
"Status." kata Paijo pelan. Dengan ajaib barisan huruf dan angka muncul di depan pandangan Paijo.
Nama: Paijo
Ras: Manusia
Zerenian
Level 1
Rank: -
Rebith 0
Bakat: -
STR : 0
AGI : 0
VIT : 0
INT : 0
DEX : 0
Kesehatan 100
Energi 100
Serangan Fisik 10
Serangan Sihir 10
Pertahanan Fisik 10
__ADS_1
pertahanan Sihir 10
Poin dasar: 50
Skill: -
Paijo cukup terkejut sekaligus kagum karena bisa melakukan apa yang hanya bisa dilakukan di dunia virtual. Ini bisa terjadi karena adanya implan yang tertanam di otak para Zerenian. Dengan adanya implan di kepala, semua Zerenian dapat melihat status diri mereka sendiri maupun Zerenian lain, tentu saja dengan syarat Zerenian yang dilihat memiliki level lebih rendah. Itu pun hanya sebagian kecil informasi dari statusnya. Selain itu juga bisa digunakan pada item dan monster.
Hingga sekarang Paijo belum mengalokasikan poin dasar ke status miliknya. Alasannya karena sampai detik ini Paijo belum bisa memutuskan akan menjadi apa. Sebuah alasan yang sangat sederhana mengingat poin dasar merupakan pondasi dari setiap Zerenian di dalam pertempuran. Karena poin dasar pula yang akan menambah jumlah status setiap kenaikan level. Oleh karena itu Paijo lebih memilih untuk berhati-hati dan memikirkannya secara matang terlebih dahulu.
Setelah Paijo menambahkan sosok bertubuh batu bernama Keran ke dalam daftar teman, dan juga sebaliknya, Keran memutuskan untuk pergi dan kembali berburu. Dia juga berpesan pada Paijo untuk menghubunginya jika ingin memulai perburuan. Menurut Keran hal terbaik untuk menghindari kematian di tengah pertarungan melawan monster adalah dengan membentuk sebuah kelompok. Dengan begitu mereka bisa saling menjaga dan menolong jika keadaan memburuk.
Jika dilihat, gelang putih di tangan setiap Zerenian tak ayal hanya seperti aksesoris biasa. Bahkan dengan wujudnya yang polos tanpa ada ornamen di seluruh bagiannya dapat dipastikan siapa saja yang melihatnya tidak akan tertarik untuk memiliki atau bahkan mengenakannya. Namun kenyataannya gelang putih tidak sesederhana itu. Benda yang tidak akan pernah bisa lepas dari tangan para Zerenian itu merupakan sebuah keajaiban di dunia Gedhetenan Land.
Gelang putih memiliki banyak fungsi yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun.
Selain memiliki ruang penyimpanan dimensi, aksesoris penghias pergelangan tangan itu juga memiliki fungsi seperti handphone yang dapat digunakan untuk telepon, mengirim pesan, bahkan video call. Caranya menggunakannya juga terbilang mudah. Para Zerenian hanya perlu membayangkan ingin menghubungi siapa dan secara otomatis akan terhubung, tentu saja hanya pada nama yang ada di daftar teman. Dan masih banyak fungsi lain yang sangat berguna bagi para Zerenian.
Paijo sedang bergelut dengan pikirannya sendiri. Sebagai ras yang tidak memiliki skill dasar, pergi berburu sama saja dengan mencelakai diri sendiri. Walau sudah diijinkan bergabung dengan kelompok Keran, tetap saja Paijo merasa sungkan melakukannya. Alasannya karena paijo sadar dirinya yang sekarang tidak akan pernah bisa berguna di dalam tim. Bahkan dapat dipastikan keberadaannya hanya akan menjadi beban di tengah pertempuran.
Menurut Paijo masih ada hal lain yang jauh lebih penting yang bisa dilakukan sebelum memulai perburuan. Hal tersebut adalah persiapan. Dengan persiapan matang, Paijo yakin jika kekurangan yang ada pada dirinya, yang sudah menjadi bawaan ras manusia, akan tertutupi. Bahkan jika semua dipersiapkan secara sempurna, hasil yang didapat pasti akan melampaui ekspektasi siapapun.
Petani! Bakat pertama yang terlintas di kepala Paijo tentu saja jatuh pada sesuatu yang sudah biasa dia lakukan di bumi. Menurutnya bakat petani merupakan satu-satunya bakat yang akan dengan cepat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Sepertinya ini tempatnya."
Paijo berdiri di depan sebuah gerbang. Di atas gerbang tersebut bertengger papan bertuliskan 'Pertanian Aman'. Sedangkan di kiri dan kanan gerbang terbentang pagar yang terbuat dari tanaman merambat. Dari wujudnya yang sangat rapi dan memiliki tinggi seragam, dapat dipastikan jika pagar yang sangat panjang itu sengaja dibuat dengan kondisi dan teknik tertentu. Hal tersebut memungkinkan karena ini adalah lahan pertanian yang dihuni oleh petani yang mahir bercocok tanam.
Tidak mudah bagi Paijo untuk sampai di tempat ini. Lebih dari tiga jam dia terus menerus berkeliling kota dan bertanya kepada siapa saja untuk mencari informasi dimana bisa menjadi seorang petani. Satu demi satu Paijo mengorek informasi dari setiap pertanian yang ada di kota, dari luas lahan, jumlah petani yang mengelola, hingga banyaknya jenis tanaman yang dibudidayakan. Paijo menanyakan semua itu sedetail mungkin agar bisa merangking pertanian dari yang terbaik hingga terburuk, dan dari puluhan tempat yang berada dalam daftarnya, Paijo memutuskan untuk pergi ke sebuah pertanian yang berada di sisi selatan kota.
Tanpa pikir panjang Paijo bergegas mendekati gerbang dengan langkah riang dan antusias. Paijo langsung mendorong kedua daun pintu gerbang dengan penuh tenaga. Walau berat, gerbang berbahan kayu itu perlahan terbuka.
Kraakk!
Namun saat baru terbuka sekitar setengah meter, daun pintu gerbang tiba-tiba berhenti. Paijo yang mendapati usahanya tertahan mencoba mendorong lebih kuat. Satu kali percobaan, dua kali percobaan, tiga kali percobaan. Namun usaha Paijo sia-sia. Gerbang tetap tidak bisa terbuka seutuhnya. Karena tidak juga membuahkan hasil, akhirnya Paijo menyerah.
__ADS_1
Tapi karena tidak ingin peluang belajar dari seorang guru hebat hilang begitu saja, Paijo memeriksa bagian dalam gerbang. Ternyata ada semacam batang tanaman merambat yang melintang di antara kedua daun pintu. Batang tersebut terlihat kokoh dan berjumlah cukup banyak. Mendapati hal tersebut wajah Paijo berubah masam. Ternyata rumor yang mengatakan jika Pertanian Aman mengisolasi diri dari dunia luar memang benar adanya.
Mendapati kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, Paijo dirundung bimbang. Paijo bingung apakah akan tetap pada pendiriannya untuk belajar bakat petani di pertanian ini atau pindah ke tempat lain. Jika pindah, dapat dipastikan Paijo akan kehilangan kesempatan belajar dari sosok yang kemungkinan besar memiliki tingkatan tertinggi pada bakat petani. Apalagi setelah melihat dengan mata kepala sendiri jika tempat yang terbentang di hadapannya sesuai dengan rumor yang sudah menjadi rahasia umum di sepenjuru kota. Hal tersebut semakin membuat Paijo enggan pergi ke tempat lain.
Di dalam daftar yang telah disusun Paijo, Pertanian Aman berada di urutan pertama. Alasan Paijo menempatkannya di daftar teratas karena pertanian tersebut memiliki lahan terluas di Kota Astrois dan ditumbuhi beragam jenis tanaman. Yang membuat Paijo semakin memantapkan diri untuk mendatanginya pertama adalah jumlah petani yang menjadi pengurusnya, yaitu berjumlah satu. Dengan kata lain petani tersebut memiliki bakat tingkat tinggi, kemungkinan berada pada tingkat S hingga SSS. Informasi tersebut Paijo dapat dari pedagang sayur di pasar.
Di dunia Gedhetenan Land bakat merupakan pondasi bagi para Zerenian. Tidak ada batasan dalam memiliki dan menguasai bakat. Semua bebas memiliki bakat sebanyak yang mereka inginkan dan bebas mau setinggi apa tingkatan yang ingin dikuasai. Sedangkan bakat memiliki sepuluh tingkatan, mulai dari yang terendah yaitu tingkat G hingga yang tertinggi yaitu tingkat SSS.
Untuk meredam kekecewaan yang sedang bergejolak di benak, Paijo mencoba mengamati bagian dalam gerbang melalui celah yang tercipta di antara kedua daun pintu gerbang. Agar kedua matanya lebih mudah melihat dan mendapat sudut pandang lebih kuas, Paijo juga menjulurkan kepala ke dalam gerbang. Sejauh mata memandang, tidak ada seorangpun yang terlihat. Yang ada hanya barisan pepohonan yang berjajar rapi dan teratur di kedua sisi jalan.
"Ini sangat menarik." Paijo mengomentari apa yang ada di hadapannya dengan senyuman lebar dan penuh antusias.
Saat mencari informasi tentang pertanian di kota, banyak yang menyarankan Paijo agar tidak mendatangi Pertanian Aman. Semua mengatakan hal yang sama, yaitu pertanian ini tidak pernah terurus dan berantakan. Mereka berpendapat seperti itu karena tahu Pertanian Aman hanya dikelola oleh seorang petani. Oleh karena itu pula orang-orang berspekulasi jika pertanian ini juga terisolasi.
Sebenarnya Paijo sempat ragu apakah Pertanian Aman harus diletakkan paling atas atau bawah di daftar yang dia buat. Keraguan tersebut muncul dikarenakan banyaknya rumor jelek mengenai tempat tersebut. Namun disisi lain Paijo berpikir ada kemungkinan rumor tersebut salah atau hanya spekulasi semata. Jika memang benar rumor yang beredar hanya pendapat pribadi orang-orang dan tidak sesuai fakta, itu berarti ada hal menakjubkan di Pertanian Aman.
Akhirnya fakta yang berhasil membuka mata Paijo. Apa yang ada di tempat ini berbanding terbalik dengan rumor yang ada. Karena itu pula Paijo telah memutuskan untuk mencuri semua ilmu yang ada di pertanian ini. Jika perlu Paijo akan menyerap semua pengetahuan yang ada di otak satu-satunya petani yang mengurusnya.
"Apapun yang terjadi aku harus masuk ke dalam."
Dengan memanfaatkan tubuhnya yang ramping, Paijo menyusup melalui celah di antara daun pintu gerbang. Paijo mengambil posisi miring dan menjejalkan sedikit demi sedikit bagian tubuhnya. Kaki dan tangan Paijo tidak tinggal diam, keduanya mendorong secara seirama. Satu menit, dua menit hingga menit-menit yang lain terlewati, perjuangan Paijo akhirnya membuahkan hasil. Paijo berhasil masuk.
Setelah merapikan pakaiannya yang sedikit compang camping akibat bergesekan dengan gerbang, Paijo menyusuri satu-satunya jalan yang terhubung dengan gerbang. Mulut Paijo terus ternganga dan rasa kagum tak henti-hentinya terucap setiap kali pandangan Paijo terlempar ke barisan pohon di sisi kiri dan kanan.
Apa yang dirumorkan sepenuhnya salah. Pertanian ini sangat terurus. Bahkan bisa dikatakan sempurna dalam pengelolaannya. Itu terbukti dari tanaman yang ditanam. Mereka ditanam dengan perhitungan matang. Antara satu tanaman dengan tanaman lainnya memiliki jarak yang sama, tentu saja jarak tersebut sudah disesuaikan agar mendapatkan hasil panen maksimal. Selain itu di sekitar tanaman tersebut tidak ada satu pun rerumputan atau semak belukar. Itu berarti unsur hara di tanah dapat diserap sepenuhnya tanpa harus berebut dengan tanaman liar.
Paijo terus menyusuri jalanan sembari mengamati apa yang terlihat matanya. Bagi Paijo, mengamati merupakan salah satu bentuk penyerapan ilmu, atau kasarnya sebagai bentuk pencurian ilmu secara diam-diam.
Sebagian besar tanaman di Pertanian Aman berupa pepohonan. Paijo memang tidak mengetahui jenis tanaman apa yang ada di tempat ini karena tidak pernah melihatnya di bumi. Namun walau begitu Paijo yakin jika pohon-pohon tersebut menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi. Selain pepohonan bertipe batang keras, ada juga tanaman bunga. Lagi-lagi Paijo tidak mengenali jenis bunga yang ditanam dan hanya tahu jika tanaman tersebut tumbuh subur dan bunga bermekaran dengan penuh keindahan.
Tanaman lain yang ditemukan Paijo adalah padi dan gandum. Kedua tanaman pokok itu benar-benar membuat otak Paijo terguncang hebat. Kedua tanaman tersebut tumbuh dengan tidak wajar. Anatomi keduanya sama seperti yang ada di bumi, namun memiliki ukuran raksasa, yaitu setinggi rumah. Sedangkan biji padi dan gandum yang dihasilkan sebesar bola voli.
Setelah berjalan cukup lama, ujung jalan akhirnya menampakan wujud. Di sana terlihat enam bangunan yang berdiri kokoh di satu area dan tepat berada di tengah pertanian. Lima di antaranya berukuran besar dan menjulang tinggi. Dapat dipastikan jika bangunan-bangunan tersebut adalah lumbung, tempat penyimpanan sementara hasil panen. Sedangkan satu lagi yang berukuran lebih kecil dan berada di sisi kiri jalan tak lain adalah rumah milik sang petani.
"Hallo! Apa ada orang di dalam?" Paijo berdiri di depan teras rumah sang petani.
__ADS_1
Tidak ada jawaban. Suasana tetap sunyi. Tidak berselang lama Paijo kembali memanggil, namun hasilnya tetap sama. Tidak ada siapapun yang menanggapi atau menghampiri. Karena tidak ingin pulang dengan tangan kosong, Paijo memutuskan untuk terus memanggil Sang pemilik pertanian atau siapa pun yang ada di tempat ini. Namun saat hendak kembali berteriak, tiba-tiba ada sesuatu yang menghantam tengkuk Paijo. Seketika itu pula tubuh Paijo lemas. Pandangannya meredup sebelum akhirnya gelap. Paijo tidak sadarkan diri.