas,” tuntut Sekretaris Agung yang masih tak mengerti, ehh maksudnya Ia ingin memastikan sekali lagi jika pendengarannya barusan tidak bermasalah.


“Ya Mulia Putra Mahkota kehilangan sebagian ingatannya,” ujar Galenos sekali lagi.


“Bagaimana bisa itu terjadi?” sanggah Sekretrais Agung tak percaya.


“Bukankah luka Putra Mahkota ada diperutnya? Kenapa malah jadi amnesia? Apa perut bisa melukai otak?” tanyanya makin terlihat bodoh didepan Mario.


"Satu lagi sekretaris Agung, luka di perut Ya Mulia Putra Mahkota tidak memperlihatkan perkembangan untuk sembuh, dan bahkan terlihat dak ada kemajuan, masih terlihat sangat basah,


Hamba yakin jika Putra Mahkota belum mengonsumsi obat yang hamba racik dan tinggalkan pada dayang," imbuh Gelenos takut-takut.


Mario makin geram dan menatap malas dua orang di depannya, terutama manusia yang bergelar Galenos itu, sungguh bodoh sekali Ia ditambah dengan cerita mengarang dan mebual nya itu.


lalu apa katanya barusan? ingin mengadu apa bagaimana? mana mungkin Mario mau meminum cairan menjijikkan itu. melihatnya saja sudah membuatnya mual setengah hidup.


Dan untuk hasil rekam medisnya barusan, apa katanya? amnesia? amnesia pala bapak kau!


Bahkan Mario saja tak merasakan kepalanya sakit atau pusing sedikitpun


Bagaimana mungkin luka tusukan di perut bisa menyebabkan ambesia dikepala? Apa galenos ini sudah gila atau bagaimana?


Mario jelaskan dan ajarkan pun rasanya percuma.

__ADS_1


“Galenos sialan, aku memanggilmu kesini bukan untuk mengatakan omong kosong itu!” desis Mario tajam.


Cukup sudah. Kesabarannya benar-benar diuji hari ini, ia ingin segera tenggelam saja rasanya.


Jika memang Ia sudah mati saat dibunuh oleh bedebah sialan itu, harusnya Ia sekarang sudah tenang di alam baka bersama keluarganya, bukan malah nyasar kesini untuk menjalani drama.


“Ampun Hamba Ya Mulia, nama anda adalah Ya Mulia Putra Mahkota Marcus Aurellius Commodus,” sahut Galesnos semakin menunduk dalam.


Ia merasa Aura yang dikeluarkan putra mahkota saat ini sangat mematikan dan membekukan sekali, tak biasanya Putra Mahkota yang terkenal baik dan ramah itu mengeluarkan amarah atau sekedar aura mengintimidasi.


Lihatlah, bahkan taka hanya Galenos saja yang merasakan aura kemarahannya itu, sekretaris agung pun dibuat merinding olehnya.


“Keluarlah,” perintah Mario lagi, Ia sudah cukup mendengarkan fakta bahwa Ia memang tersesat disini sebagai tokoh paling antagonis yang nanti akan mati dengan cara tragis.


Galenos melangkah mundur keluar, “Salam Putra Mahkota, Sekretaris Agung, Hamba undur diri,” uajrnya yang diangguki singkat oleh Sekretaris Agung.


Sejenak ruangan itu sunyi, Sekretaris agung sedang sibuk mendengar perkataan Galenos barusan.


“siapa namamu?” tanya Mario memecah keheningan.


“Ampun Ya Mulia Putra Mahkota, Nama hamba Fedrick Merconius,” jawabnya gelagapan.


Mario berpikir sejenak, nama itu terdengar asing. Dalam novel dijelaskan bahwa sekretaris dari putra mahkota bernama Nick Andelios, bukan Fedrick.


Apa mungkin sekretarisnya ada dua? dan Fedrick ini yang tak terkenal? Apakah mungkin begitu?


“Nick mana?” tanya Mario mencoba peruntungannya dengan berbekal data di novel.


Fedrick mengerutkan dahi bingung. Nick mana yang dimaksud oleh putra mahkota? setahunya ada sekitar 2 Nick yang ada di Istana, Nick si pelayan waria dan juga Nick si gladiator istana.


Apa mungkin yang dimaksud Putra mahkota adalah Nick si gladiator istana? Tak mungkin bukan Putra Mahkota menanyakan Nick si pelayan Waria?


wkwkwk thanks guys🥳🥳 jangan lupa tinggalkan jejak yah semoga kalian sukaaa

__ADS_1


__ADS_2