
Cahaya matahari terbit di pagi yang petang ini, sinar nya perlahan mulai tampak masuk dari sela-sela rindang dedaunan hutan kematian, aroma segar di sertai embun-embun dingin rumput basah membuat suasana terlihat baik-baik saja.
Kicauan burung-burung kecil terdengar gemercik seperti halnya suara air yang mengalir, tak hanya itu bahkan angin pagi bertiup cukup kencang tidak seperti biasanya.
"Tidak terasa waktu sudah memasuki pagi hari, pertarungan ini ternyata masih belum berakhir! Apakah ini akan terus berlanjut?" tanya pangeran William yang saat ini terbang di udara memandangi Geto yang terengah-engah.
"Aku sama sekali tidak peduli akan hal itu, bisa membuat mu bertarung serius seperti ini, sepertinya sudah cukup!" jawab Geto dengan tatapan tajam serta senyuman semringah.
“Apa barusan kau memuji ku? Sebelumnya Aku sama sekali tidak serius untuk menghadapi mu, tapi apa boleh buat , pertarungan ini tidak seperti yang aku bayangkan. Ku akui jika kau juga kuat” ucap pangeran William dengan tatapan tajamnya.
"Kau mengajar dan membunuh para peserta dengan sangat brutal sesuka hatimu, aku tanya lagi, apa alasan kalian menyusup sebagai peserta? Aku masih belum puas dengan jawaban mu yang sebelumnya." Lanjut kembali pangeran William.
"He-he-he, Itu sama sekali bukan urusanmu dan juga kau tidak perlu tahu akan hal itu. Aku hanya menuruti apa yang Tuan Hisoka perintahkan kepadaku. Tuan Hisoka adalah orang yang sangat kuat dan pintar, beliau mempunyai banyak rencana yang sangat brilian!" tawa seringai Geto menjelaskan betapa hebatnya tuan Hisoka.
"Dasar keras kepala, setidaknya aku ingin mengulik sedikit informasi yang kau ketahui tentang organisasimu. Namun tampaknya kau tetap akan keras kepala!" Ucap pangeran William kesal namun masih sedikit tersenyum tipis.
Padang Api hijau luas sebelumnya kini perlahan bergerak dan bersatu menjadi sebuah tornado yang sangat besar, Tornado itu menarik semua benda di sekitar dan menghancurkan semuanya dengan begitu cepat.
“Whusssh.” Bunyi tornado api hijau.
“Whusssh.” Bunyi tornado api hijau.
“Whusssh.” Bunyi tornado api hijau.
Pangeran William mengerakkan kedua tangan nya dari kejauhan mengendalikan pergerakan Tornado api supaya dengan cepat langsung menyerang Geto.
“Kali ini apa lagi, bocah ini memang sangat berbahaya!” Batin Geto menatap Tornado api hijau yang dengan cepat mendekati nya di sertai sorot mata tajam terkejut berkeringat.
Geto di landa rasa panik ketika di hadapkan cara bagaimana untuk menghindari serangan tornado api itu, mengingat bukan hanya cepat melainkan ukurannya yang sangat besar membuat sulit untuk di hindari.
__ADS_1
“Lahap dan jadikan dia sebagai pelampiasan mu, Base Fanah Ini adalah salah satu teknik terkuat ku dalam mode transformasi.” Batin pangeran William sambil masih tetap terbang di langit menggunakan teknik Ultimate.
“Masi belum! Bakat penciptaan petir status 6 Selancar petir.” teriak Geto.
Menggunakan bakat penciptaan Petir Status 6 miliknya, Geto membuat sebuah selancar petir yang mampu membuat nya melaju sangat cepat.
Geto meliuk-liukkan selancar petir nya supaya mampu menghindari Tornado tersebut, ia bahkan tak cukup waktu untuk menoleh ke belakang.
“Bakat tingkat lanjut, memang tidak boleh di remehkan!” Gumam Geto sambil terus mencoba kabur dari terpaan Base Fanah.
Base Fanah terus mengejar tak peduli meskipun Geto telah bergerak dengan sangat cepat, Pangeran William melihat dari kejauhan upaya Geto yang mencoba berlari menghindari serangannya.
“Cobalah jika kau mampu menghindari serangan Base Fanah, Apa kau tahu tingkat presentasi serangan Base Fanah?” Gumam lirih pangeran William.
“100%.” Lanjut dalam hati pangeran William.
Tidak peduli bagaimana upaya Geto mencoba lari dari kejaran Base Fanah, Base Fanah akan tetap mengejar tak henti-hentinya sampai target yang ia kejar berhasil tangkap.
Tak punya cara lain untuk menghindari serangan tersebut, Geto akhirnya terpaksa menggunakan teknik pamungkas nya.
Teknik terkutuk yang Tuan Hisoka tanam dalam dirinya serta seluruh anak buahnya, Percampuran antara Gen Iblis dan manusia yang kemudian melahirkan Gen baru yaitu Gen Goblin.
Tubuh Geto perlahan-lahan berubah menjadi sosok menyerupai iblis sama seperti sebelumnya, akan tetapi kali ini tampaknya ia berubah ke bentuk 100% tidak seperti sebelumnya yang masi 50%.
Tekanan aura iblis yang Geto keluarkan membuat suasana kembali menjadi lebih mencekam, angin kencang di temani kilatan petir terlihat menyambar serta memutari wilayah pertarungan tersebut.
Kekuatan Geto meningkat dengan sangat drastis melebihi perubahan nya yang 50% sebelumnya, Base Fanah yang katanya salah satu kekuatan hebat di hentikan hanya dengan sekali pukulan.
“Apa kau sudah mulai serius? Aku merasakan keukuatan besar mengalir dari dalam tubuh mu! Tampak nya aku akan lebih berhati-hati mulai saat ini.” Lontar pangeran William sambil tampak siaga mengantisipasi segalah bentuk kemungkinan.
__ADS_1
Tubuh Geto terlihat mengeluarkan asap hasil penguapan energi kutukan dari perubahan barusan, tak hanya itu saja bahkan rambutnya memanjang sampai ke kaki di iringi tanduk yang semakin jelas.
“He-he-he sungguh menarik, mulai saat ini akan ku pastikan bahwa aku akan segerah mengalahkan mu!” Balas Geto.
“Jika memang begitu, sungguh hal itu sangat menakutkan. Berubah menjadi sosok iblis dengan tekanan kekuatan seperti ini membuat ku berpikir, bahwa orang yang telah membuat mu menjadi seperti ini bukanlah orang sembarangan.” Ucap pangeran William.
“Setidaknya mulai saat ini kau menyadari seberapa kuat nya tuan Hisoka!”
***
Cerita kemudian berpindah kembali memperlihatkan pertarungan antara Pangeran Arthur dan Morgan melawan wanita kulit hitam dengan tato ular di wajahnya.
“Ada apa denganmu sialan? Mengapa kau tiba-tiba diam seperti itu. Apa kau bersiap mengenakan teknik baru!” tanya pangeran Morgan dengan suara lantang sambil tampak darah segar menetes dari kepala nya.
“Jangan sampai lengah Morgan, Perempuan itu sangat kuat. Siapa dia sebenarnya, apakah dia juga salah satu peserta ujian?” potong pangeran Arthur
“Wanita dengan tato ular hitam di kepala bagian kiri, Aku akan mengingat wajahmu karena kau telah menghantam kepalaku dengan sangat keras.” Lanjut kembali pangeran Morgan sambil memegangi kepalanya yang berdarah.
Wanita itu tampak sedang melakukan komunikasi psikis dengan seseorang dari kejauhan, dia berbicara sendiri seperti orang gila.
“Jadi musuh seperti apa yang membuatmu harus bertarung dalam mode serius Geto!” ucap wanita tersebut .
“Musuh yang ku hadapi bukanlah musuh sembarangan, dia bocah yang sangat kuat dan juga pengguna bakat tingkat lanjut.” Jawab Geto.
“Bakat tingkat lanjut? Itu sangat mengejutkan, di sini aku juga melawan bocah pengguna bakat tingkat lanjut serta kegelapan!” ucap sosok perempuan tersebut sambil mengarahkan tatapan tajamnya ke arah pangeran Arthur dan Morgan.
“Pengguna bakat tingkat lanjut dan kegelapan? Itu bahkan lebih mengejutkan, tapi jangan sampai mereka mati, Kita harus membawa pengguna bakat tingkat lanjut seperti apa yang di perintahkan tuan Hisoka,” jawab Geto.
“Aku mengerti! Jadi jangan khawatir!”
__ADS_1
“Baguslah kalau begitu, dengan begini kita akan mendapat kepercayaan penuh dari tuan Hisoka.”