THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
ANTRIAN PANJANG


__ADS_3

Acara pembukaan kesatria sihir akan segera dilaksanakan tiga hari lagi, banyak peserta dari berbagai tempat mulai berdatangan ke ibukota kerajaan Nusantara. Suasana ibukota menjelang di bukanya ujian kesatria sihir terlihat mewah dan sangat amat ramai.


Masyarakat dari penjuru desa-desa dan kota yang pertama kali menginjakkan kaki di ibukota, di buat takjub dan terhipnotis atas keindahan ibukota Nusantara yang begitu megah menyatu dengan alam.


Jalanan tampak ramai di penuhi pendatang yang ingin melihat secara langsung acara pembukaan kesatria sihir, tak mau menyiakan kesempatan emas ini para penjual dan pebisnis menawarkan produk-produk mereka pada para pendatang.


"Silakan dibeli murah mura."


"Penginapan hotel bintang tujuh silakan."


"Baju keluaran terbaru silakan mampir."


"Perlengkapan kesatria sihir paling lengkap silakan di lihat-lihat dulu."


Suasana saat ini sangat amat ramai, suara tawar menawar terdengar begitu jelas, para masyarakat sangat antusias melihat keramaian yang di suguhkan ibukota Nusantara.


Kesatria sihir dan pihak kepolisian tampak menjaga di setiap sudut-sudut kerajaan agar tidak ada tindakan kriminal, keamanan di ibukota Nusantara terjamin sampai 99%.


Masyarakat terus menerus berdatangan dari segala penjuru desa dan kota tak henti-hentinya, sampai membuat pintu masuk gerbang ke empat terpaksa di buka.


Ribuan orang saling berdesakan di pintu masuk gerbang empat dan jika terus di biarkan begini maka cepat atau lambat akan ada korban jiwa.


“Apa yang akan kita lakukan? Apakah sudah ada perintah dari atasan membuka gerbang kelima? ” ucap polisi yang menjaga jalannya acara.


“Belum komandan, kemungkinan sebentar lagi,” jawab polisi yang lain.


Selang beberapa menit kemudian, perintah untuk membuka gerbang ke lima telah turun. Pihak polisi dan kesatria sihir dengan cepat membuka pintu masuk gerbang lima.


Meskipun pintu masuk gerbang ke lima sudah di buka nyatanya masih tampak antrean panjang memadati setiap pintu-pintu gerbang, dari sini dapat dilihat bahwa antusias para masyarakat menyambut acara lima tahun sekali ini sangat baik.


Ketika para masyarakat pada mengantre panjang dan berdesakan satu sama lain, tiba-tiba datang rombongan kereta kuda yang melaju kencang, lantas hal itu membuat para masyarakat pada membuka jalan.


"Minggir kalian semua! Minggir kalian semua! Cepat minggir.” Para polisi menyuruh masyarakat cepat menepi karena keluarga bangsawan kerajaan akan segerah lewat.


“Keluarga bangsawan Nuvoleon telah datang!!! Keluarga bangsawan Nuvoleon telah datang!!! Cepat beri jalan." teriak para polisi yang mengawal kedatangan keluarga bangsawan penting.


Semua masyarakat dengan cepat langsung memberi jalan menyambut kedatangan pangeran Artur bersama rombongannya menaiki kereta kuda berlapis-lapis emas mengkilap.

__ADS_1


Para wanita-wanita dan gadis-gadis terpanah melihat ketampanan yang dipancarkan pangeran Arthur Wenston, bukan hanya terpandang, keluarga bangsawan juga memiliki wajah yang cantik dan tampan.


"Pangeran Arthur jadikan aku istrimu."


"Pangeran Arthur aku sangat menyukaimu."


"Pangeran Arthur aku ingin meminta tanda tanganmu."


Para wanita masih tergila gila melihat wajah tampan pangeran Arthur. Akan tetapi pihak polisi yang bertugas menjaga ketertiban meminta para wanita agar tidak menghalangi jalan.


Selang beberapa waktu kemudian datang lagi keluarga bangsawan Mysitick yakni pangeran Levaron Jorge, bersama para rombongan bangsawan Mysitick lainnya.


"Kalian semua cepat minggir jangan menghalangi jalan! Keluarga bangsawan akan segera lewat.." sekali lagi teriak para polisi yang mengawal.


Sama seperti sebelumnya para gadis-gadis terpanah akan ketampanan pangeran Levaron. Peristiwa itu membuat tak sedikit masyarakat merasa iri terhadap keluarga bangsawan.


"Enak ya menjadi bangsawan banyak gadis-gadis cantik yang menyukainya," ucap salah satu peserta rakyat jelata.


"Kau benar andai saja aku terlahir dari keluarga bangsawan! Mungkin sekarang di gandrungi banyak wanita." mereka membayangkan lahir di ruang lingkup keluarga bangsawan.


Cerita kemudian membawah kita ke kastel kerajaan Nusantara, di sana ada tuan Hokaido tampaknya sedang sibuk mengurus berkas-berkas yang sangat menumpuk.


"Lapor tuan Hokaido! Keluarga bangsawan Nuvoleon dan Mysitick telah sampai," ujar pelayan kepada tuan Hokaido sambil menunduk memberikan rasa hormat.


"Baik terima kasi informasinya, tolong bilang ke staf kerajaan agar memberikan pelayanan khusus pada para keluarga bangsawan, dan untuk para peserta dari rakyat jelata beri mereka tempat peristirahatan dan juga obat-obatan," jawab tuan Hokaido dengan ramah lembut.


Para peserta dari golongan rakyat jelata yang telah datang lebih dulu kemudian di minta untuk berkumpul di lapangan ibukota. Di sana mereka di beri tempat istirahat dan juga obat obatan serta makanan ringan.


"Pembukaan ujian kesatria sihir akan dibuka tiga hari lagi, jadi para peserta di mohon untuk beristirahat dan tetap menjaga kebersihan lingkungan sampai ujian kesatria sihir di buka," teriak salah satu kesatria sihir rangking B yang bertugas sebagai panitia pengawasan ujian.


Nama. : Akame yasuji


Anugrah : Api setatus 3


Setatus. : Rangking B (salah satu panitia acara pembukaan kesatria sihir)


**************

__ADS_1


Nama. : Kanao (perempuan)


Anugrah : Bakat Angin setatus 3


Setatus. : Rangking B /salah satu panitia acara pembukaan kesatria sihir)


"Kanao tolong sampaikan pada staf medis untuk segera memberikan obat obatan, barangkali ada peserta yang terluka ketika perjalanan menuju ke sini," ucap Akame sambil memberikan arahan pada para peserta yang baru datang.


"Baik dimengerti," jawab Kanao


Para peserta terus menerus berdatangan dari berbagai daerah hanya untuk mengikuti ujian kesatria sihir, menjadi kesatria sihir merupakan impian yang banyak di impikan semua orang.


Bukan hanya laki-laki saja yang mempunyai cita-cita menjadi kesatria sihir melainkan wanita juga tidak kalah dengan para laki-laki.


Semua peserta kesatria sihir yang sudah sampai di ibukota tidak lupa juga saling berkenalan satu sama lain, cerita pertemanan akan selalu tumbuh di mana pun tempat itu berada.


"Aku Yuta senang berkenalan denganmu."


"Aku Hanako senang berkenalan denganmu."


"Aku Gin senang berkenalan denganmu."


"Aku Lee senang berkenalan denganmu."


"Aku Rizki senang berkenalan denganmu." Mereka semua saling berkenalan satu sama lain dan menjadi teman yang akrab,


Sementara itu kita kemudian di perlihatkan Enzo yang sedang kelelahan setelah berlari tanpa henti selama 1 hari nonstop, Enzo melakukan hal itu sebab ia takut akan ketinggalan acara pembukaan ujian kesatria sihir.


"Ayoo kaiju jangan istirahat terus," ucap Enzo sambil tampak terlihat kelelahan dengan wajah kusam dan lidah yang keluar menahan rasa lelahnya.


"Aku sudah tidak kuat lagi boooooos, kita sudah berlari seharian tanpa berhenti." Jawab kaiju yang terbaring di tanah dengan terlentang menatap panasnya matahari siang itu.


"Sepertinya kau memang benar" Enzo pun lalu ambruk dan terbaring di tanah.


Mereka berdua terbaring di tanah dengan menahan rasa haus dan lelahnya setelah hampir 1 hari berlari tanpa henti karna takut ketinggalan acara pembukaan ujian kesatria sihir.


"Air aku butuh air"

__ADS_1


__ADS_2