
Setelah hampir 30 menit pingsan Enzo akhirnya tersadar kembali, putri Iska yang tauh hal tersebut tersenyum bergembira dengan mulut terbuka lebar.
“Syukurlah kau sudah bangun dari pingsan mu Enzo.”
“Bagaimana dengan iblis sialan itu? Apa dia masih bisa bangkit kembali?” Tanya Enzo sambil menoleh ke kiri dan ke kanan dengan begitu cepat.
“Dia sudah berhasil kita kalahkan, beristirahatlah dengan santai Enzo.” Jawab Loper.
“Aku tidak akan memaafkan iblis sialan itu bos, kalau dia keluar lagi aku pasti akan menghajarnya!” umpat Kaiju sedikit kesal sambil mengepalkan tangannya.
“Apa? Menghajarnya, kau saja tadi di hajar habis-habisan oleh iblis sialan itu, bagaimana cara mu mengalahkannya,” sahut Noki mengejek Kaiju.
“Apa kau bilang? Apa kau menghina kemampuan ku? Tadi itu karena spirit Bos tidak stabil, alhasil kemampuan ku juga tidak bisa semaksimal mungkin!” Kaiju menjelaskan pada Noki dan akan segerah menghajarnya.
Pertengkaran mereka berdua berlanjut lagi, adu mulut antar keduanya membuat suasana kembali ramai seperti semula.
“Kaiju benar, gara-gara arena bos iblis tadi spirit ku menjadi kacau dan bahkan aku kehilangan banyak spirit akan hal itu. Aku tidak menyangka jika ada musuh yang memiliki kemampuan seperti itu, aku yakin pasti banyak musuh-musuh yang memiliki kemampuan hebat lainnya. Aku harus menjadi lebih kuat lagi!” Batin Enzo dengan penuh keyakinan di iringi tatapan mata penuh ambisi.
“Hey kalian, hentikan pertengkaran konyol ini. Loper bantu aku melerai mereka berdua!” lanjut Enzo mencoba menghentikan pertengkaran Kaiju dan Noki.
“Baik Enzo! Putri Iska mohon Anda sedikit mundur, aku akan melerai mereka terlebih dahulu.”
Putri Iska tampak tertawa tipis melihat kekonyolan mereka semua, ia tidak pernah menyangka bahwa iblis dan manusia bisa saling berteman dan bersenda gurau.
“Jadi seperti ini rasanya menjadi bintang yang bersinar, aku sangat suka menjadi bintang yang bersinar ibu!” Putri Iska menatap ke langit melihat ribuan cahaya bintang yang menyala terang benderang.
Selepas itu, Mereka kemudian mengubur jasad pengawal putri Iska yaitu Asuma. Putri Iska mengucapkan terima kasi kepada Asuma karena telah sabar menjaganya.
Enzo dan yang lain berdiri di belakang putri Iska yang saat ini sedang menunduk mengucapkan perpisahan kepada pengawal setia nya.
“Di mana kini masa laluku, apa kau mendengar ceritaku? Terima kasih telah menjaga ku selama ini, aku tidak akan pernah melupakan mu! Aku berjanji untuk menjadi lebih kuat dan tidak akan menangis lagi.” Tangis haru putri Iska menemani Asuma pergi ke peristirahatan terakhir nya.
Enzo yang melihat putri Iska menangis tersedu-sedu hanya bisa melihat, ia memerintahkan putri Iska melepaskan semua kenangan masa kecilnya dengan menangis sepuasnya.
“Pada akhirnya pahlawan sesungguhnya telah berpulang, dan tugas kita adalah menjadi pahlawan pada generasi berikutnya!” lirih Enzo sambil menatap cahaya bulan.
**
Cerita kemudian kembali memperlihatkan pertarungan antara pangeran Morgan dan Arthur melawan iblis Macan.
__ADS_1
“Bala bantuan ya? Baguslah, dengan begini ambisi untuk bertarung ku akan meningkat!” sombong Iblis Macan dengan senyum tipis.
“Tiga keganasan, jadi seperti ini wujud perubahan terkuat mu. Jujur saja melihat penampilan mu, kau bukan lagi Iblis kutukan tingkat 1 melainkan sudah memasuki kutukan tingkat 2. Atau dengan kata lain kau sudah memasuki ranah tingkat tinggi.” Tanya pangeran Arthur bersiap mengeluarkan pedangnya.
“Ha-ha-ha, sepertinya kau tidak sebodoh rekan di samping mu, dalam mode ini kutukan ku sudah mencapai ranah tingkat tinggi, analisa mu patut di waspadai he-he-he!” Jawab iblis macan sembari mengeluarkan aura kutukan tingkat tingginya.
“Blaaaaar!” Aura kutukan yang di pancarkan membuat wilayah semakin mencekam.
“Apa kau mempunyai cara untuk mengalahkan iblis bodoh itu, Arthur? Aku sudah mencoba berbagai cara tapi apa yang kau katakan itu benar, Iblis ini tidak bisa di kalahkan dengan mudah!” sahut pangeran Morgan.
“Aku juga tidak mengetahui jika belum bertarung secara langsung!”
“Jadi seperti itu ya, baiklah ku serahkan sisa nya padamu Arthur. Aku akan menyelamatkan Elisabet dan yang lain, kau pancing pergerakan nya!”
Iblis Macan kembali menyerang, kini dia melesat dengan sangat cepat melebihi sebelumnya akan tetapi daya tempur nya menurun.
Pangeran Arthur mencoba menghentikan laju iblis Macan dengan tebasan demi tebasan api biru, Iblis Macan menghindari itu semua dengan begitu mudah.
“Matilah kau!!” cakar-cakar tajam iblis macan mengarah ke arah pangeran Arthur.
Pangeran loncat menghindari serangan tersebut, akan tetapi sang iblis masih tetap mengejar pangeran Arthur dengan cara membalikkan badannya.
“Ha-ha-ha, bagaimana? Apa kau masi mau melanjutkan pertarungannya. Hahahaha!” sombong Iblis Macan.
“Siapa yang akan menghentikan pertarungan? Aku saja masih belum serius menghadapi mu!”
“Belum serius? Jangan sombong!” teriak Iblis Macan.
“Kalau begitu terima ini! Tebasan api biru!” pangeran Arthur menyerang dari arah belakang Iblis Macan.
Iblis macan menangkis serangan itu dengan begitu mudah menggunakan tangan nya, iblis Macan sangat terkejut mengetahui bahwa pangeran Arthur ternyata pengguna bakat tingkat lanjut.
“Apa-apaan api biru ini, separuh tanganku membeku akibat menahan api ini! Sepertinya aku harus berhati-hati Menghadapi mu!” ujar Iblis Macan.
“Apa kau mulai mewaspadai pergerakan ku iblis luckant? Ku pikir kau ini sangat kuat, hanya dengan serangan seperti ini kau sudah mewaspadai ku, cih dasar lemah!”
“Khahhahahahaah! Jangan sombong kau bocah! Aku adalah salah satu dari 3 keganasan. Serangan seperti ini masih belum bisa untuk mengalahkan ku!”
Sang iblis kemudian melakukan pergerakan aneh seperti sebelumnya, pangeran Morgan yang tahu hal itu memerintahkan pangeran Arthur untuk bersiap-siap akan kedatangan serangan dari Iblis Macan.
__ADS_1
"Dia akan menggunakan serangan itu lagi! Waspada lah Arthur!!" teriak pangeran Morgan.
"Apa maksudmu? Morgan!"
Gelombang besar menyerupai cakar-cakar tajam dan wajah harimau, datang dengan sangat amat brutal memotong apapun yang di lewatinya.
"Terlambat! Matilah kau bocah bangsawan, ini adalah teknik kutukan andalan yang aku miliki!" teriak puas Iblis Macan.
"Lindungi yang lain Morgan! Aku akan menghentikan serangan iblis bodoh itu!"
"Menghentikan seragan ku? Apa ku bercanda? Jangan berlagak sok kuat bocah!"
Pangeran Arthur mengunakan tebasan Platinum Fire untuk mengentikan serangan dari iblis Macan. bentrokan dua serangan menghasilkan sebua ledakan hingga menimbulkan asap tebal.
"Apa? tidak mungkin kau mampu menghentikan serangan ku barusan! Sialan kau! Kalau begitu aku akan menyerang kembali dengn daya hancur yang lebih kuat!" kesal Iblis macan.
"Aku sudah mengunakan Platinum Fire dua kali dalam sehari! Ini sangat gawat, aku sudah tidak bisa mengunakan nya lagi! Jika aku memaksakan untuk mengunakan nya lagi maka itu akan sangat berbahaya!" batin pangeran Arthur sambil tampak baik-baik saja.
Iblis Macan kembali melakukan gerakan-gerakan aneh seperti tadi, akankah Iblis Macan akan mengunakan serangan seperti tadi.
"Bersiap lah! serangan kali ini akan lebih mengerikan dan berbahaya dari yang sebelumnya."
"Jadi dia akan menggunakan serangan itu lagi ya, aku harus menebasnya sebelum dia melancarkan serangan itu lagi!' batin pangeran Arthur.
Sesaat Iblis macan akan melepaskan serangan nya itu tiba-tiba kepalanya terpenggal dan langsung mati seketika. yang membuat serangan kutukan nya menghilang.
"Apa! Mengapa dia tiba-tiba tewas, sebenarnya apa yang sedang terjadi!" batin pangeran Arthur.
"Ada apa Arthur? Apa kau sudah berhasil mengalahkan Iblis sialan itu? Aku merasakan kutukan iblis itu perlahan mulai menghilang!" tanya pangeran Morgan dari dalam brier kegelapan melindungi Elisabet dan yang lain.
Ketika badan Iblis macan ambruk ke tanah, terlihat sosok bayangan wanita berambut panjang di belakangnya. Kemungkinan perempuan itulah yang mengalahkan iblis macan hanya dengan satu serangan.
"Berani-beraninya kalian membuat mangsaku sampai lemah seperti ini! Maka jangan salahkan aku jika kalian akan aku jadikan mangsa berikut nya!" ucap sosok bayangan tersebut.
"Apa maksudmu? Apa kau juga seorang peserta sama seperti kami?" tanya pangeran Arthur.
"Ya, aku juga peserta sama seperti kalian! Tapi apakah adah larangan bagi peserta membunuh peserta lain?" jawab sosok bayangan tersebut.
Perlahan sosok bayangan itu terlihat jelas dan benar saja dia seorang wanita dengan kulit coklat memakai singlet hijau, dan celana seperti pendaki gunung. Di samping kepalanya tampak terlihat tato ular hitam.
__ADS_1
"Mari kita mulai pertarungan nya wahai bocah-bocah tampan!"