THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
IKATAN SEBUAH TEMAN


__ADS_3

Melihat sang bos iblis yang tiba-tiba sudah berada di belakang mereka, membuat Enzo dan yang lainnya sangat amat terkejut.


Sang bos iblis berhasil melukai Noki dan akan berencana membawah putri Iska pergi setelah berhasil mengalahkan Enzo.


“Jadi apakah kita bisa memulai pertarungannya?” ujar sang bos iblis dengan senyum lebar dan mata terbelalak.


“Apa? Sejak kapan! Sialan matilah kau iblis!” kejut Enzo sambil menyarangkan serangan kepada iblis itu.


Bos Iblis loncat dan terbang menghindari serangan yang Enzo lancarkan padanya, Enzo sekali lagi di buat terkejut melihat kecepatan refleks sang iblis.


“Kau cepat juga bocah, tapi kau masih belum bisa mengimbangi kecepatanku! Baiklah terimalah serangan ini!” dari atas udara sang iblis melayangkan tebasan angin tak terlihat yang mampu memotong apa pun.


Serangan tebasan itu sangat amat tipis hampir tak terlihat dengan mata telanjang, Enzo memerintahkan Kaiju dan yang lainnya untuk membawah pergi putri Iska dan Noki yang sedang terluka.


Enzo membuka gerbang iblis tahap persenjataan dan menangkis serangan sang iblis menggunakan pedangnya, “Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti teman-temanku! Ayo kita lanjutkan pertarungan kita berdua tanpa melibatkan siapa pun!” tegas Enzo dengan tatapan penuh keyakinan.


“Bocah yang sangat bersemangat! Tak heran jika kau bisa mengalahkan semua pasukanku.” sang bos iblis memuji tekad Enzo yang begitu besar, akan tetapi bagi sang bos iblis hal itu merupakan tindakan bodoh.


“Tunggu aku bos, aku akan segerah kembali setelah membawah putri Iska ke tempat persembunyian yang aman!” teriak Kaiju sambil berlari membawah putri Iska.


“Bertahanlah sampai kami kembali Enzo!” lanjut Loper.


“Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau bisa memerintah iblis dan berteman dengan mereka para iblis?” tanya bos iblis dengan tatapan tidak percaya jika ada manusia bisa memerintah iblis.


“Siapa aku? Aku adalah Enzo, bocah yang akan menjadi kesatria sihir terhebat sepanjang masa!” jawab Enzo yang dengan cepat sudah berada di belakang sang iblis bersiap-siap untuk mengayunkan pedangnya.


“Kesatria sihir terhebat sepanjang masa? Hehahahah! Jangan bercanda bocah!” belum sempat menebas kepala sang bos iblis, Enzo terkena serangan balik bos iblis yang begitu cepat.


“Apa? Cepat sekali!” kejut Enzo.


Enzo terlempar jatuh menghantam tanah dengan cukup keras, dia menggeliat kesakitan menahan rasa sakit akibat serangan sang iblis barusan.


“Sialan punggungku sakit sekali! Tunggu saja.”


“Apakah cuman sebatas ini kekuatan dari seseorang yang bermimpi menjadi kesatria sihir terhebat! Memalukan!” lanjut sang bos iblis sembari bersiap-siap melakukan serangan kembali.


Sang bos iblis melancarkan serangan tebasan angin untuk yang kedua kalinya, kali ini serangan itu benar-benar sangat amat tipis tak terlihat dari yang sebelumnya.

__ADS_1


Enzo sama sekali tidak menyadari jika saat ini serangan sang iblis sedang mengarah kepadanya, tiba-tiba dada Enzo mengeluarkan darah seperti halnya terkena tebasan.


“Sialan sejak kapan dia mulai menyerang? Aku sama sekali tidak bisa melihat serangannya, apakah dia telah menipiskan serangan melebihi yang tadi?” Enzo di buat cukup kebingungan akan hal itu, tubuhnya di penuhi banyak darah.


“Apakah bisa aku lanjutkan kembali seranganku?” tanya bos iblis dengan sombongnya.


“Kurang ajar! Jika terus-menerus begini aku bisa babak belur semakin parah!” batin enzo sembari mencari tahu bagaimana cara mengalahkan bos iblis.


Di tengah rasa kebingungan itu, sekali lagi tubuh Enzo terkena tebasan angin tidak terlihat, Enzo sama sekali tidak bisa melihat dan merasakan dari mana serangan itu muncul.


“Dia sama sekali tidak bergerak, tapi mengapa dia bisa melancarkan serangan? Apa ada iblis lain yang menyerangku secara diam-diam?” lanjut batin Enzo kebingungan.


“Ada apa? Apa ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu bocah kesatria sihir hebat? Hahaahaha!” tanya sang bos iblis sambil meledek Enzo.


“Bersiaplah kau iblis sialan, aku datang!” teriak Enzo menyiapkan ancang-ancang memulai serangan.


Enzo memegang erat pedangnya dan mulai menebas sang iblis dengan membabi-buta, tak sampai di situ saja ia kemudian mengakhiri tebasan membabi buta menggunakan pukulan bertubi-tubi miliknya.


“Matilah kau iblis! Kali ini kau tidak mungkin bisa menghindar!” teriak Enzo dengan begitu lantang.


“Ap— apakah seranganku berhasil mengenainya? Se— serangan barusan benar-benar telah menguras spiritku cukup banyak, tidak seperti biasanya! Aneh sekali.” sambil tersiup-siup Enzo merasa bahwa spiritnya perlahan-lahan seperti terserap oleh sesuatu.


Tiba-tiba tombak angin tidak terlihat menusuk badan Enzo hingga membuatnya langsung tersungkur, Enzo tidak menyangka bahwa sang iblis masih bisa selamat setelah terkena serangan kombo yang ia lancarkan barusan.


“Sangat amat mengejutkan, ternyata kau masih bisa menyarangkan serangan mematikan seperti itu, untung aku bisa menghindarinya. Tapi tampaknya seranganmu barusan telah memakan banyak spiritmu, apa aku salah?” ujar sang iblis sambil tersenyum tipis.


Ucapan sang bos iblis tampaknya benar, serangan Enzo tadi sepertinya telah menguras banyak spirit Enzo, saat ini enzo sudah tidak dapat berdiri lagi.


Bos iblis perlahan mendekati Enzo sambil menjelaskan perbedaan kekuatan yang mereka berdua miliki. Bos iblis merupakan iblis kutukan tingkat menengah yang sebentar lagi akan memasuki ranah tingkat tinggi.


Kita semua tahu bahwa iblis tingkat tinggi adalah iblis dengan kekuatan yang sangat amat mengerikan dan berbahaya, bahkan untuk menghentikan iblis tingkat tinggi di pelukan kesatria sihir rangking A bahkan Pilar.


“Apakah sudah berakhir? Sungguh bocah yang malang, cepat bangun dan hadapi aku lagi!” ujar sang iblis dengan penuh kesombongan.


Mata enzo sedikit terbuka memandangi bos iblis yang mendekatinya, sang iblis kemudian menginjak kepala Enzo sembari mengatakan bahwa hidupnya akan segerah berakhir di tempat ini.


“A— aku baru mengerti bahwa sejak awal kau telah menyerap spiritku kan?” tanya Enzo sambil menatap wajah bos iblis sedikit buram berkunang-kunang.

__ADS_1


“Sepertinya kau sudah menyadarinya, pertarungan itu bukan hanya mengandalkan otot melainkan juga pikiran!” tegas sang bos iblis kepada Enzo.


“Lihat kondisimu, kau bahkan saat ini tidak mampu berdiri! Sungguh memalukan.” lanjut kembali bos iblis.


Sang bos iblis kemudian membuka dinding arena tidak terlihat yang sebelumnya ia buat. Dinding itu membuat bos iblis mampu memanipulasi serangan lawan yang berada di dalamnya


Bukan hanya itu saja, bahkan dinding itu bisa memberikan serangan dan menyerap spirit lawan yang terperangkap di dalam, kemudian spirit itu bisa leluasa sang iblis gunakan sesuaka hati.


“Inilah teknik kutukan yang aku miliki, bagaimana menurutmu?” tegas kembali bos iblis menyombongkan kemampuan kutukan yang ia miliki.


“Sejak awal aku telah memenangkan pertandingan ini bocah!” lanjut kembali bos iblis.


Bos iblis mencengkeram wajah Enzo dan mulai menyerap sisa-sisa spirit yang enzo miliki, enzo mencoba melawan namun tubuhnya di bisa bergerak.


“Apa-apaan ini? Tubuhku tidak bisa bergerak!” batin enzo.


“Saat ini aku sedang menyerap habis semua spiritmu! Sebentar lagi kau akan segerah mati!” lontar bos iblis.


Ketika harapan menang sudah tidak ada, datang putri Iska bersama Kaiju dan yang lainnya. Putri Iska memutuskan kembali lagi dan mengabaikan perintah enzo untuk kabur melarikan diri.


“Jangan menyerah Enzo! Aku percaya kau pasti bisa mengalahkan iblis itu! ” teriak putri Iska menyemangati enzo dengan penuh keyakinan.


Enzo yang melihatnya tentu sangat amat terkejut, Enzo tidak mau putri Iska ikut terlibat dalam pertempuran berbahaya ini dan menyuruh Kaiju untuk segerah membawahnya pergi kembali mencari tempat aman.


“Maaf bos aku sudah meminta dia untuk menjauh akan tetapi dia tiba-tiba berubah pikiran dan meminta untuk kembali membantumu!” teriak Kaiju.


“Oh jadi kalian kembali ya, kalau begitu aku tidak repot lagi mencarimu!” sambung sang bos iblis melihat putri Iska kembali.


Dengan kecepatan yang sangat amat luar biasa, sang iblis langsung menyerang putri Iska, putri Iska yang melihat bos iblis menuju arahnya hanya bisa terdiam tanpa bergerak sedikit pun.


“Akhirnya aku mendapatkanmu, dengan begini aku bisa keluar dari hutan menyedihkan Ini bersama kau sebagai jaminannya, wahai putri bangsawan! Hahahaha!” tawa puas bos iblis.


Sesaat sedikit lagi akan mendapatkan Putri Iska, datang enzo yang langsung menghantam kepala bos iblis menggunakan Blazing Strom.


Pukulan Enzo barusan sukses membuat bos iblis tersungkur ke tanah di sertai darah tampak keluar dari mulutnya, dengan tekad percaya diri yang berkobar-kobar Enzo berkata.


“Jangan pernah sesekali menyentuh temanku! Wahai iblis kurang ajar!”

__ADS_1


__ADS_2