
Holaa guyyyss ... lessi Dateng lagi membawa 5 L
Lelah
letih
lesu
lemes
lopyuu
wkwkwk
Dah lah cusss kuyyy. Check it out⚠️⚠️⚠️⚠️
“Silahkan duduk Putra Mahkota,” ujar Haidar menyiapkan kursi yang akan di duduki Putra Mahkota.
Tanpa mengindahkan pandangan sinis orang disekitarnya, Mario tetap santai duduk dikursi yang disediakan untuknya.
Tak lama setelahnya, Lusilla dan Bacillius ikut bergabung di meja makan. Lusilla masih saja memasang wajah asam karena kejadian beberapa menit lalu dia dibuat kesal oleh Commodus.
“Ada apa dengan wajahmu yang kusut itu Lusilla?” tanya Bacillius aneh melihat adik kandungnya itu memasang wajah cemberut aedari tadi.
“Iya Lusilla, kenapa kau tampak kesal begitu?” tanya permaisuri penasaran melihat wajah sang putri.
Lusilla tak menjawab, Ia hanya memberikan tatapan merajuk pada Commodus yang tak dilirik sedikitpun oleh sang empu.
Permaisuri dan para selir yang melihat itu sedikit paham kenapa suasana hati Lusilla sangat mendung hari ini.
Permaisuri yang melihat tatapan sendu putrinya itu, semakin geram dengan tingkah Putra Mahkota yang mengacaukan Mood Putri kandungnya di siang bolong begini.
“Sudah-sudah. Mari kita mulai makan karena semuanya sudah berkumpul,” putus Caesar tegas tak terbantahkan.
Semuanya pun mulai sibuk dengan makanan masing\=masing.
Sesekali Lusilla mencuri pandang pada Commodus yang sudah banyak berubah sejak kejadian beberapa minggu lalu.
Lusila tak bisa lagi bermanja-manja ria seperti biasanya, taka da lagi Commodus yang berbicara lembut ditelinganya dan tak ada lagi yang bisa menemaninya kemanapun Ia ingin.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya makan siangpun selesai, suara Bacilliuspun terdengar
“Ayahanda, aku tak setuju dengan keputusan Putra Mahkota yang mengambil alih tugas yang sudah kujalani bertahun-tahun dengan tiba-tiba,” tukasnya yang sontak membuat seisi ruangan menatap sinis pada Commodus.
__ADS_1
Permaisuri dan juga para selir yang tadinya akan melangkah ke kediaman masing-masing dan ingin bersantai-santai ria, kembali duduk mendengar topik langka itu.
Sejak kapan Putra Mahkota sampah itu kembali waras? Pikir mereka. Bukankah selama ini Putra Mahkota sendiri yang tak ingin mengerjakan tugasnya dan memberikannya pada pangeran?
“Apakah benar begitu Putra Mahkota?” tanya Caesar heran.
Walaupun Caesar masih menyimpan luka masa lalu di hatinya karena peristiwa kematian Istri yang begitu Ia cintai, Ia tetap berlaku selayaknya Caesar dan Putra Mahkota pada umumntya karena bagaimanapun Ia tetap harus professional.
“Iya Ya Mulia Caesar, saya akan mengambil alih tugas saya kembali,” ujar Mario mantap tanpa keraguan sedikitpun.
Bacillius mendelik tak terima, “Tapi Caesar, selama ini aku yang mengerjakan dan menyelesaikannya semuanya, bagaimana mungkin putra Mahkota seenaknya tiba-tiba ingin mengambil alih semudah itu.”
“Saya hanya mengambil apa yang seharusnya milik Saya,” Sarkar Mario menatap dingin pada Commodus.
“Maaf hamba menyela Ya Mullia Caesar, Hamba merasa tak adil dan keberatan dengan permintaan Ya Mulia Putra Mahkota,” sanggah Permaisuri menambahkan.
Caesar hanya diam dan memperhatikan Mario dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Apa alasan Kau ingin mengambil tugas itu lagi setelah kau lepaskan pada Bacillius dari awal?” sarkas Caesar yang terdengar mengejek ditelinga Mario.
“Bukankah tidak pantas jika kita membicarakan hal sepenting ini dimeja makan?” tanya Mario lagi.
Perkataan itu lantas membuat para Selir dan juga Permaisuri cemberut, karena pastinya tak mungkin mereka beramai-ramai pula ikut ke ruang kerja Caesar.
“Tapi Ya Mulia Casaer----,” bantah Permaisuri.
“Sudahlah, ada benarnya juga kata Putra Mahkota, tak mungkin juga hal sepenting ini akan kita bahas ditempat terbuka seperti ini,” putus Caesar mengiyakan saran Mario.
“Pangeran Bacillius dan Putra Mahkota silahkan langsung ke ruang kerja Caesar setelah ini, kita alkan menyelesaikannya disana,” Imbuh Caesar mutlak dan langsung beranjak dari meja makan.
Nah kan, baru juga dibulang ehhh benar-benar kejadian dong. Tak bisa lagi para selir curi-curi dengan tentang permasalahan ini begitu juga Permaisuri.
Sama saja cari mati mereka jika berani curi-curi dengar ke ruang kerja Caesar tapi yang namanya wanita itu tak bisa jika tidak kepo pada urusan orang.
Apalagi ini adalah topik yang sangat bagus sekali untuk menjadi bahan ghibah.
“Cih, kenapa mendadak sekali Kau Putra Mahkota? ingin mengambil alih apa yang sudah didapatkan Putraku?” celetuk Permaisuri yang tak senang jika apa yang telah didapatkan putranya harus hilang kembali.
Susah-susah dulu Ia berusaha mendapatkan hak yang pantas untuk Putra kandungnya itu.
“Kau tak berhak mengaturku, Permaisuri!” tekan Mario dan melemparkan tatapan mengejek pada Permaisuri dan para selir.
Yang lantas membuat mereka semua geram melihat senyum menyebalkan dari Mario.
__ADS_1
****
Disisi lain,
“King Apa yang kau lakukan?!” pekik Yohaness, sang sekretaris pribadi dari laki-laki yang dipanggil King itu.
Galelino, laki-laki yang kini tengah duduk anteng diatas pohon manga memetik mangga yang sudah tampak matang dipohonnya.
“Apa sih berisik aja,” dumelnya dan terus memetic seluruh Mangga yang menarik perhatiannya.
“Widihhh kalo manga mengkal gini tiap hari bisa sejahtera hidup gue, nih ya kalo dijual bisa kaya gue,” kikiknya melanjutkan acara petik-memetiknya.
“King, Hamba mohon turunlah! Nanti Ibunda Queen bisa mangamuk melihat anda diatas sana,” teriak Yohanness lagi.
Ia benar-benar dibuat pusing dengan kelakuan absurd dari King, sang penguasa kerajaan Stansia itu akhir-akhir ini.
Banyak saja tingkahnya yang berada diluar nalar manusia, bahkan taka da lagi tersisa gaya bangsawannya sedikitpun
.
Sejak drama hilangnya King dua minggu lalu yang membuat heboh seisi istana dan ternyata si empu malah ngumpet di lemarinya, sifat Galileno benar-benar sangat bar-bar dan lebih sering absurd hingga membuat keluarga istana kualahan dengan tingkahnya.
“Udah!!! Lo dibawah sana jangan banyak bacot, kalo mau bantuin sini manjat nanti gue kasih persenan deh, tapi kaga boleh banyak-banyak,” Omelnya tak mengindahkan permintahaan Yohanness untuk segera turun.
Prajurit yang ikut mengawal King Galelino ikut dibuat ketar-ketir dan juga pada pucat karena takut kelakuan King nya ini mengundang kemarahan dari Ibunda King seperti sebelum-sebelumnya hingga berakhir mereka yang harus menanggung akibatnya.
“Ada apa ini Yohan?” tanya Ibunda Queen yang entah muncul darimana.
Aliran darah Yohanness benar-benar terasa berhenti saat ini, bahkan lihatlah taka da sedikitpun darah yang mengalir di wajah tirusnya.
“Hmmm … Salam Ibunda Queen,” sapa Yohanness berusaha untuk tenang.
“Ada apa?” tanyanya lagi. Ibunda Queen menatap bingung Yohannes yang sedari tadi berdiri dibawah pohon manga bersama para prajurit yang biasanya mengawal putra semata wayangnya.
“Itu Ibunda Queen, anu- eumm itu apa tuh,” jawabnya gagap dan tak jelas membuat Ibunda Queen mengernyit curiga.
Pasti kali ini Putranya itu berulah lagi.
“IBUNDAAA … IBUNDA SUKA MANGGA NGGA?? MAU AKU PETIKIN SEKALIAN?!” teriak Galelinos yang sontak membuat seluruh prajurit mendadak lemas tak berdaya karena mereka sudah tau apa yang akan terjadi setelah ini.
“GALILENOOOOO FRANSISKO!!!!!!!”
Awokawok thanks udah baca karya Lessi 🥳🥳
__ADS_1