THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
UJIAN TAHAP 1 DIMULAI


__ADS_3

Suara ayam berkokok di pagi hari melengkapi suasana pagi yang cerah ini, semua peserta kemudian bersiap siap untuk melaksanakan ujian tahap satu. Mereka semua baris berbaris dengan rapi di depan gerbang hutan kematian.


"Dengarkan aku kalian semua! Ujian tahap 1 sebentar lagi akan dimulai! Dalam hutan kematian terdapat banyak monster kejam dan bringas yang tak segan segan membunuh kalian semua," ucap salah satu panitia pengawas ujian dengan lantang.


"Kalian akan berhadapan dengan iblis iblis yang bahkan belum pernah kalian jumpai dalam hidup kalian," lanjut panitia satunya.


Mendapat sedikit info tersebut, tak sedikit dari para peserta yang menelan ludah membayangkan apa jadinya nanti jika mereka sudah masuk kedalam hutan kematian


Terdengar kembali suara raungan iblis di barengi dengan burung burung berterbangan dari dalam hutan, yang menandakan telah terjadi sesuatu mengerikan di dalam sana.


"Suara gemuruh apa itu?"


"Apa itu suara monster/iblis?"


"Aku jadi merinding."


"Apakah kita akan lolos ujian tahap satu."


Semua peserta yang mendengar suara mengerikan barusan, sangat terkejut bahkan sampai ada yang pingsan ketakutan mendengarnya.


"Itu adalah suara para iblis/monster yang sedang kelaparan dan tengah menunggu kedatangan kalian semua untuk dijadikan sebagai santapan makanan, apa kalian takut? kurasa kalian tidak takut dengan hal kecil seperti ini jadi persiapkan diri kalian semua! paham!" tegas salah satu pengawas lainnya.


"Hal kecil? Apa dia pikir nyawa kita hanyalah hal kecil!" gumam ketakutan salah satu peserta.


"Sudah diam dan dengarkan saja!" jawab peserta lainnya.


"Apakah rumor tentang banyaknya peserta yang gagal di tahap satu itu benar adanya?" semua peserta bertanya tanya satu sama lain.


Suasana seketika berubah tatkala dari atas langit muncul sosok naga emas yang sangat amat besar, sangking besarnya naga itu sampai menghalangi cahaya matahari yang masuk di tambah lagi naga emas itu berkilau-kilau terang sebab sisik-sisik emasnya terkena pancaran sinar matahari.


"Waaaaah sungguh menakjubkan, apakah ini semua hanyalah mimpi."


"Aku tidak menyangka bisa melihat naga di depan mata kepalaku sendiri."


"Apakah ini benar-benar naga?"


Semua peserta yang ada disana terkesima melihat sosok naga emas yang berada di atas mereka, hal itu wajar sebab ini merupakan kali pertama mereka semua melihat naga yang selama ini hanyalah sebuah dongeng atau mitos belaka.


"Apakah ini kenyataan."


"Kukira naga hanyalah sebuah mitos."


"Ini semua di luar pemahaman kita." Ucap semua peserta, setelah melihat sosok naga emas raksasa yang berada di depan mereka.


Teriakan keras penghormatan akan kedatangan komandan tinggi perserikatan sihir Kerajaan Nusantara tampak terdengar nyaring.


Naga itu kemudian turun secara perlahan lahan sambil berubah ke bentuk aslinya, ketika naga itu berubah ke wujud manusia semua panitia langsung menaruh hormat pada orang itu..


"Kalian juga para peserta, cepat menunduk dan kasi hormat pada beliau sang komandan tinggi kesatria sihir."


"Apa? Jadi naga emas besar barusan adalah komandan tinggi kesatria sihir tuan Hanura yang sangat terkenal itu?" kejut para peserta.


"Ya beliau adalah komandan tinggi kesatria sihir Hanura the lion," jawab salah satu panitia.


Semua peserta dan panitia kemudian secara serentak menunduk dan memberikan hormat akan kedatangan komandan tinggi kesatria sihir tuan Hanura the lion.

__ADS_1


"Maaf atas kelancangan saya, komandan Hanura sebelumnya mengapa anda tidak memberi informasi akan datang langsung ke tempat ujian tahap satu, alhasil kami belum ada persiapan untuk menyambut anda! Maaf atas ketidak nyamanan ini," ucap ketua panitia ujian tahap satu sambil menunduk memberikan hormat.


"Tidak apa apa gk usah di pikirkan aku datang kesini hanya ingin melihat para generasi muda yang akan berjuang dan menaruhkan nyawa melindungi kerajaan Nusantara, " jawab komandan Hanura sambil melihat para peserta yang menunduk memberikan hormat.


"Baik komandan dimengerti?" lanjut ketua panitia ujian tahap satu.


Ketika semua orang pada menunduk memberikan hormat akan kedatangan komandan sihir Hanura nampak Enzo yang masi berdiri tegak, hal itu sontak membuat semua orang yang berada di sana pada terkejut.


"Lihat lah orang aneh itu, apakah dia bodoh" batin para peserta yang melihatnya.


"Apa yang dilakukan orang itu? Apa dia tidak tau bahwa di depannya adalah komandan tinggi kesatria sihir?" ucap pangeran Arthur.


"Sudah ku buling bahwa rakyat jelata itu tidak memiliki tata krama yang baik," lanjut putri Elisabet.


"Sungguh menarik sekali hahaha, aku ingin sekali bertemu dengan orang bodoh itu," ucap pangeran Morgan.


Pihak panitia mencoba memanggil dan memintah Enzo untuk segera menunduk menaruh hormat, akan tetapi Enzo tetap saja tidak mendengarkan. Nyatanya saat ini Enzo sedang tertidur pulas sambil berdiri tegak.


Perjalanan jauh Enzo sebelumnya nyatanya membuat Enzo masi merasah letih dan perlu banyak istirahat, alhasil iapun tidak bisa menahan rasa mengantuknya yang belum hilang.


"M— maaf komandan Hanura saya akan segera membangunkannya secepat mungkin," ucap salah satu panitia dengan penuh rasa hormat dan gemetar.


Komandan Hanura melihat Enzo dengan tatapan cukup serius, peserta di samping Enzo mencoba memberikan kode kepada Enzo agar segerah terbangun dari tidurnya.


Meskipun sudah di beri beberapa kode oleh rekan di sampingnya, tampak sama sekali tidak ada tanda-tanda Enzo akan terbangun dari tidur nyenyak nya, bahkan hal itu membuat ketua panitia sangat amat kesal.


"Hahaha tidak usah di bangunkan biarkan dia tertidur mungkin dia sedang kecapean, lagi pula aku di sini hanya sebentar," ucap komandan Hanura sambil nampak sedikit tersenyum melihat hal konyol itu.


"Baik komandan," jawab ketua panitia.


Komandan Hanura kemudian mengucapkan terimakasi kepada para peserta karna telah mengikuti ujian kesatria sihir dan mengabdikan diri mereka pada kerjaan Nusantara.


Anugrah : Bakat hewani tipe mistis/mitos naga emas (sangat amat langkah) Status 11


Informasi. : Komandan tinggi kesatria sihir kerajaan Nusantara ( mantan ketua biro perserikatan sihir pusat, mantan guru besar perserikatan sihir kerajaan Nusantara, mantan kesatria sihir rangking S, mantan 12 pilar, mantan unit mata mata FIB kerajaan Nusantara).


Setelah menyampaikan kisi kisi kepada para peserta komandan Hanura kemudian ijin pamit pergi, selang beberapa waktu kemudian para panitia menghampiri Enzo yang sedang tertidur pulas dan memarahinya.


"Wooooy kau cepat bangun! " teriak salah satu panitia.


"Haa, ada apa ya! Aku tidak ingat apa yang terjadi barusan" jawab Enzo sambil linglung menoleh kanan kiri kebingungan mengapa semua peserta pada menertawainya.


"Gak usah banyak bicara silakan push up 300 kali sebagai hukuman karena kau telah tertidur! Sudah saya bilang kemarin bahwa kalian semua harus tidur lebih awal." bentak salah satu panitia.


Merasah bersalah Enzo pun dengan cepat langsung menjalani hukumannya itu, Panitia kemudian memberikan informasi informasi mengenai ujian tahap 1 yang akan segera di mulai.


"Baiklah kalian semua dengarkan aku,"


Pada ujian tahap satu ini semua peserta harus bisa mencapai gedung yang berada di tengah-tengah hutan kematian, untuk bisa sampai ke sana tidaklah mudah. Para peserta harus bertarung melawan iblis iblis yang tak segan-segan untuk memangsa dan membunuh mereka semua.


Para peserta hanya diberikan waktu dua hari dan apabila melewati batas waktu yang telah di tentukan maka peserta tersebut akan di anggap gugur atau tidak lolos tahap satu.


Bagi sepuluh peserta tercepat yang berhasil sampai di gedung pusat/utama akan mendapat pengecualian khusus, yakni dapat promosi langsung ke rangking B tanpa melalui rank C atau rank E yang merupakan rank pemula.


"Apaaaa!!!! Langsung dapat promosi ke rank B? Baiklah aku harus menjadi yang pertama." kejut Enzo.

__ADS_1


Bukan hanya Enzo saja yang ingin masuk sepulu besar melainkan semua peserta juga menginginkannya, oleh sebab itu maka persaingan ujian tahap satu akan menjadi lebih ketat.


"Baiklah kalau begitu, ini silakan isi surat pernyataan sebagaimana berikut " panitia membagikan surat pernyataan jaminan hidup pada semua peserta.


Para peserta diminta untuk mengisi surat pernyataan sebelum mengikuti ujian tahap satu, isi dari surat pernyataan itu menjelaskan bahwa perserikatan sihir pusat tidak mau bertanggung jawab apabila ada peserta tewas ataupun cacat dalam pelaksanaan ujian kesatria sihir tahap satu.


"Kerajaan tidak mau menanggung apapun jika kalian tewas ataupun cacat, maka sebelum kalian benar benar ingin melanjutkan pikirkanlah baik baik."


Apabila peserta enggan untuk mengisi surat pernyataan itu maka peserta tersebut akan di anggap tidak lolos dan harus mengulang lima tahun yang akan datang.


Di tengah pemberitahuan itu tiba-tiba terdengar kembali raungan mengerikan dari dalam hutan di barengi suara hewan yang pada bergemuruh. Ketika para peserta terfokus akan suara mengerikan itu tiba tiba.


"Braaaaaaaaaaaak!!!!" darah berceceran, sesuatu telah menabrak pagar besi pembatas dengan sangat kencang dan keras hingga membuat semua peserta terkejut.


"Apa itu?"


"Apa telah terjadi sesuatu?"


Setelah di perhatikan lebih seksama ternyata itu adalah hewan sejenis rusa yang telah mati dengan perut terbuka dan kepala tampak sudah tinggal setengah, rusa itu kemungkinan telah menjadi mangsa iblis yang mendiami hutan kematian.


"Haaaaaaaaaaaaaaa!!" teriak takut peserta perempuan setelah melihatnya.


Kejadian barusan sekali lagi menambah rasa takut dan was-was para peserta lainnya, apakah mereka akan tetap nekat masuk hutan mengikuti ujian atau pulang dan tidak lolos.


"Gimana ini apa kita akan mengisinya? Aku takut jika terjadi apa apa di hutan mengerikan itu." tak sedikit dari peserta merasah ragu untuk mengisi surat pernyataan tersebut, di tambah kejadian rusa barusan sekali lagi membuat situasi semakin bertambah mencekam.


"Aku masi tidak mau mati."


"Aku tidak mau berpisah dengan keluargaku."


"Bagaimana apa kita akan tetap melanjutkan?"


"Sepertinya aku akan kembali ke desa menjadi petani saja."


Semua peserta bertanya tanya satu sama lain mengenai surat pernyataan, apakah tetap melanjutkan ujian kesatria sihir atau tidak.


"Yos, baiklah kesatria sihir aku datang!!" teriak Enzo dengan penuh percaya diri.


Enzo tanpa pikir panjang langsung mengisi surat pernyataan itu sebab menurutnya jalan menjadi kesatria sihir yang hebat harus berani mengambil resiko.


"Baiklah bagian mana yang harus aku isi," ucap Enzo.


Setelah mereka semua berdiskusi, akhirnya sudah di putuskan bahwa 300 orang menolak mengisi surat pernyataan yang menandakan mereka tidak lolos dalam ujian kesatria sihir tahap satu


.


"Tidak ku sangka sudah 300 orang yang menolak mengisi surat pernyataan tersebut," gumam salah satu panitia.


Ujian tahap 1 belum di mulai tapi para peserta yang gugur sudah 300 orang, rumor yang mengatakan bahwa banyak peserta yang gugur di tahap 1 ternyata benar.


"Yang tidak mengisi surat pernyataan dimohon untuk segera meninggalkan area berbahaya ini, sebelumnya terimakasi telah berpartisipasi dalam ujian kesatria sihir selamat mencoba kembali 5 tahun mendatang."


Dari total 1200 peserta kini berubah menjadi 900 peserta dan pasti akan terus berkurang mengingat ini masi ujian tahap satu, para peserta yang mengisi surat pernyataan kemudian di minta untuk segera berkumpul.


"Baiklah semuanya selamat karna anda masi terus bertahan dan rela berkorban nyawa demi menjadi kesatria sihir aku ucapkan terimakasi," ucap ketua panitia penyelenggara ujian tahap satu.

__ADS_1


Gerbang hutan kematian kemudian dibuka, Hawa kutukan iblis nampak sangat terasah memenuhi wilayah sekitar. Angin bertiup sebegitu kencang menambah situasi menjadi lebih menantang.


Semua peserta saling melihat satu sama lain dan menelan ludah dengan keringat dingin di wajah mereka setelah merasakan aura kutukan dari dalam hutan kematian.


__ADS_2