THE ONE - SANG MALAPETAKA

THE ONE - SANG MALAPETAKA
TIGA KEGANASAN


__ADS_3

“Si— sialan kau, berani beraninya melakukan hal itu kepadaku!” Bos iblis bangkit sembari memegangi kepalanya yang berdarah.


“Kau boleh menghajar diriku, tapi Jangan sesekali menyentuh temanku menggunakan tangan busukmu!” tegas Enzo kepada sang iblis.


Sang iblis yang mendengar hal itu tentu sangat amat kesal, ia tidak menyangka bahwa Enzo masih memiliki cukup spirit untuk melayangkan pukulan keras ke kepalanya, padahal sang bos iblis yakin bahwa tadi ia benar-benar telah menyerap habis spirit Enzo.


“Bagaimana kau masih bisa melayangkan serangan? Padahal aku telah menyerap habis spiritmu?” sambil kebingungan bos iblis bertanya.


“Itu tidaklah penting, kali ini aku pasti akan menghajarmu habis-habisan iblis bodoh!” lanjut enzo bersiap-siap kembali bertarung.


Ekspresi kesal bercampur marah bos iblis tampak begitu jelas, ia berteriak dengan sangat keras seakan tidak terima dengan perkataan Enzo barusan.


“Kalau begitu bersiaplah, sudah tidak ada rasa ampun lagi kali ini aku benar-benar akan membunuh kalian semua!”


Enzo yang merasakan ledakan aura kutukan sang iblis, menyuruh putri Iska dan yang lainnya bersiap-siap akan datangnya serangan bos iblis.


“Kalian semua jangan lengah dan tetap waspada, aku merasakan sesuatu hal yang buruk akan datang!” lontar Enzo kepada yang lain.


Benar saja, bos iblis bertambah menjadi semakin kuat dari yang sebelumnya. Aura kutukannya naik secara drastis, tubuhnya di penuhi percikan kikatan listrik.


Bos iblis kemudian sekali lagi menciptakan dinding arena tidak terlihat dengan sekala yang bahkan lebih besar dari sebelumnya.


“Zruusssssssssh!” suara dinding arena tidak terlihat yang melebar cepat.


Enzo yang mengetahuinya tentu tidak bisa berbuat apa-apa, kini ia harus bertarung sambil melindungi Putri Iska. Loper memerintahkan Enzo untuk kabur terlebih dahulu mengatur rencana baru.


“Kita sudah tidak bisa kabur, saat ini kita sudah berada di dalam arena permainan iblis sialan itu!” jawab Enzo memberikan penjelasan.

__ADS_1


“Lalu apa yang akan kita lakukan Enzo? Apakah kia akan tetap seperti ini.” lanjut Loper.


“Baiklah aku sudah tidak sabar mengajar iblis sialan itu! Cepat kemari dan hadapi aku!” teriak Kaiju dengan lantang.


Enzo lalu menjelaskan kepada Kaiju dan yang lainnya, bahwa arena bos iblis ini dapat menyerap spirit lawan yang ada di dalamnya sampai habis.


Akan sangat berbahaya jika terlalu berlama-lama di dalam arena sang iblis ini, bukan hanya itu bahkan sang iblis mampu memanipulasi serangan sesuka hatinya.


“Kalian semua! Bersiaplah untuk mati!” ucap bos iblis yang tiba-tiba perlahan menghilang dengan sendirinya.


“Cih! Sialan, apa yang harus aku lakukan, putri Iska apa kau punya ide untuk mengalahkan Iblis ini!” tanya Enzo sambil berpikir keras bagaimana mengalahkan iblis sialan itu.


“Mengenai itu aku tidak yakin bisa menggunakannya,” jawab putri Iska.


“Apa maksudmu?” lanjut Enzo.


Belum sempat menjawab, tebasan tipis tidak terlihat tiba-tiba muncul dari berbagai arah dan langsung menyerang enzo dan yang lain, untungnya serangan itu berhasil Enzo tangkis dengan pedangnya.


“Ya aku tidak apa-apa putri Iska! Bagaimana dengan yang lain?”


“Masi belum!” teriak kembali sang iblis yang entah dari mana, di barengi puluhan tebasan angin tidak terlihat.


“Serangan itu datang lagi, bersiaplah kalian semua!” teriak Walhan memberitahu kepada yang lain.


“Bos apa yang akan kita lakukan!” lanjut Kaiju menanyakan pada Enzo.


“Aku juga tidak tahu Kaiju! Andai iblis itu tidak menghilang mungkin aku bisa menyarangkan tebasanku! Ini seperti waktu itu, aku tidak bisa merasakan keberadaannya!”

__ADS_1


Enzo dan Kaiju menghalau sekuat tenaga tebasan bos iblis, sedangkan Loper dan yang lainnya tetap menjaga putri Iska dari depan dan belakang.


“Bagaimanapun kalian mencoba, di dalam dinding arena ciptaanku ini akulah pemenangnya,” batin sang dengan senyum kepuasan.


Apakah Enzo dan yang lain mampu mengalahkan bos iblis sialan itu?


Cerita kemudian membawah kita ke tempat pengawas, tepatnya di bagian informasi terlihat para pengawas ujian membawah selebaran kertas yang tercoret.


Selebaran kertas itu merupakan data mengenai 12 iblis bagian, delapan dari dua belas iblis bagian telah di kalahkan. Kini hanya tersisa empat yang masih bertahan.


“Lapor ketua, kami dari tim pengawas bagian informasi menyampaikan bahwa delapan dari 12 iblis bagian telah dikalahkan!” ujar panitia bagian informasi.


“Baik, laporan di terima!” jawab sang ketua panitia pengawas.


“Jadi mereka telah di kalahkan, sekarang yang tersisa tinggal 4 di antaranya ialah 3 keganasan! Ini semua sungguh luar biasa, retensi seperti ini tidak pernah terjadi sejak 300 tahun yang lalu!” sekali lagi ketua panitia dibuat takjub akan hal itu.


Siapa itu tiga keganasan? Tiga keganasan adalah tiga iblis terkuat dari dua belas iblis bagian, mereka memiliki ranah kekuatan hampir setara dengan Iblis tingkat tinggi.


Kemampuan hebat yang mereka miliki itulah yang membuatnya mendapat gelar sebagai tiga keganasan penghuni hutan kematian.


Iblis yang dihadapi enzo saat ini, merupakan salah satu dari 3 keganasan yang sangat amat di pantau pergerakannya oleh biro perserikatan sibir pusat.


“Mari kita lihat, apakah mereka mampu mengalahkan 3 keganasan? Aku sudah tidak sabar menantikan!” lanjut kembali sang ketua panitia.


Kembali lagi ke Enzo dan yang lainnya, mereka masih di buat kesulitan menghadapi berbagai serangan yang di lancarkan bos iblis.


Bola-bola angin tajam dengan cepat menghantam mereka sampai-sampai menimbulkan ledakan yang sangat amat besar.

__ADS_1


“Bagaimana? Apakah dengan begini kalian tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan kita? Saat ini aku adalah iblis ranah tingkat tinggi!” ucap bos iblis sambil melihat Enzo, putri Iska dan yang lainnya terkapar tak berdaya tekena serangan barusan.


“Spiritku sepertinya sudah habis!” ujar enzo dengan terbata-bata.


__ADS_2