
“Siapa Lo?” tanya Mario yang sangat penasaran bagaimana bisa Galee mengetahui bahasanya di dunia yang dahulu.
Apakah Galee merupakan orang yang bernasib sama sepertinya? Jika begitu setidaknya Mario punya teman senasib seperjuangan bukan?
Galee memucat mendengar pertanyaan yang dilemparkan oleh Commodus padanya. Ia harus jawab apa?
Jika saja Ia mengatakan bahwa Ia berasal dari masa depan, tentu saja Commodus akan menganggapnya gila.
Tapi Galee juga bertanya-tanya bagaimana mungkin Commodus juga sama mengerti dan bisa berbahasa Indonesia.
Galee berpikir sejenak memikirkan jawaban yang tepat.
Seingatnya, dulu saat belajar sejarah bahwa Indonesia itu sudah ada sejak dahulu kala, hanya saja namanya memang berbeda.
“Saya memiliki teman dari Noesantara, tepatnya dari kerajaan Majapahit. Anda kenal dengan Raja Adityawarman bukan? dia adalah teman akrab saya dan dia juga yang mengajarkan saya berbahasa Noesantara,” sahut Galee mantap sabil tersenyum puas mendengar jawabannya sendiri.
Ia merasa sangat bangga pada dirinya sendiri karena bisa mengingat secara random sejarah yang dulunya pernah diajarkan gurunya semasa SMP.
Mario berpikir sejenak. Ia sebenarnya juga memiliki pengetahuan yang sangat minim sekali tentang sejarah, meskipun dulu Ia pernah menjadi kutu buku tapi Ia tak suka membaca sejarah.
Baginya yang sudah berlalu yah berlalu saja tak usah diingat-ingat lagi.
Pun dulu waktu belajar sejarah semasa SMP dan SMA malah dia keseringan tidur dan tak mengerti apa-apa.
Pertamakali Mario membaca buku berbau sejarah juga pada novel “The Hidden Kingdom” karangan neneknya itu.
Itupun membuatnya sedikit menyesal, karena rasa penasaran malah Ia yang terjebak disini.
Noesantara? Majapahit? Adityawarman? Rasanya Mario pernah mendengar nama itu, kalo tidak salah dulu meskipun Ia sering tidur dimata pelajaran Sejarah tapi nama itu cukup familiar ditelinganya.
‘Mungkin saja Galee memang punya teman dari Noesantara, Mario baru ingat jika Nusantara itu memang nama Indonesia dimasa lalu, jadi tak juga aneh jika Galee bisa berbahasa Indonesia. Toh, sah-sah saja bukan jika kita mempelajari banyak Bahasa?’ pikir Mario.
“Kalau anda, kenapa anda bisa berbahasa Indonesia?” tanya Galee yang juga sama penasarannya.
“OOhh itu, apa tuh aku juga punya kenalan orang sana,” ujar Mario gelagapan.
“Ohh begitu rupanya? Kerajaan mana emang?” Imbuh Galee lagi.
Mario yang ditanya begitu makin deg-degan. Jujur saja Ia tak begitu mengingat nama-nama kerajaan yang ada di Indonesia masa lalu.
__ADS_1
Tiba-tiba Mario mengingat sesuatu.
“Temanku Raja Gajah Mada, dari kerajaan Jawa,” jawab Mario mantap.
Tadi tiba-tiba saja otak cerdasnya ini mengingat bahwa Universitas Gadjah Mada itu terinspirasi dari nama seseorang yang bergelar “Gadjah Mada”.
Galee yang pada dasarnya juga tidak tahu sejarah juga mengiyakan saja.
“Baiklah kalo begitu mari kita masuk,” ajak Mario karena hanya mereka berdua saja yang tertinggal disana. Semua orang telah masuk.
Author be like :
Kasihan sekali kalian anak Muda, kaga tahu apa-apa. makanya kalo guru lagi bersejarah tuh didengerin, bukan malah tidur.
Jangan ditiru yah readers, lihatlah akibatnya mereka jadi tidak tahu apa-apa dong😭😭😭
WOYYY ANAK-ANAK!!!
Yang Gadjah Mada teh, yang dari Majapahit. Adityawarman mah dari Sumatera. Tuh lagi, kerjaan Jawa banyak euuyy tapi oke juga lah Yee daripada kaga nge-bacot.
Satu hal yang kalian lupakan dan ini sangat penting anak-anak ku yang tercintaaahh🤌🤌
"Dimasa kerajaan Mana mungkin bahasa Indonesia udah lahir Woyy?!! Bahasa Indonesia teh, lahirnya pas sebelum konperensi Sumpah pemuda. Baru-baru ini euyyy.
Dah laahhh mengcape emak sama kalean bedua tuh. mana sok-sokan pinter lagi. Angkat tangan ✋ dah emak mu ini nak.
Istighfar.
Astaghfirullah
-Back to Topic-
"Bagaimana keadaan Kerajaan ini selama Permaisuri telah tiada Caesar?" tanya Queen basa-basi.
Sebenarnya juga Queen sudah tau, bahwa beberapa bulan setelah kematian Permaisuri, Selir Agung diangkat menjadi Permaisuri berkat dukungan banyak pihak.
Itu juga yang membuat Queen murka dan tak habis pikir.
Apakah mereka sudah gila? hingga semudah itu melupakan jasa dari sepupunya yang sudah mengabdikan diri dengan sangat baik di Kerajaan Roma.
__ADS_1
"Not bad, hanya saja memang banyak terjadi pemberontakan dan juga penyerangan misterius dari berbagai pihak, namun bisalah ditangani meski tak mudah," sahut Caesar lagi.
Queen hanya mengangguk tanpa minat. Ia membiarkan suaminya mengobrol dengan Caesar, dan sesekali menanggapi.
Fokus Queen sedari tadi sebenarnya hanya pada Commodus. Ia merasa terharu melihat Commodus yang sudah tumbuh sebesar ini bahkan terlihat gagah dan rupawan.
Galee yang melihat Ibundanya menatap lekat wajah Commodus, malah mendengus kesal dan menatap Commodus dengan pandangan horor.
Commodus menatap tak mengerti dengan tatapan sinis yang diperlihatkan Galee padanya. Ia juga dari tadi menyadari jika Queen menatapnya.
Mario tak terlalu ambil pusing karena Ia dan Galee duduk bersebelahan. mungkin saja jika Queen sebenarnya menatap Putra semata wayangnya, bukan? pikir Mario.
"Kenapa Lo melotot gitu anji*ir," bisik Mario pada Galee karena risih juga ditatap sesama jenis seperti itu.
"Any*ing Lo tuh menarik perhatian Bunda gue mulu noh, gua kaga mau yaahh punya Bapak tiri modelan Lo," sengit Galee memicingkan matanya kesal
"Dihh bangk*e, yakali gue mau sama tante-tante. Lo sehat apa gimane?" delik Mario tak terima dengan tudingan Galee.
Yang benar saja Galee menuduhnya sebagai Pebinor. Ganteng-ganteng gini mah tipe nya juga kudu cantik dong.
Yah memang tak dipungkiri bahwa Queen sebenarnya masih sangat cantik. Lihatlah bahkan diusianya yang sudah menjelang kepala 5 itu saja masih tampak cantik jelita. pantas saja High King sangat mencintainya dan sering cemburu jika istrinya itu dekat-dekat dengan yang lain.
Bagaimana mungkin High King bisa berpaling dengan wanita keturunan Asia itu. Bahkan High King saja tak mampu berjauhan dalam jangka waktu yang lama dengan sang Istri.
"Awas aja Lo sampai deket-deket sama bunda gue apalagi sampe berfikir buat godain Bunda, gue sleding Lo!" ketus Galee yang melihat wajah tengil Mario yang tampak santai-santai saja.
"Bacot! ngga mungkin lahhh, selera gue masih selera muda btw," dengus Mario yang tak terima jika Ia dituduh sedemikian rupa.
"Kenapa kalian malah asik berbisik-bisik dengan bahasa asing itu? kamu juga bisa bahasa asing itu juga Commodus?!" tanya Queen yang tampak semangat.
"Iya Queen, aku juga bisa bahasa Noesantara," jawab Mario sekedarnya.
"Seriously?! Wahhh Amazing! kami hebat banget, bisa menguasai bahasa asing dengan baik begitu," puji Queen yang makin membuat ekspresi masam Galee bermekaran bak bunga di musim semi.
Galee mendengus melihat Bundanya yang memuji-muji Commodus begitu, lebay sekali padahal mah anaknya juga bisa.
Kaga pernah dipuji tuh, malah sering dimarahin.
__ADS_1
Galee menatap Ayahnya yang malah saik mengobrol dengan Caesar dan tidak masalah dengan kedekatan Commodus dengan istrinya walaupun sesekali Ia tetap melirik apa yang dilakukan Istrinya itu.
"Huhh, dasar tak bisa di andelin! Istrinya di gotong orang baru tau rasa,"cibir Galee yang makin kesal saja.