
Guyyss lessi mau cerita dikit nih yah, jadi kalo misalkan dari readers itu Nemu kesalahan yg butuh di kritik langsung aja yeee komen. Cusss
HAPPY READING ...
“Why not?” tanya Mario makin terdengar menyebalkan ditelinga Bacillius.
“Wahh … kejutan sekali bukan? seseorang yang menganggap dirinya lemah dan tak mengatakan jika dia tak mampu mengemban tugas sebagai Putra Mahkota hingga melimpahkan seluruh tugasnya kepada adiknya selama bertahun-tahun dan sekarang meminta hak nya? Kau sakit atau gimana?” ejek Caesar yang tak bisa menahan geram melihat wajah wajah menyebalkan Mario.
“Apa kau sangat keberatan dengan hal itu Caesar?” sarkas Mario.
Keheningan menyergap pada kanva ruang kerja Caesar, tak ada satupun suara yang keluar selain hembusan nafas yang terdengar jelas.
“Jadi bagaimana keputusan anda Ya Mulia Caesar?” tanya Mario tak sabaran.
Ia malas sekali berlama-lama dalam satu ruangan bersama Caesar dan Bacillius.
“Baiklah, aku tak akan keberatan sama sekali untuk itu toh ini memang sudah tugas Putra Mahkota bukan? selama ini kau saja yang enggan mengerjakannya dan memilih untuk menyerahkannya pada adikmu,” jelas Caesar bijak. Mario tersenyum puas mendengar jawaban Caesar karena memang inilah jawaban yang dinanti-nantinya.
Bacillius yang mendengar jawaban dari Caesar lantas menggeram marah, wajahnya begitu kentara sekali menunjukkan jika Ia menentang keputusan Caesar.
Rahangnya mengeras, tatapannya begitu tajam menghunus pada Mario, jika sebelumnya Ia akan bersikap seolah sangat baik dan perhatian pada kakaknya, sang Putra Mahkota namun sekarang tak lagi Ia lakukan hal serupa.
Rasa iri dan juga dengki telah menguasai hatinya. Ia sangat tidak setuju jika keberadaan Putra Mahkota memberikan peluang yang besar bagi para petinggi kerajaan yang tidak menyukainya untuk menghancurkannya lantaran sikapnya yang selama ini semena-mena terhadap mereka.
‘Aku harus melakukan sesuatu,’ pikirnya.
Tangannya terkepal kuat, hingga buku-buku jemarinya terlihat jelas. Namun dengan kelihaiannya dalam menyembunyikan itu semua, Caesar pun tak bisa membaca raut wajahnya yang sudah berubah sepersekian detik dari sebelumnya.
“Tapi … tak bisa secara langsung dan mendadak begini. Tetap saja semuanya harus dilakukan sesuai aturan dan tak bisa diambil alih keseluruhannya sekaligus pada waktu dekat,” Imbuh Caesar.
__ADS_1
“Untuk sementara, Bacillius akan tetap mengemban sebagian tugasmu karena untuk masa peralihan itu takkan mudah, perlu proses dan juga adaptasi yang perlu kau hadapi terlebih dahulu,
Satu lagi yang harus kau persiapkan, as you know (seperti yang kamu tahu) bahwa sebagian masyarakat masih menyimpan ketidaksukaan terhadap sosok Putra Mahkota, tentu kau sangat tahu alasannya tanpa harus saya jabarkan lebih jelas,” Papar Caesar datar
“No matter. Saya menerima keputusan dari Ya Mulia Caesar untuk mengalihkan secara perlahan tugas yang memang seharusnya sudah saya emban dari 5 tahun yang lalu,
Sebelum itu, saya mengaku salah karena dulu saya sangatlah tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang Caesar berikan. Dan juga saya meminta maaf sekaligus terimakasih kepada Adikku, Bacillius karena telah berkenan dan juga bersedia mengabdikan dirinya untuk tugas kerajaan 5 tahun belakangan,” ujar Mario memperjelas.
“Tapi Ayahanda---,” protes Bacillius yang dihadiahi gelengan pelan dari Caesar.
“Peralihan sebagian tugasmu akan diurus langsung oleh Sekretaris Jendral Agung kerajaan,” putus Caesar final.
“Satu lagi, besok ada kunjungan dari Kerajaan Stansia sekaligus saudara sepupu jauh dari Ibumu Putra Mahkota, jadi jaga sikapmu dan besok sekaligus ajang pembuktian untuk membuktikan kau bisa melakukan tugas awal dengan baik,” Imbuh Caesar lagi.
Ia baru saja ingat jika besok adalah kunjungan dari Kerajaan Stansia.
Namun, semenjak Permaisuri mati terbunuh Kerajaan Stansia tak lagi mau bersinggungan ataupun menjalin kerjasama dengan Kerajaan Roma lantaran merasa sangat kecewa sekali dengan Manajemen keamanan Istana yang membuat Sepupu Queen meregang nyawa didalam sangkarnya sendiri
Caesar memaklumi seluruh keputusan dari High Queen Stansia karena Ia juga tahu sedekat apa dulunya sang Istri dengan High Queen sepupunya.
Setelah belasan tahun tak saling bersinggungan ataupun bekerjasama, tiba-tiba saja bulan lalu kartu keterangan kunjungan kerajaan Stansia bertengger indah di meja kebesaran Caesar.
Hal itu cukup membuatnya kaget sekaligus terheran, Apakah Stansia sudah memaafkannya? atau mungkin ada niat lain mereka datang kesini?
Ahhh entahlah, tapi Caesar yakin mereka takkan berniat buruk karena bagaimanapun Masih ada Commodus yang menjadi keturunan darah dari Permaisuri pertama.
"Stansia? bukannya mereka kerajaan yang dikenal dengan "Singa dua benua" itu ya Ayahanda? yang konon dalam sejarah disebutkan bahwa mereka sangatlah terkenal dalam taktik perangnya?" tanya Bacillius semangat.
"Iya, mereka yang akan berkunjung besok ke kerajaan Roma," sahut Caesar sekedarnya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Bacillius tersenyum licik, 'aku harus bisa merebut Hati High King dari Stansia untuk membantu misiku kedepannya agar lebih mudah menyingkirkan Putra Mahkota.'
"Tapi Ayahanda, sejak kapan mereka mau bekerjasama sama dengan kita apalagi sampai mengadakan kunjungan segala. Bukannya lima tahun lalu saat Kerajaan Roma meminta bantuan mereka saat di perbatasan mereka sangat enggan membantu?" tanya Bacillius bingung.
Ia baru saja ingat kejadian 5 tahun lalu, dimana prajurit Roma tengah melakukan ekspansi di Eropa timur namun sebagian dari mereka malah terjangkit virus black death hingga lebih dari 80% dari prajurit Roma yang ikut ekspansi telah tewas disana.
Saat itu, pihak Roma telah mengirimkan permintaan bantuan pada beberapa kerajaan terdekat dengan wilayah Tbilis salah satunya juga ada Stansia.
Stansia adalah kerajaan yang kokoh berdiri di perbatasan 2 benua, yaitu benua Asia dan Eropa lebih tepatnya di wilayah Turki yang berpusat di konstantinopel.
Saat itu, Stansia enggan mengirimkan bantuan kepada para prajurit Roma dengan alasan jika mereka juga tengah melakukan ekspansi ke wilayah Asia Selatan.
Namun kabar baiknya, prajurit Roma yang tersisa dapat diselamatkan dan kembali ke Roma setelah melakukan pengobatan dan juga perawatan intens di Kekaisaran Rusia selama lebih kurang 2 tahun.
Rusia terkenal dengan Kerajaan yang super Power dan Kerajaan adidaya dunia yang bergandengan dengan Kerajaan Abbasiyah yang terkenal dengan cendekiawan dan tabib nya.
Kemajuan peradaban Romawi, Rusia dan Abbasiyah selalu berlomba-lomba menjadi 3 besar paling berpengaruh pada masanya.
Mereka selaku berlomba-lomba untuk meningkatkan pengetahuan dan juga ilmu dari segala bidang yang mungkin berguna di masa sekarang ataupun masa depan.
"Ayahanda juga tidak tahu pasti alasan mereka ingin berkunjung, tapi Ayahanda yakin ini sebuah pertanda baik bagi kita karena dulunya Stansia dan Roma merupakan kerajaan yang sangat kompak dan solid," sahut Caesar menerawang ke masa dimana dulunya Ia dan Istri tercintanya sering berkunjung ke Stansia terutama pada masa-masa kehamilan Putra mereka.
Istrinya kerap kali ngidam ingin bertemu dengan High Queen dari Stansia ataupun beberapa kali menginginkan sesuatu yang berasal dari Stansia.
Secara singkatnya, Selama masa kehamilan Istrinya sangat menyukai segala sesuatu tentang Stansia apapun perhiasan yang Ia pakai ataupun apapun yang Ia gunakan harus berkaitan dengan Stansia hingga membuat Caesar kualahan karena juga harus mengurus segala keperluan kerajaan Roma.
Caesar tersenyum tipis membayangkan bagaimana dulu istrinya merengek ingin menetap di Stansia selama masa kehamilannya namun karena Ia tak ingin jauh dari sang istri akhirnya Ia berjanji jika mereka akan tetap berkunjung kesana 2 Minggu sekali.
-TBC-
__ADS_1