
Setelah mendapat wasiat dari sosok yang dengan misterius telah menjadi panutan, Paijo mencoba menelaahnya. Namun sekeras apapun berpikir, bahkan setelah menggunakan kecerdasan otaknya untuk menyimpulkan, tetap saja tidak ada hal penting yang di dapat. Perintah menyimak yang dimaksud pasti merujuk pada akan adanya orang yang menjelaskan semua hal tentang dunia ini. Sedangkan untuk mengungkap alasan kenapa semua orang dipindahkan ke dunia ini Paijo tidak dapat menyimpulkan apapun. Hal tersebut wajar mengingat Paijo baru saja dipindahkan.
Sosok berbaju zirah biru semakin lama menjauh. Jejaknya diikuti sosok-sosok lain dengan perlengkapan yang sama kuatnya. Jika diperhatikan, apa yang menempel di tubuh mereka sama seperti yang ada di game VRMMORPG. Beraneka macam bentuk dan warna.
Tidak berselang lama sebuah layar raksasa muncul di langit. Di tengah layar tersebut terlihat sesosok pria berwajah riang. Rambutnya panjang sebahu, berwarna perak layaknya logam. Sedangkan senyum tak pernah berhenti merekah dari bibirnya.
"Hai! Hallo! Apa kalian bisa mendengarku? Jika ya, tolong perhatikan layar raksasa di atas kalian dan tolong dengar baik-baik apa yang akan aku katakan! Oke! Kenapa? Apa alasannya? Itu karena kelangsungan hidup kalian selanjutnya di dunia ini akan bergantung pada informasi yang akan aku katakan. Jadi dengar dan simak baik-baik semua perkataanku."
Semua perhatian langsung tertuju pada layar raksasa di langit. Ekspresi semua orang berubah takjub. Celotehan-celotehan penuh kekaguman dan keterkejutan seketika menggema dimana-mana. Paijo yang juga ikut menatap layar tersebut hanya sanggup ternganga. Tidak ada sepatah katapun yang meluncur dari mulutnya. Seolah pemandangan yang baru tertangkap matanya itu tak ayal hanya seperti angan-angan semata.
Sikap Paijo yang terlihat seperti orang bodoh merupakan buntut dari kehidupan kelam yang dia jalani di bumi. Selama hidup Paijo tak pernah memiliki televisi. Selain karena tingkat perekonomian keluarganya sangat melarat, rumah Paijo juga tidak dialiri listrik. Jadi dengan munculnya layar raksasa di langit seketika menghancurkan kemewahan di bumi yang selama ini diagung-agungkan.
"Pertama-tama, Selamat datang para Zerenian baru!" sosok tersebut kembali bicara. Kali ini ekspresinya berubah lebih serius dan nada bicaranya juga lebih berwibawa. "Sekarang aku akan menjelaskan… "
Laki-laki di layar mulai berbicara panjang lebar. Seperti dugaan Paijo jika semua makhluk yang dipindahkan ke dunia ini disebut Zerenian. Entah apa arti kata tersebut? Tapi yang jelas Zerenian sama halnya seperti petualang di game VRMMORPG atau di novel-novel fantasi bertema petualangan.
__ADS_1
Dunia ini bernama Gedhetenan Land. Sebuah dunia yang luasnya sepuluh kali lipat dari bumi. Entah dari mana laki-laki di layar mendapatkan informasi tersebut? Tapi jika memang seluas itu berarti satu hari di dunia ini setara dengan sepuluh hari di bumi. Yang lebih mengejutkan lagi hanya sepuluh persen dari Gedhetenan Land yang baru terjamah.
Lalu untuk kekuatan? Kekuatan para Zerenian ditentukan oleh tiga hal, yaitu level, rank dan rebith. Level sama seperti yang ada di semua game VRMMORPG. Setiap naik level membutuhkan poin pengalaman atau experience points, atau disingkat exp.
Memang terkesan aneh saat kehidupan nyata dicampuradukkan dengan sesuatu yang sesungguhnya hanya buah dari imajinasi para kreator game. Namun seaneh apapun itu, inilah kenyataannya. Hampir semua manusia di padang rumput ini tahu tentang hal tersebut dan sadar hal semacam itu tidak pernah ada di dunia nyata. Namun setelah mengingat kejadian yang membuat mereka berada di sini, otak dan alam bawah sadar mereka akhirnya memilih untuk menerima sesuatu yang tidak masuk akal itu sebagai sebuah kenyataan yang akan selalu menjadi bagian dari kehidupan baru mereka.
Sedangkan untuk rank, sosok di layar menggambarkan hal tersebut seperti dinding penghalang yang harus diterobos oleh semua Zerenian agar bisa mencapai level lebih tinggi. Sederhananya setiap kelipatan 25 level para Zerenian harus menembus satu tingkatan rank agar bisa naik ke level selanjutnya, dan untuk menembusnya mereka wajib melakukan pertapaan seraya menyerap poin pengalaman. Ada delapan tingkatan rank yang harus ditaklukkan oleh para Zerenian.
Rebith atau bisa diartikan sebagai dihidupkan kembali merupakan tingkatan terakhir yang dapat ditempuh setiap Zerenian untuk menjadi lebih kuat. Namun untuk melakukan itu ada syarat yang harus dipenuhi. Yang paling utama adalah harus sudah menembus rank terakhir. Dengan kata lain harus sudah berada di level dua ratus. Selain itu bagi yang melakukan rebith akan kehilangan semua level dan kembali ke level satu, serta akan sedikit kesulitan dalam menembus tingkatan rank karena poin pengalaman yang harus diserap akan semakin banyak. Tapi dibalik besarnya pengorbanan yang harus ditanggung, setiap Zeranian yang melakukan rebith akan mendapat tambahan delapan poin dasar.
Ada satu hal yang cukup menarik perhatian Paijo, yaitu mengenai bakat. Di dunia yang hampir menyerupai game dan novel-novel fantasi ini tidak ada yang namanya job atau pekerjaan khusus. Hal tersebut memang sedikit aneh, namun seharusnya memang seperti itu mengingat kehidupan di dunia ini nyata, bukan mimpi atau hanya sebatas karangan seorang penulis yang sedang asyik berimajinasi. Jadi Paijo tak terlalu ambil pusing mengenai hal tersebut. Namun yang membuat Paijo tertarik adalah adanya bakat yang menggantikan hal tersebut. Di dunia ini siapa saja bisa mempelajari semua bakat yang ada dan menguasainya. Dengan kata lain semua Zerenian bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Oleh sebab itu pula Paijo langsung memutuskan untuk menguasai bakat sebanyak mungkin karena menurutnya semakin banyak yang bisa dilakukan orang maka akan semakin banyak pula peluang yang bisa didapat.
"Sepertinya aku sudah menjelaskan semua yang ada di dunia ini. Selanjutnya tinggal langkah apa yang akan kalian ambil sebagai Zerenian baru. Aku harap kalian ikut berjuang bersama kami yang lebih dulu hidup di Gedhetenan Land dan membongkar misteri yang membuat kita semua terdampar di dunia ini."
Sosok di layar tiba-tiba menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan seraya mengarahkan pandangan ke atas. Ekspresinya berubah sendu. Lalu setelah menenangkan diri, tapi masih dengan mata berkaca-kaca sosok tersebut kembali bicara, "Satu persen lebih dari satu juta manusia gugur hari ini." katanya dengan suara sedikit begetar.
__ADS_1
Seketika komentar meletup di seluruh padang rumput. Sebagian besar terkejut dan tidak mempercayai apa yang baru saja diucapkan sosok di layar raksasa. Ada juga yang hanya diam dan berekspresi sendu. Selain itu ada yang langsung menangis dan meneteskan air mata. Namun ada juga yang bingung dan tidak mengerti maksud dari pernyataan yang baru saja menggema di telinga semua orang.
Tidak ada bedanya dengan Paijo. Remaja itu diam seribu bahasa. Wajahnya tetap datar. Sama sekali tidak menunjukan keterkejutan atau kesedihan. Bukannya tidak memiliki simpati atau empati pada manusia lainnya yang telah meregang nyawa hari ini, melainkan karena bayang-bayang kematian yang hampir menariknya ke dasar akhirat terngiang di kepalanya. Kejadian saat dirinya hampir terbunuh di tangan sosok humanoid gajah kembali terbayang di depan mata.
Selain itu otak Paijo juga terlalu cepat bereaksi atas informasi yang baru diucapkan oleh sosok di layar. Satu persen dari satu juta bukan jumlah yang bisa dikatakan sedikit. itu berarti lebih dari sepuluh ribu manusia terbunuh di tengah kericuhan yang terjadi sebelumnya, dan hampir saja satu di antara mereka adalah Paijo.
Sebenarnya ada hal lain yang juga menjadi bahan pemikiran otak Paijo. Selama ini informasi yang sudah menjadi rahasia umum selama ratusan tahun di bumi mengatakan jika ada lima ratus ribu hingga enam ratus ribu manusia yang menghilang setiap sepuluh tahun sekali. Jumlah tersebut yang selalu tercatat dan menjadi patokan oleh seluruh pemerintah negara-negara di bumi. Ternyata jumlah tersebut jauh dari kata tepat, yang berarti ada ratusan ribu kasus menghilangnya orang-orang di sepenjuru bumi yang tidak diketahui. Mengetahui kenyataan tersebut, Paijo hanya bisa menghela napas dan memaklumi mengingat menghilangnya orang-orang yang secara misterius memang tidak mengenal tempat.
"Sebelum kalian memulai petualangan sebagai Zerenian, alangkah baiknya kita doakan saudara-saudara kita yang gugur mendahului kita."
Serentak semua orang memanjatkan doa sesuai dengan kepercayaan mereka saat di bumi. Kata demi kata mereka panjatkan di dalam hati untuk para korban. Mereka juga tak lupa mendoakan diri mereka sendiri agar diberi keselamatan di dunia baru ini.
Paijo yang melihat suasana berubah sunyi merasakan sebuah ironi. Tidak ada yang salah dengan sikap semua orang. Berdoa dan memohon perlindungan pada Sang Pencipta memang sebuah kewajiban. Hanya saja apakah hal tersebut juga berlaku di dunia ini? Apakah Sang Pencipta yang selama ini diyakini keberadaannya akan tetap menjaga dan melindungi hambanya yang terlempar jauh dari tanah kelahirannya? Tidak ada yang tahu. Tapi yang jelas dunia ini bukan bumi. Hanya kekuatan yang akan menjadi penolong bagi diri kami sendiri. Hanya kekuatan yang akan menjadi pondasi dari kehidupan semua makhluk yang terdampar di tempat antah berantah ini. Itulah yang baru tertanam pada diri Paijo. Sebuah keyakinan baru yang akan mengubah alur kehidupnya.
__ADS_1