
“Apa kau tidak apa-apa?” tanya Enzo kepada putri Iska.
“A— aku tidak apa-apa, terima kasi telah menyelamatkanku!” jawab putri Iska sambil sedikit gemetar melihat Enzo bersama pasukan iblisnya. Putri Iska beranggapan bahwa Enzo adalah musuh, mengingat Enzo tampak begitu akrab dengan Iblis yang notabene adalah musuh umat manusia.
“Kalian bertiga jaga gadis ini, Aku dan Kaiju akan menghajar mereka semuanya!” ujar Enzo kepada Loper, Niki dan Walhan.
“Baik Enzo serahkan itu pada kami!”
“Jangan takut Nona! Kami bukan iblis jahat seperti mereka, kami ada di pihakmu! Pria itu bernama Enzo dan dia juga peserta sama halnya sepertimu!” lanjut Loper memberikan penjelasan kepada putri Iska yang mengira mereka semua adalah musuh.
Pertarungan Enzo melawan pasukan iblis matahari di mulai kembali, Enzo dan Kaiju menghajar mereka semua tanpa rasa ampun sedikit pun.
Enzo membuka gerbang iblis tahap persenjataan, lalu mengambil pedangnya dan mulai kembali menyerang mereka semua dengan sangat amat cepat.
“Sebenarnya aku tidak terlalu jago dalam menggunakan teknik berpedang, tapi apa salahnya jika aku berlatih sedikit demi sedikit! Rasakan ini iblis jahat.” Enzo menebas mereka semua dengan begitu mudah.
Kawanan iblis itu pada tumbang bergelimpangan setelah terkena tebasan cepat yang Enzo berikan, beberapa dari mereka ada yang mencoba melarikan akan tetapi mereka lupa bahwa masih ada Kaiju.
“Oyy kalian semua, jangan lupakan aku! Rasakan ini!” Kaiju memutar-mutar senjata rantainya hingga membuat kawanan iblis itu pada terlempar berhamburan.
Sang tangan kanan iblis yang melihatnya tentu sangat amat terkejut melihat semua pasukannya berhasil di kalahkan dengan begitu mudah, keringat dingin tampak begitu jelas di raut wajahnya.
“Jika aku gagal! Maka Bos besar pasti akan membunuhku! Kalian semua cepat bangkit kembali!” teriak panik sang tangan kanan melihat semua pasukannya berhasil di kalahkan.
“M— maaf bos, mereka berdua sangat amat kuat, apa yang harus kita lakukan, apa kita harus mundur terlebih dahulu?” tanya salah satu pasukan iblis matahari sambil tersiup-siup penuh luka.
__ADS_1
“Mundur katamu? Jika kita mundur maka bos besar akan membunuhku, cepat kalian semua bangkit dan serang bocah itu sekali lagi!” perintah sang tangan kanan dengan panik di barengi keringat dingin yang tampak begitu jelas.
Untuk yang ke sekian kalinya iblis-iblis itu bangkit kembali akan tetapi sama halnya dengan yang tadi, mereka semua di kalahkan Enzo dengan begitu mudahnya.
Putri Iska yang melihatnya tentu sangat amat terkejut melihat kemampuan hebat yang Enzo miliki, ia seakan tidak percaya ada orang yang mampu berteman dengan iblis.
“Kalahkan dia Enzo, beri mereka pelajaran!” teriak Noki memberikan semangat.
“Woooy apa kau tidak mau memberiku semangat juga?” jawab Kaiju sambil menghajar puluhan iblis yang mencoba bangkit kembali.
“Aku tidak sudi memberikan dukungan kepada iblis jelek sepertimu Kaiju!” jawab Noki.
“Siapa yang kau panggil iblis jelek sialan! Tunggu saja habis ini aku akan menghajarmu.”
Pertengkaran konyol mereka berdua terulang kembali sampai membuat putri Iska tersenyum mendengarnya, Putri Iska tidak menyangka bahwa iblis juga punya perasaan sama halnya dengan manusia.
“Enzo! Kaiju! Jangan menyerah!” teriak putri Iska memberikan semangat.
“Apaaa! Ada nona cantik yang memberikanku semangat, baiklah aku harus lebih hebat lagi!” Batin Kaiju.
“Lihat iblis bodoh, sekarang ada nona cantik yang memberikan semangat padaku!” lanjut Kaiju sambil menyindir Noki.
Sang tangan kanan sudah tidak ada pilihan lagi, semua pasukannya telah berhasil di kalahkan. Ia kemudian masuk dalam mode bertarung.
“Sepertinya tidak ada cara lagi, aku akan masuk dalam mode bertempur! Bersiaplah kalian!”
__ADS_1
Tubuh sang tangan kanan iblis tiba-tiba menjadi sangat amat besar dengan otot-otot tampak begitu menyeramkan, dengan penuh percaya diri sang tangan kanan menyuruh Enzo untuk bersiap siap.
Enzo yang mendengarnya tentu sangat amat senang, sambil tersenyum penuh kepuasan Enzo bersiap siap bertarung kembali. Enzo sangat senang jika bertarung melawan musuh-musuh yang kuat.
“Gerbang iblis tahap 2 berhasil di aktifkan, mari kita mulai pertarungan yang sesungguhnya!” ucap Enzo dengan penuh percaya diri.
“Ya! Aku sudah tidak sabar! Matilah secepatnya!” jawab tangan kanan iblis.
Enzo mengambil nafas dalam-dalam dan dengan cepat lari mendekati sang iblis untuk memulai serangan, “Bersiaplah, aku datang!”
Sang iblis bersiap-siap akan kedatangan Enzo yang begitu cepat, ia merapatkan kuda-kudanya dan membuat barier pelindung menggunakan kedua lengannya.
Barier pelindung berwarna kuning tampak menyelimuti sekujur tubuh sang iblis, sang iblis sangat percaya diri jika tidak ada yang bisa menembus barier yang ia ciptakan.
“Mau menyerang dari sisi mana kau bocah! Sekuat apa pun kau, mustahil bisa menembus! Hahaha!” teriak sombong sang iblis.
“Menyerang dari sisi mana pun itu tidaklah penting, aku hanya perlu menghancurkan barier pelindung ini kan?” jawab Enzo sambil bersiap-siap mengeluarkan pukulan terkuatnya.
“Matilah kau! Iblis jahat!” pukulan Enzo di selimuti aura hitam pekat, tidak salah lagi itu adalah Blazing Strom.
“Blazing Strom!”
Barier pelindung sang iblis tidak mampu menahan pukulan kuat yang Enzo arahkan padanya, pukulan keras Enzo akhirnya mendarat pas ke wajah sang iblis sampai membuatnya terlempar sangat amat jauh kemudian berhenti setelah menabrak berbatuan sekitar.
Sang iblis yang melihat hal itu dengan mata terbelalak seakan tidak percaya jika barier terkuatnya berhasil di tembus hanya dengan sekali serangan.
__ADS_1
“T— tidak mungkin, hanya dengan sekali pukulan? Apa kau bercanda,” ujar sang iblis sambil tersiup-siup dan akhirnya tak sadarkan diri.
“Ya karena aku tidak pernah meremehkan lawan ku!” tegas Enzo dengan tatapan penuh ambisi untuk menjadi kesatria sihir yang hebat.